Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 76


__ADS_3

Chaca benar-benar terkejut dengan perubahan sikap Kalandra. Kalandra menjadi lebih manja dan teramat posesif dengan Chaca. Kalandra ingin mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantu Chaca. Namun Chaca menolak. Chaca memilih mempekerjakan orang yang hanya membersihkan rumah saja.


"Sayang. Sayang". Teriak Kalandra dari dalam kamar mereka.


"Dasar bayi titan". Chaca menggerutu setiap kali Kalandra bersikap manja.


"Micha". Teriak Kalandra tak sabar.


Chaca jalan menuju kamar mereka. Chaca melihat Kalandra yang sedang memberantakan kamar.


"Mas. Kenapa kamar diberantakin sih". Protes Chaca kepada sang suami.


"Micha gak nyiapin keperluan Mas". Kalandra cemberut sambil terus membolak-balikkan pakaian yang dicocokkan dibadannya.


"Mas, Chaca udah siapin di sofa". Chaca berjalan sambil menunjukkan letak pakaian suaminya.


"Wah. Maafkan mas sayang". Kalandra yang masih menggunakan bathrobe memeluk tubuh Chaca.


"Mas. Kebiasaan deh. Sekali aja gak nambahin pekerjaan Chaca". Chaca melepaskan pelukan Kalandra. Dan Kalandra mulai mengenakan pakaian.


"Macha sih gak mau dikasih maid". Chaca melirik sebentar kearah sang suami.


"Tidak. Chaca masih bisa. Asal mas gak nambahin kerjaan Chaca aja". Kalandra berjalan mendekati Chaca dan memeluk tubuh Chaca dari belakang.


"Iya. Maaf sayang". Chaca membalikkan badannya dan menghadap sang suami. Melihat sang suami masih mengenakan boxer dan kemeja yang belum dia kancingkan.


"Mas hari ini mau makan siang dikantor Chaca atau Chaca yang ke kantor mas". Chaca membantu mengancingkan kemeja Kalandra. Tangan Kalandra setia melingkar dipinggang Chaca.


"Macha bisa datang ke kantor mas. Nanti mas kirim supir untuk jemput macha. Mas ada meeting dikantor nanti sayang". Chaca mengangguk paham.


"Oke. Dah tinggal pake celananya mas". Chaca hendak membalikkan tubuhnya. Namun Kalandra menahan.


"Pakekan sekalian sayang. Nanggung". Chaca memutar bola matanya jengah dengan ulah suaminya.


"Manja". Chaca mengambil celana kerja Kalandra dan bersiap memakaikan.

__ADS_1


"Akhh. Jangan disentuh sayang. Bahaya". Kalandra sengaja menggoda sang istri. Karena kesal, Chaca sengaja memukul Jhon menggunakan map.


"Sayang kok dipukul. Enakan juga dielus". Chaca tak menanggapi. Chaca kembali merapikan tempat tidur.


Kalandra menunggu Chaca disofa kamar. Sudah beberapa Minggu ini Kalandra memanggil Chaca dengan sebutan Macha. Singkatan dari mami Chaca. Itu karena Kalandra salah sangka. Chaca mual karena asam lambungnya yang kambuh, namun Kalandra mengira Chaca hamil.


Ting tong


Suara bel pintu rumah Kalandra memecahkan keheningan dikamar itu. Chaca dan Kalandra saling menatap.


"Mas ada janji". Kalandra menggelengkan kepalanya. Chaca yang sudah menyelesaikan pekerjaannya segera keluar dari kamar bersama Chaca. Suara bel masih saja berbunyi.


"Chaca buka pintu dulu. Mas tunggu dituang makan". Kalandra mengangguk dan berjalan menuju ruang makan. Chaca segera membuka pintu rumah.


"Pagi". Seorang wanita yang Chaca kenali berdiri didepan pintu.


"Selamat pagi. Bu Mela". Mela menatap tajam Chaca.


"Kenapa kamu ada disini". Chaca belum menjawab bahkan belum mempersilahkan masuk, Mela sudah menerobos masuk.


"Dimana Kalandra". Lagi Mela bersuara seolah dialah pemilik rumah. Kalandra segera menghampiri Chaca setelah mendengar suara Mela.


"Ah sayang. Aku mau ajak kamu sarapan". Mela hendak mendekati Kalandra. Kalandra segera menghindar.


"Maaf saya sudah sarapan. Jika tidak ada kepentingan lagi, silahkan tinggalkan rumah saya". Kalandra mengusir Mela dengan sopan.


