Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 31


__ADS_3

Saat makan malam dirumah bu Suci, dia sudah menunggu di meja makan, dengan beraneka hidangan yang sudah tertata.


Terdengar suara klakson mobil,dengan sigap sang ART membukakan pintu.


“Kamu sudah pulang nak, kamu mau makan atau bersih - bersih dulu ?” Ucap bu Suci pada putranya yang baru tiba


“Ya makan dulu lah ma,, mana mungkin aku melewatkan hidangan yang lezat ini” ucapnya sambil menarik kursi di ruang makan


Dengan senyum sumringah, Bu Suci mengisi makanan kepiring putra bungsunya itu, karena sejak kecil Kevin tidak terbiasa dengan makanan pokok di Indonesia, jadi menu makan malamnya saat itu hanya kentang kukus dengan stik favoritnya.


Sambil menikmati santap malam, mereka pun mengobrol ringan dan tertawa, melepas kan kerinduan Ibu dan anak yang sudah lama berpisah.


Dia adalah Kevin Putra Laksana, putra bungsu Ibu Suci dari pernikahannya dengan Almarhum Agung Laksana, dari pernikahannya itu, Bu Suci memiliki dua orang putra, yang sulung bernama Adrian Putra Laksana.


Kevin sejak SMP memilih melanjutkan sekolah di luar negeri, tepatnya di negara Belanda, karena keluarga Ayahnya banyak berdomisili di sana.


Setelah kepergian suaminya 3 tahun yang lalu, perusahaan diambil alih oleh putra sulung nya Adrian.


Namun, semenjak perusahaan diambil alih oleh Adrian, keadaan keuangan perusahaan memburuk.


Adrian memiliki hobby berfoya - foya menghamburkan uang, begitu juga sang istri Monalisa Antoni, yang bergaya sosialita, mereka selalu saja menghamburkan uang hingga saat ini keadaan peruasahaan mengalami keterpurukan.


Ibu Suci mendapat perlakuan tidak baik dari anak dan menantunya, hingga membuatnya pergi dari rumah dan memilih tinggal dirumah sederhana miliknya, saat dia dan suaminya belum sukses, rumah yang sangat penuh kenangan baginya dan anak - anaknya, rumah yang sekarang dia tempati.


Sementara Kevin, setelah selesai sekolah, memilih menetap dibelanda dan merintis perusahaannya sendiri, hingga sukses dan berkembang.


Mendengar keadaan perusahaan milik Ayahnya mengalami keterpurukan, Ibu Suci pun meminta Kevin pulang untuk mengurus dan memperbaiki semuanya.


Sebenarnya Kevin sangat berat pulang ketanah air, mengingat perusahaannya dibelanda sedang berkembang pesat, ditambah lagi hubungannya yang kurang baik dengan kakak sulungnya itu, membuat dia enggan pulang.


Hingga sang Ibu memintanya pulang, untuk memperbaiki perusahaan barulah dia pulang untuk memperbaiki semuanya.


Kevin Anak yang cerdas, pintar membaca peluang dan pandai bernegosiasi hingga membuatnya sukses membangun bisnis diluar negeri, tentunya dengan ilmu yang dia miliki dan pergaulannya yang luas di Belanda sana membuat dia semakin percaya diri.


“Ma,,, kenapa sih mama memilih kembali tinggal dirumah lama mama ini, mama kan punya rumah sendiri yang jauh lebih besar dan mewah dari rumah ini” Ucap Kevin di sela - sela santap malam mereka


“Disana,, Mama merasa asing dirumah mama sendiri, mama tidak memiliki kenyamanan dan ketenangan tinggal bersama mereka, mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri, buat apa mama berada dirumah itu, lebih baik mama tinggal disini”

__ADS_1


“Mama yakin mama pindah kesini itu hanya karena merasa sendiri, bukan karena mendapat perlakuan buruk dari Adrian atau pun Mona kan Ma?”


“Kenapa kamu berfikir seperti itu nak, mama memilih pindah kesini itu karena mama merasa nyaman tinggal dan hidup dirumah sederhana ini, disini mama merasa lebih baik dan bersemangat dalam menjalani sisa hidup mama, bukan karena yang lain”


“Soalnya aku dengar mama selalu mendapat perlakuan buruk oleh Mona juga Adrian, tapi kalau mama gak mau jujur padaku ya sudah, gak masalah, tapi aku akan tetap mencari tahu kebenarannya”


“Sudahlah,, mari kita melanjutkan makan, kok jadi lebih serius ngobrol daripada makan, ini kan meja makan, kalau mau serius ngobrol bukan disini tempatnya” Ucap mama sambil tersenyum dan mereka pun melanjutkan makan malamnya.


Usai makan malam, kevin dan bu Suci beralih ke ruang tv.


“Vin, malam ini kamu nginap disini ya, mama masih mau ngobrol- ngobrol sama kamu, atau kamu tinggal disini aja sama mama ya?” Pinta bu Suci pada putra bungsungnya itu


Selama di tanah air, Kevin memang tidak tinggal dirumah bu Suci, dia memilih tinggal di apartemen milik keluarganya.


“Ya sudah, kalo mama mau nya Kevin nginap disini, bahkan Kevin mau tinggal bareng mama dengan Satu syarat...” ucapan Kevin terhenti


“Apa syaratnya nak ?”


