Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 76


__ADS_3

Pagi menjelang siang, seluruh staff yang akan berangkat sudah berkumpul di lobby utama kantor dengan membawa perlengkapan masing - masing.


Mereka pun memasuki mini bus yang akan mengantarkan mereka menuju bandara.


Dalam perjalanan menuju bandara, perasaan campur aduk, ada senang karena dia bisa mencuri waktu saat di Belanda untuk pergi berkunjung ke Belgia, dengan bermodalkan Surat yang pernah dikirim mommy nya pada Oma, disana tertulis alamat mommy nya di Belgia juga ada rasa sakit membayangkan jika dia harus bertemu dengan Kevin dan kekasihnya.


Tepat pukul 11.30 wib maskapai yang membawa mereka pun tinggal landas dari bandara soeta, lebih kurang 13 jam Joelene akan melayang diudara, waktu yang lumayan lama, dia pun memasang headset ditelinga untuk mengusir rasa bosan.


Ini penerbangan kali kedua baginya menuju negara kincir angin itu, namun ini terasa sangat berbeda, karena pada awal ke berangkatnya ke Belanda, dia tidak mengetahui tujuannya, Yang dia tau mama mertuanya menyuruh dia dan suaminya untuk pergi berbulan madu.


Bulan madu mereka kala itu bukan bulan madu biasa, karena ada orang ke tiga diantara mereka yang menjadi tujuan utama suaminya berbulan madu ke Belanda.


Kala itu, Joelene tak mau terlalu banyak berharap karena dia sadar bahwa pernikahannya dengan Kevin atas permintaan Mama mertuanya itu dan bukan karena Kevin yang menginginkannya.


Menatap keluar jendela, diantara awan - awan putih yang bertebaran, langit biru yang membentang, Cuaca cerah mengiringi perjalanannya, terselip do’a dan harapan agar bisa segera menemukan Mommynya, walau sangat kecil kemungkinan untuk menemukannya, mengingat sedikitnya petunjuk yang dimiliki Joelene, juga luasnya kota Brussel sangat kecil kemungkinan Joelene bisa bertemu Mommynya dengan waktu yang terbatas pula, namun Joelene tetap optimis semoga tuhan memberikan jalan ke mudahan baginya.


Joelene pun terlelap, karena lelah beberapa hari sebelum keberangkatan nya.


Tiga belas jam lima puluh dua menit, mereka tiba dibandara Schipol, Joelene dan rombongan pun di tuntun menaiki bus yang akan membawa mereka menuju hotel berbintang tempat mereka beristirahat.


Sesampainya dihotel, Joelene dan rekan - rekannya beristirahat sejenak, karena lelah sudah menempuh perjalanan udara yang cukup lama.


Keesokan harinya, usai sarapan Joelene dan rombongan akan pergi mengunjungi tempat - tempat wisata yang ada di Amsterdam dan sekitarnya.


Sebenarnya Joelene tidak tertarik untuk ikut dengan rombongan, namun dia tidak bisa berapi sah dari rombongan, hingga Joelene pun memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa terlepas dari rombongan.


Sehari penuh Joelene masih mnegikuti rentetan kegiatan dan kunjungan rombongan yang membawa mereka, hingga keesokan harinya Joelene berniat tidak ikut dalam rombongan.


“Joelene... kamu kok belum siap - siap, pagi ini kita mau jalan lagi lo” Ucap Dian teman sekamar Joelene.


“Duhh... kayanya aku hari ini gak bisa ikut deh.. kepala ku pusing badan aku pegal semua, aku mau istirahat dikamar aja deh” Ucap Joelene


“Kamu sakit Jo?” Ucap Dian sambil menempelkan punggung tangannya pada dahi Joelene


“Iya nih.. badanku sakit semua, kepala pusing dan panas dingin gitu, aku mau istirahat aja deh..” Ucap Joelene dengan suara yang di buat lemah dan serak.


