Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 74


__ADS_3

Kalandra segera mengurus pernikahannya kembali dengan Chaca. Dengan bantuan kedua orangtuanya, mereka bisa menikah kembali. Kalandra dan Chaca sudah menikah kembali tiga hari yang lalu. Tidak ada pesta besar. Hanya ada ikrar janji suci kedua mempelai yang disaksikan oleh kedua orangtua Kalandra. Chaca meminta bantuan pengacaranya agar mempermudah proses perwalian dari pihak perempuan. Karena keluarga Chaca sama sekali tidak mengetahui hal ini.


Rudi ikut serta menjadi saksi pernikahan mereka. Mereka menikah di rumah ibadah. Tanpa ada yang mengetahui kecuali keluarga. Setelah resmi kembali menyandang sebagai nyonya Kalandra Aditya, Chaca akan kembali tinggal dirumah mereka yang dulu. Kalandra meminta agar apartemen Chaca disewakan saja. Jika mereka jenuh tinggal dirumah, sesekali mereka akan menginap di apartemen.


"Kak, semua sudah siap". Chaca baru selesai berdandan dan menghampiri Kalandra. Sedang Kalandra memeriksa kembali beberapa pesanan catering yang akan mereka gunakan untuk merayakan pernikahan mereka bersama para karyawan kantor Kalandra melalui Rudi. Dan esok giliran kantor Chaca. Mereka ingin berbagi kebahagiaan. Dan juga memperkenalkan Kalandra secara resmi diperusahaan Chaca.


"Sudah sayang. Kita tinggal berangkat saja. Mereka sudah menunggu kita". Kalandra sudah mendapatkan kabar dari Rudi jika para karyawan dan catering sudah siap.


"Ya sudah kita berangkat sekarang saja. Papa dan Mama dimana kak". Chaca mencari keberadaan mertuanya.


"Mereka sudah terlebih dahulu berangkat sayang. Diantar oleh supir" . Kalandra menjelaskan kepada Chaca.


"Oh begitu. Ya sudah ayo berangkat kak". Kalandra menahan tangan Chaca sebelum mereka melangkah keluar dari rumah.


"Sayang. Kita kan sudah menikah ulang. Dan ini pernikahan sesungguhnya. Apa tidak bisa memanggil sebutan selain kakak". Kalandra ingin Chaca merubah panggilanbuntuk dirinya.


"Hmmm. Om". Kalandra tampak lesu mendengar jawaban Chaca.


"Masa om. Ya kali kamu sugar baby. Nggak, nggak mau. Pokoknya ganti panggilan sayangnya". Kalandra diam sambil memanyunkan bibirnya. Membuat Chaca terbahak.


"Nggak nyangka kalau suami aku bisa semanja ini". Chaca menekan kedua pipi Kalandra menggunakan telapak tangan.


"Daddy". Lirih Chaca memanggil Kalandra tepat ditelinga Kalandra.


"Yes baby". Kalandra menjawab dengan senyuman manis dan kecupan di kening.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat baby". Kalandra merangkul pundak Chaca dan berjalan meninggalkan rumah.


Hati Kalandra benar-benar bahagia. Tak disangkanya jika perjalanan cinta yang berawal dari sebuah kontrak konyol, berakhir dengan bahagia. Meskipun penuh drama. Bahkan Kalandra sudah menjelaskan kepada Chaca sejak kapan rasa itu hadir dan tumbuh. Walaupun saat itu Kalandra telat menyadari, setidaknya saat ini mereka sudah bersatu kembali.


Tiba di kantor Kalandra, mereka segera menuju ruang rapat yang sudah disulap menjadi ruang pesta. Walaupun tidak begitu besar, namun dapat menampung para karyawan. Beberapa karyawan baru merasa patah hati karena mengetahui jika Kalandra sudah menikah. Kalandra mengatakan jika ini adalah acara syukuran pernikahan mereka dan juga mengenalkan istrinya secara resmi kepada karyawan baru ataupun lama.


"Selamat siang semua. Hari ini saya Kalandra Geraldin Aditya akan mengenalkan istri saya dihadapan kalian semua. Mungkin beberapa sudah mengenal istri saya. Namun saya akan tetap mengenalkan permaisuri hati saya kepada kalian semu. Baby". Kalandra merentangkan tangannya agar Chaca mendekat. Karena Chaca bergabung bersama kedua orangtua Kalandra saat Kalandra melakukan sambutan pembukaan.


