
Dua tahun berlalu usai Joelene melahirkan putra semata wayangnya yang diberi nama Alvin Adam yang saat ini berusia 2 tahun.
Hari - hari mereka begitu berwarna semenjak kehadiran Alvin, yang membawa keceriaan dirumah, semua sangat menyayanginya, setiap pakde dan Ica pulang kerja dan sekolah selalu mencari keberadaan Alvin, tak Jarang Mieke yang kesal karena baru saja Alvin tertidur namun sudah terbangun oleh ulah mereka.
Week end ini Joelene berencana mengunjungi Ibu Winata, sejak dia memilih untuk menetap di Bogor, Joelene belum pernah mengunjungi Ibu angkatnya, hingga hari Sabtu esok, mereka akan ke Jakarta, pakde, bude, Ica dan oma juga turut serta, sekaligus mereka bersilaturahmi dengan keluarga almarhum Winata.
Malam ini, usai makan malam, Joelene menyiapkan segala keperluan Alvin yang akan dibawa, sementara Alvin bermain dengan pakde Aldo dan Ica.
“Sudah beres nak, tidak ada lagi yang tertinggal ?” Tanya oma mengingatkan Joelene
“Sepertinya sudah kok oma”
“Obat - obatan, botol susu cadangan, jaket, topi, cemilan Alvin sudah kamu bawa, soalnya besok kita akan melakukan perjalanan jauh dan ini kali pertama Alvin melakukan perjalanan jauh, oma takut dia bosan dijalan”
“Sudah oma, sudah Jo bawa semua kok, mudah - mudahan Alvin gak rewel, dia kan pergi bareng kita semua, pasti dia gak rewel” ucap Joelene meyakinkan oma.
Joelene memang tidak memakai jasa pengasuh, karena Mieke dan oma bersedia menjadi pengasuh Alvin, selain mereka yang sangat over protected pada Alvin, mereka kurang nyaman jika Alvin diasuh oleh pengasuh, jadi meskipun Joelene bekerja, dia tetap tenang meninggalkan anaknya Dirumah karena diasuh oleh orang terdekat dan yang sangat menyayangi Alvin.
*****
Pagi sekali, pakde sudah menyusun barang bawaan mereka pada bagasi mobil yang dibantu Ica.
Usai semua barang masuk dalam bagasi, mereka pun segera naik kemobil agar lebih cepat tiba di tujuan.
Semua sangat menikmati perjalanan, sesekali mereka tertawa akibat tingkah lucu Alvin yang selalu membuat mereka terhibur.
Hingga perjalanan yang memakan waktu kurang lebih tiga jam tak terasa bagi mereka, mereka sudah tiba Didepan gerbang rumah keluarga Winata.
Rumah sederhana yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil Joelene dengan Almarhum Ayah angkatnya itu membuat mata Joelene berkaca - kaca ketika mobil sudah masuk kehalaman rumah yang cukup asri itu.
Joelene pun segera keluar dari dalam mobil, kemudian melangkah menuju pintu utama mengetuk pintu.
Tok..tok..tok...
Terdengar suara serapan langkah dari dalam yang sedikit berlari untuk membukakan pintu.
“Jojo....”
“Mba....”
__ADS_1
Keduanya terdiam sejenak, seperti meyakinkan pandangannya, bahwa memang benar adanya sosok yang ada dihadapan mereka adalah orang yang sudah lama tidak mereka lihat.
Setelah merasa yakin, mereka pun saling merentangkan tangan saling memeluk melepas rindu.
“Jo.. kamu kemana aja, kenapa gak ada kabar, kenapa gak pernah kesini sih,, mba kangen tau !” Ucap Janet yang juga tak kuasa membendung air matanya, Karena sudah lama merindukan adik angkatnya yang sangat ia sayangi.
Joelene tak menjawab rentetan pertanyaan Janet, dia masih larut dalam keharuan dan rasa rindu yang sudah sekian lama dia pendam.
“Kamu sama siapa aja kesini, suami kamu Mana ?” Tanya Janet, seketika wajah Joelene sedikit berubah, namun dia segera mengalihkan pembahasan.
“Ohya... mba.. kenalin ini keluarga kandung Jojo semua” ucap Jojo memperkenalkan keluarganya
Janet tersenyum ramah dan mulai menyalami satu persatu
“Ini oma, mamanya Mommy, kalau yang ini pakde saudara laki - lakinya Mommy, yang ini bude Mieke istri pakde dan yang paling manis itu sepupu Jojo Ica, anaknya pakde”
“Kamu mencari mereka Jo ?” Tanya Janet tak percaya kalau Joelene berhasil menemukan keluarga mamanya.
“Iya mba, dengan beberapa petunjuk yang Jo punya, akhirnya Jo ketemu mereka di Bogor” ucap Joelene yang merasa beruntung bisa menemukan keluarganya.
