Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 42


__ADS_3

“Karena,,,karena Jojo bukan putri kandung Ayah”.


Semua yang ada diruangan itu terkejut, Terlebih Jojo, dia langsung mendekat pada Ayah dan berlutut tepat dihadapan Ayah


“Maksud Ayah apa ? Kalau bukan anak Ayah, lalu siapa orang tua Jojo Yah, dimana mereka sekarang?”


Ibu yang juga tidak tau kebenaran ini,ikut shock mendengar ucapan Ayah.


Flash Back


Terdengar suara ketukan dipintu rumah keluarga Winata, sang ART segera membukakan pintu.


“Maaf Ibu cari siapa ?” Tanya ART


“Winata ada ?” Tanya wanita yang berdiri didepan pintu


“Ada,, dengan Ibu siapa ya ?”


“Saya Clara teman Winata”


“sebentar Bu,, ohya.. silahkan masuk” sang ART mempersilahkan Clara yang datang tidak sendiri, ia menggendong bayi perempuan yang masih berusia satu bulan.


Tak lama winata keluar dan menemui Clara.


“Clay,,, ada apa ini ?” Tanya Winata


“Win,, maaf mengganggu istirahat kamu, aku mau minta tolong”


“Minta tolong apa Clay ? Ada apa sebenarnya dan ini anak siapa ?”


“Aku sudah menikah dan ini putriku, tapi aku tidak diterima keluargaku, mereka juga tidak menerima pernikahanku, saat ini aku berencana memperjuangkan hak putriku pada Ayah nya, tapi aku gak mau mereka mangambil anakku dari ku, maka dari itu aku mau minta tolong,, aku titip anakku, aku akan menemui Ayah dari putriku, setelah semua urusanku selesai , aku akan kembali kesini. Aku gak punya siapa - siapa selain kamu Win, kamu sahabat ku yang paling aku percaya, keluargaku tidak mau tau lagi dengan ku, aku mohon kamu mau membantu ku Win” Ucap wanita itu sambil meneteskan air mata.


“Kamu mau kemana setelah ini ?” Tanya Winata


“Aku akan menemui Ayah dari putri ku yang berada dinegara asalnya di Belgia, aku akan memperjuangkan hak putriku sebagai putrinya, agar kelak dia tidak kesulitan, aku titip putriku, perlakukan dia seperti putri mu juga, aku pergi dulu dan aku minta maaf sudah merepotkan keluarga kamu” pamit Clara sambil menyerahkan bayi mungil yang digendongnya itu pada Winata.


Saat Clara datang, istri Winata sedang tidak berada dirumah, hingga saat dia pulang, dia menjumpai ada sosok bayi perempuan mungil dirumahnya, hingga Istrinya menganggap kalau Winata berselingkuh dan bayi itu adalah hasil dari perselingkuhannya dengan wanita lain, beberapa kali Winata menjelaskan yang sebenarnya, namun Istrinya tidak menerima penjelasan, sejak itu Ibu selalu berlaku berbeda pada Jojo.


Flash Back Off


“Jadi sebenarnya Jojo bukan anak Ayah ?” Ucap Ibu yang masih tak percaya akan penjelasan Ayah


“Iya,, dia putri Clay sahabat Ayah sejak SMU, kami memang sangat dekat, dia sering curhat dengan Ayah, belakangan Ayah tau dia sedang dekat dengan seorang warga negara asing, Setelah itu Ayah tidak tau lagi kabar Clay dimana, hingga akhirnya dia datang menitipkan Jojo pada Ayah dan setelah itu Clay tidak pernah Ayah temui, sempat beberapa kali Ayah mencarinya dirumah orang tuanya, namun orang tua Clay juga sudah tidak tinggal disana lagi dan rumah keluarganya sudah dijual dan tidak tau mereka pindah kemana”


Jojo yang masih terus menyimak cerita Ayah sambil bersimpuh dihadapan Ayah, tak kuasa membendung air matanya yang kian deras mengalir membasahi pipinya.


Suasana ruangan menjadi hening, hanya terdengar suara Ayah dan isakan tangis Jojo.

