Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 63


__ADS_3

Joko terlihat menarik nafasnya dalam, kemudian menghembuskannya berlahan, tatapan matanya kembali tertuju pada foto yang masih ditangannya itu


“Salah satu dari kedua wanita itu memang Ibu mu nak” ucap Joko sambil tertunduk.


Wajah Joelene sumringah bercampur haru, matanya pun berkaca - kaca


“Ja..jadi Mommy yang mana om ?”


Joko kembali menatap foto yang ada ditangannya yang juga diikuti Joelene yang duduk Didepan Joko.


“Ini,, Clara Yovanka Anastasia, sang primadona sekolah” ucap Joko sambil tersenyum tipis mengingat masa - masa sekolah bersama para sahabatnya itu.


Dengan semangat Joelene mengambil foto dari tangan Joko dan memperhatikan dengan seksama wanita yang ada dalam foto itu yang tidak lain adalah Ibu kandungnya.


Ditatapnya lamat - lamat wajah wanita itu, air mata menetes disudut matanya.


“Tapi saat ini om gak tau dia berada dimana, terakhir om mendengar kabar kalau dia menjalin hubungan dengan seorang pria keturunan Belgia, setelah itu om gak tau lagi kabarnya” terang Joko


“Belgia ? Kalau rumah orang tua Mommy dimana om ?”


“Kalau rumah orang tua Clay di daerah Cianjur dikota tempat kami sekolah dulu, tapi alamat pastinya om kurang tau”


Joelene tiba - tiba teringat pada label bayi yang didapatnya dalam kota kayu itu.


Diraihnya kotak kayu dari dalam tasnya dan mengambil kertas label box bayi, yang terdapat nama rumah sakit tempat dimana dia lahir.


Setelah Joelene menemukannya, dia pun segera beranjak dari rumah Joko untuk melanjutkan pencariannya.


\*\*\*\*\*


Dua jam kemudian Joelene sudah tiba pintu gerbang utama sebuah rumah sakit ibu dan anak, tanpa menunggu lama lagi, Joelene segara memasuki gedung rumah sakit tersebut.


Tanpa disadari Joelene, Kevin yang sedang melintas Didepan rumah sakit tersebut, sekilas melihat Joelene memasuki rumah sakit tersebut, namun karena kondisi jalanan yang sedikit ramai, Kevin tidak bisa berhenti lama dan langsung menjalankan mobilnya.


Joelene menuju bagian registrasi dan menceritakan niat kedatangannya ke rumah sakit tersebut.

__ADS_1


“Selamat sore mba, ada yang bisa dibantu ?” Sambut karyawan registrasi tersebut


“Sore mba, begini mba saya mau mohon bantuannya, untuk mengecek data pasien sekitar 24 tahun lalu, yang melahirkan disini, jadi pasien itu adalah Ibu saya yang melahirkan saya disini dan saat ini kami terpisah, saya hanya butuh data alamat tempat tinggalnya, apa mba bisa membantu saya ?” Terang Joelene


“24 tahun lalu mba ? Waduh sudah lama banget ya, biasanya datanya sudah tidak ada di saya mba, mungkin dibagian dokumen data pasien, mba bisa langsung aja kedalam” karyawan tersebut pun mengantarkan Joelene kebagian tersebut.


***


Kevin yang kebetulan melintas Didepan rumah sakit tersebur dan tanpa sengaja melihat Joelene memasuki rumah sakit tersebut, berniat untuk mengikuti Joelene.


“Apa yang dilakukannya Dirumah sakit itu ? Sendirian ? Apa dia sakit? Tapi kenapa kerumah sakit bersalin ? Apa dia hamil ?” Kevin berkata - kata dalam hati.


Saat dia hendak memutar balik kemudinya, tiba - tiba ponselnya berbunyi, panggilan dari Leona.


Kevin tak berniat mengangkat, dibiarkannya ponselnya berdering, fikirannya masih tertuju pada Joelene.


Hingga beberapa kali berdering, Kevin pun menerima panggilan ponsel dari Leona dengan malas


“Ya Hallo sayang...”


“Iya sayang... ini aku udah on the way kok, sabar ya, kamu makan aja duluan, nanti kamu sakit, ini jalanan masih macet” Kevin beralasan


“Aku gak mau makan sebelum kamu nyampe disini” teleponnya langsung terputus.


Kevin menggaruk kepalanya yang tak gatal, merasa muak dengan sifat Leona yang masih tidak berubah, masih sama seperti dulu sebelum mereka berpisah.


Sementara Joelene yang baru keluar dari ruangan dokumentasi, sedikit mendapat titik terang akan pencariannya.


