
Sementara dari sudut restauran tempat Joelene dan Ella makan siang tadi, ada sekumpulan wanita sosialita tengah berkumpul dan diantara sekumpulan wanita itu ada Monalisa didalamnya dan dia lah yang telah mengirim foto Joelene pada Suci saat dia makan siang tadi, wajahnya tersenyum bahagia dengan menyeringai licik.
Malam hari Setelah kejadian siang tadi di restauran, semua berkumpul diruang makan, Mona yang menjadi biang kerok kejadian siang tadi, sudah lebih dulu berada diruang makan dan duduk manis pada kursinya, dia ingin melihat ekspresi Mertuanya dan juga Joelene Setelah kejadian tadi siang.
“Malam ma..” Sapa Mona pada Suci yang baru tiba diruang makan
“Hem.. Adrian mana ?”
“Adrian gak makan dirumah, karena lagi ketemu clien” Jawab Mona
“Ohya ma,, Joelene mana, belum pulang ?” Pancing Mona
“Semakin kesini anak itu semakin kurang ajar saja” Ucap Suci
“Memangnya kenapa ma ?” Tanya Mona berpura - pura tidak tahu
“Dia pergi lagi dengan laki - laki lain, dia tidak ingat statusnya saat ini adalah seorang istri, dia fikir bisa seenaknya pergi dengan pria lain, tanpa seizin suami lagi, jangankan izin suami, suaminya saat ini dimana saja dia tidak tahu” Ucap kesal Suci
“Memangnya dia pergi kemana ma, Sama siapa ?” Tanya Mona lagi
“Dia makan siang bersama David pengacaranya tuan Edward, memang tidak berdua saja, ada satu orang lagi temannya, tapi kan tetap saja itu tidak pantas, apalagi saat ini suaminya sedang entah dimana, tapi dia masih pergi dengan pria lain, jika dilihat orang bisa menimbulkan fitnah”
Tiba - tiba Joelene muncul dan mendengar semua ucapan Suci tadi
“Maaf ma.. semua tuduhan mama iu tidak benar, Jo tidak ada janjian dengan David, kami hanya kebetulan bertemu di restauran itu, karena clien yang dirunggunya belum datang, dia pun duduk bergabung di meja kami, lagipula Jo gak sendiri, ada Ella teman Jo ma.. dan kami hanya mengobrol biasa” Joelene mencoba menjelaskan yang sebenarnya
__ADS_1
“Siapa yang tau kalian hanya mengobrol biasa, karena sebelumnya kakian juga pernah pergi berdua sampai beberapa hari tidak pulang, terus itu apalagi alasan kamu?!”
“Kepergian kami waktu itu juga karena urusan pembangunan proyek resort itu ma, masyarakat setempat sudah bersedia melepas tanah mereka, jadi untuk pemandangan tanganan perjanjian ganti rugi nya dari kedua beah pihak harus ada yang mneyaksikannya dan saat itu Kevin sudah pergi entah kemana, mas Adrian dan mba Mona sedang honeymoon dan mama sedang pergi keluar kota, Sementara itu harus segera di tanda tangani karena takut mereka akan berubah fikiran, jadi David meminta Jo untuk mewakili keluarga” terang Joelene
“Kenapa sampai beberapa hari, kalau hanya me Nanda tangani itu saja, paling hanya beberapa jam saja” Ucap Suci
“Ma... sewaktu kami disana saat jalan pulang, tiba - tiba bencana tsunami terjadi hingga memutus akses jalannya, bukan hanya akses jalan, jaringan komunikasi dan Listrik pun padam, kami tidak bisa kemana - mana dan tidak bisa menghubungi siapa - siapa, hingga dua hari kemudian baru bisa berkomunikasi hingga kami di jemput dengan helikopter milik tuan Edward, jadi semua itu nggak seperti yang mama fikirkan, Jo juga sadar kalau Jo ini istri orang, tapi apa Kevin juga sadar kalau dia juga sudah memiliki istri, pergi tanpa pamit menghilang begitu saja tanpa bisa dihubungi, apa jangan - jangan mama tau Kevin sekarang berada dimana tapi mama menyembunyikannya dari Jo?”
