
Hari-hari Chaca penuh kebahagiaan. Mereka baru saja kembali dari honeymoon yang tertunda. Kalandra mengajak Chaca pergi ke Swiss. Negara impian Chaca. Chaca menyukai pemandangan dan suasana pedesaan di Swiss. Jika bukan karena pekerjaan mereka yang menunggu, Chaca tidak ingin segera pulang.
Dua hari sudah mereka kembali setelah honeymoon. Chaca kembali berkutat dengan pekerjaannya begitu juga dengan Kalandra. Chaca masih meng-handle sendiri pekerjaan rumah. Hanya saja terbatas. Tidak semua pekerjaan rumah Kalandra ijinkan untuk Chaca kerjakan.
Pagi ini Kalandra berangkat lebih awal. Kalandra akan keluar kota hari ini, namun tidak menginap. Kalandra sudah keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi. menghampiri Chaca yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Macha masak apa". Kalandra mengecup kening Chaca.
"Nasi goreng mas. Takut gak keburu kalau masak yang ribet". Kalandra duduk dan Chaca segera melayani sang suami.
"Sayang, nanti mas berangkat dengan supir. Hari ini kamu ke kantor bawa mobil sendiri tidak apa kan". Chaca tersenyum menatap wajah sang suami.
"Tidak apa mas. Malahan Chaca mau minta mas bawa sopir saja biar tidak lelah". Kalandra menggenggam tangan Chaca sesaat dan kembali melanjutkan ssarapan paginya.
"Asisten mas ikut kan". Kalandra mengangguk dan meneguk air putihnya sebelum menjawab Chaca.
"Iya sayang. Agar mas ada teman juga". Chaca mengangguk. Dan mereka melanjutkan sarapan pagi tanpa suara.
Chaca mengantarkan Kalandra hingga teras depan rumahnya. Mobil dan supir sudah siap menunggu Kalandra. Kalandra masih merangkul Chaca dengan erat.
"Mas berangkat dulu. Kamu hati-hati bawa mobilnya". Chaca meraih tangan Kalandra dan mengecup telapak tangannya. Kalandra membalas dendam mengecup kening Chaca.
"Iya mas. Mas juga hati-hati. Kabari Chaca jika sudah sampai". Sebelum memasuki mobil, Kalandra mencuri satu kecupan dibibir Chaca.
Chaca melambaikan tangannya saat mobil Kalandra mulai bergerak menjauh dari halaman rumah mereka. Chaca kembali masuk kedalam rumah, membereskan piring bekas mereka sarapan dan menyiapkan bekal untuk dia bawa ke kantor. Karena pekerjaan Chaca juga banyak, Chaca lebih memilih membawa bekal makanan untuk menghemat waktu.
Setelah bersiap, Chaca bergegas menuju kantor. Sudah lama Chaca tidak mengendarai mobilnya sendiri. Dan hari ini, rasanya Chaca seperti pertama kali mengendarai roda empat tersebut. Chaca melaju dengan perlahan. membelah jalanan kota yang belum begitu padat.
Chaca disambut hangat para karyawan ketika tiba dikantor. Didepan ruangan miliknya, sekretaris pribadi Chaca sudah menunggu. Chaca masuk kedalam ruangan diikuti sekretarisnya.
"Selamat pagi Bu". Sapa sekretaris Chaca. Chaca duduk di balik meja kerjanya menunggu sekretarisnya membacakan agenda hari ini.
"Agenda ibu pagi ini...". Sekretaris Chaca segera membacakan agenda satu hari ini.
__ADS_1
"Apakah hari ini ibu akan makan siang bersama bapak, atau saya pesankan makan siang". Sekretaris Chaca selalu menanyakan apapun kebutuhan Chaca dalam satu hari.
"Hari ini saya akan makan dikantor. kebetulan saya membawa bekal". Chaca tersenyum dan kembali memeriksa berkas yang sudah disiapkan di meja kerjanya.
"Baik Bu. Saya permisi". Chaca mengangguk. Tidak berapa lama, ponsel Chaca berdering. Chaca segera mengangkatnya.
"Mas". Kalandra yang sedang menghubungi Chaca.
"Sudah dikantor sayang". Suara Kalandra dari seberang sana.
"Sudah mas. Mas masih dijalan". Chaca melihat arloji ditangannya. Memastikan jika suaminya sudah tiba di lokasi atau belum.
"Iya sayang. Macet sekali. Rasanya mas mau putar balik lagi". Suara rengekan Kalandra membuat Chaca tertawa.