__ADS_1


“Ja..jadi... sekarang kedua orang tua Jojo berada dimana Yah?” Tanya Jojo masih sambil terisak


“Maaf kan Ayah, belakangan Setelah acara lamaran keluarga Kevin, Ayah sudah mencoba mencari orang tua kamu nak, tapi hasilnya Ayah tidak menemukannya, hingga Ayah memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya”


Ibu yang sedari tadi terdiam, menyalahkan dirinya yang selama dua puluh tahun lebih sudah berlaku tidak adil pada Jojo karena menganggap Jojo sebagai hasil perselingkuhan suaminya kini tak kuasa menahan air mata.


Ibu pun kemudian mendekati Jojo yang masih tertunduk dan bersimpuh dihadapan Ayah, meraih bahu Jojo lalu menagup kedua pipi Jojo dan mengangkat dagunya


“Maaf kan Ibu nak, Maaf kan Ibu,,”


hiks...hiks...


Kemudian keduanya saling berpelukan bercucuran air mata, ibu tak henti menyalahkan dirinya yang tidak pernah percaya atas penjelasan Ayah tentang siapa Jojo sebenarnya, fikirannya sudah dibutakan sebuah rasa penghianatan.


Kedua kakaknya Jannet dan Jennifer pun ikut bercucuran air mata, mereka tak menyangka selama ini bahwa adik kecil mereka itu ternyata bukan adik kandung mereka.


“Sebelum Ayah memberi tahu kamu, Ayah juga sudah menceritakan pada Kevin, agar kelak dia tidak salah paham dan dia bisa menerimanya, kamu jangan khawatir nak, Ayah pastikan pernikahan kamu pasti akan tetap berjalan, sudah jangan menangis lagi,,” Ucap Ayah


“Sudah nak, serahkan semua pada Ayah, sekarang kamu istirahat dan jangan menangis lagi, itu akan membuat penampilan kamu jelek, masa iya pengantin wajahnya sembab gara - gara kebanyakan nangis” ucap Ibu sambil menghapus air mata yang masih membasahi pipi mulus Jojo.


Kemudian Jannet dan Jennifer pun mendekati Jojo, kemudian mereka bertiga saling berpelukan


“Apapun yang terjadi, kamu tetap adik kecil kami, yang paling kami sayangi, gak ada yang bisa merubah nya” Ucap Jannet yang masih memeluk Jojo, membuat tangisan Jojo semakin pecah.


“Mengapa perasaan sedih dan bahagia datangnya bersamaan”


Namun sebaliknya, Jojo masih melamun menatap keluar jendela kamarnya, diraihhnya ponsel, kemudian menghubungi Kevin


“Ya ada apa, kenapa belum tidur ?” Ucap suara dari seberang yang juga sepertinya belum tidur


“Aku ingin bertemu, bisa kita bertemu ?”


“Ada apa, ada yang mau dibicarakan? Bicarakan saja disini, hari sudah malam” Ucap Kevin


“Aku mau bertemu, tidak enak bicara melalui telpon, temui aku di caffe 24 jam, nanti aku share lokasinya” Ucap Jojo hendak memutus panggilan namun Kevin langsung menjawab


“Aku jeput, tunggu dirumah!” Ucap Kevin


“Tidak perlu, aku bisa datang sendiri, itu akan memakan waktu, kita bertemu disana” ucap Jojo menolak dijeput Kevin


“Dijeput, atau tidak bertemu!!” Ucap Kevin menegaskan bahwa dia akan tetap menjeput Jojo.


Jojo pun terdiam, kemudian bersiap menunggu Kevin mejemputnya.


Jojo turun dari lantai dua kamarnya dengan mengendap - endap sambil meninting sepatu flat nya, membuka pintu seperti maling yang mencoba membuka pintu targetnya.


Hingga akhirnya Jojo berhasil berada diluar rumah, namun Jojo lupa membawa kunci pagar rumah.

__ADS_1


Hingga Kevin tiba, Jojo masih berada didalam halaman rumah, hingga Jojo berinisiatif memanjat pagar rumahnya.


