Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 40


__ADS_3

Didalam mobil menuju kediaman Joelene, Hanya Kevin dan mamanya saja sedang Adrian dan Mona tidak ikut dengan alasan kurang enak badan dan Suci tidak mempersoalkan.


Kevin fokus menyetir sesekali melirik kearah mamanya yang terlihat sumringah karena Kevin bersedia mengikuti kemauannya.


“Duhh... mama keliatan bahagia banget, berasa baru dilamar ya ma?” goda Kevin


“Ah... kamu Vin,,, gak tau kenapa kok mama senang banget malam ini, sebentar lagi mama punya menantu Joelene, duhh.... jadi gak sabar” Ucap mama yang terus menebar senyum diwajahnya.


Kevin tidak berani menghilangkan senyuman diwajah wanita yang paling dia sayangi, sebisa mungkin dia tetap memberikan senyuman diwajah mamanya itu.


Tiga puluh menit diperjalanan yang lumayan rame yang kebetulan malam minggu.


Suci turun dengan masih memancarkan senyuman diwajahnya, diikuti Kevin, Suci merapikan dasi dan jas yang dikenakan Kevin.


Sambil membawa beberapa bingkisan, mereka pun berjalan menuju pintu utama rumah Joelene.


Setelah memencet bel, tak menunggu beberapa menit, pintu rumah Joelene pun terbuka.


“Selamat malam mba,,” Ucap Suci pada kakak Jojo Jennifer yang diminta datang oleh orang tuanya.


“Selamat malam tante,, silahkan masuk,,” Ucap Jennifer ramah sambil pandangannya tak lepas dari sosok Kevin yang berdiri dibelakang Bu Suci.


“Boleh juga,, ganteng sih, tapi kok wajahnya kaku begitu, kaya kanebo kering” gumam hati Jeje


Dari arah pintu yang menghubungkan ruang tamu dengan ruang keluarga, muncul Ayah dan Ibu Jojo.


“Selamat datang Bu Suci dan nak Kevin” sambut Ayah sambil menyalami keduanya yang disusul Ibu, Jeje masih berdiri sambil tetap menatap Kevin dengan tatapan yang mengintimidasi, namun Kevin tak bergeming, ekspresi wajahnya datar, sangat berbeda ketika dia hanya berhadapan dengan Mamanya.


Kemudian Ayah mempersilahkan duduk lalu meminta Jeje untuk memanggil Joelene.


“Je.. panggil Jojo keluar” perintah Ayah, Jeje pun mengangguk dan segera berlalu memanggil Jojo.


“Jo... noh udah dateng pangeran dari istana buckingham, kamu nemu dimana sih cowok kaya gitu Jo? Pasti kehidupannya gak asik, datar kaya baju yang baru di setrika”


“Hus... Jeje gak boleh ngomong gitu,, bentar lagi dia bakal jadi suami Jojo dan juga jadi adek ipar kamu, udah ah,,, gak usah didengerin Jo, ayo kita keluar” ajak Janet pada Jojo yang masih tidak menyangka akan dilamar oleh lelaki yang sudah mengusik hatinya belakangan ini.


Mereka pun keluar menuju ruang tamu,Jojo digandeng oleh Janet dan Jennifer.


Jojo terlihat sangat anggun, mengenakan dres panjang berwarna coklat muda yang menyatu dengan warna kulitnya, riasan make up simple dengan lipstick brown sugar dan rambut kecoklatannya yang ikal tergerai indah.


Kevin sejenak menatap kearah Jojo, kemudian kembali mengalihkan tatapannya kearah lain.


Jojo duduk diantara kedua orang tuanya, Ayah pun mulai memperkenalkan anggota keluarganya Satu per Satu.


“Bu Suci, perkenalkan ini semua anggota keluarga kami, Yang diujung sana anak sulung saya Jannet, dia seorang dokter dan suaminya Adam seorang dokter spesialis penyakit dalam dan yang kembar itu anak mereka Zahira dan Zalikha, kemudian Yang itu anak kedua saya jennifer dan suaminya Frans, Jennifer memiliki usah butik dan salon sedang suaminya juga memiliki beberapa bengkel mobil, mereka baru setahun menikah tapi masih betah pacaran jadi belum dikaruniai keturunan dan terakhir,,..” Ayah diam sejenak mengehentikan kata-katanya.


sedikit berat ayah Jojo memperkenalkannya, mungkin karena dia belum siap akan ditinggal oleh putri bungsunya.


“Dan ini si bontot, Joelene Anastasia” Ucap Ayah yang disambut anggukan dan senyuman bu Suci.


“Enak ya pak,, sudah lengkap, ada anak, menantu dan cucu yang lucu - lucu”


“Iya bu,, sudah komplit, tinggal Joelene penutup” Ucap Ayah sambil tersenyum.