Untuk permasalahan akting Joelene memang juara, sejak dulu dia sering mengelabui teman bahkan kedua orang tuanya beralasan agar tidak masuk sekolah.


Wajah Joelene memang terlihat sangat meyakinkan , siapa pun yang melihatnya pasti yakin dia sedang tidak enak badan.


“Ya udah nanti aku bilang ke kepala rombongan kamu lagi sakit, kamu ke dokter aja, biar aku temenin ?” Dian mencoba menawarkan diri mengantar Joelene berobat kedokter.


“Gak..gak usah Dian, mungkin aku kecapek an aja, Cuma butuh istirahat,nanti juga kalau udah tiduran sembuh, udah kamu gak usah khawatir, aku gak apa - apa kok,aku juga bawa obat pribadi, nanti aku bisa minum obat, udah kamu berangkat aja, sayang lo,, udah jauh - jauh nyampe sini gak jalan - jalan, kapan lagi coba bisa jalan - jalan keluar negeri gratisan kaya gini, udah gih berangkat nanti kamu telat Dian” Ucap Jo meyakinkan Dian kalau dia tidak apa - apa dan hanya butuh istirahat saja.

__ADS_1


“Jadi gak apa - apa nih ? Aku tinggal ya ? Nanti kalau ada apa - apa hubungi aku ya!” Ucap Dian


“Iya pasti aku hubungi, take care Dian, have fun” ucap Joelene sambil kembali menarik selimutnya.


Dian pun percaya,dia pun pergi meninggalkan Joelene dikamar untuk beristirahat.


Beberapa menit setelah kepergian Dian, Joelene pun mulai beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap - siap menuju stasiun kereta.


Dengan bermodalkan ingatanya beberapa bulan yang lalu saat dia berbulan madu, dia pun menuju stasiun kereta.


Karena terburu - buru saat menyeberang, Joelene nyaris saja tertabrak mobil, karena dia tidak memperhatikan lampu traffic light yang sudah berubah menjadi merah untuk pejalan kaki, dan untuk saja si pengemudi melakukan rem mendadak.


Joelene mengacuhkan pengemudi itu, dia hanya sempat menoleh kearah mobil tersebut lalu pergi meninggalkannya.


“Shit..!” Ucap sang sopir yang hampir menabrak Joelene yang membuat penumpang dibelakan pun terkejut.


“Jullian!! Apa yang kamu tabrak!”


“Joelene.. nona Joelene bos!” Ucap Jullian


“Apa ? Kau berhalusinasi?” Ucap Kevin


“itu bos wanita yang berpakaian biru navy itu” Ucap Jullian menunjuk kearah Wanita yang nyaris ditabraknya tadi.


“Mirip memang, tapi tampilannya sedikit beda, Ah... mungkin hanya mirip” Ucap Kevin merasa tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.


Joelene sudah berada diatas kereta yang akan membawanya ke Brussel, saat ini harapan dihati Joelene agar dia menemukan Mommynya entah itu masih hidup atau hanya pusaranya.


Setibanya distasiun utama kota Brussel, tepatnya Stasiun kereta Api Brussel Utara.


Joelene Membuka secarik kertas dari dalam tas tangannya, membuka surat yang pernah dikirim mommy ke oma, disana tertulis alamat Mommy.


Joelene pun mulai bertanya pada beberapa orang yang ia temui dan mereka memberikan arahan jalan menuju alamat yang tertulis dalam surat itu.


Setelah Joelene mendapat informasi yang jelas tentang alamat tersebut, dia pun bergegas menuju alamat yang dimaksud, dengan sejuta harapan kiranya pencariannya akan membuahkan hasil.


Joelene tiba didepan sebuah gedung yang menjulang tinggi, sebuah apartemen tua dengan bangunan yang masih kokoh berdiri, bangunan bergaya arsitektur kuno namun terawat.


Joelene menaiki anak tangga menuju lantai lima, karena apartemen tersebut tidak memiliki lift, sehingga harus menggunakan tangga yang lumayan menguras tenaga.


