Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 56


__ADS_3

"Cha, ayo. Keburu siang". Joan sudah menjemput Chaca diapartemen barunya.


"Iya bentar Jo. Gak sabar banget". Chaca segera menghampiri Joan yang sudah berada diruang tamu sejak pagi.


"Yuk jalan". Joan segera beranjak dari kursinya dan mengikuti langkah Chaca keluar dari apartemen dan segera menuju perusahaan tempat mereka akan magang. Mereka berada dalam satu perusahaan yang sama.


Chaca semakin dekat dengan Joan. Dan Joan juga sudah pernah mengungkapkan perasaannya kepada Chaca. Chaca tidak memberikan kepastian kepada Joan. Karena Chaca masih menghargai statusnya sebagai istri Kalandra. Joan juga memahami hal itu, dan mau menunggu Chaca. Apapun jawaban Chaca nantinya, Joan siap menerima.


Kalandra masih bingung dengan apa yang dirasakannya. Sejak Chaca memutuskan untuk pindah, Kalandra jarang pulang kerumah. Beberapa kali Kalandra diam-diam memantau Chaca dari kejauhan. Kalandra juga tau jika Joan satu-satunya pria yang ada didekat Chaca setelah dirinya.


Siang ini Kalandra akan bertemu dengan salah satu kliennya. Dan kebetulan memang klien Kalandra seorang wanita yang masih muda. Ini pertemuan mereka yang ketiga kalinya. Bahkan perempuan itu langsung mengatakan ketertarikannya kepada Kalandra, saat mereka bertemu kedua kalinya. Perempuan itu tidak perduli jika Kalandra memliki istri.


Kalandra berjalan memasuki lobby kantor klien wanitanya itu. Dia segera menuju ruangannya karena para pegawai sudah mengetahui siapa Kalandra. Didepan ruangan pimpinan perusahaan, sekretaris pimpinan segera mengantarkan Kalandra masuk kedalam ruangan.


Tok tok tok


"Masuk". Suara dari dalam ruangan yang meminta Kalandra untuk masuk kedalam ruangan.


"Pak Kalandra sudah tiba Bu Mela". Pimpinan perusahaan itu segera mengangguk paham dan bersiap menyambut Kalandra.


"Suruh masuk". Kalandra dipersilahkan masuk oleh sekretaris tersebut. Dan mereka ditinggalkan berdua didalam ruangan itu.


Seperti biasa, Mela selalu mempersiapkan dirinya setiap akan bertemu dengan Kalandra. Pakaian yang digunakan pun sedikit menggoda. Seperti saat ini, Mela sengaja membuka resleting pada kemejanya yang berada di bagian depan hingga bagian atas Samanta dan Rachel menyembul keatas.


"Selamat siang Bu Mela". Kalandra masuk dan memberikan salam kepada Mela. Kalandra sudah bisa bersikap santai dengan apa yang Mela lakukan.

__ADS_1


"Kok bu sih. Kita itu gak jauh usianya. Dan aku lebih mudah loh dari kamu. Masa panggil Bu". Kalandra hanya tersenyum saja mendengar ocehan Mela.


"Kan harus profesional. Masa saya harus panggil kamu Mela saat kita sedang dikantor". Elak Kalandra agar Mela tidak lagi cemberut.


"Apa salahnya. Lagian kita cuma berdua sekarang. Aku gak suka kamu panggil ibu. Tapi kalau kamu memanggilku dengan sebutan sayang, atau baby. Akau akan bahagia. Bagaimana Daddy". Kalandra akui Mela cukup berani dalam menggodanya. Awlanya Kalandra ingin memanfaatkan situasi ini. Mendekati Mela, yang mungkin bisa menggantikan Chaca. Namun Kalandra masih bimbang.


"Gimana, apa kamu sudah mempelajari kontrak kita. Apa perlu revisi lagi". Kalandra memang sudah mengajukan kontrak kerjasama dengan perusahaan Mela. Dan Mela masih memperlajaru kontrak itu. Bisa jadi hanya sebuah alasan, agar mereka selalu bisa bertemu.


"Overall, gak masalah sih. Tapi ada satu poin yang memang harus aku ubah. Tapi aku tanya kamu setuju tidak. Jika salah satu poin aku ubah". Mela sengaja menyondongkan tubuhnya saat mengulurkan kontra kerjasama mereka. Dan benar saja Kalandra melihat jelas isi Samantha dan Rachel yang hanya menggunakan penutup setengah saja.


"Ck. Kamu sengaja sekali menggunakan pakaian seperti ini. Mau menggodaku". Kalandra tanpa basa-basi langsung mengatakan apa yang ingin dia ucapkan jika bersama Mela. Kalandra juga sudah menerima file kerjasama mereka dan membaca kembali perubahan yang Mela inginkan.


"Kenapa. Apa Daddy tergoda". Dengan sengaja Mela kembali menurunkan resleting kemejanya perlahan untuk menggoda Kalandra.


