
Sudah dua hari ini setiap pagi Suci melintas Didepan rumah keluarga Winata, demi melihat anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan Kevin kecil.
Dan hari ini adalah hari ketiga Suci melintas Didepan rumah keluarga Winata.
“Berhenti disini dulu Gus” perintah Suci pada supir pribadi yang mengantarkannya.
“Baik bu” jawab Agus
Tatapannya tertuju pada halaman rumah yang terlihat sangat asri, dengan berbagai tanaman buah dan bunga beraneka warna.
Tiba - tiba terlihat pintu rumah terbuka, muncul sesosok wanita muda, cantik dan rapi seperti pekerja kantoran, tak lama keluar dua bocah kembar yang usianya kira - kira 7 - 8 tahun yang sudah memakai seragam sekolah.
Wanita itu adalah Janet yang hendak berangkat bekerja juga anak kembarnya yang akan berangkat sekolah.
Setelah mobil Janet keluar dari perkarangan rumah Winata, muncul seorang wanita yang berlari kecil hendak menutup gerbang, wanita itu adalah asisten rumah tangga Dirumah tersebut.
Suci turun dari mobilnya, mendekat kearah rumah keluarga Winata berniat menemui wanita itu.
“Mba...mba... maaf saya mau tanya” ucap Suci membuat wanita itu menghentikan aktivitasnya
“Iya bu... mau cari siapa ?”
“Apa mba Joelene ada Dirumah ?” Suci berpura - pura menanyakan keberadaan Joelene sekaligus ingin mencari tau keberadaan Joelene
“Oh... mba Jojo udah gak tinggal disini lagi bu, dia udah pindah dari sini”
“Ohyaa sekarang dia dimana ya ? Kemarin saya baru lihat dia disini, bersama anak laki - laki kecil, anak itu siapa ya ?” Suci mulai menghujani pertanyaan
Santi asisten rumah tangga itu tidak langsung menjawab, ia menatap Suci dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Maaf ibu ini siapa ya ? Ada keperluan apa tanya - tanya mba Jojo ?” Santi mulai curiga
“Sa..saya.. orang tua dari temannya Joelene, saya kesini hanya mau bersilaturahmi dengan Joelene sahabat anak saya, dulu Joelene sering main kerumah” ucap Suci berbohong, dia masih merahasiakan siapa dia sebenarnya karena gengsi.
“Oh... mba Jojo sudah pindah ke Bogor, kemarin dia kesini mengunjungi Ibu yang sedang sakit, kalau anak laki - laki yang bersamanya itu memang benar anaknya mba Jojo” terang Santi yang mulai percaya pada Suci
“Ke Bogor ? Dia sekarang tinggal di Bogor ? Apa boleh saya minta alamat dibogor ?”
“Kalau alamat dibogor saya kurang tau bu, tanya ke mba Janet aja setelah dia pulang, soalnya mba Janet baru aja pergi kerja”
“Ohiya begitu ya.. baiklah.. terima kasih ya” ucap Suci mengakhiri pembicaraan dengan ART tersebut.
Suci kemudian kembali masuk kedalam mobil, wajahnya dirundung kesedihan, ternyata dugaannya benar kalau anak lelaki yang bersama Joelene di arena bermain itu adalah putra Joelene, wajahnya yang sangat mirip dengan Kevin kecil menambah keyakinannya bahwa itu adalah cucunya, cucu yang sudah lama diinginkannya, cucu satu - satunya dikeluarga Laksana, karena hingga saat ini Adrian juga belum memiliki keturunan.
Selama diperjalanan pulang kerumahnya, Suci melamun merenungi segala yang telah terjadi, menyesali kelakuannya terhadap Joelene menantunya.
__ADS_1
Ingin rasanya menemui Joelene meminta maaf atas semua yang telah dituduhkan nya, tapi ada rasa ragu dihatinya, ragu jika Joelene tidak mau menerima.
\*\*\*\*\*
Dua bulan berlalu sejak putusan cerai, Joelene kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa.
