Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 72


__ADS_3

Papa Gerald tiba tepat saat makan siang. Dan Kalandra memutuskan hanya masuk setengah hari saja. Hari ini pun tidak banyak pekerjaan Kalandra. Itu membuatnya bisa mengambil jam kerja setengah hari saja. Kalandra segera membawa papa Gerald menuju apartemen Chaca. Disana mama Adina sudah menunggu. Sedangkan Chaca harus kekantor karena ada meeting tidak bisa digantikan.


"Kamu kembali ke kantor lagi Lan". Tanya papa Gerald setelah tiba di apartemen Chaca.


"Nggak pah. Alan ambil setengah hari saja". Mama Adina datang membawakan air minum dan camilan.


"Kamu jemput Chaca. Kasian kalau dia naik taksi". Mama Adina duduk disamping papa Gerald.


"Iya mah. Nanti Alan jemput Chaca". Kalandra sedang memeriksa email dari perusahaan yang dikirim sekretarisnya.


"Kenapa mama tidak tinggal dirumah Alan saja. Kasian kan Chaca terganggu terus". Perkataan papa Gerald mendapatkan tanggapan suara tawa dari mama Adina.


"Ih papa sok tau deh. Malahan Chaca yang gak mau tinggal dirumah Alan lagi. Sudah berkali-kali mama ajak, tetap tidak mau". Kalandra mengalihkan perhatiannya dari ponsel ke arah mama Adina.


"Kenapa mah. Apa ada hal buruk yang membuat Chaca tidak mau lagi datang kerumah itu". Pertanyaan yang sama terlintas dibenak Kalandra.


"Seingat mama, terakhir kali mama dan Chaca disana menunggu Alan pulang kerja ada tamu tak diundang". Kalandra dan papa Gerald sama-sama memandang mama Adina.


"Huh, siapa lagi kalau bukan perempuan yang selalu mengejar-ngejar Alan". Papa Gerald menatap Kalandra dengan penuh tanya.


"Mela". Jawab Kalandra lirih". Dan mama Adina hanya mengangkat kedua bahunya.


"Sebenarnya ada hubungan apa kalian. Sampai-sampai dia selalu datang kerumah kamu". Mama Adina diam menantikan jawaban Kalandra.


"Alan tidak memiliki hubungan apapun kecuali kerjasama pah. Bahkan Alan sudah menolak setiap dia menyatakan perasaan pah,mah". Kalandra menjelaskan semuanya agar mereka tidak curiga.


"Segeralah ambil tindakan tegas jika dia sudah sangat meresahkan. Papa tidak mau Chaca terancam. Chaca tetap anak papa dan mama". Tegas papa Gerald. Kalandra mengangguk paham.

__ADS_1


Kalandra sempat beristirahat sebentar di kamar Chaca. Sementara mama dan papa Gerald sedang merencanakan sesuatu untuk kedua anak-anaknya.


"Mama yakin akan melakukan hal itu". Papa Gerald memang sedikit ragu dengan rencana mama Adina.


"Yakin pah. Cuma itu satu-satunya cara pah. Dan asal papa tahu, Alan itu sebenarnya ada perasaan dengan Chaca. Mama perhatikan selama beberapa Minggu ini. Ada yang lain saat Alan berdekatan dengan Chaca". Mama Adina mengatakan dengan antusias kepada papa Gerald.


"Oke kalau begitu. Papa akan bantu". Mereka saling berjabat tangan tanda kerjasama akan dilaksanakan.


Waktunya Kalandra untuk menjemput Chaca. Kalandra segera bergegas pergi. Kalandra sudah memberitahu Chaca jika dia akan menjemputnya. Bahkan Mama Adina pun meminta Kalandra untuk memberi kue. Setibanya Kalandra dikantor Chaca, Kalandra sempat menunggu didalam mobil. Namun Chaca tak juga keluar. Kalandra memutuskan untuk bertanya kepada security.


"Maaf pak. Bu Marrisa apakah sudah pulang". Tak ada satupun yang mengenali Kalandra. Karena ini kali pertama Kalandra datang kekantor Chaca dengan status mantan suami.


"Sepertinya belum pak. Maaf bapak siapanya Bu Marrisa". Security tersebut menanyakan perihal siapa Kalandra.


"Saya kerabatnya pak. Boleh saya menemui Bu Marrisa didalam pak". Kalandra meminta ijin untuk masuk kedalam kantor Chaca.


"Silahkan pak. Ruangan Bu Marrisa ada dilantai tiga sebelah kanan". Security mengijinkan dan juga menunjukkan arah keruangan Chaca.


