
Semalaman Kevin tidak bisa tidur memikirkan ucapan mamanya, sebenarnya ada sedikit keraguan dihati Kevin namun Setelah mama menyerahkan foto masa kecilnya yang wajahnya sangat mirip dengan Alvin putra Joelene.
Hingga pagi harinya dia berniat untuk kembali menemui Joelene di Bogor, Jullian sudah tiba dirumah menjemputnya untuk bertolak ke Brusel.
“Jullian,, tolong ganti kan aku meeting , aku harus menyelesaikan urusan ku disini” Jullian kaget mendengar ucapan bos nya itu, bagaimana mungkin Kevin melewatkan pertemuan penting ini, mengingat kondisi perusahaan yang dibangunnya sedang mengalami masalah finansial, hingga dia harus bekerja keras memulihkan keuangan perusahaannya.
“Bos,, ini meeting penting, bagimana mungkin bos melewatkan nya, bukankah momen ini adalah momen yang tepat untuk bos meraih kepercayaan madam Cloe untuk tetap bekerja sama dan berinvestasi pada kita, ayolah bos, kesampingkan dulu semua perkara wanita dalam hidup bos, fokuslah..” Ucap Jullian mulai Kesal atas tingkah bos sekaligus sahabatnya itu.
Kevin hanya terdiam belum memberikan jawaban, semua yang diucapkan Jullian benar adanya, dia memang harus profesional, fokus pada pekerjaannya, karena saat ini posisinya sebagai CEO dan bukan pemegang saham penuh.
“Oh boss.... come on!!” Ucap Jullian sambil menunjuk ke arah jam dipergelangan tangannya, menandakan waktu terus berjalan.
“Ok... wait a minute” Ucap Kevin sambil bergegas menemui Ibu nya untuk berpamitan.
“Ma... Kevin jalan dulu ya” sambil mencium pipi mamanya
“Loh... kok pagi sekali nak ? Ada apa ?”
“Aku berangkat ke Brussel ada meeting disana ma”
“Kevin... apa kamu benar - benar tidak mau menemui Joelene bersama mama nak ?”
“Aku akan menghubungi mama, aku jalan dulu ma, mama jaga kesehatan ya” ucap Kevin dengan Satu kecupan di pipi mamanya.
Suci hanya bisa menatap ke pergian putranya itu, tadinya dia berniat akan mengunjungi Joelene bersama dengan Kevin, karena rasa rindu nya terhadap bocah kecil yang di yakini adalah cucunya.
Sementara itu dirumah Oma, Joelene dan anggota keluarga lainnya tengah menikmati sarapan pagi, semua sudah bersiap - siap melaksanakan aktivitas.
“Aal... jangan lupa susunya diminum sayang, setelah itu kita berangkat bareng kakek ya” ucap Joelene mengingatkan putranya yang tengah menikmati sarapan roti isi.
“Mommy... apa hari ini om daddy tidak datang mengantarkan Aal sekolah ? Aal mau diantarin sama om Daddy Mommy, ayo telpon om Daddy..” Alvin merengek minta diantar sekolah oleh David.
Alvin memang sudah sangat dekat dengan David, bahkan Alvin sudah menganggap David Ayahnya, namun Joelene selalu saja melarang Alvin agar tidak terlalu dekat dengan David.
Tidak bisa dipungkiri memang David memiliki pesona yang mampu membuat kaum hawa tak berkutik ketika hanya mendapat tatapan matanya saja, namun Joelene berbeda dengan para wanita diluar sana, Joelene hanya biasa saja, bahkan tak sedikit para wanita yang iri melihat kedekatan Joelene dengan David.
David adalah sosok pria dengan paket lengkap yang sangat diidamkan para wanita, selain memiliki tubuh yang atletis juga memiliki ketampanan dan kemapanan, terbukti karirnya sebagai pengacara yang sudah banyak menangani kasus - kasus besar, tak jarang saat dalam persidangan, banyak kaum hawa yang mengikuti jalannya persidangan hanya sekedar menikmati ketampanan yang hakiki milik seorang David.
__ADS_1
“Sayang,, om David lagi sibuk nak, lagi banyak kerjaan, nanti juga kalau dia gak sibuk dia bakal datang nyamperin Aal,, jadi hari ini kita berangkatnya diantar kakek aja ya, ok, toss dulu dong ?”
Memasang wajah cemberut dengan mengerucutkan bibirnya, lalu dia pun menyambut tangan Joelene memberikan toss khas mereka.
\*\*\*\*\*
Sore hari saat jam pulang kantor, ponsel Joelene berdering, panggilan dari David.
“Joan.. udah pulang kerja ?”
“Baru keluar kantor, lagi nunggu ojol, kenapa ?”
“Kok gak naik taksi aja, naik motor itu bahaya Jo, ntar kamu masuk angin, apalagi kalau ketemu sama driver ojol yang rese suka mencari kesempatan dalam kesempitan, sekarang banyak lo kasus pelecehan terhadap perempuan” Ucap David mengjngatkan dan ini bukan hanya sekedar mengingatkan tapi lebih kepada rasa peduli, sayang, perhatian dan sejenisnya namun Joelene tidak pernah peka.
“Paan sih,, ujug-ujug nelpon, terus ngomel - ngomel lagi ! aku udah biasa naik ojol Dave, bahkan dari masih perawan, kamu ngapain nelpon sore - sore begini ?”
