Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 68


__ADS_3

Capek Jo ?”


“Gak ah.. gak ada rasa capek, untuk hidup bermanfaat bagi orang banyak, rasa capek akan lenyap berubah jadi rasa syukur atas apa yang udah dimiliki saat ini”


“Hebat kamu Jo,, aku kagum sama kamu, membantu para korban, sementara kamu sendiri juga termasuk korban sama dengan mereka, tapi kamu lebih mendahulukan mereka, salut buat nyonya Kevin Putra Laksana” ucap David sambil mengangkat tangannya menghormat.


“Paan sih Dave, jangan bilang nyonya - nyonya an ah,, berasa tukang jamu aku nya” ucap Joelene sambil tersenyum tipis menanggapi candaan David


“Idiih... kok berasa tukang jamu sih? Kan emang benar nyonya Kevin Laksana, CEO sekaligus Owner Laksana Corp yang bisnisnya bertebaran dimana - mana”


“Ya iyalah.. tukang jamu, soalnya yang dipanggil nyonya itu cuma nyonya Meneer, pengusaha jamu yang fotonya beredar di banner dan papan periklanan perjamuan”


“Hahahaa.... pake ngelawak lagi,, tapi emang lucu sih... Duhh... jadi gemesh” ucap gemes David sambil mengacak rambut Joelene.


Dua hari mereka bersama di camp pengungsi, David semakin yakin akan perasaannya pada Joelene, namun itu hanya bisa dipendam dalam hati, karena status Joelene saat ini adalah istri sah dari Kevin partner bisnisnya.


Malam semakin larut, namun Joelene belum juga beranjak tidur, masih melamun memandangi api yang sengaja dibuat untuk menghangatkan.


David juga masih terdiam menikmati malam, tak sedikitpun berniat beranjak dari duduknya, dia ingin menikmati kebersamaan nya dengan Joelene yang sebentar lagi akan berakhir, walau mereka hanya saling diam dan asik dengan fikiran mereka sendiri, setidaknya duduk berdua berdekatan dengan Joelene membuat kenyamanan tersendiri bagi nya.


Hingga pagi menjelang, Joelene tertidur dikursi dengan berselimutkan jaket milik David.


Joelene terbangun dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru camp pengungsi mencari - cari sosok David.


Tiba - tiba David datang membawa dua cangkir teh dan roti kering.


“Pagi... sudah bangun Jo, sarapan dulu yuk, kamu tidur nya pulas banget, mau aku banguni pindah kedalam tapi kamu gak bangun juga, aku gak tega banguni kamu yang udah mimpi indah, ya udah jadi aku biarin aja”


“Eh.. iya.. aku ngantuk banget,, huaamm... thanks ya udah dipinjamin jaketnya buat selimut, mana wangi lagi jaketnya” ucap Joelene


“Udah gih,, cuci muka dulu terus kita sarapan bareng” ucap David, Joelene pun setuju dan langsung beranjak menuju kamar mandi portable yang disediakan oleh para relawan.


Sedang asyik sarapan, komandan TNI yang memimpin pasukan pengendali bencana memberi kabar, kalau siang ini akan datang tower darurat portable milik salah satu provider.


Untuk membentuk kelancaran berkomunikasi selama akses jalan belum bisa dilalui.


Semua menyambut dengan gembira, setidaknya mereka bisa berkirim kabar dengan saudara dan kerabat mereka yang berada diluar kota yang tengah menanti kabar mereka yang sedang dilanda bencana.

__ADS_1


Siang hari tower yang dinanti pun tiba, semua menyambut gembira, David pun menghubungi keluarga dan om Edward mengirim helikopter untuk menjemput mereka, karena menunggu jalur darat cukup memakan waktu lama.


Sore harinya, helikopter yang akan menjemput David dan Joelene pun tiba dengan membawa beberapa obat dan bahan makanan.


“Joan.. kita berangkat sekarang?”


“Kemana ?” Ucapnya singkat


“Ya pulang kerumah la Jo, memangnya kamu mau kemana lagi ?”


“Naik apa?” Tanya Joelene sedikit heran, karena yang dia tahu akses jalan belum dibuka, pengiriman logistik dan obat - obatan hanya melalui jalur udara.


“Tuh,,,udah dijemput Heli om Edward” ucap David


Joelene dan David pun berpamitan pada TNI yang masih bertugas disana, para volunteer dan juga relawan lainnya, mereka bergegas memasuki helikopter.


Setelah menempuh perjalanan udara selama 1 jam, mereka pun tiba dan langsung supir Edward menjemput mereka dan mengantarkan Joelene pulang.


