
Joelene terkejut mendengar namanya disebut dengan suara yang dikenalnya, kemudian menoleh kearah suara yang memanggilnya tadi
Kevin tepat berada dibelakang Joelene, ekspresi Joelene datar ketika melihat sosok Kevin
“Joe.. apa kabar ?”
“Maaf, saya tidak mengena anda, permisi!” Ucap Joelene sambil melangkah cepat meninggalkan Kevin yang masih berdiri disana
“Joe.. tunggu..Joe..bisa kita bicara?” Ucap Kevin sambil mengimbangi langkah Joelene, namun karena Joelene tidak terbiasa mengenakan heels sambil berjalan cepat, Kevin pun berhasil mengimbangi langkah Joelene sambil meraih pergelangan tangan kanan Joelene.
Joelene menatap tangan Kevin yang memegang pergelangan tangannya, kemudian bergantian menatap Kevin
“Maaf tuan, tolong lepaskan tangan saya, anda tidak sopan, saya tidak mengenal anda” ucap Joelene ketus
“Joe.. please!! Beri aku waktu bicara banyak yang ingin aku jelaskan” Kevin memohon
“Apa yang perlua anda jelaskan tuan ? Saya tidak mengerti, lebih baik biarkan saya pergi, karena kalau tidak saya akan berteriak agar orang - orang menganggap anda sudah melecehkan saya!” Joelene mulai emosi
“Oke...oke.. aku janji.. gak akan menganggu kamu tapi please.. kasi aku waktu untuk bicara menjelaskan semuanya”
“Baik.. cuma lima menit, saya harus segera kembali ke teman -teman, mereka khawatir mencari saya!” Ucap Joelene tegas
“Baik.. tapi tidak disini, ayo ikut aku” ucap Kevin, Joelene mengikuti Kevin sambil melirik penuh benci pada Kevin.
Kevin membawa Joelene ke lantai atas hotel tersebut.
“Ok.. apa yang perlu kamu jelaskan, saya gak punya banyak waktu” ucap Joelene
“Joe.. sebelumnya aku mau minta maaf, aku pergi tanpa berpamitan dan tidak memberi tahu kamu, saat itu aku harus segera pergi karena ada sesuatu hal yang sangat urgen, aku mohon maaf”
“Sudah... cuma itu yang ingin kamu jelaskan..? Ya sudah.. sudah lima menit, saya harus kembali pada teman - teman saya” ucap Joelene dingin dan mulai melangkah meninggalkan Kevin yang masih disana.
__ADS_1
“Joe... kamu mau menerima permintaan maaf ku?”
“Apa bedanya kalau saya memaafkan atau pun tidak memaafkan anda tuan Kevin ? Toh... anda juga tetap dengan keputusan anda untuk memilih wanita itu, lanjutkan saja, saya juga sudah mengajukan permohonan perceraian”
“Joe...? Siapa yang mau bercerai ?”
“Aku.. dan setelahnya kamu gak perlu merasa bersalah dan minta maaf pada ku... permisi!” Ucap Joelene pergi meninggalkan Kevin
Perasaannya campur aduk, sedih, kesal, rindu semua jadi satu, wanita yang sudah menjadi istrinya secara sah itu telah berubah, tak seperti dulu, Kevin pun memakluminya karena apa yang diperbuatnya selama ini hingga membuat Joelene berubah seperti saat ini.
Tak bisa dipungkiri memang, Joelene sudah mencuri perhatiannya, Kevin sudah mulai membuka hati, namun disaat Kevin mulai menjalani pernikahan yang sebenarnya dengan Joelene selalu saja Leona kembali mengusiknya.
Dia pun membiarkan Joelene pergi, Kevin masih disana menyesali kebodohannya yang telah meninggalkan Joelene dan saat ini ternyata Joelene sudah mengajukan gugatan cerai.
“Aku tidak akan menceraikan kamu Joe, tidak akan pernah” ucap Kevin pelan dengan rahang yang mengeras.
Joelene sudah kembali duduk bergabung dengan teman - temannya, begitu juga dengan Kevin yang posisi mejanya tidak jauh dari Joelene.
Tatapan Kevin terus mengarah pada Joelene, rasanya dia masih banyak yang perlu dia jelaskan pada Joelene, namun Joelene tidak memberinya waktu untuk menjelaskan semua dan meluruskan masalah diantara mereka.
