Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 62


__ADS_3

3 bulan kemudian


Tiga bulan menyandang status duda tidak membuat Kalandra nyaman. Bahkan sampai detik ini keluarga mereka belum tau mengenai perpisahan Chaca dan Kalandra. Proses persidangan mereka terbilang cukup singkat. Tak satupun yang menghadiri persidangan itu dan membuat hakim cepat memutuskan status mereka.


Kalandra sebenarnya datang saat proses mediasi. Namun Kalandra hanya diam menunggu didepan gedung pengadilan tidak keluar dari mobil. Kalandra berharap melihat Chaca disana dan akan membuat proses mediasi mereka berhasil. Namun hingga menjelang sore Kalandra tak melihat kehadiran sosok Chaca. Kuasa hukum Kalandra pun mengatakan jika Chaca tidak pernah hadir dalam persidangan.


Hari-hari Kalandra hanya dihabiskan dikantornya. Bahkan selama dua Minggu setelah putusan pengadilan, Kalandra menginap dikantor. Terkadang Kalandra diam memperhatikan unit apartemen Chaca. Mela sudah mengetahui perihal perpisahan Kalandra. Dan Mela semakin genjar mendekati Kalandra walaupun Kalandra selalu menolak. Mela mengetahui perpisahan Kalandra dan Chaca karena saat itu Kalandra mabuk dan tanpa sadar mengatakan perpisahan mereka.


Hari ini Kalandra libur dan memutuskan hanya dirumah saja. Bahkan didalam kamar dan ruang tamu masih terpampang foto pernikahan mereka. Tak ada niatan untuk Kalandra menurunkan foto itu.


Ting tong


Bel rumah Kalandra berbunyi. Dengan malas Kalandra membukakan pintu rumahnya. Kalandra tau jika yang datang adalah Mela. Karena sebelumnya Mela sudah memberitahu jika akan berkunjung.


"Hai Ndra. Boleh masuk". Dengan malas Kalandra mengijinkan Mela masuk. Mela selalu berpenampilan menggoda. Hari ini Mela menggunakan tank top dengan ditutup cardigan dengan short pant yang cukup ketat.


"Ada apa Mel". Kalandra duduk disofa sedangkan Mela masih sibuk mengamati isi ruang tamu Kalandra.


"Mengapa masih ada foto ini. Harusnya kamu turunkan Ndra. Perlu bantuan untuk menurunkan". Kalandra tak suka dengan perkataan Mela.


"Tidak. Biarkan itu tetap disana. Karena memang tempatnya disana". Mela tercengang dengan jawaban Kalandra.


"What. Kalian sudah pisah Ndra. Dan seharusnya kamu move on. Ayolah Ndra". Kalandra diam tak menanggapi perkataan Mela. Mela sengaja mendekati Kalandra dan memeluknya dari belakang. Kalandra berusaha melepaskan lengan Mela yang melingkar dilehernya. Namun Mela kembali dengan posisi itu.


"Ada aku Ndra. Aku akan menggantikan posisi mantan istrimu itu. Dan pastinya aku lebih baik dari dirinya". Kalandra hendak melepaskan lengan Mela namun Mela mengeratkan lagi hingga membuat Kalandra susah melepaskan. Saat Kalandra akan menjawab perkataan Mela, tiba-tiba seseorang mengagetkan mereka.

__ADS_1


"Alan". Teriak tamu yang tiba-tiba masuk dengan sangat lantang. Kalandra dan Mela terkejut. Kalandra segera menjauh dari Mela.


"Mama". Mama Adina dan papa Gerald sudah berada diruang tamu dengan tatapan tak suka kepada Mela.


"Siapa dia Alan. Dimana menantu mama. Dan apa yang sedang kalian lakukan". Papa Gerald sangat marah melihat Kalandra berpelukan dengan wanita lain.


"Mah, pah. Ini tidak seperti yanga papa mama bayangkan". Kalandra mendekati kedua orangtuanya. Mela sibuk memakai kembali cardigannya.


"Dimana Chaca. Chaca sayang. Mama datang nak". Mama Adina terus meneriaki nama Chaca. Namun tidak ada jawaban.


"Chaca tidak ada mah". Kalandra tertunduk lesu tak berani menatap kedua orangtuanya.


"Apa maksud kamu Alan. Chaca kemana". Kalandra tak mampu menjawab pertanyaan mamanya. Mela berjalan mendekati kedua orangtua Kalandra untuk berkenalan.


