
Setelah mendapat alamat kantor baru Jojo, Tomy berniat untuk menemui Jojo untuk meminta maaf atas sikapnya yang sudah membuat Jojo kesal.
Tepat jam makan siang, Tomy tiba dialamat kantor Jojo yang baru, Tomy pun berniat untuk mengajak Jojo makan siang.
“Selamat siang Pak, ada yang bisa dibantu ?” Ucap Dodi sang security
“Selamat siang, saya mau ketemu dengan Ibu Joelene Anastasia, ada ?”
“Oh... maaf bapak sudah ada janji sebelumnya dengan Ibu Joelene ?”
“Belum,, ada hal yang penting yang ingin saya bicarakan dengan nya” ucapTomy
“Maaf dengan bapak siapa ya ?”
“Saya.. Tomy..”
“Ok,, tunggu sebentar ya pak, saya konfirmasi dulu” ucap Dodi.
Di ruangan kerja Jojo, dia sedang sibuk mempelajari file - file perusahaan tersebut, terdengar suara panggilan interkom di meja kerjanya
“Ya Hallo..”
“Ibu Joelene, ada tamu yang mau ketemu Ibu, katanya ada hal penting yang mau beliau bicarakan dengan Ibu”
“Siapa pak ?”
“Bapak Tomy bu”
Ekspresi terkejut pada wajah Jojo, ketika mendengar nama yang disebutkan oleh Security kantornya.
“Mau apalagi dia datang, masih belum puas dia, sampai dia mengejarku kesini, apalagi yang mau dibanggakannya berharap aku mau menerimanya” gumam hati Joelene
“saya lagi sibuk banyak kerjaan,, bilang aja ya pak”
“Baik bu, akan saya sampaikan” ucap security kemudian menutup panggilannya.
“Maaf pak, Ibu Joelene belum bisa menemui bapak, karena dia sedang banyak pekerjaan”
“Tapi sebentar lagi kan makan siang, apa dia tidak istirahat ?”
“Kalau itu saya kurang tau pak, mungkin Ibu Joelene tidak keluar makan siang, mungkin dia akan makan siang dikantor saja, karena dia baru hari ini masuk dikantor ini, mungkin beliau masih sibuk” terang Dodi
“Oh... Ok baiklah., terima kasih” ucap Tomy sambil berlalu meninggalkan security menuju mobilnya.
Didalam mobil, dia masih berfikir bagaimana cara untuk bertemu dengan Joelene, hingga dia menunggu sampai jam kerja Joelene berakhir.
__ADS_1
Saat jam pulang kerja, Tomy sudah menunggu Didepan kantor Jojo, tak lama dilihatnya Jojo keluar kantor kemudian masuk kedalam sebuah mobil yang diyakini Tomy itu adalah mobil fasilitas perusahaan.
Mobil yang membawa Jojo pun bergerak meninggalkan halaman kantor, Tomy mencoba mengikuti dari kejauhan.
Hingga mobil yang membawa Jojo memasuki sebuah kompleks perumahan dan berhenti disalah satu rumah yang tidak terlalu besar, Jojo pun keluar dari mobil tersebut kemudian mobil itu meninggalkan Jojo.
Saat Jojo akan masuk kedalam rumah tersebut, Tomy pun langsung turun dari mobilnya menemui Jojo.
“Jo..Joelene... sebentar Jo!”
Jojo menoleh kearah suara yang memanggilnya, dilihatnya Tomy sudah masuk kedalam pagar rumah tersebut.
“Ada apa ya ?” Tanya Jo
“Jo... aku mau bicara, boleh aku masuk ?”
Jojo terdiam seperti mempertimbangkan sesuatu
“Duduk di teras aja ya, gak enak dilihat tetangga, lagian aku penghuni baru disini, nanti jadi omongan”
“Kita ngomong diluar aja Jo, aku paham kok kamu baru pindah disini”
“Ya udah bentar, aku taruh barang - barangku dulu” ucap Jojo sambil masuk kedalam rumahnya.
Tomy masih menunggu diteras rumah,tak lama kemudian Jojo kembali keluar
“gak kok,, hanya sebentar aja” ucap Tomy sambil mempersilahkan Jojo masuk kedalam mobilnya.
Didalam mobil mereka saling diam, tidak ada yang memulai pembicaraan, terasa canggung keduanya, hingga mereka tiba di sebuah restauran keluarga yang cukup nyaman, dengan gaya bangunan pedesaan, terdapat beberapa gubuk di tengah - tengah kolam ikan, iringan lagu Sunda terdengar sayup - sayup dari pengeras suara yang terhubung keseluruh area gubuk, membuat suasana nyaman dan tenang, diiringi suara gemericik air kolam yang menambah suasana pedesaan yang semakin terasa.
Kemudian Tomy memilih salah satu gubuk yang tidak terlalu besar, lalu mereka pun duduk dan pelayan datang memberikan buku menunya.
Jojo terlihat tidak tertarik berlama - lama, dia hanya memilih minuman
“Kamu gak makan Jo ?” Tanya Tomy
“Gak, aku masih kenyang, soalnya tadi makan siangnya agak telat, kamu aja yang makan” ucap Jojo
Tomy yang memang sedari tadi siang belum ada makan, hanya saja dia merasa malu makan sendirian akhirnya dia pun hanya memilih minuman.
“Saya pesan jus mangga aja mba” ucap Tomy sambil menyerahkan buku menu pada pelayan.
Sebenarnya Tomy sangat lapar karena sedari siang dia belum mengisi perutnya, namun terasa canggung jika hanya makan sendirian sementara Jojo tidak makan hingga akhirnya dia pun hanya memesan minuman.
