Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 85


__ADS_3

Perasaan Joelene tidak enak, mama mertuanya itu memanggil Kevin untuk bicara berdua saja itu pasti perihal kehamilannya, dia pun pasrah, apapun yang terjadi.


“Mama ada apa memanggil Kevin, serius amat” ucap Kevin yang sudah berada dikamar mamanya


“Kevin, mama mau bicara masalah kehamilan Joelene, kenapa kamu bawa dia kembali kesini ?” Tanya mama to the Point


“Memang ada yang salah ya ma, dia kan istri Kevin, kenapa gak boleh dibawa kesini ? Lagian kenapa jadi berubah begini sih ma, memangnya apa yang udah diperbuat Joelene hingga mama sebenci ini sama Joe?”


“Kevin,, bisa saja kan anak yang dikandungnya itu bukan anak kamu, kenapa kamu begitu yakin kalo anak yang dikandung Joelene itu anak kamu ? Apa kamu juga yakin selama kamu pergi entah kemana dia tidak melakukan hal - hal yang diluar batas?!”


“Mama.. kenapa mama jadi berubah begini sih? Apa sebenarnya yang udah terjadi hingga mama sebenci ini pada Joelene, sampai - sampai mama menuduh bahwa itu bukan anak Kevin? Mama jangan suudzon


“Vin, kamu gak tau apa - apa! Selama kamu menghilang entah kemana, Joelene pernah berhari - hari gak pulang, dia pergi bersama laki - laki lain dan kamu tau siapa,, laki - laki itu adalah David, pengacara tuan Edward”


Wajah Kevin berubah ketika mendengar ucapan mamanya, apa mungkin ini yang menyebabkan hubungan mama dengan Joelene jadi tidak baik ? Pikirnya.


Rahangnya mengeras, tatapan matanya tajam


“Mama tau darimana ? Jangan menduga - duga sebelum mama punya bukti!” Ucap Kevin masih tidak percaya atas apa yang ucapkan mamanya


“Perlu bukti apa lagi Vin! Kamu tau, saat itu mama sedang keluar kota, Adrian dan Mona sedang pergi bulan madu, katanya ada masalah dengan masyarakat setempat soal ganti rugi lahan di pembangunan proyek resort jadi pemilik lahan mau pihak perusahaan harus ada yang mewakili untuk ikut kesana menanda tangani surat - surat jual belinya dengan beralasan Adrian dan mama yang tidak ada ditempat, hingga dia berinisiatif pergi dengan David, apa dia ada menghubungi kamu ? Tidak kan ? Seorang istri yang baik gak akan pergi tanpa izin suami, apalagi perginya dengan laki - laki lain,, dan beberapa hari tidak pulang, dengan alasan terjadi bencana hingga akses jalan dan komunikasi terputus!” Terang Suci pada Kevin


Kevin tak berkomentar, pikirannya kacau, baru saja akan memulai hidup baru dengan Joelene, tiba - tiba dia mendapatkan kabar begini.


“Mama khawatir dia sedang merencanakan sesuatu dengan bekerjasama dengan David untuk mengambil alih perusahaan, karena saat itu kita semua tidak ada” tambah Suci membuat Kevin semakin meradang


Segera dia meninggalkan Suci, dia kembali kekamarnya menemui Joelene.


Amarah merasuki fikirannya, membayangkan semua yang diucapkan mama, betapa hancur hatinya saat dia menganggap anak yang didalam kandungan Joelene adalah darah dagingnya, namun apa yang didengarnya dari mama, begitu menghancurkan hati, merasa terhianati.


Dibukanya pintu kamar dengan kasar, mengedarkan pandangan keseluruh penjuru ruangan dikamarnya, mencari keberadaan Joelene.


Tiba - tiba tatapannya tertuju pada pintu yang mengarah ke balkon terbuka, segera Kevin bergegas kesana

__ADS_1


Joelene berdiri membelakangi Kevin, sedang menatap kosong kedepan dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


“Kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku ?” Ucapnya masih membelakangi Kevin karena dia sudah tau pasti mama Suci sudah menceritakan semuanya perihal kepergiannya dengan David.


Kevin berjalan mendekat dan berdiri berdampingan disisi kanan Joelene.


“Aku kira kepulanganku kesini untuk memperbaiki pernikahanku adalah pilihan tepat, ternyata aku salah, banyak yang sudah terjadi tanpa sepengetahuanku” ucapnya dengan suara rendah namun terdengar tegas dan dingin.


“Jika kamu tidak mau mendengarkan penjelasan ku, percuma aku membuang energi kalau toh kamu tetap hanya mendengarkan sebelah pihak tanpa mau mendengarkan kenapa aku memutuskan pergi dengan David saat itu” ucap Joelene masih menatap lurus kedepan