Saat dilantai tiga, Kalandra masih mencari letak ruangan Chaca. Dengan bantuan dari salah satu staf Chaca, Kalandra diantar hingga ruangan Chaca.


"Maaf permisi. Bu Marrisa ada didalam". Tanya Kalandra kepada sekretaris Chaca yang ternyata juga belum pulang.


"Ibu ada didalam pak. Maaf ada keperluan apa ya pak. Dan apakah sudah membuat janji sebelumnya". Sekretaris Chaca menanyakan beberapa hal wajar yang menjadi prosedur mereka dalam bekerja. Namun belum sempat Kalandra menjawab, Chaca sudah terlebih dahulu membuka pintu ruang kerjanya.


"Loh udah sampe. Ayo masuk". Chaca terkejut melihat Kalandra sudah berada didepan ruangannya. Dan segera mengajak Kalandra untuk masuk. Sekretaris Chaca hanya diam menatap.


Chaca meminta Kalandra untuk menunggu dirinya sebentar. Karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan sebelum pulang.

__ADS_1


"Butuh bantuan Cha. Bukannya kamu tadi ijinnya ke mama cuma meeting ya. Terus kenapa ini sangat bertumpuk". Kalandra berdiri dihadapan meja kerja Chaca sambil menunjuk tumpukan berkas Chaca.


"Hehehe. Kan sekalian om. Om duduk aja dulu gapapakan menunggu sebentar". Kalandra sengaja duduk didepan meja kerja Chaca. Bahkan Kalandra sengaja mengambil salah satu berkas Chaca dan mulai memeriksanya.


Mereka berdua terlarut dalam tumpukan berkas. Kalandra membantu Chaca mengoreksi beberapa laporan dari bawahannya. Beberapa hasil laporan yang menurut Kalandra janggal, akan Kalandra beri tanda. Untuk mempermudah Chaca mengoreksi kembali.


"Om. Kok malah bantuin Chaca". Chaca baru menyadari jika Kalandra membantunya setelah beberapa saat.


"Gatal tangan saya lihat tumpukan kertas ini. Ini yang sudah saya koreksi. Tinggal kamu ulangi dan minta perbaikan". Kalandra menunjukkan tumpukan file yang sudah siap dia kerjakan.


"Ah. Terimakasih sekali om. Mayan lah ada bala bantuan gratis". Chaca tertawa terbahak. Begitupun dengan Kalandra.


Karena hari sudah hampir gelap, Kalandra mengajak Chaca pulang. Kalandra juga membawa beberapa pekerjaan Chaca pulang agar semua selesai tepat waktu. Chaca harus menyelesaikan sebelum akhir bulan.


"Cha. Nanti mampir ke toko roti dulu. Mama pesan dibelikan kue". Ucap Kalandra saat mereka dalam perjalanan pulang.


"Oke om. Sekalian Chaca juga sedang ingin makan kue". Kalandra tersenyum tipis dan bersiap mengolok Chaca.


"Udah kayak orang ngidam aja Cha. Pengen sesuatu". Kalandra tertawa setelah mengolok Chaca.


"Anak tuyul apa. Ghoib amat tiba-tiba hamidun". Mereka kembali tertawa bersama. Hingga perjalanan terasa lebih seru.


Tiba ditoko roti, Chaca dan Kalandra segera masuk dan memilih kue yang mereka inginkan. Chaca juga membeli coklat hangat untuknya serta kopi americano untuk Kalandra. Karena toko kue tersebut juga merangkap kafe, hingga segala menu minuman tersedia disana.


Kalandra dan Chaca segera pulang setelah mendapatkan kue. Karena merasa lelah, Chaca tertidur didalam mobil. Kalandra menyelimuti Chaca menggunakan selimut yang selalu dia bawa dikursi belakang. Samapi dirumah Kalandra segera menggendong Chaca karena Chaca masih terlelap. Mereka menunda makan malam. Menunggu hingga Chaca terbangun.


"Mah semua sudah siap". Papa Gerald berbisik kepada Mama Adina yang sedang menyiapkan makanan.

__ADS_1


"Sudah pah. Tinggal aksinya. Pokoknya mereka harus kembali bersama sebelum pernikahan Dzaky pah". Papa Gerald mengangguk dan mengacungkan jempolnya tanda setuju. Sedangkan Kalandra saat ini masih membantu mengoreksi pekerjaan Chaca. Lima belas menit berlalu sejak kepulangan Chaca dan Kalandra, Chaca baru terbangun dari tidurnya. Dan mereka segera makan malam.


"Pertunjukan segera dimulai".


__ADS_2