Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 86


__ADS_3

Sore itu, Kevin berencana menjemput Joelene di kantor nya, Karena tadi pagi saat berangkat kerja, Joelene lebih dulu pergi dengan taksi.


Kevin mencari informasi perusahaan dimana Joelene bekerja saat ini dari temannya yang ada di Belanda yang juga hadir pada saat acara ulang tahun owner perusahaan Joelene kala itu.


Setelah dia mendapatkan informasinya, Kevin langsung bergegas menjemput Joelene, entah kenapa semenjak mengetahui Joelene sedang mengandung, Kevin semakin menghawatirkan Joelene, hanya saja Joelene selalu saja berusaha menghindar dari Kevin agar tidak sakit nantinya jika suatu saat Kevin tiba - tiba menghilang.


Saat ini Kevin sudah berada didepan gedung kantor Joelene.


Joelene terlihat sudah keluar dari pintu utama, dia terlihat kebingungan seperti mencari - mencari seseorang.


Dia memang sedang mencari office boy untuk membawakan barang -barangnya.


Kevin menatap kaget pada Joelene, melihat terlalu banyak barang yang dibawa Joelene


“Apayang dilakukan Joelene ? Kenapa dia banyak sekali membawa barang dari kantornya ?”


Kevin pun segera memasuki halaman gedung berlantai 5 itu dan memarkirkan mobilnya tepat Didepan Joelene berdiri, Kevin turun dari mobil dan mendekat ke Joelene


“Joe.. ayo naik, kita pulang,, Kamu habis belanja ?” Tanya Kevin berbasa - basi sambil meraih barang yang ada ditangannya Joelene dan memasukkannya kedalam bagasi, Joelene hanya diam, tak berucap sepatah kata pun.


Joelene hari ini adalah hari terakhir ia bekerja diperusahaan itu, ia mengajukan surat pengunduran dirinya.


Joelene memang berencana menjauh dari Kevin, lelah akan semuanya, saat ini yang menjadi fokusnya hanyalah menjaga kandungannya dan mencari Mommy nya.


Joelene diam, dia menurut dan masuk kemobil, Kevin pun membawanya pulang kerumah.


Sesampainya Dirumah, Kevin pun meminta ART untuk mengangkat barang - barang Joelene, kemudian mereka berjalan beriringan masuk melalui pintu depan.


Saat diruang keluarga, sepertinya mama Suci sedang kedatangan tamu, namun tidak terlihat karena posisi sang tamu duduk membelakangi Kevin dan Joelene.


Kevin tak mengacuhkannya, karena mungkin itu teman arisan mama dan yang sedikit menarik perhatian Kevin, Mona juga ikut bergabung dengan Mama diruang keluarga.


Hingga saat akan menaiki anak tangga, langkahnya terhenti menatap kearah mereka yang sedang asyik ngobrol.


Mama yang baru sadar akan kehadiran Kevin dan Joelene langsung menyapa Kevin

__ADS_1


“Vin... baru pulang, sini dulu dong, ini ada yang - nyari kamu lo” ucap Mama Suci memanggil Kevin untuk bergabung namun mengacuhkan Joelene yang juga bersama Kevin


Joelene pun hendak melanjutkan langkah menaiki anak tangga, namun Kevin meraih tangan Joelene dan menautkan nya dengan tangannya kemudian berjalan mendekati mamanya.


“Siapa ma ?” Tanya Kevin sambil menoleh kearah sosok yang sedang duduk membelakangi mereka tadi


Kevin sedikit terkejut, ternyata Leona yang berkunjung


“Le... ngapain kamu kesini ?”


“Loh... emang nya gak boleh,, iya ya tante gak boleh ya Le main kesini ?” Ucapnya mencari dukungan pada Suci


“Boleh dong.. Vin.. Leona udah lama nungguin kamu pulang, jauh - jauh dia nyusulin kamu kesini” ucap Suci sambil melirik kearah Joelene


“Kevin mau naik dulu, mau ganti baju, udah gerah banget seharian” ucap Kevin malas sambil masih menggandeng tangan Joelene melangkah meninggalkan Leona dan mamanya


“Vin...! Kasihan Leona udah jauh - jauh dari Belanda kesini cuma mau temui kamu, hargailah sedikit!” Ucap Suci sengaja melakukan penekanan


“Mah... aku gak minta dia nyusuli aku kesini, lagian aku juga udah tau maksud dan tujuan dia apa kesini dan kamu Le,, silahkan keluar” ucap Kevin ketus pada Leona, membuat mata Leona membulat seperti hendak melompat, dia benar - benar kaget atas perlakuan dan ucapan Kevin yang sangat berbeda dari sebelumnya.


Mona yang juga ada disana, cukup menjadi penonton yang Budiman, karena dia tidak perlu membuang energi memancing keributan karena tanpa dia pancing pun keributan itu menghampiri.


