Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 103


__ADS_3

Malam itu, usai menyantap makan malam, Joelene dan keluarga berkumpul diruang TV, Ica menemani Alvin menggambar, sedang Joelene, oma, pakde dan bude sedang mengobrol santai.


“Jadi gimana nak, apa kamu tidak ada niat untuk mengunjungi mantan mertua kamu, biar bagaimanapun mereka memiliki pertalian darah, dia kan oma nya Alvin, pasti dia sangat berharap kamu membawa Alvin menemuinya” ucap pakde Aldo


“Sebenarnya Jo ada niat mau mengunjunginya, tapi... entah lah pakde, perasaan Jo masih agak berat, mengingat bagaimana dia dulu menuduh Jo berselingkuh dan tidak menganggap anak yang didalam kandungan Jo, rasanya saat ini masih terasa sakit, padahal dulu dia yang meminta Jo untuk menikah dengan putranya itu, tapi akhirnya dia pula yang tidak mengakui” ucap Jo lirih teringat kisah pilu saat itu.


“Apa kamu tidak mau memaafkannya nak ? Dan melupakan semua, setiap orang pernah melakukan kesalahan, Tuhan saja maha pemaaf, kenapa kita sebagai mahluk Tuhan tidak ?” ucap oma


Joelene terdiam sejenak, sebenarnya sudah ada niat dihatinya untuk mengunjungi ibu mertuanya itu, namun entah kenapa begitu dia menginjakkan kaki Dirumah itu, bayang - bayang masa lalu pun muncul dan mengganggunya, hingga membuatnya ragu.


\*\*\*\*\*


Keesokan paginya, semua sudah bersiap akan melakukan aktivitas, Joelene dan Alvin baru saja turun dari lantai dua kamar mereka dan bergabung dimeja makan untuk sarapan, sementara pakde, oma, bude dan Ica sudah terlebih dulu duduk di ruang makan.


“Loh... cucu terganteng sedunianya nenek kok telat, kenapa, tadi malam pasti Bobo nya lama ya ?” Sapa Mieke pada Alvin yang baru duduk dikursi makan tepat disebelah Mommy nya.


“Pagi ini ada sedikit drama nek, ada yang ngambek gak mau sekolah kalau gak ditemenin Mommy, padahal kan Mommy harus kerja cari duit untuk biaya sekolah dan beli mainannya” ucap Joelene sambil melirik dengan ekor matanya kearah Alvin yang masih ngambek dengan mengerucutkan bibirnya.


“Wah... anak pintar pastinya sekolah gak perlu ditemeni lagi dong, katanya jagoan ? Katanya lagi mau jagain Mommy biar gak ada yang gangguin Mommy ? Masa sih jagoan ambekan begitu ?” Goda pakde pada Alvin, sementara oma hanya tersenyum memperhatikan tingkah Alvin yang menggemaskan.


“Kakek.. Aal gak mau sekolah, habisnya semua temennya Aal dijemput atau di antelin Mommy sama Daddy nya, Aal cuma punya Mommy, Aal kan juga pengen punya Daddy yang antel jeput Aal sekolah, temen - temen bilang Aal gak punya Daddy kalna Daddy gak pelnah datang kesekolah, Aal gak mau sekolah kek!!” Omel Alvin


“Ya sudah,, susunya diminum dulu, terus sarapannya dimakan, nanti kalau gak sarapan Aal pingsan lagi disekolahan,,” ucap Aldo, Alvin pun mulai menikmati roti isi coklat keju nya.


Usai sarapan, Joelene dan Alvin pun segera beranjak keluar rumah hendak berangkat bersama pakde.


Tiba - tiba, sebuah mobil sedan hitam memasuki halaman rumah, terlihat David keluar dari mobil dengan tersenyum lebar.


“Om Daddy......!!” Teriak Alvin saat akan memasuki mobil Aldo, hingga dia berlari kearah David yang merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Alvin.


Keduanya pun berpelukan saling melepas rindu yang sudah lama tak bertemu.


“Om Daddy kemana aja, Aal tungguin kok gak datang - datang, Aal pengen ditemenin sama om Daddy kesekolah” ucap nya sambil mengerucutkan bibirnya.


“Om Daddy kerja sayang... tapi hari ini om Daddy akan antar dan tungguin Aal di sekolah, Ok..? Toss dulu dong ?!”


“Asiiiik...!! Benelan ya om Daddy jangan pelgi, halus tungguin Aal sampai pulang sekolah ya?”


“Ok boss!! Let’s go..!! Ayo kita berangkat..!!” Ucap David sambil menggandeng tangan Alvin

__ADS_1


“Let’s go om Daddy!” Ucap Alvin dengan wajah ceria dan bersemangat.


“Pagi om, tante, oma.. maaf pagi - pagi udah namu” sapa David


“Ndak apa nak David, kalau begitu pakde jalan duluan ya, jadi Aal gak mau kakek anterin kesekolah nih ?” Goda pakde Aldo pada Alvin yang sudah duduk di dalam mobil David.