“Jelaskan apa yang terjadi?” Ucap Kevin berusaha tenang


Joelene pun menarik nafas dan menghembuskan berlahan,


“Waktu itu David mencoba menghubungi ponselmu beberapa kali, untuk membicarakan masalah pembebasan lahan yang akan diganti rugi untuk pembangunan resort itu, namun karena nomor mu tak kunjung bisa dihubungi, David pun mencoba menemui Adrian, juga menghubungi ponselnya, namun Adrian juga sedang bulan madu dengan Mona. Kemudian dia menghubungiku, aku pun menyarankan padanya agar mama yang ikut untuk menggantikan kalian, sebagai ahli waris yang juga memiliki kuasa di Laksana Corp, dia meminta ku menghubungi mama, namun mama tidak bisa dihubungi, aku mengirim pesan juga tidak ada jawaban, kemudian aku menanyakan keberadaan mama pada bu Ratna, bu Ratna bilang mama pergi ke luar kota sedang ada acara, David tidak bisa menunggu karena dia takut masyarakat setempat akan berubah fikiran dan batal menjual lahan mereka, hingga David menyarankan aku saja yang pergi untuk menggantikan, toh aku juga sebagai istri kamu, aku pun menurut, aku hanya tidak mau apa yang sudah kamu perbaiki akan sia - sia nantinya, karena kamu sudah susah payah untuk membuat perusahaan bangkit. Akhirnya aku pergi dengan David, pada saat dijalan pulang, tiba - tiba arus laut surut drastis, orang - orang pada berlari ke dataran tinggi, hingga aku dan David berbalik arah menyelamatkan diri sebelum tsunami itu terjadi, setelah kejadian itu semua akses jalan, jaringan komunikasi dan listrik pun terputus, setelah beberapa hari barulah bantuan datang hingga kami bisa menghubungi bantuan” Joelene menceritakan semuanya


Raut wajah Kevin terlihat sedikit tenang, biar bagaimanapun dia juga bersalah dalam hal ini, yang pergi tanpa memberi kabar dan tidak bisa dihubungi sama sekali.


“Sekarang aku boleh menanyakan sesuatu ?” Tanya Joelene


“Apakah kamu pergi menemui perempuan itu, apa yang membuat kamu tiba - tiba pergi menemuinya?”


Tak ada jawaban dari Kevin, dia masih diam


“Bodoh.. aku memang bodoh,, kenapa mau bertanya seperti itu, padahal aku sudah tau jawabannya, sekarang terserah padamu, mau percaya dengan cerita ku atau beranggapan sama dengan mama dan kembali dengan perempuan itu, aku tidak mau berharap terlalu tinggi karena aku takut jatuhnya akan sakit sekali” ucap Joelene dengan senyum tipis dibibirnya.


“Anak itu ?” Tanya Kevin menanyakan perihal anak yang ada dalam kandungan Joelene


Wajah Joelene seketika memerah, bisa - bisanya dia masih menanyakan perihal anak yang ada dalam kandungannya.


“Jika kau masih ragu, dia tak perlu pengakuan darimu, karena aku yang mengandungnya” ucap Joelene sambil berlalu meninggalkan Kevin.


Kevin terlihat kacau, kenapa konflik ini lebih rumit dari konflik pekerjaan, sampai - sampai dia tidak bisa berfikir jernih, otaknya tak bisa memutuskan.

__ADS_1


\*\*\*\*\*


Pagi sekali Joelene sudah bersiap berangkat bekerja, walaupun belum sembuh betul, dia tetap berangkat bekerja, karena baginya jika dia tidak bekerja dan berada Dirumah itu, itu akan berasa seperti dineraka.


Kevin yang juga susah bersiap hendak ke kantor Laksana Corp menyelesaikan semua pekerjaan, melihat Joelene sudah rapi


“Kamu mau kemana ? Istirahatlah dulu, kamu masih belum sembuh betul” ucap Kevin meminta agar Joelene beristirahat Dirumah


“Tidak,, aku tidak apa - apa, banyak yang harus aku kerjakan”


“Ya sudah.. biar aku antar sekalian” jawab Kevin kemudian beranjak keluar kamar menuju ruang makan.


Kevin lebih dulu turun dan ke ruang makan, disana sudah ada Mona, Adrian dan Suci.


Joelene memang sengaja tidak turun, karena dia tau pada saat sarapan di ruang makan adalah saat yang paling horor baginya, dia pun memilih langsung berangkat ke kantor dengan menaiki taksi yang sudah dipesannya.


“Mana istri kamu ?” Tanya mama


“Mama... dia punya nama,,” bela Kevin


“Iya.. mana dia ? Kenapa tidak turun, apa dia mau sarapan di kamar seperti tuan putri ?” Ucap Suci ketus


“Kalau memang iya memangnya kenapa ma? Wajar lah, dia lagi sakit” jawab Kevin merasa kesal atas ucapan mamanya tentang Joelen, entah kenapa sekarang dia sangat perharian pada Joelene.


Mama hanya melirik kesal, merasa anak kesayangannya sudah mulai terpengaruh pada Joelene.


“Ohya.. Vin... udah berapa bulan kehamilan Joelene ?” Tanya Mona


“Untuk apa kamu tau?” Ucap Kevin kerja yang memang tidak menyukai Mona mencari tahu tentang Joelene


“Mona hanya bertanya, kenapa jawaban kamu seperti itu Vin? Bagaimanapun juga dia itu kakak ipar kamu, tidak sepantasnyanya kamu berucap seperti itu!” Ucap Suci membela Mona, Mona pun menarik sudut bibirnya, meras senang karena sudah mendapat pembelaan dari ibu mertuanya itu, yang selama ini tidak pernah akur dengan nya, hingga Mona mendapat angin segar atas pembelaan Suci.


“Baiklah Kevin, aku sudah mendapat pembelaan dari mama mu sendiri, kini posisi Joelene sudah terancam, aku yang akan menang, tinggal selangkah lagi Joelene akan keluar dari daftar keluarga ini dan hanya menyisakan aku satu - satunya”.

__ADS_1


Senyum Mona dengan smirk licik diwajah cantiknya yang terpoles make up.


__ADS_2