Kevin membolakan matanya menatap Jojo, kemudian dia menggelengkan kepala melihat tingkah Jojo barusan yang seperti anak perawan yang kabur dari rumah.


“Tidak bisa bicara besok saja?” Tanya Kevin Setelah Jojo masuk kedalam mobil


“Ini penting, kalau bicara besok kamu akan menyesal karena sudah terlambat, jalankan mobilnya” Ucap Jojo, Kevin mengerutkan dahinya mencerna ucapan Jojo.


Setelah mengikuti petunjuk Jojo, akhirnya mereka tiba disebuah tempat yang jauh dari keramaian dan letaknya berada dikawasan perbukitan.


Ada gazebo diantara padang rumput yang terhampar, sedikit angin meniup menyapu dingin kulit mereka.


“Ada apa mengajak kemari ?” Tanya Kevin


“Ini soal aku dan keluargaku, mungkin kalau aku memberi tahu sekarang pastinya belum terlambat, maaf jika aku baru memberi tau sekarang karena aku juga baru tau malam ini dari Ayah”


“Soal apa ?”


“Aku... aku bukan anak kandung dari Ayah winata” Ucap Jojo


“Lantas, masalahnya dimana ?”


“Masalahnya, aku juga gak tau siapa Ayahku dan dimana dia dan besok, besok kita akan menikah dan pastinya lagi Ayah tidak bisa menikahkan aku, mungkin itu akan menjadi tanda Tanya besar bagi keluargamu dan mereka akan beranggapan macem - macem tentang aku,, dan bisa dipastikan itu akan merusak nama keluargamu yang terhormat” jelas Jojo


“Hanya itu saja masalahnya? Aku rasa sudah cukup, ayo pulang hari sudah hampir pagi” Ucap Kevin beranjak dari duduknya menuju mobil


“Kau tidak keberatan? Semua belum terlambat, kita bisa membatalkan pernikahan ini, aku tau kau mau menikah dengan ku karena permintaan tante Suci dan waktu itu juga keadaan masih baik - baik saja, tidak ada yang buruk, tapi sekarang, sebuah rahasia tentang diriku sudah terungkap dan semua belum terlambat untuk di akhiri”


“Pernikahan akan tetap terjadi, meski Tuan Winata tidak bisa menikahkan kamu dan aku tidak ambil pusing dengan semua itu, yang terpenting buat ku saat ini, Mama bahagia atas pernikahan ini”


“Ya,,, memang benar firasatku,, kalau kamu mau menikah denganku juga atas keinginan mama mu, baiklah”.


Pagi hari nya, seluruh keluarga sudah bersiap dengan pakaian terbaik mereka, pernikahan akan digelar disebuah rumah ibadah dan sesuai permintaan kedua keluarga, untuk acara pernikahan hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja dan Jojo hanya mengundang Ella pada acara akad nikah.


Seluruh keluarga sudah berkumpul, baik itu keluarga mempelai pria maupun wanita, Jojo masih disembunyikan disebuah ruangan hingga proses ijab qobul selesai, barulah Jojo bisa dibawa keluar bertemu dengan mempelai pria.


Dengan satu tarikan nafas, Kevin dengan lantang mengucapkan ijab qobulnya didepan penghulu, tangan Kevin berjabat erat dengan tangan Wali hakim yang menikahkan Jojo.


Seluruh keluarga bertanya - tanya, tak terkecuali Suci yang menjadi bingung melihatnya.


Setelah selesai mengucapkan ijab qobul, Jojo pun segera dibawa oleh Ella keluar ruangan tersebut dan menuju tempat akad nikah tadi berlangsung.


Wajahnya terlihat sangat cantik, walau malam hingga menjelang pagi dia belum memejamkan matanya.


Kevin menatap dingin tapi terlihat mimik wajahnya mengagumi paras cantik Jojo.


Usai prosesi akad nikah, berlanjut ke acara resepsi pernikahan yang digelar disebuah hotel berbintang milik keluarga Kevin.

__ADS_1


__ADS_2