“Aal mau sama om Daddy aja kek,, Aal mau kenalkan om Daddy Aal sama gulu dan teman - teman Aal disekolah”


“Ok deh!! Hati - hati dijalan, belajar yang rajin jagoannya kakek dan satu lagi.... gak boleh cengeng!!”


“Ok syip..!” Ucap Alvin sambil mengacungkan jempolnya membuat Aldo gemas lalu mengelus rambut Alvin.


“Joan.. ayo sekalian aku antar kekantor” ajak David


“Ya sudah, oma, bude Jo berangkat dulu ya”


“Iya nak, hati - hati ya nak David” ucap bude Mieke yang dibalas anggukan oleh David.


Ketiganya sudah berada didalam mobil dalam perjalanan menuju sekolah Alvin, wajah Alvin pun terlihat begitu bersemangat, terlebih David yang merasa mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.


“Kamu kenapa senyum - senyum begitu ?” Tanya Joelene karena melihat tingkah David yang tersenyum sendiri dari jok belakang.


“Gak kenapa - napa, gemas aja sama Alvin, ternyata begini rasanya dirindukan” ucap David dengan wajah berbinar sambil membelai rambut Alvin yang duduk di jok sebelah kiri.


“Iya tapi kalau dirindukan sama anak kecil itu rasanya gimana ya,, berasa kita itu orang yang paling berharga dalam hidupnya gitu, liat aja tadi ekspresi Alvin, sampai sebahagia itu, padahal aku cuma om Daddy” ucap David sedikit berbisik pada dua kata terakhir ucapannya, sambil melirik kaca spion yang ada di Dashboard.


Joelene tak mengacuhkan ucapaan David, dia memilih membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk.


Sepuluh menit kemudian mereka tiba Didepan gerbang sekolah taman kanak - kanak, masih sedikit sepi karena mereka terlalu cepat berangkat dari rumah.


Alvin pun sedikit kecewa, karena teman - temanya belum begitu banyak yang datang, hingga niatnya untuk mengenalkan om Daddy pun batal.


David pun menggandeng Alvin masuk ke kelas nya bersama Joelene, sesampainya dikelas Alvin pun mengenalkan David pada beberapa guru dan temannya yang sudah hadir.


“Ibu... kenalin ini om Daddy Aal” ucapnya polos


Wajah David sedikit terkejut, kemudian berbisik ditelinga Alvin


“Jangan pakai om sayang... bilang Daddy aja” bisiknya ditelinga Alvin, Joelene yang melihat tingkah David pun mengerutkan alisnya.

__ADS_1


“Eh... salah... maksud Aal Daddy bu gulu” Alvin meralat ucapannya sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Gurunya pun tersenyum menanggapi ucapan Alvin kemudian mengangguk pada David dan Joelene.


“Sayang... Daddy mau antar Mommy kekantor dulu ya, nanti Daddy kesini lagi nungguin Aal sampai pulang sekolah, Ok..?”


“Tapi janji nanti kesini lagi ya om Daddy ?”


“Siyap boss!!” Ucap David sambil posisi menghormat dan tersenyum lebar.


“Sayang Mommy kerja dulu ya, Aal dengar apa kata ibu guru ya, bekalnya juga dihabisin” ucap Joelene sambil mengecup kedua pipi putranya itu.


“Ok... Mommy... Mommy hati - hati ya, nanti pulang kerja biar dijeput Daddy, ya kan Daddy ?” David terlonjak kaget, merasa gemas pada Alvin yang sepertinya mendukung nya menjalankan misinya.


David tak menjawab, hanya memberi isyarat mengacungkan jempol dan mengedipkan matanya.


Kemudian David dan Joelene pun beranjak dari sekolah Alvin menuju kantor Joelene.


“Joan,, kamu week end begini masuk kerja juga ?” Tanya David sambil memutar kemudinya


“Sebenarnya sih nggak, tapi karena beberapa hari belakangan ini kantor sibuk banget, mau ada kunjungan dari investor baru yang super perfectionist, jadi semua nya harus bener - bener perfect”


“Ow.. terus nanti kamu pulang jam berapa ?”


“Paling tengah hari juga udah balik kok,, memang kenapa ?” Tanya Joelene balik


“Ya udah,nanti setelah Alvin pulang, aku langsung jeput kamu”


“Eh.. gak usah Dave, biar aku naik ojol aja, udah anaknya ngerepotin, masa emaknya juga mau ngerepotin, gak mau ah!!” Ucap Joelene merasa tidak enak, David tertawa mendengar ucapan Joelene.


“Tapi aku senang kok direpotin sama duet emak dan anak ini” ucap David dengan wajah modusnya, Joelene menatap ke sisi kanan dengan alis berkerut.


Hai para readers...


Terima kasih masih tetap setia mengikuti kisah ini, terima kasih juga sudah memberi dukungan like, coment, vote dan hadiahnya🙏🏻


Tanpa kalian author pemula ini hanyalah butiran debu, yang berserakan dijalanan disaat musim kemarau, hiks...hiks... jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian, biar author makin semangat up nya.


Akhir kata semoga kita semua diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Aamiin🤲🏻

__ADS_1


Salam,


La Shakila 🌷


__ADS_2