
Masih diperjalanan, Joelene terlihat sangat gugup, gelisah tapi tak tau harus berbuat apa, jantungnya berdegup kencang tak beraturan.
David menyadari nya, namun dia memilih diam saja, menambah kehororan Joelene.
Hingga mobil David memasuki halaman parkir apartemen mewah berlantai 12 itu, Joelene semakin bergidig, wajah David dibuat seserius mungkin tak banyak bicara.
Saat akan memasuki lift, Joelene ragu untuk melangkahkan kakinya kedalam lift.
“Dave,, kayanya aku ga jadi nginap di unit kamu deh, aku balik aja” ucapnya
“Udah nyampe sini, masa sih mau balik, lagian udah malam, kamu istirahat disini aja dulu, besok baru kita fikirkan buat urusin semua barang - barang kamu yang dijambret kemarin” ucap David dengan wajah santai sambil menarik koper Joelene kedalam lift.
Namun seketika Joelene menarik balik kopernya dari tangan David, hingga terjadilah tarik menarik koper Didepan pintu lift
“Eh... Dave... udah gak usah,, gak apa - apa kok, aku bisa sendiri”
“Udah biar aku bantu, ayo masuk, udah malam, diluar juga sedang hujan” ucap David menarik koper Joelene hingga Joelene pun ikut masuk kedalam lift.
Jantungnya sudah berdetak semakin cepat, mengalahkan kecepatan kereta tercepat.
Masih didalam lift, Joelene tertunduk, tangannya terkepal dan matanya terpejam mengatur pernafasan, mencoba menetralisir keadaan.
Sekilas David melirik kearah Joelene, sudut bibirnya melengkung namun seketika hilang saat Joelene kembali mengangkat wajahnya.
Sepertinya barusan Joelene sedang membaca do'a agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk.
Ting...
Pintu lift pun terbuka tepat dilantai 9, David pun keluar diikuti Joelene yang berjalan dibelakangnya dengan langkah ragu - ragu.
David membuka password unit nya dan pintu pun terbuka, kemudian David membawa koper Joelene masuk.
Joelene masih tetap berdiri Didepan pintu, masih ragu untuk masuk.
David menoleh kebelakang, dilihatnya Joelene masih tetap berdiri Didepan pintu
“Joan.. ayo masuk..biar aku tunjukkan kamar tidurnya” ucap David semakin membuat Joelene bergidik
__ADS_1
“Dave... ini salah.. ini benar - benar salah Dave!!” Ucap nya masih tetap berdiri Didepan pintu
“Salah...? Maksudnya salah apanya Joan,,?”
“Ya..ya.. salah!! Kamu, aku akan tinggal di satu rumah yang sama, sementara aku ini istri orang Dave, orang - orang akan beranggapan kalau aku yang berkhianat, maaf Dave aku gak bisa!” Dengan mimik wajah serius
David mendengar ucapan Joelene tak kuasa menaha tawa yang memang sedari tadi berusaha ditahannya.
“Hahaha....Joan..Joan...” ucap David menahan rasa gemas nya
“Kamu kok ketawa sih? Aku serius lo Dave, aku sangat menghargai pertolongan kamu tapi kaya nya aku gak bisa nginap disini”
“Kamu lucu banget Joan,, lagian yang bilang aku bakal tinggal disini bareng kamu siapa coba ? Aku cuma mau anterin kamu kesini, untuk sementara kamu tinggal disini, kalau kamu gak mau pulang, aku gak tinggal di sini Joan, aku akan pulang ke apartemenku, kalau yang ini memang kosong, sengaja aku beli untuk invest aja, kalau nanti ada yang mau ngontrak kenapa nggak” terang David meluruskan
“Ahh... syukurlah... kirain kamu juga nginap disini, apa kata orang - orang nanti, sedang ada masalah malah pergi tinggal serumah sama laki - laki lain” ucap Joelene lega yang tanpa sadar mengucapkan penyebab perginya dari rumah.
