Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 79


__ADS_3

Seminggu setelah kepulangan Joelene dari Belanda, dia kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa.


Dirumah keluarga Kevin, terlihat sepi, hanya ada Suci duduk sendiri diruang makan, meratapi nasibnya yang hanya tinggal sendiri, Adrian dan Mona tak perduli, mereka sibuk dengan urusan masing - masing, bahkan Mona sudah kembali mengembangkan sayapnya di dunia sosialita, berkumpul dengan teman - teman yang unfaedah, ajang pamer harta benda, menunjukkan siapa yang paling waah diantara mereka.


Mona sudah merasa tenang karena dia sudah berhasil menyingkirkan parasit baginya yang akan mengganggu kenyamanan dan posisinya Dirumah mertuanya itu.


Tiba - tiba terdengar suara yang sangat dirindukannya memanggil nya, mencari keberadaan nya, hingga akhirnya sosok itu pun muncul tepat dibelakangnya.


“Mama... lagi apa disini sendirian !” Ucap suara itu sambil menyentuh kedua pundaknya.


Suci pun menoleh kebelakang untuk memastikan apakah benar suara yang memanggil nya tadi nyata adanya.


Seketika matanya berkaca - kaca, bibirnya kelu untuk bicara, tubuhnya bergetar merasa tak percaya bahwa orang yang paling dirindukannya ternyata sudah berada Didepan mata.


Disentuhnya kedua pipi sosok yang ada Dihadapannya itu, hingga tak terasa air mata membasahi pipi, air mata kerinduan pada putra bungsu kesayangannya.


“Ke..vin.. ini benar kamu nak? Mama gak lagi mimpi kan, kamu benar sudah pulang kan ? Kamu gak pergi lagi kan ?” Ucap Suci sambil bercucuran air mata, betapa rindu dan kesepiannya dia pada putra bungsunya itu.


“Iya mama.. mama gak lagi mimpi kok, ini beneran Kevin udah pulang, kalau gak percaya nih,, Kevin cubit deh.. biar terasa” goda Kevin


“Sakit nak.. kamu itu iseng banget sih.. hahaha”


“Habis mama gak percaya banget aku udah segede ini Didepan mama, masih aja mama gak percaya, hehehe... mama apa kabar, sehat kan ?”


“Beginilah,, mama kurang sehat karena semua orang meninggalkan mama”


“Masa sih, ya iyalah.. ini kan jam sibuk mama, semua pada kerja lah” ucap Kevin yang belum menyadari kalau Joelene sudah tidak tinggal Dirumah itu.


“Kamu selama ini kemana aja Vin? Gak ada kabar berita, tiba - tiba menghilang dan gak bisa dihubungi, terus secara tiba - tiba pula muncul


Kembali, apa yang kamu lakukan, sampai - sampai istrimu sendiri tak mengetahui keberadaan mu!”


“Kevin sedang ada bisnis mama, tapi ini bisnis yang bersifat rahasia, tidak ada yang boleh tau”

__ADS_1


“Kamu ini masih saja sesuka hati, ingat nak kamu udah dewasa dan sudah memiliki tanggung jawab istri kamu”


“Iya mama, Kevin tau kok, makanya ini kan Kevin pulang, tandanya Kevin masih ingat tanggung jawab Kevin, ohya... Kevin pergi dulu ya ma, Kevin nanti makan malam Dirumah” ucap Kevin sambil mencium pipi Suci kemudian berjalan menuju pintu keluar, Suci hanya menggeleng melihat tingkah putranya.


Kevin meraih kunci mobilnya, dia berencana memberi kejutan pada Joelene, dia akan menjemput Joelene dikantornya.


Mobil sedan mewah berwarna hitam melaju dengan kecepatan sedang di jalan beraspal, Kevin sedang merangkai kata permohonan maaf yang akan diucapkannya pada Joelene nanti.


Dengan keyakinan penuh bahwa Joelene pasti akan memaafkannya, Kevin pun langsung menuju tempat Joelene bekerja karena sedikit lagi mendekati jam pulang kantor.


Dua puluh menit lagi tapi serasa dua puluh jam lagi, Kevin yang tidak sabar menunggu kepulangan Joelene, Kevin sudah parkir didepan gedung kantor Joelene.


