
Suci tersenyum dan mengangguk pada Joelene, sementara Alvin bergantian menatap Mommy nya dan wanita yang memanggil nama Mommy nya itu.
“Mommy... itu siapa ?” Ucap Alvin dengan suara imut nya.
“Aal masuk dulu ya sayang, ganti baju nya” Joelene meminta Alvin masuk
“Mama tau darimana alamat rumah ini ?” Tanya Joelene masih berdiri dipintu gerbang
“Boleh mama masuk ?”
Joelene pun mengangguk dan mempersilahkan Suci duduk.
“Mama tau alamat rumah ini dari Janet, kamu apa kabar ?” Tanya Suci mencoba berbasa - basi
“Kabar aku baik, mama sendiri dalam rangka apa kesini ?” Tanya Joelene to the Point tak mau berlama - lama.
“Mama juga baik kok, mama kesini cuma...” ucapan Nya terputus, Joelene masih diam menunggu lanjutan kalimat Suci
“Mama cuma mau tau kabar kamu, tanpa sengaja mama melihat kamu di halaman sekolah taman kanak - kanak dan mama lihat kamu berjalan dengan anak laki - laki kecil yang lucu sekali, wajahnya menggemaskan, wajahnya mirip dengan... Kevin waktu kecil” ucapnya sambil tersenyum sendu.
“Maaf ma, dia anak saya” jawab Joelene sedikit tidak senang mantan mertuanya itu menyamakan wajah putranya dengan anak bungsunya, walau tak bisa dipungkiri pria itu adalah Ayahnya.
Suci terdiam mendengar ucapan Joelene yang terkesan dingin, dia yakin sepertinya Joelene belum bisa memaafkan nya, dia pun maklum akan hal itu.
“Sekarang kamu menetap disini, tidak ada rencana kembali ke Jakarta ?” Tanya Suci
“Gak ada alasan yang membuat Joelene kembali ke Jakarta, kalau pun ada paling hanya berkunjung jika kangen dengan Ibu, mba Janet dan mba Jennifer” ucapnya mantap
Ucapan Joelene barusan sangat mengiris hati Suci, kini dia benar - benar merasa sendiri.
“Kamu tidak mau berkunjung kerumah mama, mama akan meminta Kevin pulang, mama harap kalian bisa memperbaiki semua dan memulai dari awal lagi, mama minta maaf atas sikap mama dulu yang tidak mempercayai kamu dan anak yang ada dalam kandungan kamu, tapi kini mama mengaku salah, mama siap menerima hukuman atas sikap mama dan mama janji akan meminta Kevin untuk kembali dan memperbaiki semuanya” Suci bermohon
“Gak ada yang perlu diperbaiki lagi ma, semua sudah berakhir, pernikahan kami juga sudah berakhir, Jo sudah mengirim surat cerai ke Kevin jadi gak ada yang perlu diperbaiki lagi”
Seperti tersambar petir, saluran pernafasan Suci terasa seperti tersumbat, ternyata Joelene sudah mengakhiri pernikahannya dengan Kevin putranya.
Tak bisa disalahkan, wajar Joelene memutuskan hal itu karena memang pernikahan mereka tidak sehat.
“Secepat itu nak ? Apa kamu tidak ingin memperbaiki pernikahan kamu ini, mama akan membantu kamu” Suci memohon
“Maaf ma, tapi kami sudah bercerai, Jo gak tau apa Kevin sudah terima atau belum surat cerai itu, yang jelas diantara kami sudah tidak ada hubungan pernikahan, Jo juga mohon maaf jika selama ini Jo tidak bisa menjadi menantu seperti yang mama harapkan”
__ADS_1
Cairan bening mulai membasahi pipi Suci, dia masih berharap Joelene mau memperbaiki pernikahannya, walau tak dipungkiri semua yang terjadi akibat ulahnya sendiri yang meracuni fikiran Kevin dengan mengatakan kalau anak yang dikandung Joelene itu bukan anak Kevin, namun setelah melihat bocah kecil yang sangat mirip dengan Kevin kecil itu, seketika rasa bersalah menyelimutinya, rasa ingin memperbaiki semua agar kembali seperti sedia kala, dimana dia yang telah meminta Joelene untuk menikah dengan putranya.
Namun, semua sudah terlambat, Joelene sudah mengurus perceraian mereka dan pengadilan juga sudah memutuskan, kini Suci hanya bisa menangis menyesali semua yang terjadi akibat ulahnya.
Saat ngobrol serius, tiba - tiba oma muncul dari dalam rumah sambil menggandeng Alvin yang sudah berganti pakaian rumah.
“Jo... siapa yang datang ?” Ucap oma
“Oma... ini ada Ibu Suci dari Jakarta, mama kenalin ini oma saya, mama dari Mommy saya” Joelene memperkenalkan oma dengan Suci.
Keduanya saling berjabat tangan dan Suci maupun oma saling tersenyum ramah.
“Jadi kamu sekarang sudah menemukan keluarga kandung kamu Jo ?” Tanya Suci
“Benar ma, saya sekarang tinggal bersama keluarga kandung, ada oma, pakde juga istrinya kakaknya Mommy, juga ada Ica anaknya pakde” Joelene memperkenalkan semua keluarga kandungnya.
“Ibu Suci ini siapa nak ?” Tanya oma
“Ini mantan mertua Jo oma”
Wajah oma sedikit kaget, namun terlihat tenang, masih terlihat semburat senyum diwajah oma, walau dia masih tidak terima karena cucu nya ditinggal begitu saja.