"Aku tidak mau. Kenapa harus aku yang pergi. Bukan dia". Mela menunjuk kearah Chaca. Chaca hanya diam saja memperhatikan. Kalandra segera memeluk Chaca.


"Karena dia nyoya dirumah ini. Sedangkan anda hanya tamu yang tidak diundang. Jadi silahkan tinggalkan rumah saya". Kembali Kalandra meminta Mela pergi.


"Aku akan pergi tapi bukan untuk menyerah. Chaca, Kalandra tak sebaik yang kamu tau. Aku yakin kamu tidak mengenali dia dengan baik". Setelah mengatakan hal itu, Mela melenggang meninggalkan rumah Kalandra. Kalandra masih diam membisu.


"Mas, ayo kita sarapan. Keburu siang". Chaca mengajak suaminya untuk kembali ke meja makan.


"Iya sayang". Mereka sarapan bersama. usai menghabiskan makanan, Chaca membereskan semua piring dan menaruh diwastafel. Segera Chaca mencuci semua piring tersebut.

__ADS_1


"Sayang. Kamu sudah siap". Kalandra menghampiri Chaca. Seperti biasa, Kalandra akan mengantarkan Chaca ke kantor. Kalandra melarang Chaca membawa mobil sendiri.


"Sudah mas. Yuk berangkat". Sikap Chaca yang tetap tenang dan biasa saja, membuat Kalandra khawatir.


Sepanjang jalan Chaca sibuk dengan pekerjaannya. Kalandra melirik kearah istrinya yang diam. Hingga sampai didepan lobby, Chaca masih berkutat dengan pekerjaannya.


"Sayang. Macha". Kalandra mengusap lembut surai Chaca.


"Ya mas. Maaf Chaca cuekin mas. Ini tiba-tiba ada kontrak kerjasama yang berubah". Chaca menyadari jika dia memang hanya sibuk dengan pekerjaannya.


"Tidak apa sayang. Apa perlu bantuan dari mas". Kalandra tetap menatap lembut sang istri.


"Masih bisa diatasi. Ah, ternyata sudah sampai". Chaca baru menyadari jika mereka sudah sampai di perusahaan Chaca.


"Iya macha". Kalandra menggenggam tangan Chaca saat Chaca sudah siap untuk keluar dari mobil.


"Ada apa mas". Chaca kembali pada posisi duduknya dan menghadap Kalandra.


"Mas gak mau ada salah paham diantara kita. Nanti saat makan siang, mas akan jelaskan semua ke kamu sayang. Mas gak mau kamu dengar dari orang lain". Kalandra mengecup telapak tangan Chaca.


"Chaca percaya sama mas. Jadi mas gak usah takut". Chaca membeli pipi sang suami.


"Terimakasih sayang. Mas janji akan terbuka dengan kamu sayang". Chaca mengangguk. Kalandra turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Chaca. Kalandra mengantar hingga masuk kedalam ruangan Chaca. Tak lupa Kalandra menciumi seluruh wajah Chaca.


Kalandra bergegas menuju perusahaan miliknya. Rudi sudah kembali ke kantor pusat. Dan Kalandra memutuskan mencari asisten baru karena sekretaris sekaligus asisten lamanya mengundurkan diri. Asisten Kalandra dipilih oleh Chaca dan jelas seorang pria.


"Selamat pagi pak". Sapa asisten Kalandra saat Kalandra tiba diruangannya.


"Pagi. Sudah kamu siapkan semua berkas untuk kita meeting nanti". Kalandra berjalan masuk kedalam ruangan dan diikuti oleh asistennya.


"Sudah pak. Dan ini ada pengakuan kerjasama yang baru pak". Asisten Kalandra menyerahkan berkas pengajuan kerjasama yang baru.


"Baik. Justin, nanti jam maka siang minta pak Suno menjemput istri saya". Kalandra tak lupa memerintahkan kepada Justin untuk meminta sopir menjemput Chaca.


"Baik pak. Saya permisi". Justin keluar dari ruangan Kalandra dan kembali keruangannya mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Tiba waktunya Kalandra untuk pergi meeting. Justin sudah bersiap mendampingi Kalandra. Kalandra memilih untuk meeting diperusahaan miliknya saja. Karena klien mereka berasal dari luar kota. Meeting berjalan dengan lancar. Setelah klien Kalandra meninggalkan perusahaan miliknya, Kalandra segera kembali kedalam ruangan.


Kalandra sedang memesan makanan untuk makan siang bersama dengan Chaca. Sambil menunggu makanan serta Chaca datang, Kalandra mengerjakan beberapa pekerjaannya.


__ADS_2