Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 99


__ADS_3

Setelah situasi sedikit lengang, barulah mereka bisa keluar, Joelene dan David berjalan menuju parkiran, dimana David memarkirkan mobilnya.


Didalam hatinya bersorak gembira karena bisa berdua dengan Joelene selama lebih kurang 3 jam perjalanan dan dia juga berharap kondisi jalanan macet agar lebih lama lagi.


***


Sejak Joelene mengikuti masa orientasi siswa disekolah mereka yang saat itu di panitiai oleh David dan teman - teman seangkatan nya, saat itu Joelene memang sudah menjadi target para panitia cowok, parasnya yang manis tak bosan dipandang, dia juga berbeda dengan murid - murid lain, wajah blesteran, cuek, mudah bergaul dan gak merasa kalau dia sebenarnya termasuk cewek populer disekolahnya.


Sejak itu pula David mulai memperhatikan Joelene, setiap hari Joelene tak luput dari pantauan David, seperti suatu siang di kantin sekolah, Joelene bersama teman sebangkunya berjalan menuju kantin, David mengikutinya dari belakang, karena sejak bel istirahat berbunyi, David sudah bergegas menuju depan kelas Joelene, untuk bisa memantau Joelene karena saat jam istirahat adalah saat yang tepat para kakak kelas ngeceng in adik kelas di kantin sekolah dan David tak mau itu terjadi pada Joelene, dia gak rela kalau Joelene di kecengin cowok lain.


Seperti seorang secret admirer, David hanya mengagumi dari kejauhan dan membantu diam - diam disaat Joelene mengalami kesulitan.


Dan saat ini, setelah Pengadilan mengetok palu atas status Joelene, sejak saat itu pula David mengetok palu sebagai pertanda perjuangannya akan dimulai dalam meraih hati Joelene, apapun akan dia lakukan untuk Joelene.


Tepat pukul 16.00 WIB mereka baru berhasil keluar dari halaman parkir kantor pengadilan tersebut.


David mulai memutar kemudinya, senyum tipis terlukis diwajahnya yang tampan, tak bisa dipungkiri memang saat ini perasaannya semakin dalam pada Joelene, dulu mungkin hanya sekedar mengagumi parasnya, namun mulai saat ini semua yang ada pada Joelene adalah sesuatu yang menarik dan ingin dimilikinya, dan mulai saat ini ia pun bertekat untuk mulai mengejar cinta Joelene.


Di tengah perjalanan, ponsel David berdering, melirik sekilas pada layar ponselnya, nama Dito muncul disana, Dito adalah teman kuliah sekaligus asisten pribadi di perusahaan keluarganya yang sekarang dia kelola, sebelumnya Dito sudah menjadi asisten om Edward yang sekarang sudah dikelola oleh David.


David meraih handsfree kemudian menjawab panggilan tersebut.


Dito


“dimana lu Vid ? Kok gak balik - balik, katanya cuma sebentar anterin berkas ke pengadilan”


David


“hem... lagi ada sidang nanti aku telpon balik”


Dito


“Vid..!! Gimana sih?! Kita kan ada janji ketemu klien untuk membahas mega proyek yang dibicarakan kemarin, lu gimana sih..?”


David


“Iya, gua tau, sidangnya lu aja, gua percaya kok sama lo, aman lah pokoknya, Ok..”


Dito


“Vid...! Sidang apaan ?! Sakit lo ya?! Apa lo belum bisa move on sama profesi pengacara lo ya?! Vid.. gua serius ini..”


David


“Iya, gua juga serius, nanti sidangnya gua percayain ke elu, gua ada urusan!!”


Dito memutus panggilannya karena merasa jawaban David semakin ngawur dan hanya membuang waktu meladeni David.


David tak perduli, dia yakin Dito pasti bisa mengatasinya, saat ini dia hanya fokus pada misi pentingnya kali ini karena sudah tidak ada hambatan lagi.


“Kamu masih ada kerjaan ya ? Harusnya kamu gak perlu anterin aku ke Bogor, aku kan bisa naik travel” ucap Joelene merasa tidak enak


“Aku memang ke Bogor ada keperluan Joan, lagian aku kan udah serahkan berkas ke teman aku itu, dia pasti bisa handle lah”


Joelene hanya mengangguk, lalu kembali diam menatap kedepan, tak banyak bicara.


David menyalakan musik untuk mengurai kecanggungan karena Joelene tak banyak bicara, hanya bicara jika ditanya saja.

