Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 45


__ADS_3

Joelene pun ikut bergabung di ruang makan, ia duduk persis disebelah Suci, yang berhadapan dengan Tuan Edward dan David, sementara Kevin berada duduk di sudut sebelah kanan Joelene.


“Pak Kevin, anda beruntung sekali memiliki istri yang pintar memasak, setiap hari anda bisa di masakin menu - menu spesial yang pastinya sangat lezat” puji Edward


“anda benar tuan,,” jawab Kevin singkat.


David yang posisinya tepat berhadapan dengan Joelene terus saja menatap kearah Joelene.


“Benar sekali Tuan, saya dan menantu saya ini memiliki hobi yang sama, yaitu memasak dan tentunya makan juga, saya jadi berasa punya teman Dirumah, apalagi selama ini saya selalu sendiri, karena saya hanya mempunyai dua putra yang selalu sibuk dengan urusan mereka masing - masing”


“Tapi kan putra sulung ibu juga sudah menikah, istrinya berada dimana ? Lalu nyonya Kevin sendiri tidak bekerja ?” Tanya Edward


“Saya bekerja Tuan, diperusahaan eksport Import” jawab Joelene


“Oh.. dia juga banyak urusan, jadi saya setiap hari Dirumah sendirian, makanya saya pengen Kevin cepat - cepat punya anak, biar rumah jadi rame dan saya gak kesepian lagi” ucap Suci


“Uhukkk..uhuk...”


Joelene yang sedang minum, seketika tersedak mendengar ucapan Suci barusan.


“Kenapa nak..? Pelan dong..” ucap Suci sambil menghapus lembut punggung Joelene.


“Baiklah bu Suci, terima kasih atas jamuannya, kami undur diri dulu dan tidak menutup kemungkinan kami akan numpang makan kesini lagi, karena masakannya buat ketagihan” canda Edward saat berpamitan


“Tentu saja tuan Edward, pintu rumah kami terbuka lebar untuk anda dan Tuan David, terima kasih juga sudah mau memenuhi undangan kami dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dihati tuan Edward dan tuan David”


“Sama - sama bu, panggil David saja bu, mungkin usia saya setara dengan putra Ibu”


“Iya baiklah David, sekali lagi terima kasih” ucap Suci.


*****


Malam hari, Kevin pulang dari kantornya, terlihat suasana rumah sepi karena memang sudah pukul 21.00 Wib, Suci sudah masuk kekamarnya, Mona pastinya sudah pergi keluar bersama teman - teman sosialitanya, sementara Adrian entah dimana.


Kevin beranjak kekamarnya yang terletak dilantai dua. Dibuka nya pintu kamar, lalu masuk dan duduk di sofa panjang yang ada didalam kamar kemudian melonggarkan dasinya.


Masih menatapi layar ponselnya, melihat beberapa pesan masuk dan jadwal kegiatan esok hari, tiba - tiba tersadar lalu meletakkan ponsel di atas sofa dan segera mencari sosok Joelene.


Di ketuknya pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban, kemudian diraihnya handle pintu lalu membukanya namun dia tidak menemukan Joelene disana.


Kemudian dia beralih kearah balkon dikamarnya, diraihnya handle lalu membukanya, namun dia juga tidak menemukan Joelene disitu.


Dibuka nya lemari pakaian yang ada dikamarnya, dia tidak menemukan pakaian Joelene dan pada meja rias juga Kevin tidak menemukan peralatan kosmetik wanita.


Kevin pun keluar kamar dan berjalan kearah tangga, namun Kevin mendengar suara pintu dibuka, Kevin pun berbalik dan melihat kearah suara pintu yang dibuka, dilihatnya Joelene keluar dari pintu yang tepat berada disebelah kamar Kevin.


“Sudah pulang,, mau aku siapkan air mandi ?” Ucap Jojo


“Kamu sedang apa disana ?” Tanya Kevin karena melihat Jojo keluar dari kamar yang berada disebelah kamar Kevin.


“Oh.. iya aku tidur disitu, kata Ibu Ratna itu kamar tamu” ucap Joelene


“Kenapa tidur disitu ?”