"Kenalkan, Nyonya Kalandra Aditya. Marrisa Al-Rasyid". Chaca sedikit membungkuk dan tersenyum. Suara tepuk tangan menyambut kedatangan Chaca.


"Salam kenal. Semoga kalian nyaman dan betah kerja dikantor suami saya". Sedikit kata perkenalkan dari Chaca disambut riuh tawa dari para karyawan.


"Karena kalian sudah berkenalan dengan bintang utama hari ini, jadi saya persilahkan kalian untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan. Selamat menikmati". Kalandra turun dari podium kecil dan merangkul pundak Chaca. Mereka membaur bersama karyawan untuk makan siang bersama.


Terdengar banyak pujian yang ditujukkan kepada Chaca. Bahkan Chaca tak segan ikut bergabung dalam satu meja dengan karyawan Kalandra. Mereka saling bercerita pengalaman bekerja dengan Kalandra. Sedangkan Kalandra duduk bersama Rudi dan kedua orangtuanya serta para petinggi perusahaan lainnya.


"Baby, apa kamu tidak mau istirahat saja. Cukup temani Daddy saja hari ini. Mengapa kamu membawa pekerjaan juga". Kalandra sedikit kesal karena mengetahui istrinya tetap bekerja dihari liburnya.


"Hanya sedikit Daddy. Ini akan menjadi bahan meeting lusa. Dan aku hanya merevisi saja. Daddy jangan marah ya". Kalandra berjalan menuju sofa tempat Chaca duduk memangku laptopnya. Memindahkan laptop keatas meja. Menggantikan dengan kepalanya.


"Tapi Daddy tidak suka". Kalandra memeluk perut istrinya dan sesekali menciuminya.


"Ayolah Daddy. Hanya ini saja kok". Chaca mengusap lembut rambut tebal Kalandra.


"Baby. Kapan Kalandra junior akan hadir". Kalandra mengalihkan pembicaraan Chaca. Chaca yang menyadari itu hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


"Berdoa saja segera Daddy". Chaca masih mengusap rambut Kalandra.


"Dan pastinya usaha juga. Iya, kamu mau kita honeymoon kemana baby". Kalandra duduk dan menatap lembut Chaca.


"Terserah Daddy saja. Chaca gak ada bayangan mau kemana". Kalandra mencubit hidung mancung Chaca karena gemas.


"Oke. Daddy akan atur. Dan kita akan berangkat setelah pekerjaan Daddy tidak terlalu banyak. Bagaimana". Chaca mengangguk dan tersenyum. Kalandra mencium kening Chaca.


"Chaca lanjutin dikit lagi ya Dad. Daddy juga segera selesaikan pekerjaan Daddy". Pinta Chaca secara lembut. Kalandra pun segera kembali ke meja kerjanya.


Tak berapa lama suara ketukan dari pintu ruangan Kalandra terdengar. Seorang karyawan dari bagian pemasaran datang melapor kepada Kalandra. Chaca hanya melirik melihat bagaimana sang suami yang begitu tegas dan berwibawa saat bekerja.


Hari ini benar-benar cukup melelahkan juga membahagiakan bagi Chaca dan Kalandra. Mereka kembali kerumah tidak terlalu larut malam. Chaca juga meminta bantuan Rudi serta sekertarisnya untuk acara esok hari dikantor Chaca.


Setibanya di rumah, Chaca segera menyiapkan makan malam. Chaca hanya memasak yang simple saja dengan bantuan mama Adina. Mereka menonton film bersama setelah makan malam usai. Dan kembali beristirahat karena sudah sangat lelah.


"Daddy, Chaca lupa ngasi tahu". Chaca sedikit menjauh dari dekapan Kalandra karena mengingat sesuatu.


"Apa sayang". Kalandra kembali menarik Chaca lembut agar kembali masuk kedalam dekapannya.


"Julian akan datang Minggu depan. Chaca bolehkan jalan sama Julian". Kalandra diam sesaat mendengar permintaan istrinya.


"Dia sendiri atau bersama keluarganya sayang". Bukan menjawab permintaan Chaca Kalandra bertanya kepada Chaca.


"Sendiri. Bolehkan Daddy". Chaca mencoba membujuk suaminya itu.

__ADS_1


"Hmmm. Boleh. Tapi jangan terlalu dekat dengan Julian. Karena Daddy akan sangat cemburu". Chaca terbahak dengan jawaban Kalandra. Mereka akhirnya masuk kedalam dunia mimpi dan dalam dekapan hangat.


__ADS_2