
Satu persatu masalah sudah teratasi. Bahkan Chaca sudah bisa pergi tanpa rasa khawatir. Chaca berangkat dua hari yang lalu. Tanpa Chaca bisa berpamitan dengan mama Adina. Damar dan Sultan dikejutkan dengan fakta baru. Orang yang mereka cari sudah mereka temukan. Seorang pria yang usiannya tidak jauh beda dengan Agnes. Dia mantan kekasih Agnes saat sekolah.
"Makasih ya Bay loe udah mau ketemu kita". Damar bersyukur setelah sekian jam membujuk Bayu, akhirnya Bayu mau menemui mereka.
"Sebenarnya gue gak mau lagi mendengar apapun yang berhubungan dengan Agnes. Cewek gila". Bayu memang sangat membenci Agnes.
Damar sudah mengetahui apa penyebab Bayu begitu membenci Agnes. Semua berawal saat mereka masih duduk di kelas X. Mereka menjalin kasih sejak kelas IX. Dimata Bayu, Agnes gadis yang lembut dan baik. Mereka jarang bertengkar. Namun saat dikelas X, Agnes berubah. Dia memutuskan Bayu tanpa sebab. Agnes mengatakan kepada Bayu jika dia sudah menemukan jodohnhya. Agnes meminta Bayu untuk menjauh.
Bayu tidak terima diputuskan dengan alasan yang tidak jelas. Bayu berusaha mencaritahu ada apa dengan Agnes. Sebelum Bayu mendapatkan jawaban, tiba-tiba Agnes kembali dan ingin bersama dengan Bayu. Bayu menerima Agnes kembali. Dan Bayu melihat perubahan sikap Agnes yang sangat menakutkan. Siapapun yang mendekati Bayu walaupun sekedar menyapa, maka Agnes akan melakukan hal diluar nalar kepada wanita kalian.
Bayu yang sudah tidak nyaman dengan Agnes, akhirnya meninggalkan Agnes. Agnes semakin meneror Bayu. Kehidupan Bayu tak nyaman, mencoba membuka hubungan baru akan selalu berakhir mengenaskan.
Demi menyelamatkan wanita yang sedang dekat dengan dirinya, Bayu mengorbankan dirinya. Mobil yang dikendarai Bayu ditabrak oleh truk. Beruntung wanita yang berada disampingnya bisa melompat keluar. Sedangkan Bayu tidak sempat melompat. Beruntung Bayu masih selamat, hanya kehilangan satu kakinya karena terjepit.
Sultan dan Damar tak bisa berkata apa-apa. Agnes memang sekejam itu. Bayu memberikan solusi agar Kalandra bisa lepas dari jeratan Agnes. Dan meminta mereka untuk tidak lagi melibatkan Bayu.
"Makasih loe mau berbagi tips dengan kami. Kami janji tidak akan melibatkan loe lagi. Kami pamit". Sultan dan Damar segera meninggalkan rumah Bayu. Selama ini Agnes hanya tau jika Bayu sudah tiada saat kecelakaan itu. Bayu cukup pandai bersembunyi. Hingga dia bisa ditemukan oleh anak buah papa Dzaky.
"Sepertinya kita harus bahas ini sama Kalandra". Sultan segera mengendari mobilnya menuju kantor Kalandra.
"Loe yakin tuh cewek gak ngikutin Andra". Damar tidak yakin jika Agnes tidak mengikuti Kalandra.
"Bentar gue coba tanya ke Rudi". Sultan segera menghubungi Rudi. Beberapa menit mereka sudah mendapatkan kabar jika Kalandra sudah dikantor begitu juga dengan Agnes.
"Pake cara apa dong biar tuh cewek gak ngikutin. Kita harus bereskan ini secepatnya Dam". Sultan mulai frustasi. Mereka teringat solusi yang diberikan oleh Bayu.
__ADS_1
"Sepertinya memang harus menggunakan cara itu Tan. Gaka ada yang lainnya". Sultan mengangguk. Mereka memutuskan untuk berhenti disebuah kafe. Mereka akan menyusun rencana baru dan juga mengisi tenaga.
"Tan, gue udah dapat informasi. Kita jalankan sekarang. Loe Uda ijin Kalandra belum". Sultan mengangguk. Mereka menikmati makan dengan berdiskusi.
"Andra udah oke. Kita segera jalankan sekarang. Loe taukan harus gimana". Damar mengangguk. Mereka akan berbagi tugas.