Hari ini hari pertama Alvin masuk sekolah atau lebih tepatnya lagi kelompok bermain, karena usianya belum genap Lima tahun.
“Mom... apa om Daddy akan ikut mengantarkan Aal kesekolah ? Mommy sudah telepon ?” Tanya Alvin sambil Joelene membantunya bersiap mengenakan pakaian.
“Sayang... om Daddy itu lagi sibuk, belum bisa diganggu, nanti kalau dia udah gak sibuk, om Daddy pasti akan datang buat anterin Aal ke sekolah, tapi hari ini biar bunda aja dulu yang antar ya nak, anak pintar harus berani dan gak boleh cengeng, itu baru jagoan” ucap Joelene sambil mengacungkan jempolnya.
Kemudian mereka pun beranjak menuju ruang makan untuk sarapan, semua sudah berada di meja makan, mereka pun menikmati sarapan bersama - sama.
“Jo.. kamu berapa hari ambil cuti ?” Tanya bude Mieke
“Cuma sehari ini aja kok bude, lagian kantor lagi sibuk banget, jadi Jo gak bisa cuti lama - lama, Aal gak apa kan sayang,,besok pulang sekolahnya dijemput nenek Ike” Joelene mencoba memberi pengertian
Alvin tak menjawab, dia hanya tertunduk sambil memanyunkan bibirnya.
“Gak apa besok biar nenek yang tungguin disekolah ya, Mommy lagi banyak kerjaan, nanti kalau Mommy udah siap kerja pasti Mommy bisa temenin Aal disekolah, tapi besok biar nenek yang temenin ya sayang, cucu paling ganteng sedunianya nenek, gak boleh ngambek,,” goda Mieke
“Ok.. nek,, Ok Mom.. Aal pergi sekolah dulu ya, kakek Aal berangkat ya, yangyut... Aal sekolah dulu” pamit Alvin pada seluruh anggota keluarga yang melepasnya berangkat dihari pertama sekolah.
Sejak kemarin Alvin memang meminta Joelene untuk menghubungi David, memintanya datang untuk mengantarkannya sekolah, namun Joelene memberi berbagai alasan, Joelene tak ingin mengganggu David karena permintaan anaknya dan lagi Joelene tak ingin merepotkan David terus menerus.
Awalnya Janet memang tidak mau memberi tahu alamat tinggal Joelene di Bogor, namun Janet merasa kasihan melihat Suci yang sendirian dan kesepian, hingga akhirnya Janet pun memberi tahu alamat Joelene di Bogor.
Hari ini, Suci dengan ditemani saudara sepupunya yang berdomisili di Bogor, mereka sedang diperjalanan menuju alamat yang diberikan Janet, Suci sudah berniat ingin menemui Joelene.
“Kok macet Gus, ada apa ?” Tanya suci yang sudah tak sabar ingin cepat tiba di alamat yang diberikan Janet.
“Iya bu, Didepan ada sekolah, masih ramai kendaraan yang mengantar anak - anak kesekolah bu” terang Agus sang sopir, Suci pun mengangguk paham.
Mobil berjalan sangat lambat, memecah kemacetan, Suci mengobrol santai dengan Rima sepupunya itu.
Pandangannya keluar jendela kaca, melihat sekeliling yang ramai anak kecil, terbit senyum lembut di bibirnya, bayangan wajah bocah kecil yang mirip Kevin itu kembali melintas difikirannya.
Saat dia melamun membayangkan wajah bocah kecil itu, tiba - tiba wajah bocah kecil itu terlihat diluar jendela yang sedang berjalan bergandengan dengan wanita muda yang sangat dikenalnya.
“Gus... Gus.. berhenti Gus..” pinta Suci secara tiba - tiba
“Sebentar bu, saya pinggiran dulu mobilnya, nanti yang dibelakang marah bu” ucap Agus
“Duh... Agus.. udah berhenti aja disini,, saya mau turun” ucapnya lagi
__ADS_1
“Ada apa Ci, kok tiba - tiba minta berhenti disini, ini lagi jalan, ntar akali kita berhenti disini orang - orang pada marah Ci” ucap Rima
“Sebentar mba.. aku mau turun dulu” ucap Suci yang langsung meraih handle dan membuka pintu untuk turun.