Acara pun selesai, Joelene masih berkumpul dengan teman - teman rombongannya menunggu mobil yang akan mengantarkan mereka.
Dari kejauhan Kevin memperhatikan Joelene, kemudian Kevin memerintahkan pada Jullian untuk mengantarkan Leona pulang.
“Tolong antarkan dia pulang” perintah Kevin pada asistennya Jullian, tanpa bertanya Jullian sudah paham siapa yang dimaksud Kevin.
Jullian pun segera masuk kedalam mobil, sementara itu Leona yang sudah berada didalam mobil kembali membuka jendela
“Sayang... kenapa kau tidak mengantarkan aku pulang aku gak mau pulang hanya dengan Jullian” ucap Leona dengan suara manjanya
“Pulanglah dengan Jullian, ada yang ingin aku bicarakan, soal kerjasama bisnis, nanti kamu bosan menunggu terlalu lama”
__ADS_1
“Ihh.... tapi kamu janji malam ini menginap di apartemenku ya sayang?” Pinta Leona
“Hem...” jawab Kevin singkat sambil mengangguk dan memberi isyarat pada Jullian agar segera berangkat.
Jullian pun mulai melajukan mobilnya, meninggalkan Kevin. Setelahnya tatapan Kevin kembali tertuju pada Joelene yang masih berdiri di lobby utama menunggu mobil yang mengantarkan mereka yang masih menunggur antrian diparkiran basement.
Kevin mendekat pada Joelene yang sedang berdiri sambil memainkan ponselnya, lalu dengan cepat Kevin menarik tangan Joelene dan menutup mulut Joelene dengan telapak tangannya menjauh dari rombongan.
Kevin terus membawa Joelene sampai kedepan mobilnya, lalu memeluk Joelene dari belakang dengan melingkarkan tangannya dipinggang Joelene.
“Lepaskan aku tuan Kevin!!! Aku akan berteriak agar semua orang mendengarnya!”
“Aku gak perduli, aku hanya ingin seperti Ini sebentar saja” ucap Kevin sambil memejamkan matanya, menghirup dalam - dalam aroma parfum yang sudah lama dirindukannya.
“Kamu memang benar - benar bre***** bahkan lebih dari itu!!” Maki Joelene mencoba melepaskan pelukan Kevin, namun sekuat apapun Joelene mencoba melepaskan dekapan Kevin, dekapan itu tak melonggar sedikitpun bahkan semakin kencang.
“Joe... dengarkan aku dulu, tolong jangan pergi, aku mohon izinkan aku begini beberapa menit saja” Kevin memohon
“Apa yang kamu lakukan tuan Kevin ?! Aku harus kembali, lepaskan aku!” Pinta Joelene
Saat Joelene berhasil melepaskan dekapan Kevin dia pun langsung menjauhi Kevin
“Kau orang yang paling bre***** yang pernah ku kenal, cukup kau dan keluargamu menyakiti ku!!” Ucap Joelene dengan tatapan nanar kemudian berlalu meninggalkan Kevin yang masih berdiri terpaku.
Kevin kaget mendengar ucapan Joelene, yang mengatakan cukup dia dan keluarganya menyakiti Joelene.
“Apa sebenarnya yang telah terjadi Dirumah saat aku meninggalkan Joelene, hingga Joelene berucap begitu” Kevin hanya terpaku menatap kepergian Joelene.
Joelene kembali bergabung dengan teman - teman satu rombongannya dan mobil yang membawa mereka pun sudah tiba, mereka pun segera bergegas kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Kevin masih di hotel tempat acara berlangsung, dia tak berniat pulang ke apartemennya, apalagi pulang ke apartemen Leona, saat ini dia butuh sendiri, ucapan Joelene tadi cukup menyita konsentrasinya.
__ADS_1
“Apa yang sudah terjadi saat aku tak berada Dirumah, apa singa betina itu berulah pada Joelene ? Apa mungkin mama? Tidak..tidak.. rasanya tidak mungkin mama berlaku buruk pada Joelene, mama kan sangat menyayangi Joelene,,ahhhh...” Kevin frustrasi dan mengacak - acak rambutnya.
Akhirnya dia pun menginap di hotel tempat acara ulang tahun tadi berlangsung, bukan ke apartemennya ataupun Joelene.