Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 38


__ADS_3

Sabtu pagi, Jojo libur hari bermalas - malasan baginya


“Jojo... bangun..!! Gak malu apa sama ayam jantan yang udah dari tadi teriak - teriak sampe serak, anak perawan jam segini belum bangun, gimana jodohnya gak jauh, bangunnya aja kesiangan begini! Ayo bangun!! Noh.. udah diintipin sama matahari juga!!” Suara ibu menggelegar seantero rumah membangunkan Jojo yang masih terlelap dalam selimutnya.


“Huaamm... I..buu... ini kan hari libur, sebentar lagi lah,, aku masih kangen sama bantal dan selimut” Ucap Jojo masih didalam selimutnya.


“Ayoo.. bangun!!” Ucap ibu sambil menarik selimut yang masih menutupi Jojo.


Walau matahari sudah mulai menampakkan diri, udara pagi itu masih terasa sangat dingin karena hujan lebat malam tadi.


Dengan malas Jojo membuka matanya yang meredup karena sinar matahari yang masuk kekamarnya, diliriknya jam weker dinakas, menunjukkan pukul 07.00.


Usai membersihkan diri, Jojo menuju meja makan untuk sarapan pagi, Ayah sedang menikmati sarapan sambil membaca harian langganannya.


Sementara itu, dirumah Ibu Suci, dia sedang menikmati sarapannya berdua dengan Kevin, karena Adrian dan Mona belum juga turun.


“Hari ini kamu mau kemana nak ?” Tanya Suci


“Ada janji bertemu dengan teman diluar ma, memangnya mama mau kemana ?”


“Oh.. gak ada, mama juga ada janji ketemu teman pagi ini”


“Aku antar ya ?” Tawar Kevin


“Tidak usah, biar mama pergi dengan supir aja, kamu selesai kan saja urusan mu nak, jadi gimana keadaan perusahaan ?”


“Aku masih memeriksanya ma, mama tenang saja, semua akan baik - baik saja, aku berjanji perusahaan papa ini akan aku perjuangkan ma” Ucap Kevin tidak menceritakan kondisi yang sebenarnya soal dana perusahaan yang banyak dihambur - hamburkan Adrian dan istrinya itu hingga membuat perusahaan nyaris colaps.


“Mama berharap perusahaan ini bisa kamu pertahankan, ini adalah hasil kerja keras almarhum papa nak, Mama percaya kamu bisa menyelesaikannya”


“Mama tenang saja, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya”


“Iya,, tapi jangan lupa juga, hubungan dengan Joelene harus ada perkembangan, jangan hanya diam ditempat tidak ada kemajuan, mama sudah tidak sabar punya menantu seperti Joelene, anaknya supel, baik, hormat dengan orang tua dan cantik pula, mama suka dia nak, menurut kamu ?”


Kevin diam sejenak, kemudian dia tersenyum sambil memegang tangan mamanya


“Bila mama menyukainya, aku akan menyukainya juga, aku jalan dulu ya ma, mama yakin tidak mau diantar ?”


“Gak usah nak, mama diantar supir saja, kamu jangan terlalu malam pulangnya ya dan hati - hati dijalan” pesan Suci


“Baiklah ma, mama juga hati - hati, kalau ada apa - apa jangan lupa kabari aku ya, ohya... Satu lagi,, kalau singa liar dirumah ini macam - macam sama mama, kasi tau aku ya, biar aku beri dia pelajaran”


“Hushh.. kamu ini,, dia itu istri Kakak mu, gak baik begitu, sudah sana berangkat” Ucap Suci

__ADS_1


“Dia tidak perlu dihargai, karena dia juga tidak menghargai orang lain, terlebih pada mertuanya sendiri yang sudah memberi dia segalanya” Ucap Kevin geram


“Makanya kalau kamu mau mama ada temennya dirumah yang baik dan cocok sama mama, ya kamu menikah dengan Joelene dong” tembak mama


“Iya...Iya... mama,, sudah ya, aku jalan” Kevin pun beranjak dari meja makan.


Sementara rencana Bu Suci hari ini adalah berkunjung kerumah Joelene.


Joelene sedang membantu Ibu didapur, sementara Ayah menonton televisi, terdengar bel berbunyi, Ayah beranjak dari duduknya untuk membuka pintu.


“Selamat siang pak”Ucap Bu Suci dari balik pintu rumah Jojo


“Oh.. selamat siang, Ibu Suci kan ?” Ucap Ayah memastikan


“Benar pak”


“Mau ketemu Jojo ya ?” Tanya Ayah


“Mm... sebenarnya yang paling utama saya mau ketemu Bapak dan Ibu”


“Loh... ayo masuk dulu Bu,, silahkan duduk, sebentar saya panggil kan Ibu nya Jojo ya”


Tak berapa lama, muncul Ayah dan Ibu Jojo, menemui Bu Suci, kemudian bu Suci menyalaminya.


