Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 61


__ADS_3

Pagi hari, saat akan bangun dari tidurnya, Joelene mendapati tangan Kevin yang melingkar pada pinggang Joelene, memeluknya dari belakang.


Hembusan nafasnya teratur, terasa hangat ditelinga Joelene, dia pun berlahan melepaskan pelukan Kevin agar Kevin tidak terbangun.


Diliriknya jam, sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, Joelene beranjak kekamar mandi membersihkan diri.


Usai membersihkan diri, diliriknya Kevin masih terlelap, Joelene pun membenahi selimut Kevin.


Terdengar suara dering panggilan masuk pada ponsel Kevin yang berada diatas nakas, Kevin masih terlelap tidak terbangun.


Hingga deringan yang kedua, Kevin masih terlelap, seperti nya Kevin sangat lelah hingga dia tidur begitu pulasnya.


Joelene mendekati nakas mencoba melihat panggilan masuk tersebut, diliriknya layar ponsel Kevin, tertulis nama Leona dan fotonya, Joelene menatap jengah, dia membiarkannya berdering dan tak berniat membangunkan Kevin.


Deringan ketiga, Kevin tersadar dari tidurnya, Joelene masih dikamar menyisir rambutnya ingin melihat ekspresi Kevin setelah menerima panggilan Leona.


“Hallo,,, ya,, maaf aku baru bangun, apaa...??! Baik aku segera kesana” Ucap Kevin mengakhiri panggilan ponselnya, langsung bangkit dan beranjak kekamar mandi.


“Baiklah,,, perjanjian sudah mulai berlaku sejak kemarin, tapi pagi ini begitu mendapat telpon dari wanita itu Kau langsung beranjak dari tidurmu, segitu pentingnya wanita itu, dan kamu..? Iya... kamu Joelene Anastasia, kamu bukan apa - apa baginya, jangan berharap banyak, jangan bermimpi terlalu tinggi karena jatuhnya akan terasa sakit sekali, coba tanyakan hatimu, apakah kamu memang benar - benar mencintainya atau hanya sekedar kagum padanya, sepertinya akan sia - Sia Kau berada disisinya, membuang waktumu untuk hal yang tidak pasti akan menjadi sesuai harapanmu, jangan terlalu bodoh Joelene.. masih banyak yang lebih penting dari hanya sekedar mengharapkan laki - laki itu, ya... laki - laki yang tak pernah menganggapmu sama sekali, bangkit lah dari rasamu yang tak terbalaskan, kejar impian dan cita - citamu, temukan Ibumu”


Joelene menatap wajahnya dicermin, dia pun beranjak kedapur menyiapkan sarapan, pagi ini Joelene hanya membuat sarapan roti bakar dengan selai coklat dan keju.


Kevin keluar dari kamar dan menuju dapur, melihat Joelene yang tengah menikmati sarapannya, Kevin pun duduk dihadapan Joelene ikut bergabung menikmati sarapannya.


“Hari ini kamu mau kemana ?” Tanya Kevin


“Entahlah... mungkin kerumah Ibu atau ketemuan sama teman”


“Ketemuan Sama siapa ?” Selidik Kevin


“Ya teman lah,,, apa perlu namanya aku beritahu, nomor ponselnya juga ?” Ucap Joelene kesal


“Boleh juga”

__ADS_1


Joelene menatap jengah, tak menjawab kevin, ia langsung mencuci piring bekas sarapannya.


“Jadi kamu mau ketemu dengan teman kamu siapa ?” Tanya Kevin lagi


Joelene yang sedang mencuci piring, langsung mematikan keran air yang menyala lalu membalikkan badannya kearah Kevin


“Cukup ya!! Kayanya aku terus yang jadi tersangka!! Kamu yang selalu ingin tahu aku pergi dengan siapa, gak boleh pegang - pegang tanganlah, kamu sendiri sadar gak sih, apa kamu udah bener banget, pergi sama wanita lain terang - terangan diketahui istri kamu sendiri tapi kamu merasa udah melakukan hal yang benar, bukannya kemarin kamu yang buat perjanjian baik itu aku atau kamu gak boleh pegang, peluk apalagi cium wanita atau pria lain, terus sekarang kamu mau pergi dengan wanita itu, jadi kesepakatan itu di buat untuk dilanggar ya, terus kamu hanya taunya salah nya di aku, kamu udah ngaca gak sih,, kamu itu udah bener apa belum!!” Joelene meluapkan kekesalannya.


“Aku harus menyelesaikan urusan yang penting dan aku janji tidak akan ada peluk ataupun cium lagi dengan wanita lain, kamu bisa pegang kata - kataku, aku sedang ada urusan penting yang harus aku selesaikan dengan Leona”


“Siapa yang akan tau kamu pelukan atau ciuman dengan dia, yang tau hanya kamu, dia dan tuhan!!” Ucap Joelene sambil kekamar meraih tas tangannya lalu keluar apartemen.