Setelah tiba Didepan gerbang rumah mewah Suci mertuanya,


“Dave, aku duluan ya , Makasi udah anterin” pamit Joelene


Joelene membuka pintu gerbang dan berjalan menuju pintu utama rumah mewah tersebut, Saat Joelene membuka pintu, tiba - tiba dia disambut suara seorang wanita


“Darimana saja kamu beberapa hari tidak pulang dan tidak memberi kabar? Apa yang kamu lakukan diluar sana dengan laki - laki itu ?” Ucap ketus suara wanita itu yang tak lain adalah suara Ibu Suci


“Mama.. Joelene diminta David untuk mewakili perusahaan untuk menjadi saksi menandatangani perjanjian jual beli antara perusahaan Laksana Corp dengan masyarakat setempat ma” terang Joelene


“Kenapa tidak memberi kabar ? Lalu,, apa boleh seorang wanita yang sudah bersuami pergi dengan laki - laki lain hanya berdua saja ? Apa Kevin tau kamu bergi dengan David ?” Suci memberondong Joelene dengan beberapa pertanyaan.


“Joelene sudah menghubungi Kevin ma, tapi ponselnya tidak bisa dihubungi, Joelene juga menghubungi mama, mama tidak mengangkatnya, akhirnya Joelene titip pesan ke ibu Ratna”


“Kenapa harus kamu yang pergi, David kan pengacara, apa tidak bisa hanya David yang mewakili perusahaan ?” Selidik Suci


“Awalnya David mau nya begitu, namun masyarakat setempat tidak mau melepaskan hak nya kalau salah satu dari pihak perusahaan tidak ikut hadir disana, David juga sudah mencoba menghubungi Kevin, namun tidak bisa, mas Adrian juga sedang cuti, jadi David meminta Joelene mewakilinya”


“Terus Kevin pergi kemana ?” Tanya Suci

__ADS_1


“Jo juga nggak tau ma, dia gak bilang pergi kemana, ponselnya juga tidak bisa dihubungi”


“Kamu ini gimana sih Jo?! Jadi istri kok gak becus begitu, suaminya pergi kemana pun kamu gak tau!” Suci langsung meninggalkan Joelene yang masih terdiam.


Suci berjalan menuju kamarnya, Mona juga sudah kembali dari bulan madunya, ia lalu menemui Suci


“ma... mama yakin dia dengan laki - laki yang mengantarnya tadi tidak ada hubungan spesial ? Liat aja,, Kevin pergi kemana dia juga gak tau, pelan tapi pasti, dia sudah berhasil membuat Kevin pergi dari rumah ini dan hari ini, dia pergi dengan laki - laki bisa jadi itu pacarnya mungkin dan mereka sedang membuat rencana busuk menyingkirkan Kevin yang saat sebagai direktur utama, lalu selanjutnya mereka akan menguasai Laksana Corp” hasut Mona dengan smirk wajah liciknya Lalu meninggalkan Suci yang sudah mulai terpengaruh oleh hasutannya.


Joelene menghela nafasnya, lalu berjalan gontai menaiki anak tangga memasuki kamarnya dilantai dua rumah mewah tersebut.


Usai bersih - bersih Joelene merebahkan tubuhnya diatas kasur, merasakan lelah selama beberapa hari tubuhnya tidak menyentuh kasur empuk, hanya tidur beralaskan tikar dan beratapkan tenda darurat, tak menunggu waktu lama, mata Joelene terpejam karena lela di tubuhnya.


Pagi hari saat sarapan dimeja makan, Joelene sudah bersiap hendak berangkat bekerja, di meja makan sudah ada Suci, Adrian dan Mona, yang juga akan menikmati sarapan.


“Pagi ma, mas Adrian, mba Mona” sapa Joelene dengan senyum tipis


“Pagi Joelene, gimana istirahatnya, pasti nyaman banget ya, karena habis melakukan perjalanan jauh” ucap Mona sedikit menyindir


Wajah Suci terlihat berubah, namun tidak berminat menanggapi ucapan Mona, dia memilih diam dan menghabiskan sarapannya.


“Memangnya Kevin pergi kemana Jo ?” Tanya Adrian


“Jo, gak tau mas, dia pergi gak pamit, bahkan saat ini ponselnya juga gak bisa dihubungi” ucap Joelene


“Aku udah cek jadwal kerjanya Sepertinya tidak ada kunjungan atau


pun meeting diluar kota atau diluar negeri, Apa kalian bertengkar ?”tanya Adrian


“Tidak mas, Jo juga gak tau kenapa, sebelum dia pergi juga sepertinya tidak ada masalah” ucap Joelene, yang sebenarnya tau kemana Kevin pergi, namun dia tidak mau mengatakannya karena percuma saja mengatakannya, mereka tidak akan percaya kalau Kevin pergi untuk menemui gadis itu.


“Adrian, mama mau ikut ke kantor ya” ucap Suci menyudahi sarapannya.


Mona tersenyum puas, mertuanya sudah mulai membenci Joelene, dia akan terus berusaha hingga Kevin dan Joelene berpisah dan dia berada di posisi aman sebagai menantu satu-satunya Dirumah keluarga Laksana.


Jangankan lupa vote, like, komen dan hadiahnya. Happy reading kesayangan 😊


Salam,

__ADS_1


La Shakilala 🌷


__ADS_2