
"Baiklah saya akan datang" Kalandra akhirnya menyetujui undangan makan malam dari Mela setelah selama tiga hari Mela membujuknya.
"Benarkah. Terimakasih, aku yakin kamu pasti akan datang. Aku sudah mempersiapkan yang spesial untuk kita" Kalandra hanya tersenyum tipis saja.
"Aku akan pergi dulu ke salon. Aku Haris tampil cantik untuk kamu malam ini" Mela beranjak meninggalkan ruangan Kalandra. Setelah kepergian Mela, Kalandra menghela nafasnya lega.
Hari sudah mulai sore, Kalandra memutuskan untuk pergi ke kantor Chaca. Kalandra sangat merindukan istrinya itu. Sudah beberapa hari Chaca menginap di apartemen miliknya. Mela tiba-tiba datang dan mengamuk dirumah Kalandra. Demi kebaikan bersama, Chaca memilih untuk tidur di apartemen.
"Jangan lupa, persiapkan dengan baik malam ini" Asisten Kalandra mengangguk paham. Kalandra segera meninggalkan kantornya.
Ditengah perjalanan, Kalandra sengaja mampir ke toko kue untuk membelikan kue kesukaan Chaca. Kalandra turun dari mobil dan masuk kedalam toko kue. Kalandra memilih kue yang disukai Chaca.
"Selamat sore tuan, bisa saya bantu" Seorang pelayan datang membantu Kalandra.
"Saya mau strawberry cheese cake satu, tiramisu cake satu dan dua hot chocolate" Kalandra menyebutkan pesanannya.
"Baik. Dengan tuan siapa pesanan ini" Pelayan menanyakan nama Kalandra sesuai prosedur pelayanan toko tersebut.
"Kalandra" Kalandra menyebutkan namanya dan menunggu si pelayan mencatat.
"Baik tuan, mohon tunggu sebentar. Saya akan menyiapkan pesanan anda" Kalandra berjalan menuju kursi menunggu antrian seperti pengunjung lainnya.
Sambil menunggu Kalandra mengirimkan pesan kepada Chaca. Bahu Kalandra ditepuk seseorang. Kalandra mendongak dan berdiri untuk menyambut orang tersebut.
"Kan benar, saya tadi melihat dari sana. Dan memang benar itu anda. Apa kabar pak Kalandra. Sudah lama tidak bertemu" Kalandra tersenyum menyambut uluran tangan temannya itu.
"Wah tidak menyangka bisa bertemu disini. Saya baik, bagaimana kabar anda pak Edwin" Mereka juga berpelukan. Edwin adalah rekan kerja Kalandra. Mereka cukup akrab.
"Sedang membeli kue buat nyonyakah" Olok Edwin dan membuat keduanya tertawa.
"Benar sekali. Pak Edwin juga membeli kue untuk seseorang kah. Atau jangan-jangan sudah menikah ini" Edwin memang masih lajang. Setelah dikhianati kekasihnya, belum ada berita Edwin menikah.
"Sayangnya sampai sekarang belum ada yang cocok. Saya membeli kue untuk teman. Saya dapat undangan makan malam merayakan anniversary mereka yang pertama" Kalandra mengangguk. Mereka terdiam sebentar. Dan kembali berbincang sambil menunggu pesanan selesai.
__ADS_1
"Bagaimana kabar nyonya. Apakah sudah ada tanda kabar baik" Kalandra tersenyum. Kalandra paham banget maksud dari Edwin.
"Doakan saja" Senyum Kalandra mendapatkan tepukan pundak dari Edwin.
"Tetap sabar dan semangat" Mereka kembali tertawa. Dan nama Edwin pun dipanggil oleh pelayan.
"Pesanan bapak Edwin" Edwin segera berdiri dan berpamitan kepada Kalandra sebelum berjalan menuju kasir.
"Saya pergi dulu. Lain waktu kita bertemu lagi. Jangan lupa ajak nyonya" Kalandra menyambut uluran tangan Edwin.
"Baik pak Edwin. Dan semoga saat bertemu sudah ada nyonya Edwin mendampingi" Mereka berpelukan sebentar dan berpisah. Edwin mengambil pesanannya dan segera meninggalkan toko setelah membayar. Beberapa menit kemudian Kalandra pun sudah mendapatkan pesanannya. Kalandra segera menuju kantor Chaca.
Kalandra segera menuju ruangan Chaca. Para karyawan menunduk hormat kepada Kalandra. Kalandra segera masuk kedalam ruangan istrinya.
"Macha" Panggil Kalandra membuat Chaca tersenyum. Kalandra berjalan mengangkat kue yang dia bawa untuk ditunjukkan kepada Chaca.
