
Alvin terlihat ragu menyambut pelukan David, Joelene terkejut atas ucapan David barusan, dia menatap David dengan sorot mata meminta penjelasan atas apa yang barusan diucapkan David pada Alvin.
“Mommy apa ini benar Daddy ?” Tanya Alvin
“Kamu gak mau peluk Daddy, daddy kangen banget lo!” Ucap David tak mengacuhkan ekspresi wajah Joelene
Alvin maju berlahan mendekat pada David kemudian menyambut pelukan David, mereka pun berpelukan, seperti sudah kenal lama dan saling merindukan.
Joelene tak mampu berkata apa - apa, dia hanya terdiam memperhatikan keduanya.
Joelene melihat ada kerinduan akan sosok seorang Ayah pada tatapan Alvin terhadap David, hingga ia memeluk David dengan erat untuk beberapa saat, David pun membalas pelukan Alvin sambil mengelus lembut punggungnya.
“Daddy... Daddy darimana saja? Kenapa baru pulang sekarang ?” Tanya Alvin pada pria yang sedang dipeluknya itu, yang diyakininya itu adalah Daddy yang telah lama ditunggunya.
“Daddy lagi ada kerjaan sayang... yang gak bisa ditinggal, Daddy juga kangen banget sama Alvin” jawab David, sementara Joelene membola kan matanya menatap David, seakan mengisyaratkan pada David agar segera menghentikan kelakuannya.
David sedang memanfaatkan situasi untuk mulai menjalankan rencananya, dia hanya menanggapi tatapan Joelene dengan menempelkan jari telunjuk dibibirnya.
Joelene tak bisa berbuat apa - apa, dia pun mengikuti permainan yang diciptakan David, karena Alvin terlihat begitu bahagia mendapat pelukan hangat dari Daddy yang telah lama di nanti.
Sampai beberapa detik, mereka masih berpelukan, hingga akhirnya Alvin melepaskan pelukannya dari David.
“Daddy... habis ini Daddy gak pelgi kemana - mana lagi kan ? Daddy temani Aal telus kan ?” Pinta Alvin dengan manja
“Daddy gak kemana - mana kok, gak jauh - jauh, Daddy masih dekat - dekat Aal, jagain Aal”
“Tapi kenapa Daddy gak pelnah keliatan ?”
“Karena Daddy jagain Aal dari jauh, sambil Daddy kerja cari uang buat Aal bisa beli mainan, beli susu juga bisa buat sekolah Aal”
“Tapi kan sekolah gak pake uang dad, sekolah itu pake sepatu sama pake buku dan pensil buat nulis”
Joelene mengatupkan bibirnya menahan senyum, mendengar begitu polosnya Alvin.
Sementara ekspresi David tersenyum lembut sambil membelai rambut Alvin.
“Oh..Iya.. Daddy lupa!! Sama satu lagi, sekolah juga harus pake seragam, kalau gak pake seragam, ntara masuk angin dong di perut gendut sini” ucap David sambil menggelitik perut gendut Alvin, membuat Avin menggeliat kegelian.
“Sekarang.. Aal Bobo ya, kan udah malam, besok kita main ya”
“Benelan ya Dad, besok kita main basket ditaman, tapi Daddy jangan pelgi lagi ya” pintanya dengan wajah polos nan menggemaskan.
David tersenyum mendengar permintaan Alvin, ia pun segera menjawab
“Ok.. boss!! Tapi selesai main, Daddy harus kerja dong, nanti kalau Daddy gak kerja gimana Aal mau beli susu, coklat dan ayam goreng ?” Ucap David sambil menaruh tangan posisi menghormat
__ADS_1
“Bial Mommy aja yang beli, kalau ayam goleng gak pelu di beli, Mommy bisa buat sendili, ayam goleng buatan Mommy enak dad,, kita Dilumah aja, Daddy temenin Aal main” jawabnya polos
“Ok boss!! Sekarang Aal Bobo ya sayang.. Daddy mau ngobrol sama Mommy”
“Ok dad..! Aal Bobo dulu ya,, da Daddy” ucapnya sambil mengecup pipi David yang dibalas oleh David.
Kemudian Alvin pun mengecup pipi Mommy nya berpamitan lalu masuk bersama Ica sepupu Joelene.
“Aku butuh penjelasan” ucap Joelene pada David
“Penjelasan apa Joan ?” Ucap David berpura - pura tidak mengerti
“Yang barusan kamu lakukan, kenapa kamu ngaku sebagai Daddy nya Alvin ?”
“Oh.. itu.. aku refleks aja Jo,, melihat wajahnya saat menanyakan apakah aku ini Daddy nya, tiba - tiba perasaan ingin menyenangkan hatinya muncul, akhirnya aku mengaku sebagai Daddy, aku gak tega liat wajahnya, yang begitu merindukan sosok Ayahnya, mungkin setiap hari dia sedang menunggu kepulangan Daddy nya, yang selama ini di ketahuinya sedang bekerja jauh diluar kota”
“Terus kalau dia menuntut untuk terus kamu temani, bagaimana ?”
