Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 62


__ADS_3

Usai dibersihkannya, lalu Joelene pun membuka kotak nya. Didalam kotak tersebut Joelene menemukan sebuah amplop yang bertuliskan “untuk Putriku” dan Joelene pun membuka isi amplop tersebut.


Tangannya sedikit bergetar, tak pernah terbayang olehnya Kalau kedua orang tua yang selama ini merawat dan membesarkannya bukanlah orang tua kandungnya.


Dear Putri ku Sayang...


pasti saat membaca surat Mommy ini kau sudah dewasa.


Anakku,, maafkan Mommy yang tidak bisa menyertai tumbuh kembangmu, melihat kaki kecilmu melangkah untuk pertama kalinya, mendengarkan ocehan pertamamu dan memelukmu saat kau bersedih.


Anakku,,, percayalah, walau Mommy tidak bersamamu, cinta dan do’a Mommy selalu menyertaimu, semoga kau selalu dalam lindungannya dan Mommy menitipkan kamu pada orang yang tepat, pada Winata sahabat Mommy, Mommy sangat yakin kau akan mendapatkan vigur Ayah terbaik.


Anakku Anastasia Clara, Mommy menitipkanmu pada keluarga Winata bukan tampan alasan, karena Mommy sedang memperjuangkan hak mu, kelak Mommy akan Menemuimu, menceritakan semuanya dan Mommy akan sangat berterima kasih pada keluarga Winata yang sudah merawat mu dengan kasih sayang yang cukup dari keluarga yang lengkap.


Anakku... kau terlahir bukan karena kesalahan, namun karena cinta kasih Daddy dan Mommy yang tidak mendapat restu dari keluarga dan kami berpisah, dan Mommy berjanji akan mempertemukan mu dengan Daddy.


Anakku,,,


Semoga hari - hari mu selalu berlimpah kebahagiaan, keceriaan dan kasih sayang yang berlimpah yang belum bisa Ibu berikan.


Kelak suatu saat kita akan bertemu, Mommy akan mencari mu, kita akan bersama Sampai maut memisahkan.


Mommy sangat mencintai mu melebihi apapun itu.


With Love Mommy


💞


Clara Yovanka


Joelene menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya sejak awal membaca tulisan Mommynya.


Kemudian diraihnya kertas karton berukuran 20x15 berwarna pink dengan gambar bayi kartun yang lucu, label box bayi saat dirumah sakit yang dibawahnya bertuliskan


Nama Bayi : Anastasia Clara


nama Ibu : Clara Yovanka


Panjang. : 51 cm


Berat. : 3,5 kg


Dibawahnya tertulis nama Rumah Sakit Ibu dan Anak tempat Joelene dilahirkan, serta disisi kanannya terdapat Foot print Joelene saat baru lahir.


Dipeluknya kedua Kertas yang sangat berharga baginya itu, sambil masih meneteskan air mata, dia kembali mengambil satu benda kecil seperti liontin berbentuk matahari kecil dan bolong pada lingkaran ditengahnya.


Joelene memasukkan kembali benda - benda itu kedalam kotak kayu tersebut dan membawa kotanya keluar ruangan kerja Ayah.


“Jo, sedang apa diruang kerja Ayah ?” Tanya Ibu yang juga baru tiba Dirumah


“Ibu sudah pulang, nggak kok, Jojo hanya mengambil kotak ini, kata Ayah kotak ini berisi barang - barang Jo saat Jo dititipin sama Ayah dan Ibu” ucap Joelene

__ADS_1


“Jadi rencana kamu selanjutnya apa nak ?” Sambil mengajak Joelene duduk diruang makan


“Jo akan mencari Mommy, tapi Jo gak punya foto Mommy, ibu kenal sama Mommy, atau Ayah pernah menyimpan foto jaman sekolahnya dulu, mungkin didalam foto itu ada foto Mommy”


“Coba Ibu periksa, diruang kerja Ayah ada salah satu lemari yang memang jarang dibuka Ayah kata nya itu tempat menyimpan barang - barangnya dulu, siapa tau disana ada petunjuk, ayo ikut Ibu”


Mereka pun kembali masuk keruang kerja Ayah, lalau Ibu menuju kesalah satu lemari kecil yang terkunci, lalu Ibu mencoba mencari kunci lemari tersebut.


Mencoba beberapa kunci yang di temukan Ibu, namun tidak berhasil terbuka, kemudian Ibu membuka laci meja kerja Ayah, mencari - cari didalamnya.


Akhirnya Ibu pun menemukan sebuah kunci, ibu pun mencoba membuka lemari tersebut dan akhirnya terbuka.


Didalam lemari tersebur berisi beberapa barang - barang ayah jaman dia masih duduk di bangku perguruan tinggi, lalu Ibu mengambil sebuah album berukuran post card dengan sampul berwarna merah Maroon.


Ibu pun membuka album tersebut, Joelene pun juga ikut melihat foto -foto yang ada pada album tersebut.


Foto gabungan saat Ayah berseragam SMA dan kuliah, mungkin Ayah hanya mengoleksi foto yang memiliki kenangan tersendiri baginya.


Tiba - tiba Ibu terhenti pada satu foto, dimana didalam foto tersebut ada 2 orang perempuan dan 3 orang laki - laki yang salah satunya adalah sang Ayah.


“Jo, ini ada foto Ayah bersama sahabat dekatnya, dari semua yang ada difoto, hanya satu yang Ibu kenal yaitu Joko Suprapto, selebihnya Ibu gak Kenal, apalagi kedua wanita ini”


“Jo juga cuma kenal sama om Joko, yang lain belum pernah ketemu”


Ibu memperhatikan foto dua wanita yang ada didalamnya sambil bergantian memandang wajah Joelene.