"Utu utu. Ayo dong semangat". Chaca mencoba menyemangati Kalandra.
"*Iya sayang. Yasudah nanti mas telepon lagi. Jangan lupa makan siang". Chaca tersenyum mendengar ucapan Kalandra.
"Iya mas juga. Semangat mas". Kalandra terkekeh mendengar ucapan Chaca*.
Kalandra telah sampai ditempat tujuan. Kalandra segera menuju perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaannya. Kalandra disambut perwakilan perusahaan tersebut.
"Selamat siang pak Kalandra. Selamat datang". Kalandra menyambut hangat mereka yang sudah berdiri menunggunya.
"Terimakasih pak". Kalandra mengikuti arahan dari karyawan tadi untuk segera masuk kedalam ruangan meeting.
Kalandra dan asistennya segera memasuki ruangan rapat. Petinggi perusahaan dan beberapa karya yang khusus dalam proyek mereka sudah berada didalam ruang rapat.
"Selamat siang, selamat datang". Sambutan dari pimpinan perusahaan tersebut.
"Selamat siang pak Ridwan. Terimakasih atas sambutannya". Mereka saling berjabat tangan. Dan segera memulai meeting tersebut.
Perdebatan dalam menentukan pendapat. Meskipun adanya perdebatan, kerjasama mereka tetap berjalan dengan baik. Mereka pun menandatangani kesepakatan mereka.
__ADS_1
"Terimakasih pak Kalandra atas kerjasama kita. Semoga kerjasama kita berjalan dengan baik". Mereka saling berjabat tangan.
"Baik pak Ridwan. Semoga semua lancar". Mereka saling berbicara usai kesepakatan diantara mereka.
"Sebaiknya kita makan siang bersama pak. Saya sudah menyiapkan hidangan untuk bapak dan sekretaris bapak". Kalandra tersenyum canggung.
"Waduh saya jadi tidak enak. Maaf jika kamu merepotkan". Pak Ridwan tertawa dengan jawaban Kalandra.
Mereka menuju sebuah ruangan lain yang sudah tersedia berbagai macam makanan. Pak Ridwan benar-benar menjamu Kalandra dengan baik. Usai makan siang, Kalandra segera berpamitan. Kalandra masih ada jadwal pertemuan lainnya. Dan juga masih harus mengecek lokasi pembangunan sebuah retail.
"Apakah anda akan singgah dihotel tuan" Tanya asisten Kalandra.
"Sepertinya. Saya ingin beristirahat sebentar sebelum kita bertemu dengan pak Yuda". Asisten Kalandra segera memesan hotel melalui aplikasi. Asisten Kalandra sengaja memilih hotel yang tidak jauh dari kantor kliennya.
Mereka menuju hotel untuk beristirahat. Kalandra selalu membawa satu kemeja ekstra jika sedang bepergian. Disela istirahatnya, Kalandra menghubungi Chaca.
"Sayang". Sapa Kalandra saat Chaca sudah mengangkat panggilan videonya.
"Mas sudah sampai". Jawab Chaca dari seberang.
"Sudah. Mas sedang istirahat di hotel sayang. Sebentar lagi mas ada meeting dengan pak Yuda". Jelas Kalandra bahkan sebelum Chaca bertanya.
"Mas sudah makan siang". Chaca tersenyum manis melihat wajah suaminya.
"Sudah. Tadi selesai meeting dengan pak Ridwan, mas dijamu makan siang. Kamu sudah makan belum sayang". Kalandra berbicara sambil berbaring diatas ranjang.
"Ini. Baru mau habis". Chaca menunjukkan tempat bekal yang dia bawa.
"Hmmm tumben bawa bekal sayang". Chaca sambil menyuap makanan kedalam mulutnya.
"Malas keluar mas. Kerjaan juga banyak. Biar cepat selesai saja". Tampak senyum Kalandra melihat Chaca yang sedang makan.
"Ya sudah. Jangan terlalu lelah. Kamu bawa pulang saja. Nanti mas akan bantu". Kalandra terus menatap dalam Chaca.
__ADS_1
"Siap mas. Mas Chaca tutup ya. Chaca mau meeting". Chaca juga akan segera meeting kembali.
"Iya sayang. Mas juga. Tunggu mas dirumah nanti malam". Chaca mengangguk. Dan panggilan itu berakhir. Kalandra mencoba memejamkan matanya sebentar. Untuk memulihkan tenaganya.