"Hallo om tante. Kenalkan saya Mela teman dekat Kalandra". Mama Adina dan papa Gerald hanya mengangguk saja.


"Kalandra dan Chaca sudah bercerai Tan. Sudah sejak tiga bulan yang lalu". Kalandra menatap mela tajam dan meneriakinya.


"Mela". Mela hanya diam tanpa ada rasa bersalah nampak diwajahnya.


"Memang benar kan Ndra. Kamu sendiri yang mengatakan jika kalian sudah bercerai". Tiba-tiba mama Adina menampar Kalandra.


Plak


"Apa yang kamu perbuat Kalandra Aditya. Dimana menantu mama. Apa karena wanita ini kamu meninggalkan Chaca. Jawab Kalandra". Kalandra masih menunduk tak berani menatap kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Mereka berpisah karena keinginan mereka tidak ada sangkut pautnya dengan saya tante". Mela tidak terima dianggap sebagai penyebab perpisahan Kalandra dan Chaca.


"Maaf saya tidak bertanya dengan anda. Dan saya minta anda meninggalkan rumah putra saya". Papa Gerald tak menyukai Mela yang terus menyela pembicaraan mereka dengan Kalandra.


Mela yang kesal segera pergi dari rumah Kalandra. Sebelum pergi, Mela mengatakan jika dia akan menunggu Kalandra siap menerima dirinya. Papa Gerald tak ingin kesehatan istrinya terganggu. Papa Gerald mengajak mama Adina untuk beristirahat sebelum darahnya semakin naik.


Kalandra masih duduk terdiam diruang tamu. Doa tidak menyangka akan kedatangan kedua orangtuanya secara tiba-tiba. Papa Gerald datang menghampiri Kalandra setelah memastikan mama Adina terlelap.


"Jelaskan kepada papa ada apa". Kalandra bingung harus berkata apa. Dia tak berani mengatakan yang sebenarnya.


"Alan. Papa bertanya. Apa kamu tidak mau mengatakan kepada papa". Kalandra masih diam menunduk.


"Maafkan Alan pah. Alan yang salah. Alan yang tidak bisa menjaga Chaca dengan baik. Bukan Alan yanga menuntut perpisahan ini. Melainkan Chaca yang mengirim surat gugatan cerai kepada Kalandra". Papa Gerald terkejut mendengar jawaban putranya.


"Apa yang kamu lakukan. Tidak mungkin Chaca melakukan itu jika tanpa ada sebab yang membuatnya sangat kecewa. Apa ada hubungan dengan wanita tadi Alan". Kalandra menggeleng. Kalandra tidak ingin Mela disangkut pautkan dalam masalah pribadi mereka.


"Tidak pah. Ini murni salah Kalandra". Papa Gerald menghela nafasnya saja. Papa Gerald terus menatap Kalandra yang hanya menunduk.


"Dimana Chaca sekarang. Apa kamu tau dia tinggal dimana". Kalandra mengangguk. Kalandra mulai berani menatap papa Gerald.


"Chaca tinggal diapartemen Xxx gedung B". Papa Gerald menyandarkan tubuhnya disandaran sofa. Melepas kacamata yang sejak tadi bertengger dihidung mancungnya.


"Papa masih berharap ada keajaiban kalian untuk bersama. Dan kamu tau jika mama bangun apa yang akan terjadi. Jangan sampai penyakit mama kamu kembali kambuh". Papa Gerald berjalan masuk kedalam kamarnya. Beristirahat karena lelah setelah perjalanan jauh.


Kalandra masuk kedalam kamarnya. Diam menatap langit dikamarnya. Melihat wallpaper dilayar ponselnya. Foto terakhir Chaca saat sedang masak sebelum perpisahan mereka. Kalandra sengaja mengambil dari belakang dan hanya tampak punggung dan rambut panjang Chaca.

__ADS_1


"Apa kabar. Apa kamu sudah bahagia sekarang. Aku rindu Cha. Sangat rindu. Maaf aku terlambat menyadari rasa ini. Kuharap kamu selalu bahagia Cha. Andai waktu dapat kembali, aku hanya ingin bisa hidup bersama denganmu. Hatinku yang membeku dan terluka karena cinta, sembuh dengan kehadiran dirimu Cha. Tapi mungkin semua sudah terlambat. Jika ada keajaiban datang untukku. Aku hanya berdoa, semoga kita bisa bersatu. Dan kita jalani hidup hingga akhir menutup mata bersama anak cucu kita nantinya. Semoga ada kesempatan untuk kita kembali Cha"...


__ADS_2