Dipandangi nya satu persatu staff dan karyawan yang mulai keluar dari gedung yang berada Didepannya, hingga setengah jam berlalu namun Joelene tak kunjung muncul, hingga Kevin berinisiatif bertanya pada security yang juga sedari tadi sedang memantaunya dari dalam kantor security yang persis didepan gedung tersebut dan berbatasan langsung dengan gerbang.


“Selamat sore, apa Joelene masih didalam? Dia lembur?” Tanya Kevin pada seorang security yang sedang bertugas membuka tutup palang.


“Sore mas, mba Joelene... dia sudah tidak bekerja disini lagi, mba Joelene sudah resign mas” terang sang security


“Resign ? Sudah lama ?” Tanya Kevin sedikit kaget


“Kalau boleh tau, dia sekarang kerja dimana ya ?” Tanya Kevin


“Oh... kalau itu saya kurang tau mas”


“Oh... Ok terima kasih” ucap Kevin sambil berjalan menuju mobilnya, namun dia masih berdiri Didepan pintu mobil, mengedarkan pandangan ke sekitar gedung kantor tersebut, mencari - cari seseorang yang ia kenal.


Tak lama, Ella keluar dari pintu utama bersama Regi, Kevin pun memanggil mereka


“El..Ella... sebentar El!” Panggil Kevin


Ella yang sedari tadi sudah sadar akan kehadiran Kevin, berpura - pura tidak mendengar, karena menghindari pertanyaan - pertanyaan Kevin.


Lalu Kevin sedikit berlari mendekati mereka berdua

__ADS_1


“Ella... sebentar El!”


“Eh... iya.. ada apa ya?” Ella kaget Kevin bisa mengetahui namanya.


“El... saya mau tanya, Joelene sekarang bekerja dimana ?” Tanya Kevin


“Duhh... aku kurang tau, kemarin pas resign dia gak ada cerita dapat kerja dimana, kamu kan suaminya, istri sendiri kok gak tau kerja dimana” ucap Ella menyindir


“Aku baru pulang dari Belanda, dia juga gak ada ngomong apa - apa, lalu tiba - tiba dia udah gak kerja disini”


“Maaf aku jalan dulu ya, permisi” ucap Ella tak mau berlama - lama.


Kevin pun masuk kedalam mobil, dia melajukan mobil pulang kerumah, berharap Joelene sudah berada dirumah.


Sesampainya Dirumah, Kevin langsung naik menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Dibukanya pintu kamar, kemudian masuk dan mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan, dia tidak menemukan Joelene.


Kemudian Kevin berjalan menuju arah kamar mandi, mengetuk pintu namun tidak ada suara apapun dari dalam kamar mandi, Kevin pun memutar handle pintu kamar mandi, dia tidak menemukan Joelene disana.


Kevin meraih ponselnya lalu mencoba menghubungi nomor Joelene, namun nomor Joelene tidak bisa dihubungi.


Beberapa kali Kevin mencoba menghubungi ponsel Joelene namun tetap tidak bisa dan sepertinya nomor Kevin telah di blokir.


Kevin mulai panik, dia membuka lemari pakaian, memeriksa pakaian Joelene apakah masih ada disana dan lagi - lagi Kevin tidak menemukan pakaian dan barang - barang Joelene.


Kevin duduk pada sisi tempat tidur, sambil berfikir kemana Joelene pergi karena barang - barang pribadi milik Joelene sudah tidak ada.


Saat duduk disisi tempat tidur, tiba - tiba pandangan Kevin tertuju pada sebuah amplop berwarna coklat yang terletak diatas meja nakas disebelah tempat tidur.


Kevin meraih amplop tersebut lalu membuka nya, sebuah kertas dengan kepala surat, Kevin mulai membaca isi surat tersebut.


Kelopak matanya melebar, rahangnya mengeras, tangan yang sedang memegang selembar surat itu menggenggam dengan erat.

__ADS_1


Joelene mengajukan gugatan perceraian pada Kevin, didalam amplop tersebut juga ada cincin pernikahan mereka dan beberapa kartu unlimited yang pernah diberikan Kevin saat dia akan pergi meninggalkan Joelene.


Digenggam nya erat surat itu, kemudian dia pergi mengendarai mobilnya dengan penuh emosi.


__ADS_2