“Langsung aja, sebenarnya tujuan kamu kesini apa ?” Ucap Jojo to the point
__ADS_1
“Aku mau minta maaf Jo, atas kelakuanku kemarin, aku gak bermaksud untuk merendahkan kamu, menganggap kamu sama dengan wanita yang pernah aku temui yang hanya memandang hartaku saja”
“Hanya itu,,, ya udah,, aku maafin kok, aku maklum, untuk orang - orang kaya seperti kalian yang menilai orang sebatas materi aku rasa sah - sah aja sih, karena apapun bisa kalian lakukan, bahkan harga diri orang bisa kalian beli, tapi maaf mungkin kamu salah orang dan mungkin kita lebih baik berteman saja, tidak lebih dari itu, karena kita memang banyak perbedaan, rasanya sulit untuk menyatukan semua perbedaan itu jadi lebih baik kita hanya sebatas teman, aku juga mohon maaf mungkin selama ini sikap kU ke kamu itu kurang baik atau kurang welcome ke kamu, karena memang sejujurnya dari awal aku tidak setuju atas perkenalan ini, tapi karena aku menghargai kakak ipar kU dan kakak kandungku sendiri, hingga aku bersedia berkenalan dengan kamu” ucap Jojo tegas.
Hati Tomy terasa terkena percikan - percikan kembang api, pelan tapi menyakitkan dan langsung mengena ke hatinya, terasa sekali penolakan Jojo atas kata - katanya barusan, hingga Tomy tak bisa berkata apa - apa lagi, dia hanya terdiam dan menerima kenyataan.
Satu jam berlalu, kemudian Jojo melirik pada pergelangan tangannya
“Sepertinya sudah cukup ya, aku juga harus pulang, ada yang perlu aku selesaikan lagi Dirumah”
Pertemuan mereka terasa dingin, tidak ada canda tawa dan obrolan ceria dari Jojo, Tomy pun maklum atas perubahan sikap Jojo.
“Ok,, kita langsung pulang” ucap Tomy.
Selesai membayar bill, mereka pun berjalan menuju parkiran, saat diperjalanan menuju parkiran, Jojo bertemu dengan sepasang suami istri yang seumuran Ayahnya dengan dua orang anak perempuan, sepertinya mereka baru saja tiba di restauran tersebut.
“Kamu Jojo kan,, anaknya Harry Winata?” Ucap sosok laki - laki tersebut
“Eh... iya.. bapak siapa ya ?”tanya Jojo
“Ya ampun masa sih kamu gak kenal, kecil - kecilnya kamu dulu om suka gendongan kamu lo, si anak bule peninggalan Belanda dari keluarga Winata, hahaha... ya kan ?” Pria tersebut mengingatkan julukan yang selalu disebut orang - orang padanya saat dia kecil.
“Eh... iya... om ini.. om....” ucap Jojo masih mengingat - ingat sosok pria tersebut.
“Om Joko Suprapto,, teman Ayah kamu SMU dulu, yang rumah nya di belakang komplek rumah kamu dulu, ingat gak ?” Ucap Joko mencoba membuka ingatan Jojo
“Oh...iyya... Om yang suka kasi coklat ke aku kan dulu”
“pinter.... udah ingat kan, eh apa kabar ayah dan Ibu kamu nak ?”
“Baik om, om sama tante apa kabar ?”
“Seperti yang kamu lihat, kami baik - baik saja, (dengan nada suara seperti lirik lagu) hahaha... eh..eh... ini siapa nak pacar atau suami kamu? Kok om gak diundang ya, pernikahan kakak kamu om selalu hadir masa sih kamu nikah om gak diundang, kayanya udah mulai durhaka nih si Winata!!” Ucap Joko, orangnya sedikit rame dan gaya bicaranya seperti ibu - ibu komplek yang selalu kepo dengan urusan para tetangganya
“Eh... nggak Om,, ini tuh cuma teman Jojo kok” terang Jojo, Tomy terlihat salah tingkah dengan ucapan Jojo.
“Ohyaaa...!! Om kirain om gak diundang waktu nikahan kamu, eh.. jadi kamu kapan kawin ?? Duh jangan lama - lama atuh, anak perawan harus cepat - cepat nikah, takutnya nanti jadi perawan tua, kamu lagi udah kerja, biasanya kalau wanita bekerja itu suka lupa umur, eh tau - tau aja udah kepala tiga, om paham betul Ibu kamu paling gak mau anaknya sampai umur 25 tahun belum menikah, bisa - bisa meriang sepanjang hari dia, hahahaha...”
“Eh... jadi kapan kawin nya? Calonnya ini nak ?” Tanya Joko sambil melirik kearah Tomy yang sedari tadi hanya diam mendengar obrolan mereka, begitu juga dengan istri dan kedua putri Joko, yang hanya menjadi pendengar yang Budiman.
“Eh... bukan om... bukan... ini tuh cuma teman om,, beneran deh,, nanti juga kalau Jojo nikah om pasti bakalan diundang kok” ucap Jojo, Tomy merasa sedih karena Jojo berusaha keras meyakinkan Joko bahwa bukan dia calon suaminya.
“Ok lah nak.. kalau begitu om mau kesana dulu ya,, salam sama Ayah Ibu kamu ya,,, oh ya,, kamu kok ada disini nak, kamu bekerja disini sekarang ?”
“Iyya om nanti Jo sampaikan, iya.. Jojo sekarang bekerja disini om,baru pindah, baru hari ini malahan”
__ADS_1
“Oh.. benarkah ?? Bagus kalau begitu, om minta nomor ponsel kamu ya” pinta Joko
Kemudian Jojo pun memberikan nomor ponselnya, kemudian mereka pun berpamitan.