"Mas, mas bawa apa" Chaca berjalan mendekati Kalandra. Mereka saling berpelukan sebentar dan Kalandra merangkul pinggang Chaca membawanya ke sofa.
"Sejak kapan mas suka makan kue yang manis seperti ini" Chaca terkejut melihat kue yang dibawa Kalandra.
"Dan ini tiramisu. Bukannya mas tidak suka kopi didalam tepung" Kalandra pernah mengatakan jika tiramisu adalah kue aneh. Kopi dicampur tepung. Itu menurut Kalandra.
"Entahlah. Mas sedang ingin makan kue aneh ini" Kalandra menyiapkan strawberry cheese cake milik Chaca dan dia segera melahap tiramisu miliknya.
"Mas aneh" Mereka menikmati kue dan minuman disore hari yang syahdu.
"Sayang, nanti malam dijemput supir ya. Mas ada acara pekerjaan sebentar" Kalandra dan Chaca malam ini akan nonton.
"Oke mas" Mereka kembali menikmati kue. Chaca terbengong saat melihat Kalandra begitu lahap memakan tiramisu.
"Ternyata ini lezat sekali kue ini. Mas jadi pengen beli lagi" Chaca hanya melongo melihat keanehan suaminya itu.
"Sejak kapan mas suka tiramisu. Bukannya mas lebih suka greentea" Kalandra memang menyukai kue beraroma greentea daripada tiramisu.
__ADS_1
"Sejak ditoko kue tadi sayang. Mas lihat tiramisunya sangat menggoda. Jadi mas pengen coba. Dan benar saja ini sangat lezat" Chaca hanya diam mendengarkan ucapan suaminya itu.
"Aneh banget" Kalandra mencubit hidung mancung Chaca karena gemas.
"Gak aneh sayang. Sekali-kali bolehlah keluar dari zona nyaman" Chaca mengangkat kedua bahunya. Membuat Kalandra tertawa.
"Mas, seminggu lagi papa Rasyid akan kesini" Kalandra menatap wajah Chaca sambil memakan kuenya.
"Papa sudah sehat sayang" Kondisi papa Rasyid sempat kembali menurun. Dan sekarang sudah kembali membaik. Papa Rasyid sudah beristirahat total. Semua pekerjaan diserahkan kepada Dzaky dan Chaca.
"Sudah membaik. Dan rindu menantunya ini" Mereka tertawa bersama.
"Mas akan atur ulang jadwal mas sayang. Mas akan luangkan waktu untuk mama dan papa" Chaca. tersenyum bahagia. Suaminya ini selalu berusaha menjadi menantu dan suami yang baik.
"Oya sayang, nanti malam kalau tiba-tiba mas minta kamu datang. Tolong segera datang ya. Tapi mas tetap akan mengajak kamu nonton setelah urusan mas selesai" Chaca menatap mata Kalandra.
"Ada apa mas. Sepertinya sangat penting" Kalandra memang tidak memberitahu kepada Chaca mengenai rencana malam ini.
"Tidak juga. Tapi janji tetap datang ya" Chaca mengangguk dan tersenyum. Chaca percaya dengan Kalandra. Karena Kalandra sudah membuktikan jika hanya Chaca prioritasnya. Chaca berusaha mengimbangi Kalandra.
"Ayo kita pulang sayang" Makanan mereka sudah habis. Dan pekerjaan Chaca juga sudah selesai.
"Tapi Chaca bawa mobil mas. Mas kan juga pulang kerumah" Chaca memang belum kembali kerumah. Karena Mela masih sering datang tiba-tiba.
"Tidak. Malam ini mas mau tidur sama istri mas. Kangen sayang" Rengek Kalandra membuat Chaca tertawa.
"Tapi nanti Mela akan mengamuk mas. Chaca tidak enak dengan tetangga" Kalandra memeluk Chaca erat.
"Tidak peduli. Mas beneran kangen sayang. Tega mas dianggurin beberapa hari ini" Kalandra cemberut membuat Chaca gemas. Chaca mencubit pipi Kalandra.
"Iya sayangku. Baiklah malam ini kita tidur di apartemen" Kalandra berjalan menggenggam tangan Chaca. Mereka segera meninggalkan kantor dan bergegas pulang.
Kalandra benar-benar pergi ke apartemen Chaca. Bahkan sebelum pergi memenuhi undangan makan malam Mela, Kalandra sempat meminta jatah kepada Chaca. Dan berhasil membuat Chaca kesal. Karena Kalandra berjanji hanya sebentar dan berakhir setelah dua jam lamanya.
__ADS_1