__ADS_1


“Kamu ngantuk Jo ? Tiduran aja Jo, gak bakal aku bawa kabur kok” ucap David sambil melirik Joelene


“Iya,, kok rasanya capek banget ya”


David pun menepikan mobilnya dan berhenti, lalu David menghadap ke sisi kiri, Joelene menatap David heran


“Kok berhenti Dave, kamu mau apa ?” Wajah Joelene berubah tegang karena posisi David semakin mendekat kearahnya


“Aku cuma mau turuni joknya biar kamu lebih nyaman” ucap David merasa gemas pada Joelene yang terlihat ketakutan.


Joelene menghela nafas lega dan David pun kembali melajukan mobil sambil menyalakan musik.


“Ga apa kan kalau aku nyala in musik, soalnya entar aku ngantuk sendirian”


“Kan aku temenin Dave”


“Kamu istirahat aja, biar pas nyampe kamu udah seger ketemu anak kamu”


Joelene tersenyum yang menambah imun ditubuh David meningkat drastis.


Musik pun mulai mengalun, David sangat menikmati lagunya karena menggambarkan isi hatinya saat ini, sesekali David ikut melantunkan lirik lagunya.


Maukah lagi kau mengulang ragu


Dan sendu yang lama


Dia yang dulu pernah bersamamu


Memahat kecewa


Atau kau inginkan yang baru


Aku ingin dirimu


Yang menjadi milikku


Bersamaku mulai hari ini


Hilang ruang untuk cinta yang lain


Separuh jalan pernah dilewati


Meski ada kecewa


Aku yang dulu tak begitu lagi


Takkan ku ulangi


Jangan duluan kau berpaling


Beri ku kesempatan


Aku ingin dirimu


Tetap jadi milikku


Bersama ku mulai hari baru

__ADS_1


Hilang ruang untuk cinta yang lain


Lupakan dia pergi denganku


Lupakanlah ragu denganku


Ooooo... Aku...


Aku ingin dirimu (Aku ingin dirimu)


Tetap jadi milikku (Jangan ulangi ragu)


Bersamaku mulai hari baru


Hilang ruang untuk cinta yang lain


Aku ingin dirimu (Aku ingin dirimu)


Yang menjadi milikku (Setengah jalanmu denganku)


Bersamaku mulai hari ini


Hilang ruang untuk cinta yang lain


Layak untuk cantikmu, itu aku...


Lagu yang menceritakan dua pria yang mencintai wanita yang sama, namun si wanita pernah kecewa terhadap salah satu pria, hingga muncul pria baru dalam kehidupan si wanita yang hendak mengisi kekosongan hatinya.


David merasa lagu ini cocok buat kondisi saat ini, dimana dia sedang merayu Joelene agar mau membuka hatinya untuk cinta lain yaitu dirinya.


Joelene yang tidak bisa tidur, memperhatikan tingkah David yang menyetir sambil bernyanyi.


“Duuh... senang banget keliatannya, lagi falling in Love ini kaya nya?” Ucap Joelene sambil senyum penuh arti menatap kearah David


“Is... emang kalau cewek tuh feeling nya suka bener deh,,” ucap David sambil senyum - senyum keganjenan


“Siapa sih ceweknya, kalau boleh tau ?” Tanya Joelene kepo


“Ada deh... masih pedekate Jo, do’a in pedekate nya lancar ya Jo ?” Ucap David minta do’a


“Iya dong,, pastinya di do’a in yang terbaik” jawab Joelene.


Tiga jam diperjalanan, akhirnya mereka pun tiba Dirumah oma.


Tepat jam 19.10 WIB mereka tiba, Alvin yang mendengar suara pintu gerbang dibuka, Alvin langsung berlari menuju pintu depan menyambut kedatangan Mommynya.


“Mommy.....”


“Hai sayang anak Mommy... sudah makan belum ?”tanya Joelene sambil memeluk putranya.


“Sudah Mommy, makannya banyak, biar cepat Gede, Mommy udah makan ?”


“Udah sayang... yangyut ngapai ?”


“Ada tuh didalam...Mommy.. itu siapa ?” Tanya Alvin karena melihat Mommynya pulang bersama seorang pria.


“Apa itu Daddy ?” Tanya Alvin pada Mommynya.

__ADS_1


Belum sempat Joelene menjawab pertanyaan Alvin, David langsung mendekat pada Alvin sambil berjongkok


“Hai sayang anak ganteng,, Daddy kangeee...n banget..” ucap David sambil merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Alvin.


__ADS_2