Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 57


__ADS_3

Hari pertama bekerja usai cuti, Joelene lumayan sibuk karena ada beberapa pekerjaan yang menumpuk membuat Joelene menunda makan siangnya.


“Gimana gak dosa, tiap makan siang harus ingatin istri orang yang selalu lupa makan siang, bisa - bisa beneran dapat julukan pebinor nih” oceh Regi yang berdiri Didepan pintu ruang kerja Joelene.


“Apaan sih Gi,, siapa yang dapat julukan pebinor sih?” Ucap Joelene yang masih berada diantara dokumen yang berantakan dimeja kerjanya


“Ya aku lah mba! Mba tuh emang workaholic banget ya! Gak pernah ingat kalau cacing yang didalam perut mba itu juga butuh makan, dari jamannya mba masih single sampai udah jadi bini orang masih aja kalau waktu makan harus di ingatin”


“Dasar Regi rese banget ya!! Iya.. iya.. dikit lagi kelar kok ini, nanggung, lagian siapa juga yang mau makan bareng kamu?” Goda Joelene


“Kan apes lagi kan!! Aku ikhlas kok mba cuma jadi alarm buat ingatin mba makan, soalnya mba suka lupa makan ntar mba sakit lo,, kalau mba sakit siapa coba yang repot ?”


“Emang siapa yang repot ?” Tanya Joelene


“Ya aku lah!!”


“Kenapa jadi kamu yang repot, aku kan udah punya suami”


“Ya repot lah mba, coba ya mba kalau mba sakit nih,, jadi semua dokumen dan berkas - berkas yang perlu di approve mba kan bakalan One of level tuh, nah itu bakalan buat aku yang mondar - mandir jadi kurir mba, buat anterin dokumennya ke ruangan pak Angkasa”


“Sialan nih anak !! Jadi ceritanya gak ikhlas gitu ?”


“Ya..ya ikhlas lah, masa nggak, ntar bonus aku dikurangi lagi” ucapnya pelan, Joelene tersenyum mendengarnya.


“Udah kelar nih,, kamu ngomel terus sih! Kamu udah makan ?” Tanya Joelene


“Udah mba, mau ngajakin mba mabar ntar ada yang marah lagi” ucap Regi


“Nah...!! Tuh pinter” jawab joelene sambil tersenyum lebar dan keluar dari ruangannya.


Ponsel Joelene berbunyi, panggilan masuk dari Kevin


“Ya Hallo..”


“Kamu udah makan? Aku Didepan kantor kamu, mau makan bareng ?”


Joelene kaget, Kevin mengajaknya makan siang, padahal dihari - hari sebelumnya Kevin tidak pernah mengajaknya makan siang, jangankan mengajak makan siang, hanya sekedar mengingatkan makan siang pun tidak pernah, hingga hari ini Joelene mendapat ajakan makan siang bareng suaminya membuat wajah Joelene tersenyum.


Begitu Joelene berada Didepan pintu utama kantornya, dia sudah mendapati mobil Kevin terparkir disana, Joelene pun segera berjalan dan membuka pintu mobil.


“Kamu mau makan dimana ?” Mendapat pertanyaan seperti ini membuat Joelene gugup karena lelaki yang kini sudah menjadi suami yaitu tidak pernah seperti ini sebelumnya, Joelene merasa sedang berkencan, hatinya tak karuan.


“Em..makan dimana aja boleh, terserah kamu aja”

__ADS_1


“Aku mau kamu yang menentukan makan dimana” ucap Kevin


“Ta..tapi.. selera kita berbeda, kamu kan gak bisa makan nasi ataupun makanan yang Indonesia banget” ucap Joelene


“Gak masalah, aku ikut aja” ucap Kevin, membuat Joelene merasa jadi istri beneran.


“Gimana kalau makan masakan Jepang ?” Joelene memberi tawaran dan Kevin pun menyetujuinya.


Kevin pun membawa Joelene kesebuah restauran Jepang terbesar dikota itu.


Saat sudah berada didalam restauran dan makanan yang mereka pesan sudah datang, Joelene tak henti melirik ke arah Kevin, ingin melihat ekspresi wajahnya saat menikmati makanan Jepang.


Kevin terlihat biasa saja dan lumayan menikmati, raut bahagia terpancar pada wajah Joelene, ini kali pertama nya menikmati makan siang berdua dengan suaminya.


Setelah selesai, Kevin mengantar Joelene kembali ke kantornya dan ia pun kembali ke kantornya.


Menjelang jam pulang kantor, Joelene masih berkutat dengan pekerjaannya yang hampir selesai dan ponsel Joelen berdering, terlihat pada layar ponsel, Jennifer memanggil, Joelene segera mengangkatnya karena iya yakin pasti ada kabar dari rumah sakit.


“Ya mba Jeje, gimana keadaan Ayah ?”


“Jo,, kamu segera kesini ya, Ayah drop lagi” ucap Jeje dengan tergesa


“mba,, gimana keadaan Ayah, apa yang terjadi mba ?” Tanya Joelene tak kalah panik


“Udah pokonya kamu kesini segera” ucap Jeje dan panggilan pun terputus.


