
Siang hari, tepat pukul 12.00 Wib, mobil David sudah terparkir Didepan gerbang kantor Joelene, David dan
Alvin berada didalam mobil sambil asik menikmati es krim.
Tak lama Joelene pun keluar dari gedung berlantai tiga itu, Alvin pun langsung memanggil Mommynya
“Mommy....” teriak Alvin memanggil Mommynya hingga tatapan Joelene mencari arah suara.
Joelene pun berjalan kearah mobil David terparkir, senyum melengkung di bibirnya, melihat wajah putranya yang begitu bahagia.
“Duhh...! Anak Mommy, asik bener nge es krim nya,, Mommy gak dibeliin juga ?”
“Gak ah.. Mommy gak mau cuma segitu, Mommy mau yang buanyak...!!”
“Gimana ini om Daddy ? Mommy mau es klim yang buaaanyaak...?” Ucapnya pada David
“Wah... kalau begitu kita bawa aja Mommy ke pabrik es krimnya, biar Mommy bisa mandi es krim sekalian” goda David sambil melirik kearah spion pada Dashboard.
Joelene mengalihkan pandangannya sambil menatap kearah luar jendela.
Tiba - tiba David menghentikan mobilnya Didepan gerbang sebuah gedung dengan pagar yang tinggi menjulang seperti pagar sebuah lembaga pemasyarakatan.
Joelene menatap sekeliling bangunan dari dalam mobil, tiba - tiba pandangan Joelene mendapati sebuah plank yang bertuliskan sebuah merek es krim terkenal dan begitu digemari anak - anak maupun orang dewasa.
“Kita ngapain kesini ?” Tanya Joelene heran
“Lah.. tadi katanya mau es krim yang buanyak.. disini tempatnya” kemudian David keluar dari mobilnya
“Ayo Mommy,,.disini banyak banget es klimnya, Mommy tinggal pilih mau lasa apa, ya kan om Daddy ?”
“Yoi..! Mommy juga kalau mau mandi es krim boleh kok disini” ucap David dengan senyum lebar memamerkan barisan gigi putihnya yang tersusun rapi.
Namun Joelene tetap tidak mau keluar dari mobil, dia tau bahwa David hanya bercanda, namun David segera mendekat pada pos security yang ada di sisi kanan sudut gerbang tinggi menjulang itu.
__ADS_1
Entah apa yang dibicarakannya dengan security, hingga ia berhasil masuk kedalam, Joelene dan Alvin hanya duduk diam di mobil.
Tak lama David kembali dengan membawa dua bucket berwarna putih dengan label es krim terkenal itu.
“Om Daddy bawa apa itu ?” Tanya Alvin
“Om Daddy belikan Mommy es krim yang buanyak.. buat Mommy, ada rasa strawberry sama coklat, Mommy kan suka dua rasa ini” ucap David santai.
Mata Joelene membulat sambil menatap kearah David dan benda yang ada ditangannya.
“Dave..? Apa - apaan ini ? Kamu mau buat aku sakit tenggorokan ya ? Kenapa membeli es krim se banyak itu ?”
“Tadi kan kamu sendiri yang bilang kalau mau es krim yang buanyaak?”
“Aku Cuma bercanda Dave, masa iya sih aku mau habisin es krim se banyak ini, kamu mau buat aku sakit?”
“Om daddy,, ini es klimnya kebanyakan buat Mommy, nanti Mommy sakit om,,, kalau Mommy sakit, siapa yang antelin Aal sekolah ?”
David tersenyum mendengar ucapan Alvin, kemudian membelai rambut Alvin dan berucap
“Karena mulai saat ini, om akan selalu ada buat Alvin dan Mommy, apa pun akan om Daddy berikan buat Mommy” Ucap David sambil menatap kearah Joelene, membuat Joelene salah tingkah dan mengalihkan pandangannya.
\*\*\*\*\*
Pagi itu semua terlihat sibuk mempersiapkan kedatangan CEO baru yang akan berkunjung dan meeting pagi bersama seluruh staff.
Tak terkecuali Joelene yang juga terlihat sangat sibuk mempersiapkan semuanya, walaupun jabatan Joelene hanya seorang supervisor, namun karena pengalaman sebagai manager keuangan yang pernah diemban sebelumnya, membuat dia di percaya untuk mengurus segala yang berhubungan dengan penyambutan dan perjamuan, karena menurut info yang mereka Terima bahwa CEO baru ini sangat perfectionist, orang nya dingin dan terkesan kejam, semua harus sesuai dengan kriteria nya.
