
David menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan sambil berucap
“Kamu hamil Joan...” ucap David.
Wajah Joelene seketika berubah, masih tak percaya apa yang diucapkan David, kemudian dia hendak beranjak dari tempat tidurnya
“Kamu mau kemana, kamu harus istirahat, kamu belum sembuh betul Joan”
“Aku mau pulang” ucap Joelene sambil mencabut infus yang masih melekat ditangannya.
“Joan.. kamu belum boleh pulang, kamu masih dalam perawatan Joan” David mencoba menahan Joelene, namun Joelene tetap bersikeras meninggalkan ruangan.
Akhirnya David tak bisa menahan, Joelene pun berhasil keluar dari rumah sakit, David mencoba mengejar Joelene
“Joan kamu mau kemana ? Biar aku antar kamu”
“Gak perlu Dave, aku pulang sendiri aja, aku gak mau nanti Kevin makin salah paham” ucap Joelene sambil terus berjalan dan meninggalkan David.
David pun tak memaksa, dia pun membiarkan Joelene pulang dengan taksi.
Meski hatinya tak tega melihat Joelene yang baru saja pergi, namun dia juga tak bisa memaksa, mengingat status Joelene yang masih istri Kevin.
David masih tak habis pikir, kenapa Joelene masih saja menjaga perasaan Kevin, sementara Kevin sendiri sudah terang - terangan membawa wanita lain didepan Joelene.
Dari jarak yang tidak jauh, Kevin melihat Joelene menaiki taksi, Kevin pun segera mengikuti taksi tersebut yang dia yakini akan mengantarkan Joelene pulang kerumahnya.
Kevin terus mengikuti taksi yang membawa Joelene, hingga tepat dihalaman kontrakan Joelene, namun dia sedikit memberi jarak agar Joelene tidak menaruh curiga.
“Ternyata kamu tinggal disini Joe, apa yang membuatmu meninggalkan rumah dan memilih tinggal dikontrakan ini... hufft.. baiklah aku akan membawamu pulang kerumah mama” gumam Kevin sambil meraih handle pintu mobilnya.
Didalam rumah Joelene sedang terduduk lemah disofa ruang tamu, tubuhnya belum pulih sepenuhnya namun dia tetap memaksa pulang, karena menghindari Kevin.
Dirabanya perutnya yang masih terlihat rata, namun ada kehidupan mahluk kecil didalamnya.
“Nak... kita aman disini, tidak ada yang mengganggu, hanya ada kamu dan mama, mama janji akan menjaga dan merawat kamu sampai kamu lahir nanti, kita tak butuh siapapun, kita akan bahagia walau hanya berdua saja” gumamnya sambil mengelus perutnya
Tanpa disadari Joelene, Kevin memperhatikan Joelene dari luar rumah karena pintunya tidak tertutup sempurna hingga dia mendengar semua ucapan Joelene.
“Hah.. apa Joe hamil ? Hamil anak ku? Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus ku bawa pulang, agar aku bisa menjaga mereka, aku gak mau terjadi hal yang buruk pada Joe dan anak ku”
Seketika Kevin masuk karena pintu yang masih sedikit terbuka
“Joe..”
“Mau apa kamu kesini?! Pergilah aku gak apa - apa”
__ADS_1
“Joe.. aku mohon ikutlah dengan ku, kita pulang kerumah, aku gak mau meninggalkan kamu di sini sendiri, kamu belum sembuh, aku gak mau terjadi apa - apa pada kamu dan anak kita” ucapnya lirih
Mata Joelene melebar mendengar ucapan Kevin
“Anak kita ? Maksud kamu apa ?”
“Ya.. anak kita.. yang saat ini ada di dalam rahim kamu, aku ingin menjaganya, menjaga kalian, kita akan mulai semuanya dari awal, aku ingin membangun keluarga kecil kita”
“Bagaimana dengan wanita itu?” Tanya Joelene
“Leona ? Dia itu masa lalu ku, kamu masa depanku, kita akan mulai dari awal, aku berjanji kita akan terus bersama, ikutlah denganku, kita pulang kerumah mama, mama akan senang sekali mendengar kabar kehamilan kamu yang memang sudah ditunggu - tunggu” bujuk Kevin
Joelene diam sejenak, meyakinkan hatinya atas apa yang telah diucapkan Kevin tadi, hingga akhirnya dia pun memutuskan
“Baiklah kita pulang, tapi kamu janji jangan pernah temui wanita itu lagi, apa pun yang terjadi ?”
“Iya,, aku janji.. aku tak akan menemui Leona lagi, demi kamu, demi anak kita ikutlah denganku, kita pulang kerumah mama” ucap Kevin sambil mendekat kearah Joelene.
Joelene diam ditempat, kemudian Kevin meraih tangan Joelene kemudian memeluknya dan mencium puncak kepalanya dalam
“Maaf kan aku Joe, aku janji setelah ini aku tidak akan meninggalkan mu lagi, kita akan bersama membangun keluarga kecil kita”
Akhirnya Kevin berhasil membawa Joelene pulang kerumah mamanya, diperjalanan mereka tak banyak bicara, Kevin terus menggenggam tangan Joelene.
Sementara disaku jasnya, ponselnya bergetar tanpa suara, namun Kevin mengabaikannya karena nama Leona yang tertera pada layar ponsel tersebut.
Usai membersihkan diri, dan Joelene sudah terbaring diatas kasur empuknya, disusul Kevin yang berbaring disebelah Joelene.
Mereka saling berhadapan, Kevin membelai rambut Joelene, mengecupi tangan Joelene seperti permintaan maaf karena selama ini telah meninggalkan Joelene demi wanita lain.