Hingga akhirnya Joelene tiba dilantai lima dan berada didepan pintu sebuah unit, nomor yang tertera didepan pintu tersebut yang dicari Joelene.


Joelene mulai memencet bel, beberapa kali Jo memencet, namun tidak ada tanda - tanda pintu akan terbuka.

__ADS_1


Joelene kembali memencet bel, berharap ada jawaban dari dalam sana, karena hanya ini petunjuk yang ia punya.


Saat Joelene kehilangan harapan karena sepertinya tidak ada orang didalam sana, dia pun berbalik arah, namun tak lama terdengar suara pintu dibuka.


Terlihat seorang wanita bule dengan kisaran usia 40 tahunan, Joelene kembali dan menemui wanita tersebut.


*[ in English pastinya, Cuma karena English author payah, jadi kira2 beginilah translate nya]**🙏🏻😉*


“Permisi, apa saya bisa bertemu dengan Nyonya Clara Yovanka ?” Ucap Joelene


“Maaf, tapi disini tidak ada yang tinggal dengan nama itu, mungkin kamu salah alamat” ucap wanita tersebut sambil akan menutup pintunya


Joelene segera menahannya lalu berucap


“Sebentar, apa kau tidak mengenal wanita yang ada difoto ini ?” Ucap Joelene sambil menunjukkan selembar foto seorang wanita yang sedang menggendong bayi


Wanita itu kembali membuka pintu dan meraih foto yang ditunjukkan Joelene, lama dia menatap foto tersebut


“Sepertinya beberapa kali aku melihatnya berkunjung pada unit yang berada diujung lorong ini” ucap wanita tersebut sambil mengembalikan foto


“Terima kasih, terima kasih banyak, atas informasinya” ucap Joelene dengan wajah sumringah, kemudian wanita itu menutup pintu unitnya.


Joelene pun merasa ada harapan, setidaknya kunjungannya tidak sia - sia, dia segera melangkah menuju lorong yang ada dilantai lima tersebut, kemudian memencet bel pintunya


Tak menunggu lama, pintu pun terbuka, muncul seorang wanita tua dari balik pintu


“Cari siapa ?” Ucap wanita tua tersebut


“Maaf Nyonya saya mencari wanita yang ada difoto ini, apa Nyonya mengenalnya?” Ucap Joelene sambil menyerahkan selembar foto tersebut


Wanita tua itu meraihnya, menatapnya lama, Lau bergantian menatap Joelene dengan dahi berkerut


“Untuk apa kau mencari wanita yang ada didalam foto ini ?” Tanya wanita tua itu penuh selidik


“aku mencarinya, dia ibu kandungku, dan bayi yang dalam gendongannya itu adalah aku saat masih bayi, kami terpisah sejak aku bayi dan kini aku mau mencarinya, kira - kira Nyonya bisa memberi tahu aku dimana aku bisa menemukannya ?” Ucap Joelene penuh harap


“Dia sudah lama tidak kesini, dulu dia memang tinggal diapartemen ini, namun setelah itu aku tidak tau dimana dia tinggal, tapi dia sering mengunjungi ku, tapi belakangan ini dia tidak pernah lagi datang kesini dan aku tidak tau dimana dia tinggal, maaf kan aku” ucap wanita tua itu


Dengan wajah lesu Joelene menerima kembali foto dari tangan wanita tua itu


“Terima kasih, apa aku boleh meminta nomor telpon Nyonya dan aku juga akan meninggalkan nomor ponselku, jika dalam waktu dekat dia datang mengunjungi mu tolong hubungi aku Nyonya”


Wanita tua itu mengangguk setuju, dia pun menyebutkan nomor telponnya dan Joelene memberikan nomor ponselnya pada wanita tua itu.

__ADS_1


Kemudian Joelene pun pamit, dia pun berjalan lesu menuruni anak tangga apartemen tersebut.


__ADS_2