“Benar begitu Vin ? Sepertinya Leona memiliki tempat spesial dihati kamu sampai - sampai kamu mencarinya ke Belanda” ucap Suci membuat Joelene merasa semakin tak berharga


Mata Joelene sudah menggenang dan siap menumpahkan Genangannya, namun dia berusaha menahan agar tak terlihat lemah.


Kevin menoleh kearah Joelene, kemudian beralih ke mamanya, merasa memiliki kesempatan untuk pergi dari ruangan itu karena Kevin sudah melepaskan genggamannya, Joelene pun segera beranjak naik kelantai dua.


“Le... kalau tujuan kamu kesini itu mau membuat keributan kamu berhasil,, sekarang kamu boleh pergi dari sini, kalau bisa pergi dari negara ini juga, karena aku sudah tau akal busuk kamu!” Ucap Kevin geram, karena dia sudah mendapat informasi dari asistennya Jullian tentang tujuan Leona sebenarnya.


Flash Back On


Setelah Kevin kembali ke Indonesia, tiba - tiba Jullian menghubungi Kevin di tengah keributan yang terjadi saat Kevin bertemu dengan Joelene dan David di restauran itu.


Jullian mengabarkan bahwa dia baru mendapat info dari orang suruhannya yang ditugaskan Jullian untuk memata - matai rival bisnis Kevin di Belanda dan ternyata, rivalnya itu bekerja sama dengan Leona, dengan memanfaatkan Leona mereka hendak menghancurkan bisnis Kevin dan mengalihkan saham perusahaan Kevin keatas nama Leona karena ke bucinan Kevin.

__ADS_1


Saat mendengar kabar itu Kevin berusaha tetap berlaku biasa saja seperti dia belum tau apa - apa dihadapan Leona, namun Leona semakin menjadi malah menyusulnya ke Indonesia.


Flash Back Off


“Kevin,, jaga sikap kamu!! Jangan kasar begitu pada wanita!” Hardik mama pada Kevin


Kevin menatap jengah kearah Leona yang sedang berakting dengan memasang wajah sesedih mungkin mengharap pembelaan dari mama Suci.


“Tante,, liat lah kelakuan Kevin,, dia kok jadi berubah kasar gini sama Le ? Padahal sebelumnya dia gak begini, mungkin perempuan itu membawa pengaruh buruk padanya tante..” ucap Leona dengan suara memelas mengharap belas kasihan.


Wajah Kevin memerah, emosinya sudah akan meluap, namun dia berusaha menahannya agar mama tidak semakin menjadi membela Leona.


“Le,, pulanglah,, biar mama bicara dengan Kevin” perintah Suci, Leona pun menurut, dia pun berpamitan pada Suci yang diantar oleh Mona hingga ke pintu keluar.


“Kevin...! Mama mau bicara!”


Kevin dengan wajah emosi yang tertahan, dia pun segera duduk dihadapan mamanya.


“Mama mau bicara apa ?”


“Mama gak habis sama kamu, kenapa kamu masih bawa Joelene kesini?”


“Loh,, jadi Kevin harus bawa dia kemana ma? Joelene istri saya dan saya tinggal dirumah ini, wajar dong dia ikut Kevin”


“Kamu masih yakin kalau bayi yang dikandungnya itu anak kamu ?”


“Ma,, kenapa membahas itu lagi sih, Kevin yakin ma, memang apa alasan Kevin untuk gak yakin kalau anak yang dikandung Joelene itu bukan anak Kevin ?” Tanya Kevin


“Vin, kan mama udah bilang, sewaktu kamu pergi itu dia pernah pergi bareng David sampai beberapa hari tidak pulang, harusnya kamu curiga, bisa - bisa aja itu bukan anak kamu, kamu jangan terlalu percaya Vin, kamu kan tau sendiri Joelene itu keluarganya gak jelas, dia bukan anak kandung keluarga Winata, terus orang tuanya kita gak tau siapa kan, bisa saja dia anak dari hasil hubungan gelap atau anak haram !”


“Ma...! Kok mama sampai berfikiran begitu, dulu mama sendiri yang menjodohkan Joelene dengan Kevin, kenapa sekarang malah mama menilai buruk Joelene ? Apa yang udah membuat mama berubah begini?” Ucap Kevin tak habis fikir


“Kamu sepertinya udah jatuh cinta sama dia, mama ingatkan kamu, cinta boleh tapi jangan bodoh, udah jelas - jelas dia pernah pergi dengan pria lain tapi kamu masih percaya, kalau dulu mama meminta kamu menikah dengan Joelene, Ok mama salah,, dan sekarang terserah kamu,, mau terus dengan dia atau sudahi sampai disini !”


Kevin menatap tak percaya pada mamanya, entah apa yang merasuki mama sehingga meminta nya untuk berpisah dengan Joelene.

__ADS_1


Dan tanpa sepengetahuan Suci dan Kevin, Joelene mendengar semua pembicaraan mereka diruang keluarga karena saat itu Joelene hendak ke dapur mengambil sesuatu dan dia mendengar semuanya.


__ADS_2