
Joelene meraih kertas itu, membuka lipatannya, ada dua black card dan satu kartu ATM, dalam kertas tersebut, ada tulisan didalamnya, Joelene pun membacanya.
Maaf...
tidak menunggumu bangun untuk berpamitan, aku pergi dulu, pulang lah kerumah mama, disana kau tidak sendirian.
Tiga benda yang aku tinggalkan aku rasa cukup memenuhi kebutuhanmu, resign lah dari pekerjaanmu saat ini.
Jaga kesehatan aku tidak mau Kau sakit.
“Apa - apaan ini!! Seenaknya saja menyuruh aku resign dari Pekerjaanku, memangnya dia siapa, mengatur kehidupanku, apa karena dia sudah meninggalkan kartu - kartu ini?” Gumam kesal Joelene atas isi surat Kevin.
Belakangan ini memang Joelene selalu kesal pada Kevin, perasaan yang selama ini diyakininya adalah perasaan cinta, kini semakin pudar berubah rasa benci karena sikap Kevin yang seenaknya.
Kartu yang diberikan Kevin diletakkan Joelene begitu saja tak perduli, saat ini dia hanya fokus untuk menemukan orang tua kandungnya.
Setelah selesai bersiap - siap, Joelene hari ini akan mengunjungi alamat rumah Mommy nya dulu yang didapat dari rumah sakit bersalin.
Dengan menumpang ojek online, Joelene berjalan di sebuah jalan perumahan yang lokasinya lumayan nyaman, sambil memperhatikan satu per satu nomor rumah.
Kemudian mereka berhenti di sebuah rumah yang sesuai alamat dalam tulisan yang dipegang Joelene.
Sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan bangunan modern minimalis, Joelene memencet bel yang terdapat diluar gerbang.
Tak lama keluar seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik di usianya yang tidak muda lagi.
“Maaf adek ini cari siapa ya ?” Ucap wanita itu merasa tidak mengenal Joelene
“Pagi bu, maaf mengganggu, apa betul ini rumahnya ibu Clara Yovanka ?”
“Clara Yovanka ? Oh... salah dek, disini tidak ada yang bernama itu” ucap wanita itu ramah.
“Kalau boleh saya tau, ibu sudah lama tinggal Dirumah ini ?”
“Sudah lebih kurang 10 tahunan lah, memangnya kenapa dek ?”
“apa ibu mengenal pemilik atau yang tinggal Dirumah ini sebelum Ibu ?”
“Oh... saya membelinya dari seorang wanita muda, orangnya cantik namanya kalau gak salah Cla...cla..Clara,, iya dek namanya Clara”
“Clara Yovanka bukan bu ?”
“Saya kurang tau nama lengkapnya, yang saya tau dia dipanggil Clara”
“Kalau boleh saya tau setelah rumah ini dijual ke Ibu, dia mau pindah kemana ?”
Si Ibu sedikit ragu memberikan informasi tentang Clara, dia diam sejenak, memandangi Joelene dari ujung rambut sampai kakinya.
__ADS_1
“Maaf bu,,, saya gak ada maksud jahat, Saya hanya sedang mencari orang tua kandung saya, menurut informasi yang saya dapatkan dia pernah tinggal disini, sekali lagi saya minta maaf” ucap Joelene
“Memangnya orang tua adek namanya siapa ?”
“Ibu saya namanya Clara Yovanka, sejak bayi saya sudah dititipkan pada kerabat Ibu saya dan setelah saya dewasa saya mau mencari orang tua saya bu”
Wanita itu terenyuh dengan ucapan Joelene, lalau dia mempersilahkan Joelene masuk.
“Ayo masuk dulu dek, kita ngobrol didalam saja”
Kemudian Joelene dan wanita itu masuk kedalam rumah wanita tersebut.
“Silahkan duduk dek...?”
“Joelene bu, panggil saja saya Joelene” ucap joelene sambil duduk dikursi.
“Kalau Ibu boleh tau nak Joelene kenapa bisa terpisah sejak bayi dari orang tua kandung nak Joelene ?”
Joelene tersenyum dan mulai bercerita tentang dia yang dititipkan ibunya hingga saat ini dia yang ingin bertemu ibu nya.
“Jadi nak Joelene tidak pernah mengenal Kedua orang tua nak Joelene ?”
“Iya bu, sejak saya lahir saya sudah dititipkan, yang saya tau kedua orang tua saya adalah orang tua angkat yang sudah mengasuh saya, jadi saat ini saya sangat ingin bertemu dengan mereka”
“Kalau Ibu boleh tau kenapa nak Joelene dititipkan pada kedua orang tua angkat nak Joelene ?”
“Dulu saat proses akad jual beli rumah ini, Ibu sering kesini dan bertemu dengan Clara, namun Ibu tidak pernah bertemu dengan suaminya, tapi memang Ibu pernah bertanya kenapa dia menjual rumah ini, terus dia bilang karena mau ikut suaminya ke luar negeri, karena suaminya bekerja diluar negeri”
Wajah Joelene terlihat bersemangat, dia merasa yakin kalau yang diceritakan Ibu tersebut adalah Mommy nya.
“Oh.. Ibu baru ingat,, dia pernah bilang kalau suaminya berada di negara Belgia kalau tidak salah”
Joelene merasa semakin mendapat titik terang, karena sebelumnya om Jojo juga pernah berkata kalau Ibu nya menjalin hubungan dengan seorang pria bule yang berasal dari negara Belgia.
