Hi Om I'M Yours

Hi Om I'M Yours
Bab 68


__ADS_3

Setelah perjuangan Chaca menimba ilmu, ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Keluarga Chaca sudah tiba dua hari yang lalu. Kalandra ikut menjemput kedua orangtua Chaca di bandara. Sedangkan Dzaky sedang dalam perjalanan. Dzaky menyusul setelah menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Bahkan Kalandra juga mengajak keluarga Chaca untuk tinggal dirumah mereka dulu.


Orangtua Kalandra juga datang menghadiri wisuda Chaca. Setelah sekian lama Chaca tidak menginjakkan kaki dirumah itu. Kalandra menyetujui permintaan Chaca dengan syarat mereka tinggal dirumah mereka dulu. Dan Chaca pun menyetujui. Sebelum kedatangan keluarga mereka, Chaca menyempatkan datang membersihkan rumah tersebut.


Kalandra juga mengambil cuti untuk membantu dan menemani Chaca membersihkan rumah. Saat Chaca masuk kedalam rumah tersebut, Chaca terkejut karena foto pernikahan mereka masih terpampang jelas diruang tamu. Kalandra hanya mengatakan jika dia selalu lupa untuk menurunkan.


Pagi ini rumah Kalandra begitu riuh. Chaca yang sibuk berias diri. Sedangkan kedua mamanya sibuk berperang didalam dapur. Sedangkan para lelaki, sibuk dengan bergosip mengenai pekerjaan. Kalandra sendiri sedang menuju bandara menjemput Dzaky.


"Chaca. Jangan kelamaan. Kamu harus berangkat duluan". Mama Chaca berteriak dari ruang makan. Mengingatkan Chaca untuk segera menyelesaikan kegiatannya.


"Iya mah. Bentar lagi selesai". Chaca membalas tak kalah kencang.


"Alan belum datang sayang. Diantar papa saja ya". Mama Adina ikut menyahut Chaca.


"Naik taksi saja mah". Chaca sudah berjalan keluar dari kamar dengan pakaian rapi dan dandan yang natural. Tak begitu mencolok namun cukup membuat semua orang terpesona.


"Wah anak mama cantik sekali. Pangling mama". Mama Adina memeluk tubuh Chaca dari samping.


"Mama bikin Chaca malu saja". Wajah Chaca memerah karena malu.


"Sayang mau makan dulu". Mama Adina menawari Chaca untuk sarapan terlebih dahulu.


"Tidak mah. Chaca akan makan di kampus saja. Ini sudah siang. Chaca pesan taksi dulu". Chaca mengeluarkan ponsel untuk memesan taksi online.


"Hallo everybody. Dzaky tampan datang". Suara Dzaky mengejutkan para penghuni rumah.


"Berisik banget loe Marjuki". Chaca berjalan hendak keluar dan akan segera berangkat.

__ADS_1


"Wah siapa ini. Jelek kayak badut". Bukan Dzaky jika tidak mengolok Chaca.


"Jelek-jelek gini adik siapa". Chaca memelihara Dzaky. Mereka menyalurkan rasa rindu mereka.


"Sudah mau berangkat. Abang antar saja". Dzaky melepaskan pelukannya dan melihat layar ponsel Chaca yang sedang membuka aplikasi taksi online.


"Iya. Takut kesiangan. Masih ada acara persiapan dikampus bang". Kalandra segera mengambil tas jinjing milik Chaca dan menarik lembut tangan Chaca menuju mobil.


"Ayo kakak antar. Keburu siang. Nunggu taksi juga pasti lama". Chaca mengangguk dan tersenyum. Dzaky segera menemui kedua orangtuanya dan keluarga Kalandra setelah kepergian Chaca dan Kalandra.


Dalam perjalanan, Chaca masih merapikan ulang penampilannya. Melihat lebih jelas make up yang dikenakannya. Apakah berlebihan atau tidak. Mengingat ini adalah hari yang paling dia tunggu.


"Sudah cantik Cha. Gak usah ditambah lagi". Kalandra tersenyum setelah memuji Chaca. Chaca hanya berdecak pelan saja.


"Ck. Chaca kurang percaya diri om. Kan Chaca gak pernah pake make up om. Chaca takut terlalu menor". Chaca memasang wajah imut bagi Kalandra.


"Ini sudah sangat pas. Cantik". Tanpa sengaja Kalandra mencubit kecil dagu Chaca.


Kalandra mengambil ponselnya. Sengaja Kalandra ingin mengabadikan momen bersama. Beberapa kali Kalandra mengambil gambar mereka berdua. Karena pikiran Chaca tidak terlalu fokus, membuat Chaca tidak sadar jika Kalandra mengajaknya foto bersama.