Kevin terdiam,, lalu kemudian ia pun pergi meninggalakan apartemennya menemui Leona, karena saat ini Leona sudah berada di Indonesia dan bersiap menemuinya.


\*\*\*\*\*


Dibandara, Kevin mencari sosok Leona, lalu terdengar suara leona memanggil nya


“Kevin...”


“Ughh... aku kangen kamu tau, katanya kamu mau datang hari senin tapi sampai hari ini kamu gak datang juga, akhirnya aku yang nyamperin kamu, habisnya aku kangen banget Sayang...” Ucap Leona manja sambil menggelayut dilengan Kevin.


Kevin berusaha menjauhkan tubuhnya yang sudah ditempeli Leona sejak mereka bertemu tadi, namun Leona tetap menempel padanya.


“Lee... aku masih ada pekerjaan yang belum selesai disini, kamu ngapain nyusulin kesini, nanti kamu bosan, karena aku sibuk banget, nanti juga kalau urusan disini udah selesai aku akan kembali” Ucap Kevin sambil terus berusaha melepaskan tangan Leona yang terus saja menggandeng manja di lengannya.


“Tapi aku kangen,,, gimana dong, lagian aku udah lama gak pulang ke Indonesia, gini - gini aku juga lahir di Indonesia lo, aku sekalian mau nostalgia dulu sama pacarku di kota kelahiran aku ini” Ucap Leona manja


“Iya,, ok... tapi jangan sekarang ya, aku lagi sibuk banget, nanti lain kali kalau pekerjaan aku udah selesai aku bakal bawa kamu kesini lagi, sekarang kamu balik aja ya”


“Ihh... kamu jahat banget ya! Aku baru aja tiba kamu udah suruh aku balik lagi ke Amsterdam, emang kamu kira kesana itu Cuma sejam dua jam ? Aku ini masih jetlag sayang.. bawa aku ke apartemen kamu ya, aku mau istirahat”


“Ok,, kamu nginap dihotel aja ya, biar aku antar, soalnya apartemen aku lagi di renovasi” beralasan

__ADS_1


“Ok.. baiklah,,, Makasi ya sayang” ucap Leona sambil masih menggandeng erat lengan Kevin.


Kevin pun membawa Leona menuju hotel berbintang.


Didepan pintu lobby utama sebuah hotel bintang lima, Kevin sempat berpapasan dengan David pengacara pak Edward rekan bisnisnya.


“Hai Kevin, senang bertemu anda, dengan siapa ?” Tanya David sedikit menyelidik sambil melirik pada Leona yang berdiri disamping Kevin


“Oh.. I..iya.. dengan teman, mari David” ucap Kevin terbata segera meninggalkan David yang masih menatapnya.


David tak mau ikut campur urusan rumah tangga Kevin dan Joelene, namun David merasa ada yang tidak beres dengan pernikahan mereka.


Sementara Joelene, setelah berziarah kemakam Ayah, Joelene menuju rumah Ibu.


Didepan gerbang rumah yang bergaya klasik dengan aneka tanaman tersusun rapi pada halaman depannya, pot bunga yang bergelantungan, ada aneka koleksi anggrek disisi kanan dan koleksi mawar milik ia dan Ayahnya dulu yang saat ini kurang terurus.


Dibukanya pagar, rumah terlihat sepi, diketuk beberapa kali namun tidak ada jawaban, lalu Joelene membuka pintunya yang tak terkunci.


“Ibu...I..ibu... Ibu dimana ?”


Tidak ada jawaban dari dalam, kemudian muncul ART dari arah dapur


“Eh... mba Joelene.. mau cari Ibu ?”


“Iya mba, Ibu dimana ?”


“Ibu tadi keluar sama temennya, gak tau kemana, mba sendirian aja, mau saya buatin minum ?”


“Oh... gak usah mba, ya udah lanjut aja kerjaannya, saya mau ke ruang kerja Ayah”


Joelene pun beranjak masuk keruang kerja Ayah, mencari kotak coklat yang pernah Ayah ceritakan.


Kotak yang berisi benda - benda yang diberikan Ibunya saat menitipkan nya pada Ayah, mungkin bisa menjadi petunjuk untuk menemukan Ibu kandungnya.

__ADS_1


Joelene pun menemukan kotak coklat berukiran dari bahan kayu, diraihnya kotak coklat yang sedikit berdebu.


Usai dibersihkannya, lalu Joelene pun membuka kotak nya. Didalam kotak tersebut Joelene menemukan sebuah amplop yang bertuliskan “untuk Putriku” dan Joelene pun membuka isi amplop tersebut.


__ADS_2