Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 115


__ADS_3

Joelene pun membuka amplop coklat yang diserahkan Kevin dan betapa terkejutnya Joelene melihat isi amplop coklat tersebut.


Membaca lembar demi lembar kertas yang ada didalamnya, detak jantungnya semakin kencang, kala membaca kalimat demi kalimat yang tertulis pada kertas tersebut.


“Bagaimana istriku, ada yang ingin kamu tanyakan dari isi meeting kita hari ini?” Tanya Kevin santai


“Apa sebenarnya yang kau inginkan tuan Kevin yang terhormat?!” Ucap Joelene tegas menatap kearah Kevin


“Aku hanya ingin, apa yang menjadi milikku harus kembali kepadaku, apa yang sudah menjadi hakku akan aku perjuangkan”


“Milik kamu yang mana,,, hak kamu yang mana Kevin...!!” Joelene mendekat kearah Kevin meninggikan suaranya seakan tak gentar.


“Istriku adalah milikku dan anakku adalah darah dagingku, mereka itu adalah satu kesatuan yang tak mungkin dipisahkan yang tidak lain adalah milik Kevin Putra Laksana”


Dengan wajah memerah dan mata mulai berkaca - kaca Joelene seakan menantang Kevin.


“Dengar wahai Tuan Kevin Putra Laksana yang terhormat, saya jelaskan kepada anda kalau Joelene Anastasia Bukan lagi istri dari tuan Kevin Putra Laksana dan anak laki - laki dari Joelene Anastasia itu bukanlah anak kandung tuan Kevin yang terhormat dan Persetan dengan kertas - kertas ini!!” Ucap Joelene sambil merobek kertas yang diberikan Kevin dalam amplop coklat tersebut.


Joelene merobek hasil test DNA Alvin dengan Kevin hingga menjadi lembaran demi lembaran kecil yang berhamburan Didepan wajah Kevin.


Tertulis pada hasil test DNA tersebut menyatakan bahwa Alvin adalah putra kandung dari Kevin.


“Saya kira meeting kita hari ini sudah selesai, permisi!!” Ucap Joelene sambil membereskan barang - barangnya.


Kevin meraih lengan Joelene yang akan beranjak dari tempat duduknya.


“Joe... kamu tenang dulu, mari kita bicarakan baik - baik” Kevin mencoba menahan


“Apalagi yang mau dibicarakan, anakku adalah anakku, tak ada siapapun yang berhak pada anakku selain aku, jadi kamu jangan coba - coba merebut dia dari aku, dia bukan anak mu, bukankah dulu kamu meragukannya ??”


“Joe.. maafkan aku,, aku termakan omongan mama yang mengatakan kalau anak yang ada didalam kandungan kamu itu bukan anakku, aku benar - benar minta maaf, tapi hasil test itu sudah membuktikan kalau dia benar - benar anakku, maaf kan aku Joe... mari kita mulai dari awal, mari kita perbaiki rumah tangga ini, tanpa campur tangan siapapun, ku mohon Joe..” Kevin memohon sambil berlutut dihadapan Joelene.

__ADS_1


Kevin sudah menyadari kesalahannya dan ingin kembali menata rumah tangganya dengan Joelene hingga dia mengatur pertemuan mereka siang itu dengan memerintahkan Dita untuk mengutus Joelene menghadiri meeting rekayasa karena Tidak ada cara lain untuk menemui Joelene setelah kejadian diacara pertemuan malam itu yang membuat Joelene sampai dilarikan kerumah sakit.


Joelene memalingkan wajahnya, tekad Joelene sudah bulat untuk tidak kembali pada Kevin, begitu sakit yang dirasakannya saat awal pernikahan mereka dulu, berkedok bulan madu namun ternyata dia harus menyaksikan suaminya sendiri bermesraan dengan wanita lain, disaat dia hamil dan butuh perhatian dan suport dari seorang suami yang semua itu tidak ia dapatkan hingga akhirnya ia berjuang sendiri mencari keluarga kandungnya dan berusaha melupakan semuanya.


Kini disaat dia sudah berhasil menata hidupnya dan melupakan semuanya, masa lalunya kembali menghampiri dan ingin kembali.


“Maaf... aku gak bisa.. semua sudah berakhir, anggap saja pernikahan itu tidak pernah ada, biarkan aku melanjutkan hidupku” ucap Joelene sambil melangkah menuju pintu keluar.


Kevin berdiri dari posisi berlututnya, menatap nanar punggung Joelene yang mulai menjauh darinya.


“Apa karena laki - laki pengacara itu ?” Ucap Kevin mencoba menahan langkah kaki Joelene


Langkah Joelene terhenti, namun tetap membelakangi Kevin


“Anggap saja begitu, tidak ada ikatan diantara kita, kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan dan aku bebas meraih kebahagiaan ku” Joelene pun melanjutkan langkahnya keluar ruangan private tersebut.


