Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 79


__ADS_3

Sejak dua hari yang lalu, Kalandra sedikit bersikap berbeda dengan Chaca. Meskipun masih tetap bersikap sama, namun ada yang lain yang Chaca rasakan. Dan malam ini Chaca sengaja mengajak Kalandra untuk dinner diluar. Mungkin dengan cara ini Kalandra bisa mengatakan yang sesungguhnya.


"Mas, malam ini kencan yuk". Kalandra yang sedang mengerjakan pekerjaannya didepan laptop, seketika menoleh kearah sang istri.


"Kencan. Kayak orang pacaran aja sih macha". Kalandra mencubit hidung mancung Chaca.


"Kan kita emang pacaran. Pacaran setelah menikah. Lagian mas gak pernah ngajakin malam mingguan". Chaca mengerucutkan bibirnya membuat Kalandra semakin gemas dan mengecup bibir itu sekilas.


"Begitu ya. Oke malam ini kita kencan. Sebelum nanti junior hadir diperut kamu. Bikin kamu susah kemana-mana". Chaca bahagia Kalandra mengikuti inginnya.


"Baiklah Chaca siap-siap dulu ya mas". Kalandra kerkekeh melihat tingkah Chaca.


"Iya. Mas tunggu diruang tamu. Mas matikan dulu laptop ini". Setelah Chaca meninggalkan ruangan kerjanya, Kalandra segera menyimpan hasil kerjanya sebelum mematikan laptop.


Kalandra menunggu Chaca selesai berdandan diruang tamu. Bunyi ponsel Kalandra membuat Kalandra kesal. Namun Kalandra berusaha menahannya. Kalandra kesal dengan orang yang telah mengirimkan lesan untuknya.


"Menyebalkan". Rahang Kalandra mengetat. Dia memijit pelipisnya karena mendadak pening.


Terdengar suara langkah kaki Chaca. Kalandra segera memasang wajah seperti biasanya.


"Mas ayo, Chaca sudah siap". Kalandra tersenyum dan merangkul pundak Chaca. Mereka segera meninggalkan rumah.


"Kita mau kencan kemana nyonya Kalandra". Ledek Kalandra kepada Chaca.


"Kemanapun asal bersama dengan tuan". Chaca membalas olokkan Kalandra. Mereka pun tertawa bersama.


Mobil Kalandra sudah meninggalkan rumah. Chaca sempat mengatakan ingin pergi ketaman kota. Didekat taman tersebut sedang ada acara badut akrobat. Chaca membawa Kalandra duduk disalah satu bangku taman. Menikmati indahnya suguhan malam ini. Muda mudi berlalu lalang membawa pasangan mereka.

__ADS_1


"Wah ramai sekali tempat ini". Seru Chaca melihat kesekeliling area taman. Kalandra pun hanya tersenyum tipis.


Mereka sempat membeli makanan dimini market dekat taman. Hanya untuk berjaga-jaga saja sebelum makan malam tiba. Chaca memperhatikan suaminya yang tiba-tiba diam. Tidak seperti Kalandra sebelumnya.


"Mas, boleh Chaca tanya". Chaca menggenggam telapak tangan suaminya.


"Iya sayang. Ada apa". Kalandra membalas genggaman tangan Chaca.


"Mas ada apa. Sejak pulang kemarin darinluar kota, mas seperti menyembunyikan sesuatu. Mas ada masalah". Kalandra semakin erat menggenggam tangan Chaca. Jujur Kalandra sudah tidak sanggup jika menahan begitu lama.


"Maafkan mas sayang. Mas belum bercerita jujur kepada mu. Mas hanya bingung, bagaimana mengawalinya". Chaca tersenyum dan mengusap punggung tangan Kalandra dengan lembut.


"Katakan apa yang inginmsd katakan. Apapun itu Chaca akan siap mendengarkan". Kalandra menunduk. Kalandra melepaskan genggamannya dan membawa Chaca kedalam pelukannya.


"Mas masih mencari bukti sayang. Jadi mas belum bisa bercerita kepada kamu. Tapi rasanya mas sudah tidak bisa menahan lagi ". Kalandra semakin mengeratkan pelukannya kepada Chaca.


"Ada apa mas. Apapun itu katakan saja". Pinta Chaca lembut. Chaca pun membalas pelukan Kalandra untuk memberikan keberanian.


"Chaca akan percaya dwnhan dengan perkataan mas jika memang mas mengatakan yang sebenarnya". Kalandra mengecup pucuk kepala Chaca.