“Joan,,aku mau minta tolong ke kamu, malam ini ada acara makan malam dengan relasi, jadi aku tuh bingung gak punya pasangan, kamu mau ya temenin aku, please..??” David memohon
“Ih... suka seenaknya ya!! Kamu mau ajakin aku acara makan malam, kenapa baru nelponnya sekarang, aku ya gak punya persiapan lah Dave, ntar kamu malu lo bawa - bawa aku, gak ah... cari temen kamu aja deh, jangan aku!”
“Ya temen aku ya kamu Joan, aku tuh gak punya temen cewek yang masih single, masa iya sih aku bawa - bawa istri orang, ayolah Jo,, kamu gak perlu persiapan apa - apa, semua udah aku siapin, pokoknya kamu tunggu aja disitu, ntar ada sopir yang jeput kamu terus bawa kamu ke salon buat siap - siap, soalnya aku masih dijalan nih, lumayan macet, ok.. tungguin ya?!”
“Pokoknya kamu tungguin disitu, jangan kemana - mana, dia udah otw, bentar lagi juga nyampe kok, ok Joan,, thanks ya”
“Hem.... ini semua gak gratis lo!! Aku minta imbalannya”
“Apa pun itu Joan..” Ucap David dengan lengkungan senyum dibibirnya diseberang sana.
Hanya berselang lima menit telpon dengan David terputus, mobil minivan berwarna hitam tiba, dan sang supir keluar.
“Maaf dengan Ibu Joelene Anastasia ?” Tanya nya pada Jolene
“Iya benar pak, dengan bapak ...?”
“Johan bu, saya diperintah oleh pak David untuk menjemput Ibu, mari bu, silahkan...” Ucap Johan sang supir dengan santun
“Oh... Iya Terima kasih pak” Jawab Joelene dan langsung melangkah masuk kedalam mobil tersebut.
__ADS_1
Dari kejauhan sepasang mata tajam memperhatikan Joelene, seperti tidak senang.
“Siapa sebenarnya wanita ini,, kenapa dia bisa dijemput mobil mewah itu, apa mungkin dia simpanan om - om,atau para pejabat?” Ucap wanita yang memperhatikan Joelene tersebut dengan smirk di wajahnya yang tak lain adalah Dita sang manager.
Joelene pun dibawa ke sebuah salon mewah, sesampainya disalon tersebut Joelene disambut bak pelanggan prioritas, ia pun langsung dibawa kedalam untuk mulai di make over.
Sebenarnya Jolene sedikit heran, kenapa David yang seorang pengacara dan berkantor di Jakarta, begitu disegani di salon khusus wanita di kota Bogor ini, padahal David berdomisili dijakarta dan masih single, namun sepertinya pemilik salon ini sangat mengenal David, seperti David sudah sering mengantarkan Pacar atau istrinya kesalon ini.
Joelene pun asik dengan pikirannya sendiri, sementara para karyawan salon mulai me make overnya.
Setelah selesai di make over, Joelene pun dibawa ke ruang ganti untuk mengganti baju yang sudah disediakan David, entah bagaimana caranya David bisa mendapatkan gaun yang begitu sesuai dengan tubuh Joelene.
Usai mengenakan gaun, Joelene pun berputar - putar didepan kaca, masih tidak percaya mengapa gaun yang disiapkan David begitu pas dengan nya.
“Sebenarnya Dave ini apa sih, pengacara apa ahli pemadu padankan, kenapa gaun ini begitu pas ditubuhku, juga sepatu ini, ukuran nya juga sesuai dengan kaki ku” dia bergumam dalam hati sambil masih berputar - putar didepan kaca, memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kakinya sendiri, merasa tidak percaya kalau sosok yang ada didepan vermin itu adalah dirinya sendiri.
Joelene terlihat begitu berbeda, rambutnya yang coklat panjang bergelombang ditata rapi dan dibiarkan tetap tergerai, dengan polesan make up flawless namun terkesan elegan, gaun panjang selutut berwarna hitam dengan taburan Swarovski pada bagian kerah sabrina, lengkap dengan clutch dengan brand ternama bertabur kristal serasi dengan hell’s hitam yang juga dari brand ternama yang dikenakannya ada aksen kristal pada bagian atas menambah kemilau.
Setelah usai berdandan, ponsel Joelene berdering dan panggilan dari David.
“Joan kamu udah selesai?”
“Kamu dimana Dave aku udah lima belas menit yang lalu selesai, kamu udah nyampe mana ?”
“Ok,,aku udah otw ketempat kamu, sebentar ya” kemudian panggilan terputus dan David menambah kecepatan nya untuk segera tiba.
Mobil david memasuki area parkir salon, dia pun melangkah kan kaki nya masuk kedalam dan disambut oleh kasir.
“Malam mas,, ada yang bisa saya bantu ?” Ucap sang kasir
“Malam.. saya mau jeput teman saya, apa sudah selesai ?”
“Oh.. sebentar mas, saya panggilkan” kemudian kasir tersebut menyambungkan panggilan interkom.
Tak lama, Joelene pun keluar dari bagian dalam salon, David belum menyadari kehadiran Joelene, karena posisinya membelakangi Joelene, hingga Joelene pun berucap
“Berangkat sekarang ?”
__ADS_1
David pun berbalik keara asal suara yang didengarnya itu dan betapa David terperangah menatap Joelene dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan kagum dan tak percaya karena semua yang dipilihnya sangat sesuai dikenakan Joelene, David pun terpesona.