Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Episode 36


__ADS_3

Chaca masih duduk menunggu kabar mama Adina yang sedang menjalani pemeriksaan. Kalandra dan Rudi masih cemas seperti apa yang Chaca rasakan. Saat ini Agnes pun juga turut berada diruang sakit tersebut karena mengikuti Kalandra. Agnes mencoba mencari perhatian Kalandra dengan bersimpati dan menenangkan Kalandra.


"Kamu yang sabar ya Ndra. Tante pasti sembuh". Kalandra menepis tangan Agnes yang terus menepuk pundaknya.


"Pergi kau. Saya tak mau melihat wajahmu. Dan kerjasama kita akan saya batalkan". Kalandra menatap Agnes seperti saat dia menatap Gwen. Penuh dengan amarah.


"Kok gitu. Kita kenal udah lama loh Ndra. Hanya karena masalah kecil kamu kayak gini". Kalandra berdiri dan perpindah duduk disamping Chaca. Chaca tak begitu peduli dengan keributan dihadapannya.


"Dia siapa Rud. Kenapa saya baru melihat gadis itu". Rudi juga mengenal Agnes. Mereka memang teman satu kampus.


"Saudara Kalandra". Rudi sengaja mengatakan itu. Rudi sangat paham watak Agnes.


"Saudara. Kamu tidak bohong kan Rud". Rudi memilih pergi menghindari Agnes. Agnes sangat penasaran dengan Chaca. Dia mendekati kursi Kalandra dan Chaca.


"Hai. Kita belum kenalan kan. Saya Agnes". Agnes mengulurkan tangannya kepada Chaca. Chaca hendak menanggapi uluran tangan Agnes, namun Kalandra mencegahnya.


"Kau tak perlu mengenalnya. Sekarang pergilah". Agnes tak suka dengan perlakuan Kalandra kepada Chaca. Agnes memang memiliki sifat pemaksa dan cenderung psikopat. Kalandra hanya mencegah agar tidak terjadi apapun kepada Chaca.


"Sespesial itukah gadis ini. Sampai kamu takut jika dia mengenalku". Chaca menatap bingung kearah Kalandra. Dia tidak tau mengapa Kalandra begitu melarangnya untuk berkenalan.


"Saya peringatkan. Jangan pernah mengusiknya. Karena jika itu kau lakukan, Saya akan berbuat lebih dari yang kau lakukan". Rudi mendekat dan membawa Chaca menjauh. Dokter pun akhirnya keluar menemui Kalandra. Chaca yang hendak pergi, kembali mendekati Kalandra ingin mengetahui kondisi mama Adina.


"Bagaimana kondisi mama saya dok". Dokter menatap sendu Kalandra. Chaca pun merasa bahwa ini tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Sepertinya mama anda mengalami trauma. Apakah tadi mama anda mengalami hal buruk yang membuat trauma lamanya kembali". Kalandra dan Chaca saling bertatapan. Kalandra tau pasti jika mamanya bersama Chaca selalu bahagia. Tapi setelah bertemu Agnes, mama Adina seperti ini.


"Tidak dok. Selama satu hari ini mama saya selalu ceria tidak ada masalah yang berat yang sedang mama saya alami". Dokter tersebut menghela nafasnya. Dan melanjutkan penjelasan yang sempat terjeda.


"Maaf, mama saudara mengalami koma. Dan semoga ini tidak lama. Tolong selalu ajak komunikasi untuk menguatkan mama anda dan juga mensupport agar segera bangun". Dokter segera meninggalkan Kalandra. Renjang mama Adina dibawa ke ruangan ICU.


Agnes masih mengikuti. Rudi mulai curiga dengan Agnes. Diam-diam Rudi meminta salah satu temannya untuk menyelidiki Agnes. Rudi yakin mama Adina seperti ini setelah bertemu Agnes. Saat didepan ruang ICU, Rudi meminta Agnes untuk pergi.


"Pulanglah. Jangan membuat suasana semakin runyam". Agnes ingin membantah. Namun ponsel Agnes berdering. Setelah menerima telepon, Agnes pergi meninggalkan rumah sakit.


Kalandra duduk bersama Chaca. Chaca mencoba menguatkan hati Kalandra. Kalandra hanya diam membisu. Bahkan Rudilah yang menghubungi papa Kalandra mengabari kondisi mama Adina.


"Om. Chaca yakin mama orang yang kuat. Mama akan segera bangun". Kalandra tiba-tiba menggenggam tangan Chaca.