Saat Damar dan Sultan sedang berusaha menyelesaikan masalah, Kalandra masih dipusingkan dengan Agnes yang mengikuti kemanapun dia pergi. Pernikahan yang selalu Agnes bahas. Bahkan Agnes sudah merencanakan semuanya tanpa mau tahu Kalandra setuju atau tidak.
Agnes memesan gedung untuk pernikahan mereka. Agnes juga sudah menghubungi beberapa wedding organizer terbaik. Saat ini Agnes menunggu Kalandra untuk fitting baju pengantin. Kalandra masih bertahan untuk tidak emosi.
"Sayang masih lamakah". Agnes mulai bosan menunggu Kalandra yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Tunggu sebentar lagi. Saya masih menyelesaikan ini". Senyum palsu selalu Kalandra tujukan untuk Agnes.
"Iya sebentar sayang". Kalandra harus bisa membuat suasana hati Agnes tenang.
Satu jam berlalu Kalandra dan Agnes pergi meninggalkan kantor. sebelum Agnes berubah pikiran. Kalandra dengan sengaja mengulur waktu dengan Agnes. Kalandra ingin memberikan waktu kepada mamanya agar bisa bergerak lebih leluasa. Mama Adina sudah pulih. Namun Kalandra masih menahannya untuk tetap menggunakan ruang ICU agar Agnes tidak curiga.
Kalandra diam memperhatikan Agnes yang sibuk berkonsultasi mengenai gaun yang akan dia kenakan nanti. Kalandra hanya sesekali menjawab jika Agnes menanyakan pendapatnya.
"Ah aku bahagia sekali bisa menikah dengan gaun impianku dan pria idamanku". Agnes memeluk lengan Kalandra yang sedang menyetir. Tujuan mereka berikutnya adalah melihat gedung yang Agnes pesan.
Entah setan apa yang menghinggapi Agnes. Tiba-tiba tangan Agnes meraba tempat harta Karun tersembunyi milik Kalandra. Dengan sengaja Agnes mengusap ubi bersarung itu. Kalandra mencoba menepis tangan Agnes perlahan.
"Kenapa menolak. Sepertinya dia sedang butuh sentuhan. Aku tau kamu tidak lagi datang ke club itu. Lihat dia mulai bereaksi". Kalandra pria normal jika mendapatkan sentuhan tepat disarang ubinya, dia akan menggeliat. Sekuat apapun Kalandra menahan dia akan kalah juga.
__ADS_1
"Jangan sekarang. Saya sedang menyetir". Agnes tak menggubris larangan Kalandra. Agnes semakin gencar mengusap ubi itu. Kalandra hanya bisa menahan suara lenguhannya.
"Kenapa. Aku juga bisa seperti wanita itu. Bahkan lebih". Agnes sengaja akan membuka resleting celana Kalandra.
"Plis sayang jangan sekarang oke. Kita sudah hampir sampai. Sabarlah". Perlahan-lahan Kalandra memindahkan tangan Agnes. Agnes berdecak kesal. Namun Kalandra tak memperdulikan.
Kalandra menghela nafas berkali-kali agar dia bisa mengontrol dirinya. Agnes sedang sibuk dengan ponselnya. Kalandra mengamati setiap gerak-gerik Agnes.
"Sialan". Tiba-tiba Agnes mengumpat. Dan mencoba menghubungi seseorang tapi tidak juga mendapatkan jawaban.
"Angkat. Buruan". Agnes terus mencoba menghubungi seseorang yang tak kunjung mendapatkan jawaban. Tampak Agnes kesal sekali.
"Bagaimana kerja kalian. Kenapa bisa lolos". Agnes marah dengan orang diseberang teleponnya.
"Saya tidak mau tau, sekarang juga seret dia ke tempat biasa. Saya akan kesana sekarang". Kalandra hanya diam tak berkomentar.
"Sayang kita tunda lihat lokasi. Aku ada urusan penting. Gapapa kan". Agnes membelai lengan Kalandra. Kalandra tersenyum manis melihat kearah Agnes.
"Tidak apa. Waktu kita masih banyak. Kamu mau saya antar kemana". Dalam hati Kalandra bersorak bahagia terlepas dari Agnes.
"Turunkan aku didepan saja. Aku akan dijemput teman". Kalandra mengangguk. Dipemberhetian bus Agnes turun. Agnes berpindah ke mobil yang sudah menunggunya.
Kalandra mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang sangat dia butuhkan saat ini. Pawang sang ubi sarung.
"Temui saya sekarang di apartemen H. kamar 302"
__ADS_1