Benar saja, beberapa kendaraan yang berada dibelakang pun membunyikan klaksonnya, namun suci tidak peduli, dia tetap turun dan melangkah mencari sosok anak kecil yang sempat terlihat olehnya tadi.
Suci melihat dua sosok yang dicarinya tadi memasuki gedung sekolah taman kanak - kanak yang saat itu sedang ramai karena hari pertama bersekolah.
Suci mengikuti mereka memasuki gedung sekolah yang kondisinya sedang ramai anak - anak dan juga orang tua mereka.
Suci memantau dari kejauhan, terlihat matanya berkaca - kaca melihat bocah kecil yang mirip Kevin itu, entah kenapa semakin dia menatap wajah bocah itu, semakin sesak dadanya hingga membuat air mata menetes disudut matanya.
Semua kegiatan dan aktivitas Alvin tak luput dari perhatian Suci, sesekali dia mencuri foto dan vidio Alvin.
Saat jam pulang sekolah, wajah Alvin kembali tertunduk dan sedih, karena melihat hampir semua anak - anak dihati pertamanya bersekolah ditemani oleh kedua orang tuanya, sementara dia hanya ditemani oleh Mommy.
“Sayaang.. kamu kenapa nak ? Udah jadi jagoan masa cemberut begitu, ntar gantengan hilang lo..!” Goda Joelene yang mengerti apa yang di sedih kan oleh putranya itu.
“Mom... kenapa om Daddy tidak mau ikut mengantar Aal sekolah, semua anak di temani sama Mom dan Daddy mereka, sementara Aal hanya Mommy, Daddy memang tidak mau datang ya Mom ?” Kalimat tanya itu kembali keluar dari bibir mungil itu yang tanpa mereka sadari ucapan Alvin itu terdengar oleh Suci, seketika matanya terpejam dengan kedua telapak tangan ditaruh didada merasa sesak karena ucapan Alvin hingga membuat butiran bening kembali jatuh di pipinya.
“Gimana kalau kita beli es krim, panas banget harinya, Mommy haus, Aal mau yang rasa apa ?” Ucap Joelene mengalihkan pembicaraan
Walau dalam kondisi ngambek, namanya anak - anak mood nya sangat cepat berubah, hingga dia menyetujui ide Joelene membeli es krim
“Aal mau 2 Mommy, coklat dan setlobely” pintanya dengan wajah yang sudah terlihat ceria.
Usai mereka membeli es krim, Joelene dan Alvin segera pulang dengan menaiki taksi yang sudah dipesan Joelene.
Mobil Suci pun segera mengikuti taksi yang mereka tumpangi dari belakang.
Sepuluh menit kemudian, mereka tiba Didepan pintu gerbang, keduanya segera turun dari taksi, dengan sambil bergandengan tangan dengan ceria.
Mobil Suci sudah terparkir Didepan, tak mau menunggu lama, Suci segera turun dari mobil hendak menemui mereka.
“Kamu mau langsung menemui mereka Ci ?” Ucap Rima
“Iya Mba, aku mau menemui mereka sekarang” ucap Suci sambil bergegas turun dan keluar dari rumah.
Joelene masih berada dihalaman sambil bergandengan tangan hendak memasuki rumah, tiba - tiba terdengar suara memanggil Joelene.
“Joelene...Jo...”
Joelene berbalik mencari arah suara yang memanggil namanya tadi hingga dia menemukan sosok yang sudah lama tak dilihatnya.
“Ma..ma...” ucap Joelene dengan wajah terkejut dan tak percaya.
__ADS_1
Suci tersenyum dan mengangguk pada Joelene, sementara Alvin bergantian menatap Mommy nya dan wanita yang memanggil nama Mommy nya itu.
“Mommy... itu siapa ?” Ucap Alvin dengan suara imut nya.