
Didapur, Bu Suci, Jojo dan beberapa ART sedang berkumpul merencanakan masak apa hari ini.
Usai membicarakan apa saja yang akan dimasak, lalu Suci menyerahkan catatan yang harus dibelanjakan pada salah seorang ART.
“Bu, biar saya aja yang belanja bu” Ucap Jojo
“Duhh... masih manggil Ibu sihh,,, panggil mama juga dong nak, kan kamu sudah menjadi istri Kevin, itu berarti kamu juga sudah menjadi anak mama, mulai sekarang panggil mama ya”
“I..iiya... ma,, saya aja yang belanja”
“Kamu yakin ? Biar mereka aja nak”
“Gak apa ma, Jojo seneng kok belanja, apalagi kepasar, banyak makanan tradisional yang unik - unik”
“Iyya kah ? Kalau begitu mama juga mau kepasar dong, rasanya udah lama banget mama gak kepasar”
“Ya udah kita berangkat sekarang yuk ma” ajak Jojo
“Ok... sebentar mama ambil tas dulu”
Lalu keduanya berjalan beriringan menuju halaman depan tempat mobil terparkir yang akan mengantarkan mereka menuju pasar.
Mona melihat kedekatan Suci dan Joelene, ia pun tersenyum sinis.
“Wow... baru sehari dia dirumah ini, sudah banyak memberi pengaruh pada wanita tua itu, tapi tenang saja Mona, pemandangan ini hanya sebentar dan akan berubah, jangan sebut aku Mona kalau tidak bisa mengubah segalanya sesuai harapanku”
Dengan menyeringai licik, Mona berjalan menaiki anak tangga masuk kekamarnya.
Begitulah keseharian Mona, usai suaminya berangkat kerja, dia tidak peduli dengan segala apapun yang terjadi dirumah itu, termasuk semua perlengkapan suaminya, ART yang lebih tau daripada dia.
Keseharian Mona dihabiskannya hanya bersantai dikamar, kesalon dan segala aktivitas unfaedah genk sosialitanya.
Tak jarang dia kekantor menemui Adrian suaminya hanya sekedar meminta uang untuk berfoya - foya.
Satu jam berlalu, Jojo dan Suci sudah kembali dari pasar, dengan wajah ceria Suci turun dari mobil, lalu sang sopir mengangkat bungkusan belanjaan mereka.
“Jo... udah lama banget mama gak cicipin jajanan pasar kaya tadi, enak - enak lagi, lebih enak malah dari kue - kue yang ada di bakery yang biasa mama beli, bubur biji salaknya juga enak banget nak, mama terakhir makan mungkin waktu masih sekolah dulu, ahhh... serasa kembali kemasa lalu mama Jo” kenang Suci
“Jadi ceritanya mama belanja sekalian nostalgia nih,,?”
“Hahaha.. iya nak,, mama jadi ingat masa - masa itu,, haah... andai waktu bisa diputar kembali” Ucap Suci dengan nada penuh harap
Mereka sudah berada didapur dan akan mulai memasak, Jojo memang sangat senang memasak, apalagi mencoba resep - resep baru yang belum pernah dia buat, terlebih masakan daerah di seluruh Indonesia.
__ADS_1
Setelah semua masakan selesai, Jojo pun masuk kekamarnya untuk membersihkan diri.
Sementara itu, Suci meraih ponselnya lalu menghubungi Kevin
“Hallo Vin, lagi dimana nak, jangan lupa nanti kamu pulang makan siang dirumah ya”
“Gak bisa ma, aku ada janji dengan seseorang yang akan berinvestasi, aku harus kasi pelayanan terbaik dong, takutnya dia batal berinvestasi, ntar malam aku makan dirumah ya”
“Ya sudah, kamu ajak aja sekalian makan siang dirumah, susah banget sih”
“Ma..maa,, masa iya sih urusan kantor dibawa - bawa kerumah,, lagian pak Edward itu walaupun dia asli nya Indonesia tapi udah lama tinggal dan menetap diluar negeri, nanti makanannya gak cocok dilidahnya ma, sakit perut lagi dia nya”
“Justru itu karena dia orang indo yang sudah lama menetap diluar negeri, kita kasi dia masakan khas Indonesia biar lidahnya bernostalgia sama masakan indo, pasti dia kangen banget, udah ajakin kerumah ya, mama tunggu, kasian lo Joelene udah masakin menu spesial buat suami tercinta, masa sih kamu gak menghargai itu nak?”
Mendengar ucapan mama yang seperti itu, Kevin tak kuasa menolak, bukan karena Joelene yang udah memasak untuk nya tapi karena ucapan mamanya yang berhasil meluluhkan hatinya.
“Ya udah,, ntar aku coba ajak mereka kerumah, udah dulu ya ma”
“Baiklah,, mama dan istri kamu tunggu dirumah ya nak”
Kevin langsung memijat pelipisnya, pusing menghadapi permintaan mamanya.
