
Usai meeting, Joelene bergegas meninggalkan ruangan meeting, selain menghindar dari Kevin, dia juga akan menjemput Alvin yang dititipkan pada guru.
Dengan tergesa dia berjalan keluar dari gedung berlantai lima itu, hingga Nala yang memanggilnya berulang - ulang tak diacuhkannya.
Kevin yang sejak diruangan meeting menyadari ada sosok Joelene diantara staff lain pun mencari keberadaan Joelene, diedarkannya pandangannya keseluruh sudut ruangan itu, namun dia sudah tidak menemukan sosok Joelene disana.
“Sangat mudah menemukanmu, kali ini aku tidak akan melepaskan mu Joe,,”
Kevin pun bergegas keruangan yang sudah disiapkan untuk nya selama dia berada dikantor tersebut.
“Pak Arman, boleh saya minta data seluruh staff yang bekerja di kantor ini ?” Pinta Kevin pada pimpinan tertinggi dikantor itu
“Baik pak, saya akan memintanya ke bagian SDM” Jawab pak Arman
Tak perlu menunggu lama, data yang diminta Kevin pun sudah diterimanya.
Sebenarnya dia bisa saja langsung meminta data Joelene, namun dia tidak mau mereka menaruh curiga jika dia hanya meminta data milik Joelene.
Dengan seksama Kevin memperhatikan foto dan cv dengan nama yang tertulis Joelene Anastasia, yang menjadi fokus utamanya adalah mencari dimana alamat tempat tinggal Joelene saat ini, hingga dia menemukan apa yang dicarinya.
Sementara itu, Joelene yang sudah berada disekolah Alvin merasa lega, karena dia berhasil menghilang dari pandangan Kevin, meskipun hanya sementara, karena esok lusa bisa jadi Kevin masih berada dikantornya.
Usai menjemput Alvin dan mengantarkan nya pulang, Joelene pun kembali kekantornya.
Dengan langkah berat, kakinya memasuki gedung tersebut, sambil mengedarkan pandangan keseluruh penjuru ruangan mencari - cari sosok Kevin, seperti maling yang sedang mengendap - endap, namun tiba - tiba dia dikagetkan dengan tepukan dipundak oleh seseorang.
“Huaaa...!!”
joelene sontak menoleh kebelakang, ternyata Nala yang sudah berhasil mengagetkannya.
“Na..la...!! Bikin jantung copot aja Iss!!” Kesal Joelene
“Lah... mba juga ngapain ngendap - ngendap kaya maling ayam begitu ?”
“Gimana pak CEO nya, udah jalan kan ?”
“Ngapain nanya - nanya pak Kevin, mba naksir ya??”
“Ih.... sembarangan kalo ngomong!! Minta dicabe in nih mulutnya!!” Kesal Joelene pada Nala Yang suka seenaknya kalau bicara
“Terus ngapain datang - datang nanya pak Kevin ? Mereka udah cabutlah, mungkin balik ke Jakarta” Ucap Nala yang membuat Joelene lega dengan menghapuskan telapak tangannya didada.
__ADS_1
Lalu Joelene pun beranjak menuju meja kerjanya, kembali melanjutkan pekerjaannya.
Saat berjalan dilorong menuju meja kerja nya, dari kejauhan terlihat Kevin tengah berjalan kearahnya bersama dengan Jullian dan ibu Dita manager marketing.
“Si*l!!” Umpat Joelene, Ternyata info yang dia dapat dari Nala tidak bisa dipercaya.
Posisi mereka semakin dekat, dari kejauhan Kevin terlihat ngobrol serius dengan Ibu Dita Manager keuangan, Joelene mengira Kevin tidak akan menyadari keberadaan Joelene karena sedang ngobrol serius sambil terus berjalan.
Hingga posisi Joelene sudah tersudut, hingga dia memilih bersembunyi di sudut ruangan dimana ada pot berukuran besar dengan tanaman hias palem kuning yang tumbuh subur, daunnya yang rimbun berharap mampu menutupi tubuhnya yang berjongkok disebelahnya.
Namun, Kevin yang sudah menyadari keberadaan Joelene saat berjalan dilorong tadi dan sempat melihat Joelene yang bersembunyi, hingga Kevin menghentikan langkahnya tepat disebelah tanaman palem Kuning tersebut.
“Apa disini sering terjadi penampakan ya ?” Ucap Kevin pada Dita
Dita terlihat kebingungan menanggapi ucapan Kevin, sambil memasang tampang gugup dia mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat mereka berdiri
“Maksud Pak Kevin penampakan bagaimana pak ? Setan..?” Tanya Dita memastikan ucapan Kevin
Dengan wajah datar tak berekspresi, Kevin hanya mengarahkan pandangannya pada posisi Joelene yang tengah berjongkok persis disebelah pot bunga besar dengan pohon palem kuning yang tumbuh subur.
Dita pun mengikuti arah tatapan Kevin dan dia menangkap sosok wanita sedang berjongkok disana, namun dia belum mengenali sosok wanita itu karena posisi Joelene yang membelakangi Mereka.
“Sedang apa kamu disitu ?” Ucap Dita ketus ketika ia mendekat dan mengenal sosok wanita yang tengah berjongkok itu, karena Joelene adalah bawahannya.