“Ibu, maaf saya mengganggu, saya hanya mau bersilaturahmi dengan Joelene, kebetulan saya sedang berkunjung kerumah saudara yang ada di Bogor, terus saya ketemu Jo di taman kanak - kanak, kebetulan saya lagi melintas Didepan sekolah itu” ucap Suci sedikit berbohong, yang sebenarnya dia memang mau mencari keberadaan Joelene.
“Iya bu, kalau begitu saya pamit dulu, saya permisi dulu bu, Joelene, jika kamu berkunjung ke Jakarta singgah lah kerumah” ucap Suci dengan senyuman tulus, lalu tatapannya tertuju pada bocah kecil yang digandeng oma.
“Hai anak ganteng, nama kamu siapa ?” Suci menyapa Alvin dengan mengulurkan tangan dan tatapan penuh rindu ingin memeluk bocah kecil itu.
“Alvin..” ucapnya sambil menyambut tangan Suci lalu menciumnya, seketika mata Suci berkaca - kaca.
“Panggil oma aja ya, Alvin sudah kelas berapa sekolah nya?”
“Masih nol kecil oma”
“Anak ganteng, sekolah yang rajin ya nak, biar jadi anak pinter” ucap suci sambil mengelus rambut Alvin, rasanya ingin sekali ia memeluk sosok mungil yang ada didepannya.
“Iya oma, Aal mau sekolah yang lajin bial jadi anak pintel, bial Aal kelja kaya Mommy, soalnya Mommy kasian kelja telus cali duit buat bayal sekolah Aal sama beli mainan” ucapnya polos, membuat wajah Suci seketika berubah sendu, lalu berjongkok sambil memegang lengan Alvin kemudian memeluknya
“Anak pinter.. sehat terus ya sayang..” ucap Suci sambil memeluk tubuh mungil itu dan berurai air mata.
Joelene dan oma hanya memperhatikan dan membiarkan Suci memeluk Alvin, karena biar bagaimanapun Alvin adalah cucunya.
__ADS_1
“Baiklah oma pulang dulu ya, kalau ke Jakarta ajak Mommy main kerumah oma ya, oma juga sendirian gak ada yang temenin” ucap Suci sambil melirik ke arah Joelene.
“Kenapa oma sendili, anak oma gak ada, apa anak oma sudah kelja ?” Ucap Alvin polos
Suci tersenyum sambil menghapus air matanya
“Iya sayang,, anak oma kerja jadi oma disuruh Dirumah aja karena oma udah tua, tapi oma kesepian gak ada yang nemenin, Alvin mau kan temenin oma ?”
“Aal juga nanti kalo udah Gede mau kelja kaya anak oma, bial Mommy dilumah aja ditemenin yangyut, kakek sama nenek” ucapnya dengan polos
Semua tersenyum mendengar ucapan Alvin, kemudian suci pun beranjak dan masuk kedalam mobil.
Didalam mobil, tangis Suci pecah, membuat Rima terkejut.
“Ada apa Ci, apa yang terjadi tadi ?” Tanya Rima, membuat tangis Suci semakin menjadi dan memeluk Rima.
“Rim.. ini salah ku, aku yang menyebabkan semua ini..!” Tangis Suci dalam pelukan Rima.
“Sudahlah Ci... kamu tenang dulu, berhenti menyalahkan diri kamu” ucap Rima menenangkan Suci.
\*\*\*\*\*
Sore itu, setelah menyelesaikan pekerjaannya, David pun kembali keapartemen miliknya, membersihkan diri dan membawa beberapa pakaian, rencananya dia akan bertolak menuju Bogor.
Dengan mengendarai mobil di tengah hujan yang mengguyur kota hujan tersebut, dengan senyum terpancar diwajah David membayangkan wajah pujaan hati nya.
Terdengar suara panggilan masuk di ponsel David, diliriknya nama yang tertera dilayar, kemudian David memasang handsfree.
“Oii.. dimana Lo ? base camp ya, gua tunggu sekarang!” Ucap Dito, sahabat yang merangkap asistennya perusahaan.
“Gak bisa bro!! Gua lagi ada urusan”
“Ah..!! Urusan paan sih?! Jomblo akut kaya lo itu kalau udah week end begini mau kemana coba, paling juga Gede - Gede in belek! Meluncur sekarang deh,, gua tunggu, dijamin gak garing! Banyak kaum hawa disini, boleh sekalian cuci mata, siapa tau hilalnya elu ketemu” ucap Dito sambil menyeringai
“Gaya amat lu!! Kaya lu enggak Jones aja, jomblo ngenes!! Ga usah banyak bacot deh, kalau status lu sama kaya gua, kaya hilal lu udah keliatan aja!” Jawab David tak mau kalah.
Dito terkekeh mendengar ucapan David, semua yang diucapkan David benar adanya, mereka adala dua sahabat yang memiliki nasib mengenaskan untuk hal percintaan.
“Emang lu lagi dimana sih Vid ?”
“Di suatu tempat pokonya!! Lagi ada misi penting dan rahasia!! Udah ya gua lagi konsentrasi!!” David langsung memutus panggilan Dito, membuat Diti melotot kesal.
__ADS_1
“Sialan nih duda perjaka!! Main putusin aja!! Emang dasar gak punya akhlak !!” Umpat Dito.