“Saya mau silaturahmi saja kok bu, ohya... Joelene nya kemana ?” Tanya Bu Suci


“Ada bu, dibelakang” Jawab Ibu dan tak lama Jojo muncul dari dalam sambil membawa nampan yang berisikan teh dan kue.


“Bu Suci, kok datang gak ngabari Jojo, apa kabar Ibu Sehat ?” Ucap Jojo Setelah meletakkan nampan lalu meraih tangan Bu Suci.


Jojo memang sedari kecil di didik hormat dan santun pada orang yang lebih tua, selain ilmu agama juga tata krama menjadi prioritas utama dalam mendidik anak - anaknya sejak kecil, hingga dewasa Jojo selalu bersikap hormat dan santun pada orang tua selain kedua orang tuanya.


“Kabar Ibu baik nak, ohya... hari libur begini kamu gak ada rencana keluar, apa Kevin tidak menghubungi nak Joelene ?” Tanya Suci


“Sebentar Bu, Kevin ? ibu kenal Kevin juga ?” Tanya Ayah karena mendengar Bu Suci menyebut nama Kevin


“Iya... kenal dong pak, Kevin itu kan putra saya”


Terlihat wajah ayah bingung dan belum yakin atas semuanya.


“Jadi gini Yah,, Kevin itu anak bungsunya Bu Suci ini” terang Jojo


“Kevin itu yang mama ya? Kok Ibu belum kenal ?” Timpal Ibu yang memang belum pernah bertemu dengan Kevin, bahkan mendengar namanya saja baru kali ini

__ADS_1


“Jadi begini pak, Bu,,,saya berencana mau menjodohkan putra saya Kevin dengan nak Joelene, biar dia menetap disini, kalau dia dapat jodohnya di London, pasti dia bakal jarang pulang kesini, saya mau nya dia nikah sama orang indo aja” terang Bu Suci


“Loh.. jadi sebenarnya itu Kevin tinggalnya di London” Ucap Ayah


“Benar pak, jadi dia sejak SMU itu udah sekolah disana tinggal bersama pamannya, sampai dia lulus kuliah dia mendirikan perusahaannya sendiri, tidak mau bergantung pada orang tua, Jadi sekarang dia lagi disini untuk membantu kakaknya mengurus perusahaan suami saya”


“Maaf suami Ibu sekarang dimana ya ?” Tanya Ayah


“Suami saya sudah meninggal lima tahun lalu, sejak itu perusahaan suami saya diambil alih oleh anak sulung saya, namun belakangan ini perusahaan mengalami banyak masalah, hingga saya meminta Kevin pulang untuk membantu kakaknya disini”


“Kalau boleh tau nama suami Ibu siapa ?” Tanya Ayah


“Suami saya Agung Laksana pak”


“Agung Laksana... pemilik perusahaan Laksana Corp itu bu?”


“Betul pak” Jawab Bu Suci


“Wahhh... saya sangat kagum pada beliau bu, dulu waktu saya masih bertugas, beliau sering menjadi donatur tetap untuk kegiatan bakti sosial yang diadakan pemda, pengusaha yang murah hati membantu sesama, tidak sombong” kenang Ayah pada sosok suami Ibu Suci


“Terima kasih pak, sampai saat ini masih banyak para kolega suami saya berkunjung untuk bersilaturahmi ke rumah walaupun suami saya sudah tidak ada”


“Berarti mereka memiliki kesan dengan bapak, orang baik akan selalu diingat meskipun hanya tinggal namanya bu” Ucap Ayah yang juga mengagumi almarhum suami Bu Suci


Bu Suci tersenyum sendu, ternyata banyak yang mengingat suaminya bukan sebagai pengusaha sukses saja, tetapi juga sebagai orang baik yang selalu menebar kebaikan.


“Sebenarnya tujuan utama saya kemari mau melamar Joelene menjadi menantu saya”


Deg...


Bu Suci mengagetkan tiga orang sekaligus, Jojo, Ayah dan sang Ibu.


”maaf kalau cara melamar saya seperti ini, nanti saya akan datang secara resmi untuk meminta anak bapak menjadi menantu saya”


“Terima kasih ibu sudah berkunjung kekediaman kami untuk melamar putri kami, tapi yang ingin saya tanyakan, kenapa nak Kevin tidak ikut serta?”


“Saya memang tidak melibatkan dia pak, tapi saat lamaran secara resminya, dia akan ikut serta”


“Apa ibu yakin anak ibu menerima anak saya ? Saya takut nanti anak saya di Sia - sia kan oleh anak Ibu” Tanya Ayah merasa kurang yakin akan niat Kevin ingin melamar Jojo


“Anak saya itu memang agak susah diatur pak, terkesan cuek tidak perduli, tapi saya yakin dia menerima Joelene”


Tak bisa berkata - kata, Ayah terdiam sejenak, sedang Jojo entah harus senang atau sedih, Satu sisi Kevin memang sudah mengisi hati namun disisi lain, dia khawatir apakah Kevin mau menerimanya, karena dia yakin lamaran ini hanya inisiatif Bu Suci, bukan atas permintaan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2