Didalam taksi diperjalanan menuju rumah sakit, Joelene mengirim pesan singkat pada Kevin, mengabarkan kalau Ayahnya dalam keadaan gawat dan ia sudah menuju kesana.


Perasaannya semakin tak karuan, taksi yang ditumpanginya tak bergerak, kondisi jalanan macet, karena jam pulang kerja.


Diliriknya jam di pergelangan tangannya, dilihatnya kondisi jalan tidak bergerak, rasanya ingin sekali dia terbang menumpang pada burung - burung sore yang berterbangan agar ia segera tiba Dirumah sakit, karena Berulang kali Joelene menghubungi ponsel Jeje, Janet maupun Ibu nya, semua tidak ada yang menjawab.


Fikirannya semakin kalut, hingga ia keluar dari taksi yang ditumpanginya dan memilih berjalan kaki melalui mobil dan motor yang terjebak macet parah.


Di tengah tumpukan kendaraan yang sedang terjebak macet itu, Ada seseorang yang sedang mengendarai motor sport, seorang pria yang tengah menatap kearah Joelene yang sedang berjalan terburu - buru.


“Joan,,” panggil David


“Dave..” ucap Joelene


“Mau kemana kok kelihatannya terburu - buru banget ?”


“Aku mau kerumah sakit, Ayah ku sedang gawat dan taksiku terjebak di tengah - tengah kemacetan, aku jalan dulu ya” ucap Joelene pamit joelene terburu - buru

__ADS_1


“Biar aku antar, ayo naik” ucap David menawarkan diri mengantar Joelene dengan motornya.


Joelene tak berfikir lama, dia langsung naik di boncengan David, David pun mulai menjalankan motornya berlahan, menyalip sedikit demi sedikit dari pinggiran hingga menaiki trotoar jalan.


Posisi motor David memang berada dipinggir dan masih bisa bergerak pelan memecah kemacetan hingga mereka berhasil keluar dari kemacetan tersebut.


Sedikit lega, namun Joelene masih belum tenang sebelum ia tiba Dirumah sakit dan melihat langsung kondisi Ayah.


David memacu sepeda motornya sedikit kencang, karena Joelene terlihat tidak tenang.


Hanya butuh beberapa menit saja, mereka sudah tiba Didepan rumah sakit tersebut, Joelene tak menunggu David memarkirkan sepeda motornya, ia langsung berlari menuju ruang ICU tempat Ayahnya dirawat.


Mencari - cari Ibu dan kedua kakaknya, namun tidak ditemukannya, hingga pintu ruang ICU terbuka dan terdengar suara isak tangis didalam ruangan.


Joelene menerobos masuk mengacuhkan prosedur memasuki ruang perawatan intensif, hingga ia menemukan Ibu dan kedua kakaknya berpelukan dan menangis.


Seketika tubuh Joelene kehilangan keseimbangan, melihat jasad Ayahnya sudah tertutup kain hingga ke wajahnya.


Tubuh Joelene mulai oleng, seakan ambruk, namun saat bersamaan David muncul dengan refleks menangkap tubuh Joelene.


Joelene kehilangan kesadarannya hingga David menggendong tubuh Joelene menuju ruang pemeriksaan pasien yang letaknya bersebelahan.


Beberapa menit kemudian, Joelene pun siuman, matanya mulai terbuka berlahan, Jeje dan David menemaninya, sementara Janet dan Adam suaminya mengurus pemulangan Ayah.


“Jo,, minum dulu ya” ucap Jennifer membangkitkan tubuh Joelene lalu memberinya air minum agar lebih tenang.


Setelah minum, Joelene langsung memeluk Jennifer meluapkan kesedihannya.


“Mba,,, Ayah....” ucap Joelene sambil terisak dalam pelukan kakaknya Jennifer


“Iya dek, Ayah udah pergi ninggalin kita, do’ain Ayah ya dek, kita harus ikhlas” ucap Jennifer yang juga terisak sambil memeluk Joelene.


Jenazah Ayah sudah dibawa kerumah, karangan bunga sudah berjajar di sepanjang jalan masuk menuju rumah Joelene, para pelayat sahabat dan kerabat mulai berdatangan mengucapkan bela sungkawa.


David masih belum pulang, dia langsung ikut menuju rumah Joelene, dia mencari - cari sosok Kevin, namun Kevin tidak terlihat disana.


Tidak mungkin rasanya Kevin belum dapat kabar atas meninggalnya Ayah mertuanya ini, apa mungkin Kevin sedang berada diluar negeri, hati David berkata - kata.


Hai readers...


Mohon maaf beberapa hari belakangan ini up nya ngadat🙏🏻 karena author ada kegiatan menyambut HUT RI yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat suami author bekerja, juga anak - anak yang sibuk kegiatan disekolah, author jadi kelabakan 🙏🏻😊Tapi author akan berusaha untuk bisa rutin up tiap harinya.


Semoga kita semua diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah, mohon dukungannya untuk like, komen dan hadiah nya, biar author lebih semangat lagi🙏🏻😊

__ADS_1


Salam,


La Shakila 🌷


__ADS_2