"Om. Beneran ini udah pas kan. Baju Chaca udah cocok kan". Kembali Chaca menanyakan hal yang sama pada Kalandra sebelum Chaca turun dari mobil dan masuk kedalam gedung pertemuan kampusnya.


"Sudah oke. Percaya deh. Kamu itu cantik banget Cha hari ini". Bukan kata terimakasih yang Kalandra dapat, melainkan decakan dari mulut Chaca.


Kalandra turun mengantarkan Chaca hingga kedalam ruang tunggu. Semua perhatian tertuju kepada Chaca dan Kalandra. Karena mereka tidak pernah melihat Chaca bersama pria selain Joan dan Mike. Joan melihat kedatangan Chaca dan Kalandra. Joan mengeraskan rahangnya.


"Kakak pulang dulu. Sampai ketemu nanti". Kalandra mengusap pelan rambut Chaca. Teman-teman Chaca menyoraki mereka.

__ADS_1


"Ish om. Chaca malu". Kalandra terkikik dan berlalu pergi. Wajah Joan semakin memerah menahan amarah. Chaca sama sekali tidak melihat kerah Joan. Mengapa pun juga tidak.


Chaca bergabung dengan teman-temannya. Sandra pun sama. Joan dan Mike ikut bergabung bersama Chaca dan Sandra. Berkali-kali Joan mencoba menarik perhatian Chaca. Namun Chaca tidak menanggapi. Hingga acara inti segera dimulai. Mereka segera masuk kedalam ruangan yang sudah disiapkan. Keluarga mereka juga masuk kedalam ruangan yang sama. Menyaksikan putra putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.


Usia acara, Chaca berfoto bersama teman-temannya dan keluarga. Joan sengaja mendekati keluarga Chaca. Tanpa peduli dengan keberadaan Sania dan Kalandra.


"Selamat siang om tante". Keluarga Chaca menoleh kearah Joan yang sudah berdiri dengan senyuman.


"Siang. Teman Chaca ya". Jawab mama Chaca. Chaca hanya diam dengan wajah datarnya. Kalandra tetap berdiri disamping Chaca.


"Benar om. Kenalkan saya Joan. Saya teman dekat Chaca. Bolehkah saya dan keluarga saya berkunjung ke kediaman om dan tente". Joan tanpa basa-basi segera mengutarakan maksudnya.


"Ada apa ya. Sepertinya sangat serius sekali". Kali ini papa Rasyid yang menanggapi pertanyaan Joan.


"Hanya ingin mengenal dan bersilaturahmi saja. Apa boleh". Joan masih berusaha agar niatnya bisa terlaksana.


"Baiklah. Silahkan. Apa nak Joan sudah tahu dimana kamu menginap". Papa Rasyid sengaja menanyakan hal itu. Mengingat jika saat ini mereka berkumpul dirumah Kalandra yang papa Rasyid tahu masih berstatus menantunya.


"Om tinggal di apartemen Chaca atau di hotel om". Papa Rasyid terkejut saat Joan menyebut Chaca memiliki apartemen. Chaca dan Kalandra juga terkejut. Papa Rasyid menatap Chaca meminta penjelasan.


"Apartemen hadiah dari Alan Pah. Waktu ulangtahun Chaca kemarin". Kalandra segera memberikan penjelasan agar papa Rasyid tidak curiga. Joan ingin membantah namun tertahan karena Mike menarik Kalandra untuk pergi.


"Maaf om tante, saya pamit dulu. Cha tolong kirim alamat kamu ya". Chaca hanya diam tidak merespon. Setelah Joan pergi, papa Rasyid dan Dzaky kembali mengolok Chaca mengenai apartemen milik Chaca.


Setelah menyelesaikan acara di kampus, Chaca dan keluarganya merayakan di sebuah restoran yang sudah direservasi oleh Kalandra sebelumnya. Mereka bercanda ria. Bahkan keluarga Kalandra yang mengetahui status pernikahan anak mereka, seperti tidak terjadi hal apapun.


Sesampainya dirumah, Chaca segera menceritakan mengenai Joan kepada Kalandra dan Dzaky. Dzaky tersulut emosi. Perlahan Chaca kembali menjelaskan dan juga rencananya untuk Sania.

__ADS_1


"Oke abang akan bantu. Loe gimana Ndra". Setelah memahami keadaannya Dzaky menyetujui rencana Chaca.


"Gue juga setuju. Nanti kakak bantu Cha. Jangan Chaca sendiri". Chaca tersenyum bahagia karena kedua pria hebat didepannya mau membantunya.


__ADS_2