“Alhamdulillah... eh..kok jadi ngobrol diluar, ayo masuk dulu, eh.. tapi tunggu, ini yang paling ganteng siapa ya ?” Ucap Janet melihat mahluk imut nan lucu nyempil diantara orang dewasa.
“Jo,,, anak kamu ganteng banget sih, ih... jadi gemes, sini sayang sama mami, panggilnya mami aja ya, hayuk masuk dulu oma, pakde, bude dan Ica” Janet mempersilahkan masuk sambil menggendong Alvin.
“Ibu.. ibu... liat nih siapa yang datang ?” Janet memanggil Ibu nya yang sedang berada di teras belakang.
Ibu Winata memang tidak sekuat dulu, saat ini dia hanya bisa duduk di kursi rodanya, karena mengalami stroke.
Joelene mengikuti langkah Janet, lalu langkahnya terhenti, melihat sosok yang dikenalnya itu, sedang duduk dikursi Roda yang posisinya membelakangi mereka.
Matanya tergenang, melihat keadaan Ibu angkatnya yang saat ini tengah sakit dan hanya bisa terduduk dikursi roda.
“Ibu... ibu apa kabar ?” Ucap Joelene dengan suara bergetar sambil berjalan mendekat
Ibu Winata menoleh kearah suara, kemudian matanya berkaca - kaca, tangan keriputnya menyentuh wajah Joelene sambil menghapus air mata Joelene di pipinya.
Joelene tak kuasa membendung kesedihannya, langsung memeluk tubuh ringkih itu, menciumi punggung tangan yang sudah mulai keriput, wanita yang sudah merawatnya hingga dewasa, yang telah mencurahkan kasih sayang seorang Ibu kepadanya.
“Ma..af ka..an I..bu.. nnaak...” ucapnya terbata
__ADS_1
“Ibu minta maaf untuk apa, Ibu tidak ada salah, Joelene yang harusnya minta maaf sama Ibu, jika selama Ibu mengurus Jo, Jojo buat Ibu kesal dan marah, Jojo Minta maaf bu” ucap Joelene terisak, keduanya larut dalam rasa rindu yang telah lama terpendam.
Kemudian, oma, pakde, bude dan Ica ikut menyalami Ibu Winata, kemudian Joelene menggendong putranya Alvin mendekat pada Ibu dan memperkenalkannya.
“Vin,,, ini nenek sayang, Salim dulu” Joelene meminta Alvin mencium tangan Ibu Winata.
Mereka berkumpul diruang keluarga, Semenjak Ibu terserang stroke, Janet pun pindah kerumah Ibu nya agar dia bisa merawat Ibu.
Rencananya mereka akan menginap Dirumah keluarga Winata.
Malam hari, usai menidurkan Alvin, Joelene duduk diteras depan rumah sambil menikmati langit malam yang bertabur bintang, pikirannya melayang kembali kemasa dimana dia masih tinggal Dirumah tersebut, masa - masa dia duduk ngobrol bersama Ayah nya. Kemudian Janet datang membuyarkan lamunan Joelene
“Jo,,, ngapai kamu, lagi ngelamun apa sih ?” Ucap Janet
“Eh.. mba.. gak kok cuma lagi mengenang masa - masa waktu masih sekolah dulu, masa masih ada Ayah”
“Iya ya... rumah terasa rame kalau Ayah udah pulang kerja, sekarang rumah sepi, apalagi semenjak Ibu sakit, rumah jadi semakin sepi, biasanya Ibu sering aerobik bareng ibu - ibu komplek dihalaman depan, bercanda bersama”
“Iya ya mba, kangen masa itu” timpal Joelene
“Jo,,,kalau mba boleh tau, kamu ada masalah dengan suami kamu ?”
“Kenapa mba bertanya seperti itu?”
“Soalnya, waktu itu sempat dia datang kesini, nyari - nyari kamu, mba hubungi nomor kamu juga gak aktif, terus hari ini kamu kesini tapi tanpa dia, lagian kamu kenapa coba ganti nomor ponsel, mba bukannya mau ikut campur urusan rumah tangga kamu Jo”
Joelene tak menyangka, ternyata Kevin mencarinya sampai kerumah Ayah.
“Sejak itu memang kami tidak pernah bertemu lagi sampai hari ini mba, Jo memang sengaja menghindar”
“Jadi.. sampai saat ini dia juga belum bertemu dengan Alvin ?”
Joelene hanya menggeleng, sambil menghela nafas.
“Jadi sekarang, apa rencana kamu, apa kamu mau membawa Alvin kerumah mertua kamu ?”
Hening sesaat, Joelene seperti sedang memikirkan sesuatu yang akan diucapkannya, kemudian dia pun berucap
“Aku mau bercerai mba” ucapnya mantap.
__ADS_1