Dita yang merupakan atasan langsung Joelene yang terkenal jutek, terlebih dia seorang perawan tua, langsung menatap sinis dengan kedua lengan saling bersedekap.
“Sedang apa kamu diantara tanaman itu Joelene Anastasia ?” Ucap Dita dengan wajah kaku bak kanebo kering.
“Sa..saya... mencari pena saya terjatuh mba, seperti nya jatuh dibawah pot bunga ini”
“Oh...ya...? Cari saja pena lain, tidak perlu kau mempertahankan Pena yang sudah terjatuh, bisa jadi dia tidak bisa digunakan” Ucap Dita
Kevin hanya memperhatikan Joelene, tanpa berucap sepatah kata pun, Joelene pun segera kembali keruangannya.
“Memang dasar si Nala gak bisa dipercaya ya! Informasinya gak akurat” omel Joelene saat tiba dimeja kerjanya.
Saat jam pulang kantor, Joelene tengah bersiap pulang dan membereskan meja kerjanya yang tadi berantakan dengan beberapa file.
Suasana kantor sudah sepi, hanya tinggal Joelene yang tengah berjalan dilorong menuju lift, namun tiba - tiba ada yang menariknya.
Joelene terkejut ketika sepasang bola mata nya menangkap sosok yang dia kenal tengah berdiri dihadapannya, posisi mereka hanya berjarak beberapa centi saja.
__ADS_1
“Se keras apapun usah kamu menjauh dari ku, kita tetap dipertemukan, apa kabar ?” Ucap Kevin dengan posisi Joelene yang tersandar di didinding dan terkungkung diantara kedua lengannya.
Masih seperti dulu, Joelene masih mengagumi mata elang bermanik coklat yang dingin tak bersahabat itu, untuk sesaat dia terdiam kemudian tersadar.
“Mau apa kamu, lepaskan aku, aku mau pulang!” Joelene memohon
“Kenapa terburu - buru, aku masih rindu pada istriku” Ucap Kevin dengan wajah datar tanpa ekspresi.
“Aku bukan istrimu lagi, aku sudah mengirimkan surat cerai dan kita sudah sah bukan suami istri lagi”
Tiba - tiba rahang Kevin mengeras, mendengar ucapan Joelene
“Aku tidak merasa menceraikan kamu dan aku juga tidak merasa menerima surat cerai itu, jadi tidak ada perceraian diantara kita”
“Terserah..!! Tapi yang jelas, secara hukum kita bukan suami istri lagi, Anggap saja kita tidak pernah saling kenal, kau lanjutkan hidupmu dan aku akan melanjutkan hidupku!”
Kemudian Joelene pun beranjak karena Kevin sudah melepaskan tangannya.
Jantungnya berdetak sangat cepat Setelah Joelene mengucapkan kalimatnya barusan, terlihat emosi diwajahnya kala mengingat semua yang pernah terjadi diantara mereka.
Joelene dengan tergesa berjalan menuju lift, agar tidak bertemu dengan Kevin lagi saat berada didalam lift.
Terasa lega ketika pintu lift terbuka dan sudah berada di lantai satu lobby utama gedung itu, ketika kaki Joelene melangkah keluar pintu utama, tiba - tiba terdengar suara imut yang berteriak memanggilnya dari area parkir.
“Mommy.....sebelah sini” teriak Alvin sambil melambai ke arah Joelene, Joelene pun melengkungkan senyum dibibirnya, seketika emosi nya hilang saat melihat wajah imut tersenyum dan melambai kearahnya.
Sore itu David menjeput Alvin dirumah oma dan mereka berencana memberi kejutan dengan menjemput Joelene dikantornya tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Joelene pun segera berjalan kearah parkiran, sementara dibelakang Joelene, masih didalam gedung Dengan pintu kaca Transparan dan bisa menatap keluar dengan sangat jelas, tampak Kevin tengah memperhatikan bocah kecil yang melambaikan tangan dan memanggil Joelene dengan sebutan Mommy.
“Siapa anak itu ? Apa itu anak yang di kandung Joelene waktu itu? Siapa pria yang bersama anak kecil itu, apa itu suaminya yang baru?”
Hati Kevin berkata - kata dengan segudang pertanyaan yang tak satupun ada jawabnya.
Hai para readers...
mohon maaf untuk kealpaan author belakangan ini, karena begitu banyak nya pekerjaan di dunia nyata hingga dunia maya sedikit tertunda, ditambah lagi karena author orangnya moody an, kalau udah capek, suka gak konsen dan ngeblank... takutnya kalau dipaksa buat lanjutin, bisa - bisa alur ceritanya jadi kusut kaya cucian author yang segudang tengah melambai - lambai minta disetrika🤭[ Eh... kok jadi curhat..].
Baeklah... dengan secangkir kopi mungkin bisa buat konsen author membaik 🥰 jangan lupa juga dukung author terus ya kasi Like, komen, vote dan hadiahnya juga, biar tambah oN fire, Ok readers kesayangan,, toss dulu ah, give me five🖐🏻🥰
Salam,
__ADS_1
La Shakila🌷