Tak lama sekretarisnya menghubungi lewat telepon dimejanya
“Selamat siang pak, saya mau ingatin bapak ada janji meeting sekalian makan siang dengan Tuan Edward Permadi” Ucap sang sekretaris
“Tapi pak, kita belum booking, nanti bapak tidak dapat tempat, karena di jam - jam makan siang begini semua restauran sudah penuh”
“Tuan Edward akan saya undang makan siang dirumah saya”
“Baiklah pak,,”
Tak berselang lama, mobil Kevin dan satu mobil lain masuk kedalam areal parkir rumah Kevin yang cukup luas itu.
Mama yang sudah diberi tahu oleh Kevin, langsung berdiri didepan pintu utama memasuki rumah mereka, berdiri bak pagar ayu dengan dandanan simple namun masih memancarkan kecantikan di usianya yang tak muda lagi.
“Selamat datang dirumah kami tuan...” Ucap Suci menyambut kedua orang tamunya
“Edward,, panggil saja saya Edward, ibu ini pasti Ibu nya Pak Kevin ya?”
Tebak Tuan Edward pada Suci
“Benar sekali Tuan, saya Ibu nya Kevin, Ibu Suci, senang bertemu dengan anda dan Terima kasih sudah berkenan memenuhi undangan makan siang kami”
__ADS_1
“Sama - Sama Ibu Suci, saya juga sangat senang dapat undangan makan siang dari pemilik perusahaan langsung, terlebih makannya dirumah pribadinya, saya merasa mendapat kehormatan sekali, ohya,, kenal kan ini David pengacara pribadi saya” Ucap Edward memperkenalkan rekannya
“Oh..Iya.. Salam kenal Tuan David, terima kasih sudah mau datang kerumah kami”
“Sama - Sama Bu, terima kasih juga sudah mengundang kami kerumah ibu yang nyaman ini” Ucap David sambil berjabatan dengan Suci
“Kita langsung keruang makan aja ya, Sudah masuk jam makan siang juga, mari Tuan Edward dan Tuan David” Ucap Suci mempersilahkan tamunya masuk menuju ruangan makan.
Mereka pun langsung menyantap semua hidangan yang disediakan Suci, keduanya tampak sangat menikmati setiap hidangan yang disuguhkan Suci, semua hidangan yang disajikan dicicipi oleh kedua tamu tersebut, terlihat wajah keduanya sangat menikamti menu makan siang mereka yang sudah lama tidak mereka jumpai.
“Wahh.. Terima kasih sekali Bu Suci, sudah mengobati kerinduan saya pada semua makanan Indonesia, sudah lama sekali rasanya saya tidak menikmati makanan Indonesia yang lezat - lezat seperti hari ini, sungguh mengembalikan ingatan saya akan masa kecil saya di Indonesia” Ucap Edward yang merasa sangat puas sekali akan jamuan yang disuguhkan Suci.
“Benar kata Tuan Edward Bu, saya juga Terima kasih sekali bisa menikmati makan Indonesia yang lezat seperti ini, walaupun saya masih tinggal di Indonesia tapi masakan Ibu ini juara banget Bu, rasanya seperti pernah saya nikmati semua makanan ini, sekali lagi saya Ucap kan Terima kasih banyak Bu” Ucap David berterima kasih sambil mengatupkan kedua tangannya didada.
“Duhh... Tuan Edward dan Tuan David ini terlalu berlebihan sekali memuji saya, ini semua itu bukan masakan saya lo” Ucap Suci
Mendengar ucapan Suci, dahi Kevin berkerut dan kedua alisnya terangkat.
“Jadi ini semua masakan siapa bu ?” Tanya Edward
“Ini semua itu masakan menantu saya, istrinya Kevin, sebentar saya panggilkan” Ucap Suci
Suci pun masuk kedapur menemui Joelene yang sedang berada didapur menyiapkan desert untuk mereka.
Kemudian Bu Suci kembali keruang makan sambil menggandeng Joelene untuk memperkenalkannya.
“Naah... ini dia chef nya, kenalkan Tuan Edward dan Tuan David, ini Joelene menantu saya, istrinya Kevin putra bungsu saya” Ucap Suci memperkenalkan Joelene
Terlihat Tuan Edward mengangguk lalu mengulurkan tangan pada Joelene
“Senang bertemu dengan anda Nyonya Kevin, terima kasih sudah menjamu kami dengan semua hidangan yang lezat ini” Ucap Edward tulus pada Jojo yang disambut anggukan dan senyuman oleh Jojo
Kemudian David mengulurkan tangannya kearah Jojo dengan ekspresi wajah sedikit terkejut
“Terima kasih atas jamuannya Joan” Ucap David menatap kagum Joelene.
Jojo sedikit kaget mendengar David memanggil namanya, ia lalu tersenyum sambil mengangguk menatap kearah David yang sepertinya pernah bertemu.
Kevin menatap tajam kearah keduanya yang masih berjabat tangan, kemudian diam berdehem hingga membuat jabatan tangan Joelene terlepas.
“Ehemm...”
Lalu Joelene berpamitan kembali kedapur dan melanjutkan lagi menyiapkan desert.
__ADS_1
Lalu desert yang sudah di Siap kan Jojo dibawa oleh ART ke ruang makan dan disajikan.
“Joelene,,, nak,, kok didapur terus sih, ayo bergabung duduk disini” Ucap Suci.