Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 95


__ADS_3

Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Joelene, dia masih kaget dengan apa yang dilihatnya.


“Kamu kemana aja,, Kenapa kamu pergi dari apartemen gak bilang - bilang, aku mau cari kamu juga aku gak tau mau hubungi kemana”


Joelene masih terpaku tak menyangka ternyata pria yang sudah menandatangani surat persetujuan SC nya adalah David, kakak kelasnya yang sudah banyak membantunya.


“A..a..aku sekarang dikota ini, kamu apa kabar ?”


“Seperti yang kamu lihat, aku baik, kenapa kamu pindah kekota ini? Apa demi menghindar dari aku atau Kevin ?”


“Aku cuma gak mau menjadi beban semua orang, aku udah biasa mandiri, aku juga gak mau repotin kamu terus, udah cukup kaya nya dulu waktu sekolah aku terus - terusan minta bantuan kamu”


“Kamu ini ngomong apa si Jo, jadi sekarang kamu tinggal disini sama siapa ? Sendiri ? Atau sama Kevin ?” Selidik David


“Anak ku kemana Dave ?” Ucap Joelene mencoba mengalihkan


“Anak kamu lagi dirawat, masih di inkubator, kondisinya masih harus dipantau, kamu tenang aja, dia akan mendapat perawatan terbaik, biar bisa cepat - cepat ketemu kamu” ucap David sambil tersenyum


Nala yang memperhatikan interaksi antara Joelene dan David sedikit heran, kenapa bisa mereka sudah saling mengenal, padahal sejak awal mereka berada di restauran tersebut Joelene tidak ada bertemu siapa pun.


“Kamu jangan coba mengalihkan pembicaraan, kamu pindah kesini sengaja menghindar kan, tapi takdir Tuhan berkata lain, dia kembali mempertemukan kita” ucap David sambil tersenyum, terlihat dari kejauhan, Nala mencuri pandang kearah David dan Joelene, dia terbius akan senyuman David.


“Tuhan emang ngasi cobaan itu suka gak kira - kira ya, kenapa juga cobaan untuk jomblo ngenes kaya aku ini harus dipertemukan dengan cowok yang tampannya melebihi ambang batas kaya gini, buat aku lupa diri, suka gak nyadar kalau aku ini apalah dibanding dia,, ah.... mba Joelene mah gitu, sakit - sakit juga kalau ngobrol sama orang cakep bisa, sampai aku yang udah dari tadi disini di anggur in kaya gini, apes banget..”


“Eh... iya aku lupa kenalin teman aku, Nal.. sini dong, kok jauh - jauh sih, kita gak gigit kok” Joelene menggoda Nala, ia sadar akan Nala yang dari raut wajah dan ekspresinya yang begitu tertarik melihat David.


Nala yang yang mendengar ucapan Joelene pun salah tingkah, menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil tersenyum yang dibuat semanis mungkin.


“Gitu dong..! Dari tadi kek,, masa sih cewek manis disini dicuekin”


Hati Nala bergumam, lalu dia pun mendekat ke tempat tidur Joelene.


“Dave,, kenalin ini Nala teman satu kantor aku, Nal.. ini David teman satu sekolah mba waktu di SMU dulu, lebih tepatnya lagi kakak kelas” ucap Joelene memperkenalkan mereka, keduanya pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing - masing.

__ADS_1


“Kamu sendiri kenapa bisa ada disini ? Ada pekerjaan ?” Tanya Joelene pada David


David pun tidak menceritakan yang sebenarnya tujuan dia ke kota itu, dia hanya menjawab sedang ada kerjaan bertemu klien yang kebetulan berdomisili di Bogor.


Padahal, sebenarnya David lah tamu yang berkunjung ke perusahaan tempat Joelene bekerja, perusahaan yang akan menginvestasikan sahamnya di tempat Joelene bekerja.


semenjak David pulang ke Indonesia, dia sudah mulai belajar mengurus perusahaan milik Ayahnya, yang selama ini dikelola oleh om Edward, dan saat ini om Edward sudah memasuki masa pensiun, hingga mau tidak mau David harus mengurus perusahaan tersebut, karena hanya dia anak laki - laki satu - satunya.


Terdengar suara ketukan dipintu, pintu pun terbuka dan muncul dari balik pintu oma, bude Mieke dan pakde Aldo.