Begitu dia berada diluar ruangan, air matanya tak terbendung, terus mengalir seperti aliran sungai yang baru saja diterjang banjir bandang.


Joelene langsung pulang kerumah, saat tiba dihalaman rumah, Joelene melihat David sedang bermain basket dengan Alvin putranya.


“Mommy tadi ada meeting diluar kantor nak, eh... anak Mommy tadi Bobo siang gak sih, terus makannya tadi siang banyak gak ?”


David menatap wajah Joelene, dia tau bahwa Joelene mencoba menyembunyikan kesedihannya yang baru saja menangis.


“Eh... udah sore.. mandi gih... anak Mommy bau acem..” goda Joelene pada putranya sambil menutup hidung


“Ok Mommy..!! Om Daddy..nanti kita beli es klim ya,, kayanya mommy capek banget pulang kelja, supaya Mommy gak setless kita beliin es klim coklat” Alvin memberi saran yang langsung diberi jempol oleh David tanda setuju.


“Kayanya capek banget hari ini, lagi banyak kerjaan ?” Tanya David melihat wajah Joelene yang sembab seperti habis menangis


Menghela nafas panjang, Joelene tersenyum tipis

__ADS_1


“Sangat Dave, sangat lelah hari ini” ucap Joelene


“Ya udah gih, mandi bersih - bersih dulu, biar nanti kita keluar makan es krim seperti saran Alvin, dia tau Mommy nya lagi banyak fikiran” ucap David lembut.


Usai makan malam, David meminta izin pada oma dan pakde, membawa Joelene dan Alvin jalan - jalan.


Mereka pun menuju caffe yang juga menyediakan berbagai varian es krim, caffe keluarga yang sangat nyaman untuk bersantai membawa keluarga, lokasinya yang out door, ada taman bermain untuk anak - anak, ada live musik juga menambah kenyaman para pengunjungnya.


Joelene memilih posisi yang dekat dengan taman bermain agar Alvin bisa bermain dan tidak lepas dari pengawasannya, sejak kejadian siang tadi, Joelene tak mau jauh - jauh dari buah hatinya.


Alvin pun asik bermain, Joelene dan David pun mengobrol santai sambil sesekali memperhatikan Alvin.


David pun tak mau menanyakan apa yang sudah terjadi pada Joelene siang tadi, dia tidak mau Joelene menganggap dia terlalu ingin tahu.


“Enak ya jadi Alvin, gak mikirin apa - apa, yang dia tau cuma makan dan main, beda sama kita yang dewasa” ucap Joelene sambil menikmati es krim coklatnya dan memperhatikan Alvin yang sedang asik bermain dengan anak - anak lain.


“Kenapa..? kamu pengen jadi anak - anak lagi nih,, kaya Alvin ?” Goda David sambil menatap lembut kearah Joelene


“Hahaha... ya nggak lah Dave,, gimana ceritanya, aku cuma memposisikan diriku seperti Alvin, aku gak mikirin apa - apa, yang aku tau cuma main, makan dan sekolah, gak mikirin yang lain”


“Memangnya kamu lagi mikirin apa sih ? Lagian,, jadi Alvin juga bukan cuma mikirin makan dan main terus Joan, dia juga lagi mikirin gimana caranya dia bisa bertemu Daddynya” ucap David


“Aku gak mau mempertemukan mereka Dave, aku gak mau!! Aku akan membawa sejauh mungkin Alvin dari keluarga mantan suamiku” ucap Joelene mempertegas


“Tapi kamu gak boleh egois gitu Joan,, dia juga butuh tau siapa Ayah kandungnya, setelah dia tau, tinggal kamu menjelaskan mengapa Mommy dan Daddy nya berpisah”


“Kevin juga harus tau kalau kamu memiliki anak dari dia dan aku rasa dia juga sudah tau dari ibu Suci kalau kamu sekarang berada di Bogor dan sudah memiliki seorang putra, cepat atau lambat dia pasti mencari kamu dan Alvin” Ucap David


Joelene terdiam sesaat, pandangannya tak lepas dari putranya Alvin yang sedang asyik bermain dengan anak - anak lain.


David pun tak melanjutkan kata - katanya, dia tersiam menunggu tanggapan Joelene atas apa yang barusan ia ucapkan, sedikit demi sedikit David mulai mengaeahkan pembicaraannya.

__ADS_1


Joelene menarik nafas lalu menghebuskan berlahan, mengurai sesak didadanya, dia memang sedang butuh teman bicara untuk saat ini.


“Semua yang kamu ucapkan sudah terjadi Dave, Kevin sudah mengetahui semuanya dan tadi siang dia bahkan membawa hasil test DNA yang sudah dilakukannya tanpa sepengetahuanku” kalimatnya terjeda dengan tatapan kosong kedepan.


__ADS_2