“Ibu,, apa ibu tau siapa nama suami Ibu Clara itu ?”
Ibu tersebur terlihat sedang mengingat - ingat dan Joelene menunggu dengan sabarnya.
“Ibu tidak tau nak, Clara tidak pernah memberi tahu nama suaminya, dia hanya mengatakan kalau suaminya berada di Belgia, itu saja”
Walau sedikit kecewa, namun Joelene merasa pencariannya hari ini sudah mengalami kemajuan, setidaknya hari ini dia memperoleh informasi bahwa Ayahnya seorang berkebangsaan Belgia.
“Mungkin wajahku ini lebih dominan pada Daddy, fix Daddy adalah keturunan Belgia” gumam Joelene dalam hati.
Setelah ngobrol dengan wanita paruh baya pemilik rumah itu, Joelene pun berpamitan dan tak lupa mengucapkan terima kasih telah memberikan informasi.
Joelene pun kembali kerumah mertuanya, sambil memikirkan langkah selanjutnya untuk melakukan pencarian.
__ADS_1
Sesampai Dirumah,, mertuanya sedang menonton televisi, melihat Joelene pulang sendiri, Suci pun memanggil Joelene
“Baru pulang Jo, Kevin mana kok gak barengan pulangnya?” Tanya Suci
“Kevin pergi ma, mungkin ada urusan pekerjaan”
“Kemana ? Masa sih hari minggu ada urusan pekerjaan, apa tidak bisa dikerjakan besok, terus kamu seharian ini darimana ?” Tanya Suci yang mulai curiga akan pernikahan mereka
“Joelene tadi dari rumah Ibu, Joelene masuk dulu ya ma, mau bersih - bersih” pamit Joelene tak mau memperpanjang pertanyaan mertuanya itu.
Kemudian muncul Mona yang sedari tadi tengah mendengarkan pembicaraan Joelene dengan Suci, mulai kembali melancarkan aksinya
“Ma, kenapa Joelene pulang sendiri, Kevin kemana ma?” Ucap Mona memancing
“Entahlah,, istrinya sendiri tidak tau suaminya kemana, apa jangan - jangan dia tidak mengurusin suaminya!” Ucap suci meluapkan kekesalannya karena sudah mulai terprovokasi oleh hasutan Mona
“Mama curiga gak sih, liat aja, makin kesini Kevin semakin jauh dari mama, mungkin Joelene membawa pengaruh buruk bagi Kevin, liat aja kemarin Joelene sudah berhasil mengajak Kevin untuk pindah ke apartemen, terus sekarang Kevin susah dihubungi dan Joelene menutupi nya, jangan - jangan dia sedang merencanakan sesuatu atau dia sedang mencoba merayu Kevin untuk menguras harta Kevin dan keluarga kita ma” ucap Mona semakin menjadi - jadi menyebar fitnah pada mertuanya agar semakin membenci Joelene yang dianggapnya ancaman yang akan menggeser posisinya sebagai menantu Dirumah keluarga Laksana.
Terlihat perubahan pada wajah Suci,
Wajah dengan emosi yang terpendam.
Mona tersenyum dengan smirk wajah licik, merasa puas karena usahanya untuk membuat mertuanya itu membenci Joelene semakin menampakkan hasil.
\*\*\*\*\*
Sudah satu minggu berlalu setelah kepergian Kevin, Suci berulang kali menghubungi nomor ponsel Kevin namun tidak bisa, begitu juga Joelene yang mencoba menghubungi nomor ponsel Kevin.
Suci semakin uring -uringan, mencari dimana keberadaan putra bungsunya itu, dia juga sudah menghubungi keluarga yang ada di London, namun Kevin tidak berada disana.
Joelene sedang sibuk dikantor, menyelesaikan pekerjaannya yang lumayan banyak, hingga memasuki jam makan siang namun dia masih berada diantara berkas - berkas yang berantakan di meja kerjanya, tiba - tiba ponselnya berbunyi, panggilan dari David pengacara om Edward.
“Hallo Joana apa kabar, kamu lagi sibuk ?”
“Ya Hallo,, kabar aku baik, Kamu gimana kabarnya ?” Tanya Joelene balik
“Aku baik kok, gini Jo, kamu punya waktu gak, ada yang mau aku omongin, soal proyek kerja sama om Ed dengan perusahaan suami kamu, tapi nomor suami kamu sudah beberapa hari ini tidak bisa dihubungi, Kevin kemana memangnya ?”tanya David
“Eh... iya.. Kevin tuh lagi keluar negeri, ngurusin perusahaannya yang di Belanda, mungkin ada sedikit masalah, tapi aku gak tau apa - apa soal perusahaan suamiku Vid”
“Ya udah kita obrolin nanti aja, lebih enak kalau ketemu langsung, kamu ada waktu siang ini, ini kan udah masuk jam makan siang” ucap David
“Mmm.. Ok boleh, ketemu dimana ?”
“Nanti aku share tempatnya ya, ohya.. kamu naik apa kalau nggak biar sekalian aku jeput aja ?” Tawar David
“Ok.. eh gak usah lagi,, aku bisa datang sendiri kok, lagian kalau kamu jeput aku lagi, ntar makan waktu, udah kamu kirim aja lokasinya, biar aku langsung jalan”
__ADS_1
“Ok Jo,, terima kasih ya, sebentar aku kirim” ucap David sambil mengakhiri panggilannya.