“Baiklah pak, saya gak ada yang mau diperkenalkan, jadi langsung saja ya pak, ada pun kedatangan kami berdua kesini untuk melamar anak bapak Joelene Anastasia menjadi istri dari putra bungsu saya Kevin putra Laksana, sebenarnya mereka dua berasaudara, Yang pertama kakaknya Adrian Putra Laksana, namun berhalangan tidak bisa hadir” terang bu Suci.


Pertemuan kedua keluarga itu berjalan sukses dan mereka sudah menentukan tanggal pernikahan, karena memang Bu Suci tidak mau berlama - lama lagi agar Kevin tidak berubah pikiran dan kembali ke London.

__ADS_1


Setelah Kevin dan bu Suci berpamitan, keluarga Jojo masih berkumpul untuk membicarakan semua keperluan.


Seluruh keluaga menyambut gembira, terutama Ibu, Apalagi Kevin adalah salah Satu penerus Laksana Corp yang memiliki bisnis property, perhotelan, eksport import dan memiliki saham dibeberapa bisnis lainnya.


“Duhhh... ibu sudah tidak sabar menanti hari bahagia itu” Ucap Ibu


“Ah.. Ibu , calon pengantinnya biasa aja, kok jadi ibu yang gak sabaran, apa gara - gara si Kevin itu anak konglomerat ?” Celetuk Jeje


“Iya.. ibu pengen ngerasain gimana sih rasanya jadi besan konglomerat,, uhh... pasti teman - teman ibu ngiri deh..” Ucap Ibu


Jojo hanya tersenyum melihat tingkah Ibu dan kakaknya, Ibu nya memang seperti itu, sedikit mata duitan, sementara Ayah lebih banyak diam Setelah acara lamaran dan yang di takutkan Ayah pun akan segera terjadi.


Ayah terdiam bergelut dengan pikirannya sendiri, begitu juga anggota keluarga lainnya, hanya Jojo yang sadar akan perubahan sikap Ayah Setelah acara lamaran tadi.


“Ayah... Ayah kok diam? Ayah sakit ?” Tanya Jojo


“Eh..oh... nggak kok nak, Ayah cuma agak lelah, Ayah mau kekamar dulu ya” Ayah pun beranjak masuk kekamarnya.


Didalam kamar, Ayah merebahkan tubuhnya diatas kasur, memijit lembut pelipisnya, seperti ada yang berat dipikirannya.


Sesuai pembicaraan malam itu, mereka sepakat, pernikahan akan dilaksanakan 2 bulan lagi, 2 bulan cukup untuk mempersiapkan semua keperluan pernikahan.


Dikantor Jojo sedang sibuk beekutat dengan pekerjaan nya. Sudah masuk jam makan siang, tapi dia belum beranjak dari kursi kerjanya, hingga Ella datang menghampirinya.


“Selamat siang ibu Manager, sudah waktunya makan siang, ntar sakit lo, mana mau jadi pengantin lagi” goda Ella


“Eh... Iya Ell.. nanggung dikit lagi nih,, duduk dulu dong”


Sambil menunggu Jojo menyelesaikan pekerjaannya, Ella pun mengobrol


“Diiihh...!! Tunggu aja tanggal mainnya, nanti juga kamu bakal tau kok,, shabar ya shayyy... orang shabar bok***nya lebarr!!” Ucap Jojo bercanda


“Emang susah ya ngomong sama calon pengantin ? Aku curiga,


jangan - Jangan kamu dipaksa Kawin kaya jaman Siti Nurbaya,, hiii.... syerem,,, ngebayangin lakinya udah tua renta peyot pula ! ah yok cabut,, lama - lama cacing diperut aku demo” Kesal Ella.


Ella yang menentukan tempat makan siang mereka hari ini, Ella pun memilih sebuah western resto terletak di sebuah mall yang tidak jauh dari kantor mereka.


Sedang asyik memilih menu, Jojo merasa semua menu yang ada tidak cocok untuk lidahnya.


“Ell... kok kita makan nya disini sih ? Ini mah gak cocok buat perut aku, gak ada nasi, cah kangkung, tempe dan tahu bacem dan segala jenis lalapan, bisa - bisa gak kuat jalan aku ntar!!”


“Iss...kamu gak bosan apa, makanan ala ndeso begitu, kali - kali dapat laki bule, jadi biar lidah kita kenalan sama makanan bule, biar gak kaget dan bikin malu gitu!!”Ucap Ella


“Au Ah Ell..!! Aku gak kenal, serrah kamu deh, aku ikut pilihan kamu aja,, gak ngerti juga aku nya!!”


