Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 52


__ADS_3

"Cha. Saya nanti ada meeting. Jadi kamu tidak usah masak buat makan malam. Saya akan makan malam diluar". Kalandra dan Chaca sudah resmi menikah enam bulan yang lalu. Pernikahan mereka sangat mewah dan dihadiri banyak pengusaha. Setelah menikah Kalandra memutuskan untuk mengembangkan cabang yang didirikannya dinegara tempat Chaca menuntut ilmu.


"Oke om". Chaca masih sibuk menyiapkan makanan di dapur dan Kalandra bersiap diruang tengah.


Chaca tetap menjalankan aktivitas sebagai seorang istri. Dan tetap menjalankan kontrak pernikahan mereka. Kalandra sudah jarang pergi ketempat dimana dia memanjakan Jhon. Kalandra juga tidak membatasi setiap kegiatan Chaca. Bahkan Kalandra juga tidak melarang Chaca dekat dengan lawan jenis.


"Om. Besok Chaca mau nginap diapartemen Sandra. Ada kerja kelompok". Chaca sedang melayani Kalandra menyiapkan sarapan paginya. Kemanapun Chaca pergi selalu meminta ijin dan memberitahu Kalandra.


"Oke. Besok saya antar. Dan jangan lupa lusa temani saya. Ada acara jamuan dari klien". Chaca mengangguk. Mereka menikmati sarapan dengan nikmat.


Kalandra segera berangkat menuju kantor. Karena jam kuliah Chaca disiang hari, Chaca memanfaatkan waktu untuk membereskan rumah. Permintaan Chaca untuk tidak menggunakan asisten rumah tangga. Cacha ingin lebih menjaga privasi mereka saja. Chaca segera bergegas ke kampus setelah pekerjaannya selesai. Setibanya di kampus, Chaca segera menuju kelas. Teman-temannya sudah menunggu di kelas.


"Cha. Tugas loe udah selesai belum". Sandra menyambut Chaca dengan menanyakan tugas mereka.


"Sudah dong. Jangan bilang loe lupa lagi San". Sandra tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya.


"Pinjam dong. Ya, ya". Chaca mencebik dan menatap tajam Sandra.


"No. Emak sekali anda. Sibuk berkencan, tugas hanya menyalin. Minta sama ayang loe itu". Joan tertawa mendengar penolakan Chaca.


"Benar kata Chaca. Loe sibuk sama pacar baru loe, giliran tugas hanya mau enaknya saja". Sandra melemparkan buku yang ditangannya.


"Berisik banget sih loe Jo. Kalian sungguh tega dengan diriku. Kalian tega lihat gue dihukum sama Mr Andree". Joan dan Chaca hanya mengangkat kedua bahunya.


"Kalian seperti tidak paham saja dengan sifat Sansan saja". Walaupun Mike dan Sandra sudah tidak memiliki hubungan asmara, mereka tetap menjaga jalinan persahabatan.


Sama seperti Chaca, Kalandra juga disibukkan dengan pekerjaannya. Walaupun masih terbilang baru, perusahaan Kalandra sudah cukup dikenal. Sudah banyak kerjasama yang terjalin dan sedang berjalan.


"Ananta, tolong siapkan berkas untuk meeting siang ini". Kalandra segera meminta sekretarisnya menyiapkan segala keperluan meetingnya.


"Baik, segera saya siapkan pak". Jadwal Kalandra sangat padat hari ini. Bahkan Kalandra tidak bisa makan siang bersama dengan Chaca. Kalandra akan meluangkan waktu bersama Chaca jika pekerjaannya tidak terlalu banyak. Sekedar makan siang bersama ataupun berjalan-jalan.


Ananta segera menghampiri Kalandra setelah semua berkas siap. Walaupun Ananta masih muda, dia sangat bisa diandalkan dan tidak pernah sekalipun berniat menggoda Kalandra.


"Semua berkas sudah siap pak". Kalandra segera mematikan laptopnya dan menghampiri Ananta. Mereka segera menuju kantor klien Kalandra.

__ADS_1


Dalam perjalanan, Kalandra masih menyempatkan membaca kembali kerjasama yang akan mereka bahas hari ini.


"Maaf pak. Pemilik butik Mega meminta konfirmasi gaun yang bapak pesan untuk Bu Chaca". Kalandra sengaja membelikan gaun untuk Chaca gunakan saat jamuan makan malam nanti.


"Ah iya saya lupa. Tolong beritahu mereka sepulang kerja saya akan mengambil gaun itu". Ananta segera mengirim pesan kepada pemilik butik sesuai arahan Kalandra.


Sore menjelang, Chaca masih sibuk dengan tugasnya. Chaca dan para sahabatnya memilih mengerjakan tugas sambil hang out disebuah kafe.


"Cha nanti gue antar atau mau dijemput sama suami". Joan masih tetap setia mengantar dan menjemput Chaca. Namun pagi ini Joan tidak bisa menjeput karena ada satu mata kuliah yang berbeda jam dengan Chaca.


"Loe antar aja. Gue juga belum kasih kabar ke dia kalau lagi diluar". Chaca segera mengirim pesan kepada Kalandra jika dia sedang mengerjakan tugas.


"Cha. Boleh tanya sesuatu gak". Sandra menatap Chaca intens.


"Apaan". Chaca masih sibuk dengan buku-bukunya.