"Hem, biasa saja. Tapi jangan bersikap seperti ini Mel. Kamu harus bisa menjaga dirimu dan kehormatanmu". Kalandra terfokus dengan dokumen ditangannya. Jika dikira Kalandra tidak tergoda, itu salah. Tapi Kalandra hanya menjaga agar hubungan kerjasama mereka benar-benar murni tanpa adanya hal lain.


"Kamu tau saya sudah beristri. Kenapa kamu mau menggoda saya". Kalandra kembali menegaskan hal yang pernah dia katakan sebelumnya kepada Mela.


"Ya aku tau. Dan aku tidak peduli. Dari awal aku melihatmu, aku sudah jatuh hati kepadamu. Apa salah jika aku hanya ingin menunjukkan kepadamu". Mela tak mau mengalah dan juga tak peduli dengan status Kalandra.


"Saya tidak menyalahkan perasaan kamu. Hanya saja kamu menjatuhkan diorang yang salah. Kamu masih muda, kamu cantik, kamu mapan. Akan banyak pria yang mencintaimu nantinya. Tapi itu bukan saya". Kalandra terus berusaha menyadarkan Mela.


"Aku tidak mau yang lain. Aku hanya mau kamu. Aku juga rela menjadi yang kedua ataupun simpanan kamu". Kalandra menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Mela yang sangat berani.


"Jangan merendahkan dirimu seperti itu. Dan yah, perbaiki cara berpakaian kamu. Aku menganggapmu sebagai teman, dan aku tak mau temanku berpakaian terbuka seperti ini" Mela tersenyum remeh kepada Kalandra.

__ADS_1


"Ayolah Dad, aku tau kamu pun menyukainya. Jangan terus kamu menyangkal. Lakukan apapun kepadaku, aku tak akan melawan. Karena aku sungguh mencintaimu Dad". Kalandra berfikir mencari cara agar Mela tidak kebablasan dalam bertindak.


"Ini saya sudah setuju dengan perubahan isi kontrak. Bagi saya tidak apa, karena memang ini akan menguntungkan kita bersama. Jadi kita selesaikan urusan kontrak ini sekarang juga". Kalandra segera membubuhkan tanda tangannya dan Mela pun juga sama. Kerjasama mereka akan segera dimulai.


"Kita makan diluar untuk merayakan kerjasama kita. Kalandra terkejut dengan ajakan tiba-tiba dari Mela.


"Ah baiklah. Kita rayakan kerjasama kita". Kalandra menyetujui ajakan Mela, agar bisa segera terbebas dari kegilaannya.


Mela berdiri dengan santainya sambil menurunkan sedikit rok pendek yang dikenakannya. Kalandra hanya duduk bersandar sambil memperhatikan tingkah Mela. Bahkan Mela sengaja tak mau menutup resleting bajunya yang sudah semakin dia turunkan.


"Mel, benarkan kancing bajumu. Mereka akan keluar jika kamu membukanya seperti itu". Mela menggigit ujung jarinya sambil menatap Kalandra dengan tatapan sensual.


"Biarkan mereka terbebas. Dan Daddy puas melihatnya. Bagiamana". Kalandra bisa gila lama-lama berhadapan dengan Mela. Bahkan John sudah mulai menggeliat.


Mela semakin menggoda Kalandra. Berjalan dengan lenggak-lenggok dan sedikit hentakan hingga membuat si kembar semakin berdesakan ingin keluar.


"Gimana dad. Apa berubah fikiran. Atau kita makan disini saja dad yang lebih private". Kalandra segera menolak karena jika dia menyetujui permintaan Mela, dia takut tak bisa menahan dirinya.


"Kita makan diluar saja. Jadi rapikan bajumu dulu". Kalandra segera mengambil tindakan sebelum Mela semakin berulah.


Kalandra berjalan mendekati Mela. Mereka sudah berhadapan. Lagi-lagi Mela menggigit bibir bawahnya. Bahkan dengan sengaja Mela menarik ujung bajunya dan membuat salah satu dari si kembar menampakkan diri walaupun masih tertutup sarungnya yang hanya separuh.


"Jangan seperti ini. Saya normal. Dan saya tak mau merusak teman saya sendiri". Perlahan Kalandra menarik ujung resleting dan mulai menaikkan keatas agar si kembar tertutup.


"Hmmmm". Mela sengaja mengeluarkan suara nakalnya saat Kalandra sengaja menyentuh sedikit permukaan si kembar saat menutup baju Mela.

__ADS_1


"John jangan berulah ya nak. Tenang boy tenang. Ini bukan untuk kamu nikmati". Kalandra berkata dalam hatinya menenangkan John yang sudah berkedut.


"Dad. Aku akan tetap berusaha mendapatkan dirimu". Mela berbisik kepada Kalandra dengan sengaja menekankan si kembar kedada Kalandra. Itu membuat Kalandra hampir tak bisa bernafas menahan John yang ingin lepas.


__ADS_2