“Tapi kedua wanita ini juga gak ada mirip - miripnya sama kamu Jo” ucap Ibu


“Hati - hati nak, Ohyaa... suami mu mana, kau pergi bersama suamimu kan ?”


“Jo akan mengabarinya nanti, Jo jalan dulu ya Bu, Ibu hati - hati Dirumah, da Ibu...” pamit Joelene sambil mencium pipi Ibu nya.


Segera Joelene menuju rumah Om Joko Suprapto yang memakan waktu dua jam perjalanan.


Joelene menumpang bus, dua jam kemudian Joelene pun tiba dikota kecil itu, kota yang pernah ia tinggali beberapa bulan yang lalu.


Dengan bermodalkan alamat yang diberikan Ibu, Joelene pun tiba Didepan pintu gerbang rumah tujuannya.


Memasuki gerbang rumah yang terlihat sederhana dan asri itu, Joelene tak sabar ingin segera bertemu dengan teman Ayahnya itu.


Terlihat tombol bel, Joelene pun langsung memencet bel rumah tersebut.


Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah dan pintu dibuka dari dalam.


Jeglekk...


“Mau cari siapa ya mba ?” Ucap gadis remaja yang usianya belasan tahun, dia adalah anak bungsu Joko Suprapto.


“Eh.. dek maaf apa benar ini rumah om Joko Suprapto ?”


“Iya benar, mba siapa ya ?”

__ADS_1


“Oh...iya kenalin saya Joelene putrinya almarhum Harry Winata sahabatnya om Joko” ucap Joelene sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum


“Oh..iya...mba silahkan masuk, Ayah lagi dibelakang, duduk dulu ya mba” ucap nya sambil berlalu meninggalkan Joelene diruang tamu untuk memanggil sang Ayah.


Tak lama muncul dari dalam rumah, ekspresi wajahnya sedikit terkejut, karena tidak menyangka Joelene datang.


“Joelene... ada apa kamu datang, Ibu mu sehat ?” Sapa Joko


“Om... Ibu sehat, om sama tante apa kabar ?”


“Seperti yang kamu lihat om baik, tante mu juga baik, dia sedang dibelakang, dalam rangka apa kamu kesini Jo ?”


“Maaf kalo Jo mengganggu waktu istirahat om dan keluarga, kedatang Jo kesini itu ada yang mau Jo tanyakan pada om”


“Soal apa ?”


Kemudian Joelene mengambil sesuatu dari dalam tas tangannya, foto yang dibawa nya dari rumah Ibu nya tadi.


“Ini foto om dan Ayah waktu jaman sekolah dulu kan, Jo mau tanya siapa nama kedua wanita yang ada difoto ini om ?” Tanya Joelene sambil menyodorkan foto tersebut


Joko menerima foto tersebut, memandang satu persatu wajah yang ada difoto tersebut.


“Memangnya kenapa Jo, ada masalah apa ?”


“Sebenarnya Jo mau mencari seseorang, yang mungkin saja salah satu dari wanita yang ada di foto ini adalah wanita yang saya cari”


“Ada masalah apa dengan wanita ini Jo, kalau boleh om tau” selidik Joko


“Sebenarnya tujuan Jo datang kesini ingin mencari wanita sahabat Ayah waktu SMU, karena wanita itu adalah... Ibu kandung Joelene” ucap Joelene


Ekspresi kaget terlihat pada wajah Joko, sebenarnya sudah sejak dulu dia ingin menanyakan ini pada almarhum Ayah Joelene, namun Almarhum selalu saja mengalihkan.


“Om belum mengerti permasalahan nya Jo”


Joelene pun menceritakan tentang dia yang bukan anak kandung dari Winata dan dia dititipkan Mommynya pada sahabatnya itu.


Kemudian Joko kembali menatap foto yang berukuran post card itu, lalu ia pun berucap


“Sebenarnya om sejak dulu sudah bertanya pada almarhum Ayah kamu, karena setelah kelahiran Jennifer, Ibumu itu divonis tidak bisa lagi memiliki keturunan, namun tiba - tiba kamu hadir, om sempat beberapa kali bertanya namun Ayah kamu selalu saja mengalihkan pembicaraan, ditambah lagi paras kamu yang berbeda dengan kedua kakakmu, itu semakin menguatkan kecurigaan om kalau kamu bukan anak Winata, tapi hingga hari ini om baru mengetahui kamu memang bukan anak kandungnya, apa Ayah kamu memberi tau siapa Ibu kandung kamu sebenarnya ?”


“Sejak saya akan menikah, Ayah sudah memberi tau kalau Jo bukan anak kandung Ayah, agar keluarga Kevin tidak merasa dibohongi dan sebelum meninggal, Ayah sempat cerita kalau Ibu kandung Jo itu sahabat Ayah dan Ayah memberikan sebuah kotak, tempat barang - barang Jo waktu Mommy mengantarkan Jo pada Ayah dan didalam kotak itu ada surat tulisan Mommy”


“Apa kamu sudah tau siapa nama Ibu kandung kamu nak ?” Tanya Joko kembali


“Sudah om, disurat tersebut, ada tanda tangan Mommy dan dibawahnya tertulis nama Mommy”


“Siapa namanya nak ?”


“Clara Yovanka...” ucap Joelene terhenti ingin melihat ekspresi Joko


Joko terlihat menarik nafasnya dalam, kemudian menghembuskannya berlahan, tatapan matanya kembali tertuju pada foto yang masih ditangannya itu

__ADS_1


“Salah satu dari kedua wanita itu memang Ibu mu nak” ucap Joko sambil tertunduk.


__ADS_2