__ADS_1


“Ya..ya.. biar kamu nyaman aja berada dikamar kamu, gak merasa canggung karena harus berbagi dengan orang asing” ucap Joelene


“Kenapa kamu berucap seperti itu ? apa aku pernah bilang kalau kamu itu orang asing, bahkan posisi kamu mengalahkan posisi Mona yang terlebih dahulu menjadi menantu Dirumah ini”


“Kamu memang tidak pernah bilang begitu, tapi aku sadar kehadiranku membuat kamu tidak nyaman, terlebih diruang pribadi kamu, kamu jadi merasa asing dan canggung, aku gak mau kamu jadi seperti itu, tenang aja, aku udah bilang ke bu Ratna kalau aku yang belum merasa nyaman sekamar dengan orang asing, apalagi seorang pria, nanti aku akan ngomong ke Mama” ucap Joelene yang merasa kehadirannya membuat Kevin merasa canggung berada dikamarnya sendiri.


Kevin memijat pelipisnya, bingung jika mamanya bertanya mengapa mereka berbeda kamar.


“Apa kamu mau aku siapkan air hangat untuk mandi ?” Tanya Jojo lagi


Kevin tak menjawab, dia hanya mengangguk dan masuk kedalam kamarnya.


Joelene pun menyusul masuk kekamar Kevin lalu menuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Kevin.


Setelah menyiapkan air hangat, Jojo pun menyiapkan handuk dan sebelum beranjak keluar kamar Kevin, Joelene menyiapkan baju ganti untuk Kevin yang diletakkan diatas kasur.


Kevin sedang berada pada balkon dan sedang menikmati rokoknya, karena hari ini sungguh sangat melelahkan buatnya, untuk menyelamatkan perusahaan papanya yang sudah diambang kebangkrutan, hingga dia harus segera mencari investor baru untuk menanamkan sahamnya pada perusahaan demi mempertahankan perusahaan.


Joelene berjalan mendekat ke pintu balkon, hanya berhenti sampai diambang pintu kemudian Jojo berucap,


“air nya sudah aku siapkan, aku berada dikamar sebelah kalau butuh apa - apa”


Kevin hanya mengangguk sambil mengepulkan asap rokoknya ke udara.


Usai Joelene keluar dari kamar Kevin, kevin pun masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri berendam pada bathube untuk merilekskan tubuhnya.


Kevin masuk kekamar mandi dan mulai membenamkan tubuhnya dalam bathube dengan air hangat yang sudah diracik Joelene dengan mencampurkan beberapa tetes esensial aroma therapy yang membuat rileks.


Kevin sangat menikmati mandinya, hingga dalam hatinya memuji Joelene


Usai mandi, Kevin pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk sebatas pinggang.


Dilihatnya diatas kasur sudah tersedia pakaian gantinya, lengkap dengan pakaian dalamnya.


Kevin tersenyum tipis sambil meraih pakaiannya lalu mengenakannya.


*****


Pagi hari, Jojo menyiapkan sarapan yang dibantu oleh Asisten rumah tangga, usai memasak nasi goreng, Joelene pun bersiap berangkat kerja.


Tapi sebelum dia bersiap, terlebih dahulu Joelene mempersiapkan kebutuhan Kevin.


Diketuknya pintu kamar Kevin, tidak ada jawaban lalu dia mencoba membuka handle pintunya, tidak terkunci kemudian Joelene masuk.


Dilihatnya Kevin masih terlelap, lalu Joelene membuka lemari Kevin dan menyiapkan pakaian kerja Kevin dan memadu padankan dengan warna dasi yang akan dikenakan Kevin.


Joelene terlebih dahulu turun kelantai satu kemudian membantu ART menata sarapan di meja makan.


“Wahh,,, harum sekali,, pagi - pagi mama udah mencium aroma masakan yang sangat lezat sampai mama buru - buru karena ingin tau apa yang terjadi didapur sini, ternyata Anak mama lagi masak, jadi pengen cepat - cepat sarapan nih, ayo kita langsung sarapan,, Kevin udah siap nak ?”


“Mungkin udah ma, sebentar Jo panggilin” ucap Joelene, namun sebelum Joelene naik, Kevin sudah turun dari lantai dua.


“Panjang umur, belum di panggil orang nya udah nongol aja, ayo sini sarapan nak, masakan Joelene lo ini, pasti enak banget deh” ucap mama yang tak henti memuji Joelene .

__ADS_1


Kemudian Mona dan Adrian pun keluar dari kamar mereka dan menuju ruang makan untuk sarapan.


“Harum banget, masak apa sih, kaya nya harumnya beda sama masakan biasanya” ucap Adrian sambil meraih kursi nya.


“Ini masakan Joelene, ayo kita sarapan” ucap Suci


Semua sudah duduk dikursi makan dan mulai menyantap nasi goreng masakan Joelene, hanya Kevin yang memilih sarapan dengan roti dan selai kacang.