"Loe tinggal seatap dengan ok tampan. Dan mungkin kalain satu ranjang. Masa sih belum unboxing". Chaca spontan memukul lengan Sandra.


"Mulutmu". Chaca membantah perkataan Sandra. Tatapan Mike dan Joan pun meminta penjelasan dengan Chaca.


Sesekali mereka tertawa agar suasana tidak terlalu tegang. Mereka juga memesan beberapa makanan ringan untuk sekedar mengisi perut sambil berfikir. Seorang pria datang menghampiri meja mereka yang sedang fokus dengan lembaran kertas diatas meja.


"Beib. Kamu disini". Kompak Chaca dan kawan-kawannya mendongak kearah suara tersebut.


"Hai. Iya aku lagi ada tugas. Kamu lagi nongkrong disini beib". Pria itu adalah kekasih Sandra saat ini. Mereka belum terlalu lama menjalin hubungan.


"Iya. Tadi kumpul dengan anak-anak. Kamu sudah selesai atau belum". Tanya kekasih Sandra. Disaat Sandra dan kekasihnya sedang berinteraksi. Chaca, Mike dan Joan kembali fokus dengan tugasnya.


"Hmmm masih lumayan lama sih. Kenapa". Sandra memperlihatkan lembaran kertas itu kepada kekasihnya.


"Pulang bareng aku aja". Sandra mengangguk sambil tersenyum.


"Oke. Tapi gapapa nunggu agak lamaan". Sandra takut jika kekasihnya merasa bosan menunggunya terlalu lama.


"Gapapa. Aku akan bergabung dengan teman-temanku dulu sambil menunggu tugasmu selesai". Pria itu kembali ke mejanya semula. Dan Sandra juga kembali mengerjakan tugas.

__ADS_1


Joan dan Mike sempat melihat gerak-gerik kekasih Sandra yang sudah berjalan menjauh. Ada satu wanita yang terus saja menempel pada kekasih Sandra, bahkan saat dia tadi berbicara dengan Sandra. Wanita itu tetap berdiri didekat kekasih Sandra.


"San, boleh kepo gak". Joan sudah tidak bisa sabar lagi ingin mengetahui apa yang sedari tadi dilihatnya.


"Apaan Jo. Jangan yang susah-susah gue gak akan ngerti". Sandra dan Chaca tertawa karena mendengar ucapan Sandra.


"Gampang kok. Itu cewek yang selalu nempel disamping cowok loe, adik cowok loe ya". Joe langsung bertanya ke intinya tanpa basa-basi. Sandra menoleh kearah meja kekasihnya.


"Mia. Sahabat Lukas. Mereka berteman sejak sekolah dasar". Sebenarnya Sandra juga kesal melihat kedekatan mereka. Tapi Sandra berusaha untuk menutupinya.


"Oh. Gue kira adiknya. Kok kelihatan lengket banget". Chaca menoleh melihat kedekatan kekasih Sandra dan sahabatnya itu.


"Gue juga punya sahabat cowok. Dia sedang kuliah diluar negeri juga. Tapi kedekatan kami masih sebatas wajar. Gak sampai pelukan atau nempel banget gitu". Chaca menceritakan persahabatan dirinya dan Julian.


"Loe juga punya sahabat selain kita Cha". Teman-teman Chaca memang belum mengetahui mengenai Julian.


"Ada. Besok kalau dia datang kesini gue kenalin". Teman-teman Chaca mengangguk. Sandra sesekali mencuri pandang kearah kekasihnya. Dan begitu tampak jelas jika Mia memang selalu bergelayut manja seperti dirinya adalah kekasih Lukas.


"Lebih baik loe tanyakan saja San. Jangan dipendam. Sebelum hubungan kalian lebih jauh". Chaca mencoba menasehati Sandra. Ekspresi Sandra tak bisa menutupi rasa kecewa Sandra kepada Lukas.


"Iya Cha. Gue juga pengen tau yang sebenarnya". Mereka kembali mengerjakan tugas. Sandra berusaha untuk konsentrasi. Namun tetap saja matanya ingin melihat kearah kekasihnya.


"Chaca". Lagi-lagi ada orang yang datang menghampiri meja Chaca. Keempat anak manusia itu kompak menoleh kearah sumber suara.


"Om. Om kok disini". Kalandra datang menghampiri Chaca setelah meetingnya usai. Sore ini Kalandra memang ada acara meeting diluar kantor.


"Iya. Tadi habis meeting. Pas mau keluar kayak lihat bidadari cantik sedang melamun". Ucapan romantis Kalandra membuatnya mendapat ejekan dari Chaca dan teman-temannya.


"Kamu lagi ngerjain tugas Cha. Tadi saya kira kamu sudah pulang". Kalandra memperhatikan banyaknya buku dan kertas diatas meja tersebut.


"Iya om. Kan Chaca udah kirim pesan kalau Chaca telat pulangnya". Kalandra segera membuka ponselnya dan benar ada beberapa pesan dari Chaca yang belum sempat dia buka dan baca.


"Ah maaf, tadi saya terlalu fokus dengan pekerjaan". Kalandra memanggil Anantha yang berdiri dibelakangnya.


"Kamu kembali ke kantor saja. Saya langsung pulang tidak kembali ke kantor lagi". Anantha segera pamit kepada Chaca dan bergegas kembali ke kantor.

__ADS_1


"Saya tunggu kamu sampai selesai. Dan kita pulang bersama Cha...


__ADS_2