"Ada hal tidak mengenakan yang terjadi saat mas bertugas kemarin sayang". Chaca diam mendengarkan setiap perkataan suaminya.


"Setelah meeting dengan pak Yuda, mas diajak merayakan kerjasama kita. Mas menolak. Karena mas tidak ingin menginap. Pak Yuda memaklumi. Mas langsung cek lokasi proyek terbaru disana. Mas berniat setelah dari proyek langsung pulang". Kalandra menjeda kembali perkataannya. Bahkan setitik air mata milik Kalandra membasahi pucuk kepala Chaca.


"Mas, ada apa". Chaca mulai khawatir. Karena Kalandra itu sangat jarang meneteskan air mata.


"Mas tidak tahu sayang. Mas tidak merasa apapun. Bahkan asisten mas sampai bingung. Mas benar-benar tidak tahu sayang". Kalandra menangis. Chaca segera memeluk tubuh suaminya itu. Chaca mengira hal buruk telah terjadi.

__ADS_1


"Mas. Mas tidur satu ranjang dengan Mela". Chaca terdiam. Dia bingung harus merespon seperti apa. Kalandra tidak mau melepaskan pelukannya.


"Sayang. Jangan diam seperti ini. Jangan tinggalkan mas sayang. Mas akan cari bukti jika itu hanya jebakan". Chaca benar-benar sedang mencerna semua perkataan Kalandra. Dia tidak mau salah mengambil keputusan.


"Mas". Lirih Chaca memanggil Kalandra. Setelah beberapa menit lamanya Chaca diam.


"Sayang". Bohong jika Kalandra merasa baik-baik saja. Kalandra tidak mau Chaca kembali meninggalkan dirinya.


"Apakah Bu Mela salah satu klien yang ikut meeting". Karena cerita Kalandra masih membingungkan bagi Chaca, Chaca pun menanyakan hal itu.


"Tidak sayang. Mas bertemu tanpa sengaja setelah kepulangan mas dari perusahaan pak Yuda. Mela sedang berada dilobby perusahaan pak Yuda. Dan mas pun tidak berbicara dengan dia. Hanya sekedar membalas sapaan saja". Jelas Kalandra. Chaca mengangguk.


"Mas, jika mas memang benar. Tolong buktikan kepada Chaca. Chaca sangat mempercayai mas. Jangan menghancurkan kepercayaan Chaca ini mas. Chaca akan menunggu bukti itu mas". Kalandra kembali bersemangat. Dia harus bisa membuktikan jika dia tidak bersalah.


"Baik sayang. Mas akan segera mencari bukti". Hati Chaca masih mengganjal. Ada keanehan yang dia rasakan.


"Mas. Mengapa asisten mas bisa tidak mengetahui kejadian ini. Apakah asisten mas sempat meninggalkan mas sendirian". Kalandra diam mengingat kembali apa yang terjadi sebelum dia tersadar dan ada Mela disamping ranjangnya.


"Seingat mas, kita langsung jalan menuju bandara. Memang tiba-tiba mas merasa sangat mengantuk setelah kami mampir ke kafe untuk minum kopi. Dan mas tidak ingat lagi". Chaca menduga memang ini rekayasa. Tapi belum ada bukti kuat untuk itu.


"Coba mas bertanya kepada asisten mas. Mungkin dia mengetahui sesuatu. Dan juga sopir kita. Pak No tidak akan berbohong kepada kita mas". Kalandra baru menyadari jika dia belum melakukan hal itu.


"Ah iya. Mas lupa bertanya kepada Pak No. Nanti sampai rumah, temani mas berbicara dengan Pak No". Chaca mengangguk. Dia ingin membantu suaminya.


"Iya mas. Chaca akan membantu mas mencari bukti". Kalandra memeluk tubuh Chaca kembali.


"Terimakasih sayang. Mas minta, apapun yang terjadi nanti. Tetap percaya sama mas. Karena mas tidak akan mengkhianati kamu sayang". Kalandra mengecup kening Chaca cukup lama.

__ADS_1


Karena mereka belum makan malam, Kalandra segera mengajak Chaca makan malam diresto terdekat. Karena mereka ingin segera pulang setelah makan malam. Saling bergandengan tangan dan menguatkan. Itulah yang terjadi pada mereka saat ini. Chaca bahagia jika Kalandra bisa terbuka dan mengatakan sejujurnya kepada dirinya.


Mereka masuk kedalam resto. Mencari tempat dan segera memesan makanan. Kalandra sudah tidak sabar ingin segera memeluk sang istri diatas ranjang.


__ADS_2