Pihak rumah sakit pun bersedia memberikan data alamat Mommy Joelene saat registrasi dulu, namun karena hari kian gelap, Joelene pun memutuskan untuk kembali ke apartemen Kevin untuk beristirahat.


Dengan diantar taksi online Joelene pun tiba di pintu utama apartemen lalu Joelene pun memasuki lift menuju unit Kevin.


Tubuhnya terasa sangat lelah, namun rasa lelah sedikit terobati karena pencariannya untuk hari ini membuahkan hasil, dia berhasil mendapatkan alamat Mommy nya.


Sampai Didepan pintu, Joelene membuka dengan pasword yang sudah diberitahu Kevin sebelumnya, melangkah masuk kedalam, dilihatnya ruangan belum ada tanda - tanda kepulangan Kevin, namun Joelene tak perduli, ia pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri kemudian beristirahat.

__ADS_1


Tengah malam, Kevin kembali ke apartemen, Kevin langsung menuju kamar karena ingin memastikan kondisi Joelene.


Joelene tengah tertidur pulas karena kelelahan seharian, Kevin mendekati Joelene, menatap wajah Joelene yang terlihat tenang dengan nafas yang teratur, tidurnya sangat pulas hingga Kevin yang membelai rambutnya dan menyentuh pipinya tidak membuat ia terbangun.


“Apa yang kau lakukan Dirumah sakit tadi, apa kau sedang hamil ?” Ucap Kevin pelan sambil masih membelai pipi Joelene, kemudian Kevin mencium kening Joelene, Joelene menggeliat namun tetap terpejam.


Usai membersihkan diri, Kevin merebahkan tubuhnya disebelah Joelene, Joelene dan Kevin berhadapan, Kevin masih belum bisa terpejam, matanya terus menatap wajah tenang Joelene, ada rasa teduh dan nyaman yang Kevin rasakan, hingga hanya berselang beberapa menit, Kevin sudah terpejam.


Tepat pukul 04.30, ponsel Kevin berbunyi, muncul foto dan nama Leona pada layar ponselnya, Kevin membuka matanya dan melirik ponselnya, karena takut Joelene terbangun, Kevin meraih ponselnya dan menerima panggilan tersebut.


“Kevin...!! Kamu dimana ? Kenapa meninggalkan aku sendiri, aku mau kamu temani tapi kamu malah pergi diam - diam meninggalkan aku!! Baiklah... kalau kau masih mau melihat aku hidup, datang sekarang juga, jika kamu tidak datang juga, bersiaplah kau akan mendengar kabar tentang gadis yang bunuh diri dikamar hotel ini!” Ancam Leona dan langsung mematikan panggilannya tanpa mendengar sepatah kata pun dari Kevin.


Kevin mendengus kesal, sebenarnya kemarin Leona tidak mengizinkan Kevin pulang, namun Joelene mengganggu fikirannya, perasaannya tak tenang karena melihat Joelene masuk kerumah sakit bersalin itu, hingga tengah malam setelah Leona tertidur, Kevin kembali keapartemennya.


Namun, lagi - lagi Leona membuat ia kesal dengan mengancam akan bunuh diri jika Kevin tidak datang segera, dia sangat mengenal Leona yang tak pernah main - main, apa pun yang diucapkannya pasti akan dilakukannya, hingga Kevin segera beranjak dari tempat tidurnya.


Pagi nya, Joelene bangun tepat pukul 06.30, dilihatnya bantal Kevin yang berada disebelahnya sudah kosong, namun letaknya sudah berantakan, yang menandakan bahwa sudah ditempati.


Joelene keluar dari kamar mencari keberadaan Kevin, semua sisi apartemen sudah dilihat namun Joelene tidak menemukannya.


Joelene pun kembali kekamar, saat hendak masuk kekamar mandi, pandangan Joelene tertuju pada meja rias, ada secarik kertas yang terlipat.


Joelene meraih kertas itu, membuka lipatannya, ada dua black card dan satu kartu ATM, dalam kertas tersebut, ada tulisan didalamnya, Joelene pun membacanya.


Hai para readers,,,😊


Terima kasih buat semua yang masih mengikuti kisah Joelene dan Kevin ini, mohon maaf kalau up sedikit ngadat karena berbagai kendala, namun author tetap berusaha up satu bab per harinya, walaupun kadang suka bolong🤭🙏🏻


Jangan lupa beri terus dukungannya buat author pemula ini, dengan meninggalkan jejak nya dengan memberi like, komen dan hadiah pastinya agar author semakin semangat lagi.


Semoga para readers diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah, agar bisa terus mendukung karya author yang masih banyak kekurangan ini, terima kasih🙏🏻😊


Salam,,


La Shakila 🌷

__ADS_1


__ADS_2