“Syaratnya kita kembali kerumah mama yang sekarang dikuasai oleh Adrian dan Mona, gimana, mama setuju ?”


“Kenapa begitu ? Apa kamu gak mau tinggal dirumah sederhana ini ? Rumah penuh kenangan papa dan mama ini ?”


“Jangan begitu nak, dia itu kakak kandungmu, hanya kalian penerus papa dan mama, kalian harus akur dan saling bantu dalam menyelesaikan masalah yang terjadi diperusahaan papa”


“Tapi semua ini terjadi akibat ulah dia dan istrinya ma,, mereka hanya tinggal menjalankan perusahaan tapi itu pun mereka tidak bisa melakukannya malah menghancurkan apa yang sudah di bangun papa dengan susah payah, aku akan mengurus semuanya ma, mama tenang saja”


Malam itu Kevin pun menginap dirumah lama mama dan papanya dan dia akan membawa mamanya kembali ke rumah mereka yang sudah dikuasai kakak iparnya Monalisa.


Pagi hari, saat sarapan pagi, Kevin sudah rapi bersiap - siap hendak berangkat ke perusahaan papanya


“Sarapan dulu nak” Ucap bu Suci melihat putra nya sudah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan


“Iya ma, mama belum sarapan juga kan, kita sarapan bareng ya” ajak Kevin pada mama yang sangat dicintainya itu.


Disela - sela saat sarapan, Bu Suci mengobrol dengan Kevin


“Vin,, mama boleh minta sesuatu nak ?”

__ADS_1


“Mama mau minta apa sama Kevin ?”


“Mama mau... kamu jangan kembali ke Belanda lagi, disini lah bersama mama dan menikah” Ucap bu Suci ragu


“Mama kenapa tiba - tiba meminta aku menikah ?”


“Yah,, karena usia kamu memang sudah pantas untuk menikah, sampai kapan kamu menunggu dia yang sudah tidak peduli kamu nak, bangkitlah,, Raih kebahagiaan kamu dengan yang lain, bisa jadi sesuatu yang kamu anggap baik buat kamu akan berbalik menjadi buruk, mungkin karena itu Tuhan tidak menyatukan kalian”


Kevin terdiam sejenak mendengar ucapan mamanya, sambil masih menikmati roti sandwich favorit buatan mamanya.


“Kevin juga gak tau ma, kenapa hati Kevin tertutup untuk mencoba menjalin hubungan yang baru, aku hanya ingin bertemu sekali saja dengannya menanyakan apa alasannya meninggalkan aku ma, padahal hubungan kami sedang tidak ada masalah, rasanya di tinggalkan begitu saja tanpa alasan yang jelas membuat aku belum bisa menerima begitu saja”


“Tapi sampai kapan kamu menunggu nya, sementara kamu juga tidak tau dimana dia sekarang, waktu terus berjalan nak, sia - sia rasanya kamu mengorbankan waktu kamu terbuang percuma hanya menunggu ke tidak pastian dari Nya, apa kamu masih mencintai Leona ?”


“Entahlah ma, aku juga gak tau dengan perasaan aku saat ini ke dia, tapi yang jelas aku sangat ingin bertemu dan menanyakan padanya apa sebenarnya alasan dia meninggalkan aku ma, itu aja, kalaupun dia meninggalkan aku demi laki - laki lain, aku ikhlas”


“Coba lah membuka dirimu nak, mama gak tau usia mama sampai dimana, setidaknya mama sudah melihatmu menikah dan memiliki keluarga kecil yang bahagia, mungkin itu bisa menjadi permintaan mama untuk yang terakhir kalinya nak”


“Ma..maaa... kenapa bicara seperti itu? Mama gak akan kemana - mana, tetap disini menemani aku, kalau untuk permintaan mama agar aku membuka diri, aku akan coba membuka diriku tapi aku akan tetap mencari Leona dan menanyakan alasan nya, itu aja ma, mama jangan ngomong gitu lagi ya ma, Kevin akan selalu bersama mama” Ucap kevin sambil meraih tangan mamanya dan menciumnya.


Kevin dan bu Suci memang sangat dekat, berbeda dengan kakaknya Adrian, semenjak Menikah Adrian memang dibawah kendali istrinya, hingga dia mengacuhkan Ibu nya.


*****


Siang itu Bu Suci berniat mengajak Joelene makan siang.


“Hallo nak Joelene, apa kabar nak ?”


“Ya Hallo bu, Joelene baik bu, ibu gimana kabarnya ?”


“Ibu juga baik kok, gimana kabar Ayah kamu nak, apa sudah keluar dari rumah sakit ?”


“Alhamdulillah sudah Bu, ngomong - ngomong Ibu ada perlu apa nelpon Jo, ada yang bisa Jo bantu ?”


“Berarti kamu sudah kerja dong, rencananya Ibu mau ngajak kamu ketemuan, makan siang sekalian ngobrol - ngobrol, Ibu gak punya temen ngobrol”


“Iya bu sudah mulai kerja, weekend besok Jo pulang kok kerumah Ayah Ibu, sabtu Jo main kerumah Ibu ya”

__ADS_1


“Oh gitu, baiklah Ibu tunggu ya nak, ok nak Joelene silahkan dilanjut kerjanya ya” bu Suci mengakhiri panggilan ponselnya.


__ADS_2