“Mba, dengar - dengar gosip yang beredar kalau CEO yang akan datang ini orang nya masih single lo mba, tapi orangnya kaku dan sedikit kejam, wajahnya aja flat kaya tv LED” Ucap Nala sambil mengerjakan beberapa pekerjaan sebelum meeting di mulai.
“Kamu tuh jangan suka dengar gossip, Gini nih kerjaan generasi micin, hobinya bergosip, biarin aja deh mo wajahnya flat kek, oval kek,, apa six pack sekali pun, gak penting, yang penting bonus kita di bayar tunai, biar sah!!” Ucap Joelene membuat alis Nala naik.
“Nikahan kali ah,,, di bayar tunai biar sah,, hahaha....” Nala pun tertawa mendengar ucapan Joelene.
__ADS_1
“Tapi kan mba, walaupun wajahnya flat kaya televisi LED, tapi orangnya ganteng mba, duhh... jadi gak sabar pengen ketemu, buat para jones kaya aku ini, siapa tau bisa buat kita termotivasi buat jadi istri CEO nya,, ngehayal gapapa kali ya, mumpung gratis,, hihihi...” oceh Nala, Joelene hanya tersenyum menaggapi.
Semua staff sudah berkumpul diruang meeting, karena CEO baru itu sudah tiba dan segera memasuki ruang meeting.
Beberapa menit kemudian pintu ruang meeting terbuka, dua pria petinggi diperusahaan tempat Joelene bekerja masuk, kemudian disusul pria dengan stelan jas hitam, dengan wajah datar tak bersahabat masuk kedalam ruangan diikuti seorang pria lagi yang merupakan asistennya.
Semua mata tertuju pada sosok pria itu, terutama kaum hawa yang sudah bergosip tentang CEO baru yang katanya masih single itu.
Suasana ruangan yang tadinya riuh, mendadak senyap, hanya derapan langkah kaki yang terdengar dalam ruangan tersebut.
Semua mata tertuju kedepan, Nala duduk bersebelahan dengan Joelene, tak kuasa menahan kagum pada sosok dingin yang ada didepan sana, sementara Joelene belum memperhatikan sosok yang baru saja masuk, karena sedang sibuk membalas chat dari bude Mieke, yang mengabarkan kalau dia tidak bisa menjemput Alvin karena ada rapat dadakan orang tua murid di sekolah Ica.
Joelene terlihat uring - uringan, bingung siapa yang akan menjemput Alvin disekolah, sementara dia tidak bisa izin keluar karena sedang ada meeting tamu penting.
Joelene masih asyik dengan ponselnya, sementara petinggi diperusahaan joelene sedang memperkenalkan CEO tersebut, hingga dia tidak fokus mendengarkan.
Selanjutnya, CEO baru itu pun mulai bicara dan memperkenalkan dirinya, terlihat wajah pra kaum hawa berbinar - binar menatap kearah sosok tersebut ambil berbisik - bisik pada rekan disebelah mereka.
Nala yang juga terpesona pada sosok pria dingin itu, mulai mencolek lengan Joelene memberi isyarat agar joelene menyudahi aktivitasnya untuk segera menatap pada sosok yang ada didepan sana.
“Mba... sumpah demi apa pun itu, ini orang paket lengkap banget mba, liat deh mba, gak ada senyum - senyumnya sama sekali, mba liat deh..” Ucap Nala setengah berbisik.
“Hem... sebentar, Alvin gak ada yang jeput ini disekolah” Jawab Joelene sambil mengetik pesan pada guru sekolah Alvin, mengabarkan kalau dia akan sedikit terlambat menjemput.
“Selamat siang semua, terima kasih sudah hadir ditempat ini, perkenalkan saya Kevin Putra Laksana CEO baru diperusahaan ini.
Gubraaak....
Tiba - tiba ponsel Joelene yang ada ditangannya jatuh kelantai sesaat Setelah mendengar CEO baru itu menyebutkan nama nya.
Sontak semua mata tertuju pada Joelene, begitu juga dengan Kevin didepan sana, tatapannya tertuju pada Joelene dan betapa terkejutnya dia melihat sosok wanita yang kurang lebih 10 meter didepannya.
Tatapan tajam seolah menembus ulu hati yang ditujukan Kevin pada Joelene, membuat nya gelisah ingin segera keluar dari ruang meeting.
__ADS_1
“Akhirnya ku menemukan mu !!”