David tersenyum tipis namun dia tidak mau terlibat lebih dalam lagi atas kisruh rumah tangga Joelene, niatnya hanya untuk membantu Joelene yang sedang kemalangan karena di jambret.
“Ya sudah.. sekarang kamu istirahat, aku mau langsung pulang, besok aku antar kamu mengurus dokumen kamu yang hilang, jangan lupa pintu kamarnya dikunci” pesan David membuat mata Joelene membulat
Joelene langsung menutup pintu apartemen sebelum David beranjak, membuat David kaget sekaligus merasa lucu melihat ekspresi Joelene yang sudah bisa dipastikan sedang membayangkan yang tidak - tidak.
David pun beranjak dari apartemen miliknya yang kini sedang ditempati Joelene.
David memiliki beberapa apartemen, selain untuk investasi, dia juga memang hobby mengoleksi property karena David bukan pengacara biasa.
Ada sisi lain dari David yang tidak diketahui Joelene, selain sebagai pengacara, David juga sebagai penerus perusahaan raksa Diamond Company yang memiliki saham dimana - mana, mencakup segala bidang, diantara nya property, automotif, perhiasan, kuliner dan masih banyak lagi.
Namun dia memilih menjadi pengacara karena itu adalah cita - citanya sejak kecil.
David adalah anak sulung dan anak laki - laki satu - satunya dari tiga bersaudara, kedua adik perempuannya mengelola beberapa aset milik keluarganya.
Saat ini perusahaan yang dimiliki Ayah David dikelola oleh saudara kandung ayahnya, karena Ayah David sudah meninggal dunia, sementara David kala itu masih melanjutkan pendidikan di luar negeri.
*****
Sementara itu Dirumah Kevin, usai dia bicara serius dengan mamanya, dia pun kembali kekamarnya.
__ADS_1
Dibukanya handle pintu, mencari keberadaan Joelene, mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar,namun tidak menemukan keberadaan Joelene.
Kemudian Kevin mendekat kearah pintu kamar mandi, mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari dalam, suara air pun tidak terdengar.
Kevin segera meraih handle pintu untuk membukanya, ia khawatir terjadi apa - apa pada Joelene didalam sana.
Setelah membuka handle pintu, dia tidak menemukan Joelene.
Kevin pun beralih pada ponsel salam saku celananya, mencoba menghubungi nomor Joelene, namun tidak bisa dihubungi.
“Kamu kemana Joe? Ini sudah malam, aku khawatir sama kamu”
Kevin keluar kamarnya dan menuju post security di rumahnya
“Pak Danu, lihat Joelene keluar ?” Tanya Kevin pada security
“Oh.. iya mas Kevin, tadi saya liat mba Joelene keluar sendiri, saya kira dia mau pergi ke luar kota, soalnya saya lihat mba Joelene membawa koper” terang Danu sang security
“Kenapa pak Dani gak kasi tahu saya?!”
“Maaf mas, tadi mas gak ada pesan ke saya, jadi saya kira mba Joelene pergi mas Kevin sudah tahu” terang Danu
“Ah...!! Apa yang kalian kerjakan?! Kenapa membiarkan dia keluar rumah sudah malam begini, mana hujan lagi,, dasar tidak berguna!!” Kevin kesal lalu berlalu meninggalkan pos security.
Kevin pun mengambil kunci mobil untuk mencari keberadaan Joelene.
Saat mobilnya Didepan gerbang, dia kembali bertanya pada security rumahnya
“Pak,,, apa Joelene sudah lama keluar ?”
“Kira - kira 30 menit yang lalu mas”
Kevin pun langsung berlalu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, mencoba mengejar Joelene.
Sambil memutar kemudi, Kevin mengedarkan pandangannya keluar jendela mobil, berharap masih bisa menemukan Joelene
“Joe... kenapa kamu pergi ? Apa kamu mendengar pembicaraan ku dengan mama tadi? Joe.. please beri aku kesempatan memperbaiki semuanya, aku yakin anak yang dalam kandungan kamu itu anakku, anak kita, aku sangat mengkhawatirkan kalian Joe”
__ADS_1