Joelene hanya diam mendapati perlakuan Kevin, tak bisa dipungkiri memang Joelene belum sepenuhnya ingin berpisah dari Kevin, walaupun sebelumnya dia sudah berniat ingin bercerai dari Kevin.
Begitu juga Kevin, sebenarnya Joelene sudah berhasil mencuri perhatiannya, namun kevin masih meyakinkan diri nya atas perasaannya pada Joelene.
Malam itu, pasangan suami istri yang sah secara hukum dan agama itu kembali bersama.
“Aku tak yakin dengan ini semua Kev, tapi biarlah.. setidaknya aku pernah merasakan kasih sayang seperti saat ini”
Kedua nya pun tertidur lelap setelah mengalamai beberapa kejadian yang menguras emosi keduanya.
Pagi hari, usai membersihkan diri, mereka pun segera turun untuk sarapan pagi.
Kevin terus menggandeng tangan Joelene hingga diruang makan, mama Suci yang sudah berada diruang makan sedikit heran, melihat tingkah Kevin, namun dia sedang tidak berselera berdebat.
“Pagi ma... mama cantik banget pagi ini” sapa Kevin pada mamanya yang sudah lama tak makan bersama
__ADS_1
“Pagi ma...” ucap Joelene lembut namun tak ada jawaban dari Suci
Kevin pun menggeser kursi untuk Joelene duduk setelahnya dia pun mengambil posisi duduk persis disebelah Joelene.
Tak lama Adrian dan Mona pun tiba diruang makan dan duduk di posisi mereka masing - masing untuk menikmati sarapan.
Tatapan Mona tertuju pada kedua pasangan yang sudah lama menghilang dirumah itu, tatapannya tertuju pada tangan Kevin yang terus menggenggam tangan Joelene.
Bibir Mona yang merah merona sudah tidak sabar ingin memancing keributan pagi itu, namun tatapan mata Adrian seperti memberi isyarat pada Mona agar tidak memancing keributan, Adrian sangat paham betul watak istrinya yang suka sekali membuat gaduh saat menikmati sarapan, karena memang saat sarapan lah semua penghuni rumah itu bisa berkumpul, karena untuk makan siang hingga makan malam, bisa dipastikan seluruh keluarga tidak ada yang makan Dirumah.
Semua sedang menikmati sarapan mereka, tak ada suara obrolan, hanya sesekali suara alat makan yang saling beradu.
Setelah semua selesai menikmati sarapan mereka, Kevin pun mulai bicara
“Baiklah kebetulan semua sudah berkumpul disini, aku mau mengumumkan kabar baik” ucap Kevin dengan wajah tersenyum bahagia sambil sesekali menatap kearah Joelene dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam.
Mona menatap jengah pada keharmonisan yang ditunjukkan Kevin, dia merasa posisinya kembali terancam karena kepulangan Joelene kerumah mewah itu.
“Kamu mau mengumumkan apa Vin ?” Tanya mama yang tidak banyak bicara pagi itu
“Aku mau mengumumkan pagi ini kalau aku punya kabar baik... kabar baiknya adalah,, Joelene saat ini sedang mengandung anak kami, sudah sepuluh minggu” ucap Kevin dengan wajah bahagia.
Wajah Mona berubah seketika mendengar kabar yang baru disampaikan Kevin, jantungnya seolah ingin melonjak keluar, bagaimana mungkin Joelene bisa hamil, bukannya dia sudah lama ditinggalkan Kevin, pikir hati Mona.
Tak jauh berbeda dengan Mona, Suci juga menunjukkan ekspresi wajah terkejutnya.
“Kok pada diam, mama kok diam aja sih? Bukannya ini yang mama tunggu, sebentar lagi mama akan memiliki cucu, cucu yang selama ini mama tunggu, sekarang dia berada disini ma didalam sini” ucap Kevin antusias sambil menyentuh perut Joelene.
“Oh.. Ok.. selamat Vin, selamat untuk kalian berdua” ucap Adrian memberi selamat yang kemudian pamit berangkat ke kantor
“Eh.. iya.. selamat ya Kevin dan Joelene, semoga sehat - sehat” ucap Mona yang juga undur diri dari ruang makan.
Saat ini yang tinggal diruang makan hanya Suci, Kevin dan Joelene.
“Kehamilan Joelene sangat rentan ma, kemarin dia sempat mengalami pendarahan, jadi Joelene harus bed rest dulu, aku gak mau terjadi apa - apa pada kandungan Joelene” terang Kevin pada mamanya.
“Baiklah, semoga sehat - sehat sampai lahiran” ucap Suci sambil berlalu meninggalkan ruang makan.
Kevin terkejut, karena mamanya yang biasanya sangat peduli dan sayang pada Joelene, setelah mendengar kabar kehamilan Joelene dia malah tak terlalu memperdulikan malah terkesan cuek.
Saat akan beranjak dari kursinya dia pun berucap
“Vin, mama mau bicara, kamu kekamar mama sekarang” ucapnya sambil beranjak meninggalkan ruang makan.
Kevin heran dengan sikap mama yang terkesan cuek setelah mendengar kabar kehamilan Joelene, padahal dulu mamanya lah yang meminta Kevin menikah dengan Joelene.
__ADS_1
“Aku kekamar mama dulu ya, kamu istirahat dikamar aja, ayo aku antar” ucap Kevin pada Joelene, lalau Kevin pun membawa Joelene kekamar mereka untuk beristirahat, sebelum Kevin menemui mamanya.
Perasaan Joelene tidak enak, mama mertuanya itu memanggil Kevin untuk bicara berdua saja itu pasti perihal kehamilannya, dia pun pasrah, apapun yang terjadi.