“Kamu gak nyobain nasi goreng masakan Joelene nak ? Enak banget lo ini” ucap Suci


“Mama kan tau aku dari kecil gak suka makan nasi” ucap Kevin


“Gak ada salahnya dicoba dulu nak, lagian kan itu dulu waktu kecil, kamu sering muntah - muntah kalau dikasi nasi, sekarang kan kamu udah dewasa bukan anak - anak lagi, udah bisa bikin anak malah” goda Suci


Mona senyum tipis melihat mertuanya yang sangat bekerja keras untuk membuat Kevin mencintai Joelene, karena Mona tau Kevin menikahi Joelene bukan karena cinta tapi karena keinginan Mamanya.


Mona tau selera Kevin, Joelene jauh dari kriteria Kevin yang menyukai wanita yang perfectionist, modis dan sangat memperhatikan penampilan, apalagi sebenarnya dulu Kevin sempat berhubungan dengan Mona, namun setelah papa Kevin meninggal dunia dan dia tau posisi Presdir akan digantikan oleh Adrian, Mona pun mengakhiri hubungannya dengan Kevin dan mendekati Adrian hingga akhirnya dia berhasil menikah dengan Adrian.


“Aku berangkat ma” pamit Kevin pada mama nya sambil mencium pipi mamanya


“Hemm,,, kamu bareng Joelene kan, hati - hati dijalan ya nak” ucap Mamanya


“Jo berangkat ya ma”


“Iya sayang, kalian hati - hati dijalan ya” ucap Suci pada Joelene.


Usai mereka semua berangkat, kini hanya tinggal Mona dan Suci di ruang makan.


“Keliatanya Kevin tidak begitu menyukai istrinya itu ya ma, coba mama lihat, istrinya udah bersusah payah menyiapkan sarapan untuknya tapi dia malah memilih sarapan yang lain” ucap Mona yang mulai melancarkan aksinya untuk merubah pandangan mertuanya itu tentang Joelene.


“Maksud kamu apa Mona,, kenapa kamu berkata begitu ?”


“Ya mama liat aja sendiri, harusnya kan kalau pengantin baru itu kan lagi hangat - hangatnya, pasti terlihat mesra, sementara mereka seperti orang asing, tidak saling kenal satu sama lain, mama pasti tau lah anak mama itu seperti apa, kalau dia memang menyukai wanita itu, mama pasti tau cara Kevin memperlakukan wanita yang dicintainya”


“tutup mulut kamu Mona ! Kevin itu mencintai Joelene, tapi memang dia seperti itu, sedikit tidak perduli dan dia memang tidak suka mengumbar kemesraan Didepan orang - orang”


“Yah... terserah mama deh,, tapi menurut aku ya, Kevin itu tidak mencintai Joelene, Kevin itu kan orangnya sangat perfectionist, mama liat aja penampilan wanita itu, dia memang cantik tapi dia tidak memperhatikan penampilannya, terkesan urakan, yang aku perhatikan juga dia berbeda dengan kedua kakaknya itu, menurut aku sih dia bukan anak kandung dari keluarga Winata” Mona mulai meracuni pikiran Suci untuk mempertahankan posisi nya sebagai menantu satu - satunya.


“Jaga ucapan kamu Mona !!”


“Ya aku sih terserah mama saja, waktu menikah juga, bukan Pak Winata yang menikahkan mereka, emang mama mau punya menantu apa lagi punya cucu dari keturunan yang gak jelas, bisa saja dia anak pungut dari panti asuhan atau mungkin saja anak yang terbuang dijalan lalu di angkat keluarga Winata”


Plaakk......


Suci melayangkan tangannya pada pipi mulus Mona


“Sekai lagi kamu bicara begitu, kamu akan rasakan yang lebih perih lagi pada pipi kirimu!!” Ucap Duci lalu beranjak meninggalkan Mona yang masih memegang pipinya.


Hai..hai para readers kesayangan author, lama tak menyapa, saya mau mohon maaf kalau belakangan up nya gak lancar, dikarenakan beberapa hal yang sedikit urgent jadi kehaluan author sedikit terganggu, namun author akan tetap berusaha agar bisa up minimal satu bab perhari, biar para readers gak lupa sama Joelene, Kevin dan lainnya.


Mohon dukungan juga untuk author pemula seperti saya yang masih banyak kekurangan ini, boleh lah tinggalkan jejak comment, vote, gift dan favorite nya biar kalian dapat notif setiap bab baru dan author lebih semangat lagi.


Akhir kata, semoga kita semua sehat dan bahagia selalu.

__ADS_1


Salam,


La Shakila 🌷


__ADS_2