"Cha, apa tadi mama mengalami sesuatu saat bersama dengan mu". Kalandra hanya ingin tahu bukan berarti menuduh Chaca.


"Cha, boleh saya minta tolong sebentar". Chaca mengangguk. Tangan mereka bahkan masih bertautan.


"Tolong jaga mama, saya ada urusan sebentar". Chaca hanya mengangguk untuk menjawab permintaan Kalandra.


"Terimakasih Cha, saya akan segera kembali". Kalandra segera meninggalkan rumah sakit bersama Rudi. Rudi pun segera melaporkan informasi yang dia dapat dari orang suruhannya.


"Rud, loe taukan harus gimana. Gue udah curiga sama Agnes sejak lama. Tapi gue gak ada bukti". Rudi menyodorkan ponselnya. Kalandra segera membaca semua informasi yang didapatkan Rudi.

__ADS_1


"Loe tau harus bagaimana kan. Agnes juga yang dulu menyebabkan tante Adina koma. Sorry baru sekarang gue cari informasi tentang Agnes. Karena dulu gue kira itu ulah Gwen". Kalandra mulai mengerti. Trauma mama Adina kembali karena Agnes.


Flashback mama Adina...


Orangtua Kalandra menghadiri acara perjamuan dari salah satu koleganya. Diacara tersebut awal mula mama Adina berkenalan dengan Agnes dan orangtuanya. Perkenalan biasa namun berujung petaka.


Agnes sosok yang baik dan ceria menurut mama adina. Dan ternyata Agnes teman satu kampus Kalandra juga Rudi. Mama Adina selalu menyambut baik ketika Agnes berkunjung kerumah mereka. Tanpa ada curiga. Bahkan Agnes juga selalu mendukung hubungan Kalandra dan Gwen. Bahkan Agnes sudah dianggap anak sendiri oleh keluarga Kalandra.


Satu hari sebelum menghilangnya Agnes dan keluarganya, mama Adina ditemukan terjatuh dengan luka dikepala bahkan kaki dan tangan juga terluka. Dan saat ditemukan Gwen berada disisi mama Adina. Keluarga Kalandra mengira itu ulah Gwen. Bahkan saat Gwen menyangkal, Kalandra tak menanggapi. Mama Adina dinyatakan koma karena luka di kepalanya. Hingga bertahun-tahun lamanya tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan asisten rumah mama Adina yang lama juga ikut bungkam.


Kalandra berusaha mencari keberadaan Agnes. Seingat Kalandra hari itu Agnes juga menginap dirumahnya. Sedangkan Kalandra sedang pergi bersama papanya.


Flashback off...


"Jadi ini yang tejadi beberapa tahun yang lalu. Darimana loe dapat ini Rud". Kalandra masih menatap ponsel Rudi.


"Mak Mumun. Loe ingat beliau. Dari beliaulah semua terungkap dan alasan apa beliau bungkam juga teringkap". Kalandra menatap Rudi karena terkejut.


"Saksi kunci kita Mak Mumun. Sekarang loe mau gimana. Cewek psikopat kayak Agnes gak akan jera berbuat jahat sebelum kemauannya di dapat. Dan dia sangat terobsesi sama loe". Kalandra mulai berfikir mencari jalan keluar yang pastinya juga aman.


"Apa sebaiknya kita minta bantuan Dzaky. Karena gue yakin Agnes saat ini pasti mencaritahu tentang Chaca". Rudi pun mengangguk. Chaca saat ini memang dalam incaran Agnes. Itu terlihat dari cara Agnes menatap Chaca.


"Iya sebaiknya begitu. Loe tenang saja. Semua berita mengenai pertunangan loe sama Chaca sudah gue takedown. Semoga manusia mengerikan itu belum sempat membacanya". Kalandra sedikit lega mendengar perkataan Rudi.

__ADS_1


"Pantas mama langsung shock. Setrauma itu mama dengan Agnes. Dan kenapa gue merasa munculnya Agnes seperti direncakan dan ada maksud tersembunyi". Rudi kaget dengan asumsi Kalandra. Bahkan dia luput memikirkan hal itu.


"Sebaiknya kita bergerak cepat Ndra. Hubungi Dzaky. Kita bahas masalah ini sekarang. Jangan lupa minta orang menjaga Chaca sekarang". Kalandra segera mengambil ponselnya dan meminta slaah satu orang kepercayaannya menjaga Chaca dari jauh. agar Chaca nyaman.


__ADS_2