“Ya udah.. sini in menu nya biar aku yang pesen” Ucap Ella sambil meraih buku menu yang ditangan Jojo.


Ella masih sibuk dengan buku menunya, sementara Jojo mengedarkan pandangannya ke sekeliling resto.


Pandangan Jojo terhenti pada sosok dingin yang juga sedang menatap kearahnya, yang kemudian tatapan mereka bertemu.


Terlihat pada meja yang letaknya searah angka dua jarum jam dari posisi Jojo, Kevin dengan tatapan yang terkesan cuek tapi sedikit ingin tau dengan siapa kesini.


“Jo...jojo kamu, kamu dengar gak sih aku ngomong apa ?” Kesal Ella karena sedari tadi mengajak Jojo ngobrol namun tidak di acuhkan.


“Eh iya... kenapa tadi ?” Ucap Jojo sedikit kaget

__ADS_1


“Dasar ya..!! Dari tadi aku cuap - cuap ternyata gak didengerin, sebel deh !!”


“Iya... maaf El... kamu tadi ngomong apa ?” Tanya Jojo balik


“Au ahh gelap !!” Ngambek Ella


“Dihh... udah gede pake acara ngambek,,,hahaha...” goda Jojo sambil sesekali menatap kearah meja Kevin.


Siang itu memang Kevin sedang santap siang bersama relasinya.


Tak lama, muncul dua teman kantor Jojo dan Ella, Nugie dan Rio.


“Hai... udah lama ?” Sapa Nugie


“Baru kok, belum makan juga, kalian kok lama sih ?” Tanya Ella


“Iya,,, tadi Isi bensin dulu” Jawab Nugie dan mereka pun memesan makanan.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka ngobrol dan sesekali bercanda tertawa lepas, sementara dari sudut sana sesekali mencuri perhatian kearah mereka.


Malam hari dirumah Jojo sedang menonton televisi bersama sang Ayah, Ibu yang mulai sibuk menulis daftar teman - teman yang bakal diundangnya, memilih yang pantas datang saja menurutnya.


“Jeng Sukma, jeng Farah, Jeng Yanti, emm... siapa lagi ya, Yang kira - kira pantes, Jeng Rini ? Eh... jangan ding,,! Dia suka malu - maluin, suka minta dibungkusin,, Iss... males ah !! Terus siapa lagi ya ??” Ibu terus berbicara sendiri memikirkan siapa saja yang bakal diundangnya.


“Jo... kamu yakin dengan Kevin ?” Tiba - tiba Ayah melontarkan pertanyaan seperti itu


“Ayah kenapa bertanya seperti itu ?”


“Kamu yakin dia bisa menjaga dan melindungi kamu juga menjadi imam yang baik dan bertanggung Jawab buat kamu nak?”


“Ayah kenapa jadi ragu ? Bukannya dulu Ayah ingin aku segera menikah, tapi kenapa sekarang malah sebaliknya ?”


“Ayah bukan tidak mau kamu menikah, hanya saja Ayah merasa Kevin itu....ah...! Ayah susah menjelaskannya”


“Sudah lah Ayah,, Ayah doa kan saja semoga dia bisa menjadi imam dan bertanggung jawab, menjaga dan melindungi Jojo, Ayah gak usah khawatir ya” ucap Jojo menenangkan Ayah


“Ayah minta nomor ponselnya, Ayah ingin bertemu dan berbicara empat mata dengannya, sesama lelaki”


“Ayah mau bicara soal apa ?”


“Ini urusan laki - laki, kamu gak perlu tau” Ucapan Ayah membuat Jojo bergidik, dia pun segera memberikan nomor ponsel Kevin.


Keesokan harinya Ayah sudah bersiap hendak keluar rumah, sementara Jojo sudah berangkat pagi tadi.


Disebuah caffe yang sudah disepakati Ayah dan Kevin melalui pesan singkat diponselnya, Ayah duduk menunggu kedatang Kevin sambil menyeruput kopinya.


Lima belas menit kemudian, Kevin muncul dihadapan Ayah


“Selamat siang pak, maaf sudah membuat bapak menunggu” Ucap Kevin


“Gak apa, lagian kamu belum terlambat kok, saya memang lebih cepat datang, ingin bersantai sejenak”


Setelah kopi yang dipesan Kevin datang, Ayah pun memulai membuka pembicaraan mereka.


“Maaf nak Kevin saya minta sedikit waktu nak Kevin, saya tau nak Kevin pasti sibuk sekali, jadi saya tidak mau berlama - lama lagi”


“Nak Kevin,, apakah nak Kevin mencintai Joelene, sejauh mana rasa cinta nak Kevin kepadanya ?”.

__ADS_1


__ADS_2