Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 77


__ADS_3

Sore hari tepat pukul 3 Joelene sudah kembali ke hotel tempat dia menginap, untungnya teman - temannya belum kembali dari berjalan - jalan hingga mereka tidak mengetahui kebohongan Joelene yang berpura - pura sakit demi mencari Mommynya.


Tak lama teman sekamar Joelene kembali, dia mendapati Joelene baru selesai mandi.


“Gimana Jo, udah mendingan ?” Tanya Dian


“Sudah, mungkin aku kecapean aja butuh istirahat, ohya... malam ini kita ada kegiatan apa ?” Tanya Joelene pada Dian


“Kita malam ini dapat undangan, jadi tuh pemilik perusahaan kita sedang berulang tahun, jadi dia undang kita juga ke acara ulang tahunnya Jo, Duhh... mana aku juga gak bawa baju pesta lagi, kita keluar yuk, nyari baju, masa iya diacara besar kita cuma pakai baju seadanya, yang ada kita bikin malu bis kita sendiri, yuk Jo!” Ajak Dian


“Ya udah, bentar aku ganti baju dulu” ucap Dian setuju atas rencana Dian.


Mereka sudah berasa di sebuah pusat perbelanjaan, butik Dengan brand - brand kenamaan berjajar disana, Joelene San Dian pun memasuki salah satu outlet.


Memilih beberapa dress dan gaun malam, mencoba beberapa, memadu padankan hingga menemukan yang cocok.


Joelene memilih gaun terusan panjang berwarna hitam dengan kerah Sabrina dengan aksen Swarovski dibagian dada, belahan tinggi hingga mencapai pangkal paha kanan, Joelene memadukan dengan hight heels silver dan clutch silver yang menambah anggun penampilan Joelene.


Usai belanja, Joelene dan Dian kembali kekamar hotel mereka, untuk bersiap - siap menghadiri undangan ulang tahun owner perusahaan tempat mereka bekerja.


Tepat pukul 18.30 mereka dijemput mobil yang akan mengantarkan mereka menuju hotel berbintang lima tempat acara ulang tahun berlangsung.


Joelene malam itu terlihat sangat memukau, dengan penampilan rambut baru nya hasil make over kakaknya yang di biarkan tergerai dengan memberi sedikit layer, Jennifer juga mengajarkan sedikit trik make up simple nan elegant hingga Joelene tak perlu pergi ke penata rias.


Joelene dan beberapa rekannya memasuki lobby hotel berbintang lima tersebut, mereka disambut bak artis Hollywood yang akan menghadiri pembacaan nominasi bergengsi yang sering dihadiri oleh artis - artis ternama.


Joelene dan Dian berjalan beriiringan diatas red carpet yang terbentang panjang, mereka pun di tuntun menuju lantai atas hotel tersebut, tempat acara pesta berlangsung.


Sesampainya mereka dilantai atas, suasana susah cukup ramai, mereka duduk di sebuah meja bundar yang sudah dipersiapkan untuk para tamu VIP termasuk mereka.


Mereka pun duduk sambil menikmati jamuan yang sudah tersaji.

__ADS_1


Suaaana begitu meriah, banyak tamu dan undangan sari kalangan artis papan atas dan juga para pengusaha yang datang memberi ucapan selamat dan do’a panjang umur.


Joelene sendiri selaku staff belum mengenal sosok BIG boss mereka, hingga mereka sangat penasaran ingin melihat seperti apa rupa dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja itu, yang sangat baik hati memberikan reward semewah ini pada staff biasa seperti mereka.


Acara demi acara berlangsung, beberapa artis luar negeri bernyanyi menyumbangkan sebuah lagu.


Suasana tiba - tiba hening, saat MC memanggil yang berulang tahun untuk naik ke panggung menyampaikan ucapan terima kasih pada para tamu dan undangan.


Joelene dan rekan - rekannya menunggu detik - detik saat sang owner menaiki pentas untuk bicara kedepan.


Tak lama muncul sosok yang mereka tunggu, ternyata owner yang selama ini mereka bayangkan seorang laki - laki berwibawa, penuh kharisma ternyata seorang wanita yang walaupun sudah terlihat kerutan diwajahnya namun tetap terlihat cantik di usianya yang sudah tak muda lagi.


Dia berjalan begitu anggunnya, semua mata tertuju padanya, mengagumi sosok wanita kuat itu.