“Ya... gak gimana - gimana Joan..ya aku temenin lah” ucapnya santai
“Terus ? Kamu kan di Jakarta, bukannya akan mengganggu pekerjaan kamu Vid, lagian kamu gak perlu melakukan ini semua, karena kalau dia udah terlanjur sayang sama kamu, susah buat kamu terlepas dari Alvin, dia itu kalau udah sayang sama orang, susah baginya untuk melepas orang tersebut, apalagi kalau dia tau kenyataannya bahwa kamu bukan Daddy nya” ucap Joelene mengingatkan David agar jangan terlalu jauh.
“Kamu tenang aja Joan, aku bisa atasi, pokoknya kamu ikuti aja permainanku seperti tadi, jangan buat dia kecewa” ucap David mulai menjalankan modusnya dengan membawa Joelene ikut dalam permainannya.
“Berbohong sedikit demi kebaikan dan menyenangkan orang lain, terlebih anak kecil, pasti Tuhan ngerti kok” ucap David sambil mengedipkan matanya sebelah
“Vid, selama ini aku sudah bekerja keras untuk mencari alasan demi alasan agar dia berhenti menanyakan Daddy nya”
“Dan aku pastikan setelah ini, dia akan berhenti menanyakan Daddy nya, melihat wajah polosnya rasanya tidak ingin membuat dia kecewa, hingga secara spontan aku berucap bahwa aku lah Daddy nya” ucap David
“Terserah deh, terus kamu sekarang mau langsung balik ke Jakarta ?”
“Ngusir nih ceritanya ? Gak mau nawarin masuk dulu, minum teh apa kopi gitu, aku juga belum pamit sama oma dan yang lainnya” David beralasan agar dia bisa lebih lama Dirumah Joelene.
\*\*\*\*\*
Pagi hari, Alvin baru saja bangun, dengan semangat dia turun dari lantai dua kamar nya yang dibantu Joelene.
“Mom... cepat mom... Aal mau main basket sama Daddy, Daddy pasti udah tungguin Aal, hayoo mom!!” Sambil menarik - nyarik tangan Joelene
“Sabar sayang.. nanti jatuh.. pelan - pelan turunnya”
Sesampai diruang makan, pakde, oma, bude dan Ica sudah berkumpul sarapan dimeja makan.
Terlihat ada sosok lain diantara keempat orang itu, David sudah duduk disana menikmati sarapan nya sambil ngobrol bersama pakde.
__ADS_1
“Daddy.. kenapa Daddy gak banguni Aal, Aal jadi terlambat kan!” Ucap nya sambil memeluk David.
Oma, pakde dan yang lain, saling pandang mendengar ucapan Alvin pada David yang memanggilnya Daddy.
Setelahnya pandangan mereka beralih pada Joelene yang sedang menyiapkan sarapan untuk Alvin.
Joelene hanya diam, lalu melanjutkan menyiapkan sarapan Alvin.
Usai sarapan, alvin langsung mengajak David bermain ke taman sekitar perumahan
“Ayo Daddy, kita main basketnya!”
“Sabar sayang, Alvin pamit dulu dong sama Mommy, mommy udah mau berangkat kerja” ucap David pada Alvin
“Mommy... Aal main basket dulu ya sama daddy, mommy keljanya hati - hati ya, jangan lupa beldo’a,, cup..cup” alvin mendaratkan dua kecupan di pipi kanan dan kiri Joelene.
“Kamu jangan nakal ya sayang,, jangan buat om David repot” ucap Joelene sambil mencium puncak kepala putranya itu.
“Loh... kok om sih Mommy ?” Protes Alvin
“Maksud Mommy, om Daddy,, ya udah.. pergi lah, jangan lama - lama nanti kamu kecapean” ucap Joelene
“Ok Mommy !” Ucap Alvin sambil memberi jempol
“Kami pergi dulu ya, kamu hati - hati dijalan” pesan David membuat wajah Joelene bersemu merah dan dia hanya mengangguk.
Setelahnya Joelene kembali masuk keruang makan, terlihat oma dan pakde sudah bersiap - siap membanjirinya dengan beberapa Pertanyaan.
“Kenapa avin memanggil David ayah nak ?” Tanya oma
“Tiba - tiba aja tadi malam dia memanggil David dengan panggilan Daddy, dan David pun malah mengaku kalau dia adalah Daddy” ucap Joelene, pakde dan oma saling pandang
“Kamu kenapa bisa pulang bareng David tadi malam Jo ?” Tanya pakde
“Ketemu di pengadilan pakde, terus pas mau pulang kantor pengadilan rame banget, gara - gara ada artis yang mau bercerai, Sakin ramenya para wartawan, Jo gak bisa keluar, akhirnya Jo ketinggalan kereta terakhir dan kebetulan David juga ada keperluan ke Bogor jadi dia mengajak Jo bareng” terang Joelene
“Terus, hasil sidangnya apa nak ?” Tanya oma
“Gugatan Jo disetujui dan hak asuh ada di Jo”
“Syukurlah Jo... Kevin datang ?” Tanya pakde
Joelene hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
Setelah sarapan diselingi obrolan singkat, Joelene pun pamit berangkat kekantor dengan diantar oleh pakde yang juga akan berangkat kerja.
__ADS_1