“Nak.. gimana keadaan kamu nak, apa yang terjadi kenapa bisa lebih awa lahirannya ?” Ucap oma dengan nada suara khawatir.


Oma langsung mencium kening Joelene tanpa memperhatikan sekitar, begitu juga dengan bude Mieke, sementara pakde Aldo menatap tajam kearah David yang berada disisi kiri tempat tidur Joelene.


David merasa canggung mendapat tatapan yang mengintimidasi seperti itu, hingga dia salah tingkah.


“Pria ini siapa nak ?” Tanya pakde dengan suara bariton, mencurigai kalau pria itu adalah suami Joelene yang menyia-nyiakan keponakannya itu.


“Oh...ini kak David kakak kelas Jo waktu SMU, dia yang nolongin Jo pas di restauran tadi” pakde pun mengangguk paham.


“Terima kasih ya nak, udah nolongin Joelene” ucap oma, David pun tersenyum santun.


“Anak kamu gimana nak ?” Tanya bude Mieke


“Masih di inkubator bude, dalam perawatan khusus karena belum waktunya”


“Sudah kamu istirahat aja nak, jangan terlalu banyak bicara” ucap oma, lalu duduk di sofa bersama pakde dan bude.


Sementara David masih berdiri disisi tempat tidur Joelene hendak berpamitan


“Joan, aku balik dulu ya, semoga kamu lekas sembuh dan bayi kamu bisa segera bersama - sama kamu”


“Iya,, Makasi ya kak David, kamu juga hati - hari dijalan ya” pesan Joelene pada David.

__ADS_1


Nala pun berpamitan pulang, karena Joelene sudah ada yang menemani, fikirnya.


*****


Satu minggu setelah kepulangan Joelene seri rumah sakit dan hari ini dia akan menjemput anaknya yang masih dirawat,karena kemarin sempat mengalami gangguan pernafasan karena prematur.


Joelene ditemani bude dan pakdenya, Joelene akan mengurus segala administrasi selama bayi nya dirawat, walaupun ada sedikit ketakutan akan besarnya biaya perawatan selama seminggu di dalam inkubator.


Namun ternyata saat Joelene menanyakan berapa biayanya, pihak rumah sakit mengatakan kalau seluruh biaya perawatannya sudah lunas.


“Maaf mba, kalau boleh saya tau, kapan dan siapa yang sudah melunasi biaya perawatan anak saya, karena ini bukan biaya yang sedikit, jadi saya harus berterima kasih dengan orang tersebut mba” ucap Joelene pada pihak rumah sakit, agar mereka bersedia memberi informasi


“Tadi pagi sudah dilunasi mba, katanya dia orang suruhan suami mba”


Joelene kaget mendengar jawaban pihak rumah sakit, darimana Kevin tau kalau dia sudah melahirkan


“Mba, saya boleh tau namanya siapa ?” Tanya Joelene lagi


Karyawan rumah sakit tersenyum geli mendengar pertanyaan Joelene yang menurutnya itu hanya candaan


“Masa mba gak tau nama suami mba siapa”


Joelene gelagapan, memang sangat lucu jika dia tidak tau siapa nama suaminya sendiri.


“Em... maksud saya orang yang disuruh saya kemari untuk melakukan pembayaran, karena suami saya saat ini sedang berada diluar kota mba” Joelene berkilah agar pihak rumah sakit tidak menaruh curiga


“Ok sebentar saya cek terlebih dahulu”


Beberapa menit karyawan rumah sakit itu menggeser mouse dan mengetik pada papan keyboard mencari data yang diminta Joelene


“Maaf mba, kami hanya menemukan biaya perawatan anak mba ditagihkan pada rekening perusahaan Deta Corp dan sudah dibayar lunas” ucap petugas rumah sakit


Joelene terkejut, mendengar nama perusahaan tersebut, siapa yang tidak kenal dengan DetaCorp, perusahaan yang memiliki saham dimana - mana dan merupakan perusahaan terbesar, setau Joelene perusahaan yang dimiliki keluarga suaminya adalah Laksana Corp, sempat Joelene berfikir mungkin saja itu nama perusahaan Kevin pribadi, bukan milik keluarganya yang berpusat di Belanda.

__ADS_1


Setelah Joelene berterima kasih pada petugas rumah sakit, dia pun membawa bayinya pulang bersama dengan pakde dan budenya.


__ADS_2