Wanita itu meraih microphone pun mulai bicara


“Terima kasih buat semua para tamu dan undangan yang sudah berkenan hadir diacara ini, terima kasih juga atas do’a dan pengharapan yang telah di tujukan pada saya, semoga kita semua selalu dalam lindungan yang maha kuasa dan selalu berlimpah kebahagiaan. Malam ini tak lupa saya ingin mengucapkan terima kasih pada tamu istimewa saya yang sudah hadir disini, meluangkan waktu dan tenaga nya, karena jarak yang begitu jauh, tapi mereka tetap berkenan hadir disini menghadiri hari ulang tahun ini. Baiklah saya mohon untuk tamu spesial saya yang telah hadir disini untuk naik keatas bersama saya, kepada All staff saya yang berasal dari negara kelahiran saya Indonesia untuk naik keatas sini bersama saya”


Joelene dan rekan - rekannya terkejut, tidak menyangka kalau merekalah tamu istimewa yang dimaksud oleh ibu Owner tadi.


Semua mata para undangan tertuju pada mereka, mereka merasa sangat diistimewakan malam itu.


Sesampainya diatas pentas, salah satu dari rekan Joelene meminta Joelene untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan ucapan selamat ulang tahun.


“Terima kasih buat tamu istimewa saya yang malam ini sudah hadir disini, saya merasa rindu akan kampung halaman saya terobati berkat kehadiran kalian semua, terima kasih saya ucapkan atas dedikasi kalian terhadap perusahaan saya yang baru saja berdiri di Indonesia, tidak menutup kemungkinan saya akan pulang ke kampung halaman saya dan bergabung dengan kalian disana, semoga kedepannya kita akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan pribadi kita masing - masing”


Kemudian Joelene pun mewakili memberikan sambutan dan Joelene pun mulai bicara.


Saat Joelene mulai bicara, ada salah satu diantara para tamu undangan yang hadir menatap dengan seksama kearah Joelene.


“Apa dia Joelene ? Kenapa tampilannya sangat berbeda, atau mungkin hanya kebetulan mirip atau aku yang masih terbayang - bayang akan wajahnya saat kemarin di lampu merah itu? Tapi kenapa wanita itu begitu mirip dengan Joelene, kalau dia memang Joelene, kenapa dia terlihat begitu cantik,,, ahh.... apa yang aku fikirkan!!” Hati Kevin bergumam.

__ADS_1


Sementara Jullian asisten Kevin yang juga berada pada meja yang sama dengan Kevin sesekali menatap kearah Kevin seperti ada yang ingin dia katakan.


Setelah Joelene usai memberikan ucapan mewakili dari rekan - rekannya, kemudian wanita pemilik perusahaan yah sedang beruang tahun itu meraih microphonenya lalu berucap


“Terima kasih buat nona...?”


“Joelene Madam, Joelene Anastasia” ucap Joelene


“Ah iya,, terima kasih buat nona Joelene dan rekan -rekannya yang sudah hadir, semoga kalian menikmati liburan disini” ucapnya.


Saat Joelene mengucapkan namanya pada wanita itu, serta merta mata Kevin dan Jullian saling pandang menunjukkan ekspresi terkejut.


“Ternyata benar apa yang aku duga, kalau wanita itu adalah Joelene” gumam hati Kevin


Joelene dan rekan - rekannya pun turun dari pentas dan kembali ke meja mereka.


Joelene begitu nervous berada tepat dihadapan pemilik perusahaan tempatnya bekerja hingga membuatnya kebelet


“Dian, aku ke toilet dulu ya, kebelet” ucap Jaolene ditelinga Dian, lalu dian pun mengangguk.


Sejak Joelene turun dari panggung, pandangan Kevin terus tertuju pada Joelene, lalu sat melihat Joelene berjalan kearah toilet, Kevin pun beranjak dari kursinya.


“Sayang, kau mau kemana ?” Tanya Leona


“Sebentar, aku mau ke toilet” ucap Kevin


“Jangan lama - lama ya” ucap Leona dengan suara manja


“Hem..” jawab Kevin singkat


Kevin pun segera menyusul Joelene ke toilet, lalu menunggu Didepan pintu toilet wanita.

__ADS_1


Setelah Joelene selesai, dia pun segera keluar dari toilet dan berjalan keluar hendak kembali kemeja.


“Joe...”.


__ADS_2