“Jaga ucapan mu!! Berani sekali menuduh ku seperti itu!! Untuk apa aku menyembunyikan Kevin, saat ini aku lah yang paling kehilangan putra bungsuku itu!”
“Terus mama kira Jo gak kehilangan Kevin ? Jo juga kehilangan ma, tapi Jo sadar kalau kehadiran Jo dikehidupan Kevin itu tidak diinginkan, mama lupa, dulu kan mama yang minta Kevin menikah dengan Jo, dia melakukannya hanya karena keinginan mama bukan karena dia mencintai Jo!!” Ucap Joelene dengan mata berkaca - kaca
“Kamu juga begitu kan, kamu juga tidak mencintai Kevin, bisa saja kamu mau menikah dengan Kevin karena hartanya” Ucap Suci menuduh Joelene
berkata - kata.
Mona yang berada disana hanya menyaksikan keributan itu tanpa ada niat menengahi, dia malah diam - diam merekam pertengkaran Joelene dengan mama mertuanya itu.
“Baiklah ma, kalau mama menganggap Joelene seperti itu, tapi Satu hal yang harus mama tau kalau sampai detik ini Jo tidak pernah meminta bahkan memakai uang pemberian Kevin, sekalipun Jo adalah istrinya!” Joelene pun pergi meninggalkan ruang makan.
Sementara Mona bersorak gembira didalam hatinya, karena sudah berhasil membuat mertua dan menantu kesayangan itu bertengkar, diam - diam terselip senyum tipis diwajah liciknya.
Joelene sambil menangis naik ke lantai dua kamarnya, dia tak menyangka nama mertuanya berfikir seperti itu, selama ini hubungan mereka baik bahkan sangat baik, entah apa yang membuat hubungan mereka menjadi buruk seperti saat ini.
Joelene pun membuka lemari dan memasukkan barang - barangnya kedalam koper, lalu dia pun bergegas keluar dari rumah itu.
__ADS_1
Diruang makan, Suci dan Mona masih menikmati makan malam mereka, Joelene mendekat untuk berpamitan
“Ma, Jolene pamit keluar dari rumah ini, terserah mama mau bilang Jo istri atau menantu durhaka ataupun wanita matrealistis, tapi asal mama tau, semua yang mama tuduhkan pada Jo itu tidak benar, tapi Jo akan tetap menganggap mama seperti mama Jo sendiri, mama jaga kesehatan ya, Jo pergi dulu” pamit Joelene sambil mengulurkan tangan namun tidak ada sambutan dari Suci, lalu Joelene pun melangkah keluar rumah.
Diluar sudah menunggu taksi yang sudah dipesannya sejak tadi, Jolene pun menuju kontrakan Ella, dia tidak mau pulang kerumah Ibu, takut Ibu akan bertanya ada apa dengan pernikahannya.
Tak berapa lama, Joelene sudah Tiba didepan rumah kontrakan sedehana milik Ella.
Ella mengontrak sebuah rumah sedehana yang hanya ada satu kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi, walaupun minimalis tapi sangat nyaman.
Joelene mengetuk pintu dan tak lama menunggu pintu pun terbuka, karena sebelumnya Joelene sudah menghubungi Ella.
Ella yang berdiri didepan pintu menyambut Joelene dengan pelukannya, dia tau saat ini sahabatnya itu sedang tidak baik.
Ella pun membawa joelene masuk dan menyuruhnya duduk, kemudian Ella membawa kan segelas air putih untuk Joelene.
“Minum dulu Jo, biar kamu lebih tenang” Ucap Ella
Joelene pun menerima gelas yang diberikan Ella dan lalu meneguk isinya yang membuat Joelene sedikit lebih tenang.
“Aku boleh nginap disini Sementara kan Ell?” Tanya Joelene
“Boleh dong, aku malah senang ada teman, tapi yah beginilah keadaan kontrakanku, kontrakan minion yang sangat nyaman buat ku, tapi kalau buat kamu sih gak tau ya, hehehe...”
Ella mulai menggoda Joelene, dia tidak mau menanyakan apa yang terjadi, dia membiarkan Jo tenang terlebih dahulu, pasti setelah Jo tenang, dengan sendirinya Joelene akan bercerita tanpa perlu diminta.
__ADS_1