
Jojo yang melihat senyum itu, seperti tersengat listrik, seperti kilas balik, wajah itu bagaikan pernah memenuhi kornea matanya.
Wajah itu pernah menghiasi fikirannya, membuat dia jatuh hati, hingga hatinya tak karuan jumpalitan.
Dalam beberapa momen pertemuannya dengan pria yang saat ini ada didepannya, momen yang sukses membuat dia tak akan melupakan sosok pria itu dan kini pria itu kembali ada dihadapannya.
“Ohya... mama sampai lupa, kenalin ini Joelene gadis yang pernah mama ceritain ke kamu, Joelene kenalin ini Kevin anak bungsu Ibu” Ucap Bu Suci memperkenalkan mereka
Kevin dan Joelene pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing - masing.
“Ok... kalau gitu kita makan siang dulu ya, mama udah lapar nungguin kamu Vin, Joelene juga pasti sama, ya kan Jo ?” Jojo hanya senyum tipis menanggapi ucapan Bu Suci.
Mereka pun mulai menyantap makanan mereka yang sudah di siapkan ART.
Selama menikmati makan siang, hanya Bu Suci yang banyak berbicara, sementara Jojo diam seribu bahasa, hanya sesekali tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan Bu Suci, tak berbeda dengan Jojo, Kevin Juga lebih banyak diam menikmati makan siangnya yang hanya dengan kentang kukus, sayuran hijau, jagung dan beberapa irisan tomat.
“Pantes aja kulitnya bagus kinclong begitu, makannya aja sayuran mulu , nyamuk aja kepleset hinggap di kulitnya” gumam hati Jojo
Selesai santap siang, Bu Suci pun melanjutkan misinya memperkenalkan putranya dan Jojo.
“Kevin, tujuan mama memperkenalkan kamu dengan nak Joelene, mama berencana mau menjodohkan kalian, mama sudah tau kalau kalian berdua ini sama - sama belum punya pasangan untuk melanjutkan hubungan kejenjang yang lebih serius lagi, jadi gak ada salahnya kan ?” Ucap Bu Suci menjelaskan niatnya mempertemukan putranya Kevin dengan Joelene.
“Terserah mama saja, aku nurut apa kata mama aja” Ucap Kevin
“Baiklah,, kalau nak Joelene gimana, setuju kan atas niat Ibu ini ?” Tanya Bu Suci
“Em.. saya juga terserah Ibu saja” Ucap Jojo tertunduk
Entah mengapa Jojo yang tegas dan pemberani jadi terlihat lemah didepan Kevin.
“Baiklah,, kalau kalian berdua setuju atas niat mama, mulai sekarang kalian menjalani hubungan selayaknya orang pacaran ya, biar kalian lebih saling mengenal satu sama lain, gimana pada setuju kan ?”
“Iya mama,, pokoknya apa yang membuat mama senang aku bakal lakuin kok, tapi mama janji harus mau kembali kerumah kita ?” Ucap Kevin
“Ini kan rumah kita juga nak, mau pindah kemana lagi, disini mama udah merasa nyaman, disini banyak kenangan yang mama lalui bersama papamu sewaktu kalian masih kecil- kecil dulu”
__ADS_1
“Iyaa Kevin tau, sesekali mama boleh kok nginap disini, Gak ada yang melarang tapi tetap saja rumah utama mama ada disana”
“Iya nak,, mama bakal balik kerumah tapi kamu juga balik kerumah ya, jangan tinggal di apartment lagi?”
“Siyap ma,, besok kita pulang ya?” Ajak Kevin, Ibu Suci hanya mengangguk dan tersenyum.
“Bu, kalau begitu Jo pamit pulang ya Bu, udah sore”
“Nak Joelene biar diantar Kevin aja ya, Vin anterin Nak Joelene pulang ya” Kevin hanya mengangguk pelan sambil berjalan menuju pintu keluar.
“Sekali lagi makasi banyak nak Joelene mau datang ke rumah Ibu ya juga sudah bersedia mengikuti keinginan Ibu untuk menjodohkan nak Joelene dengan Kevin, Ibu mohon nak Joelene sedikit menambah stok kesabarannya ya”
“Maksud Ibu ? Kok pake nambah stok segala, memangnya kenapa Bu ?”
“Kevin itu anak nya agak keras kepala, susah dikasi tau, jadi Ibu harap Nak Joelene lebih sabar lagi menghadapinya” pesan Bu Suci pada Jojo tentang perangai putra bungsunya itu.
“Jo pamit ya bu, makasi atas hidangan makan siangnya, enak banget, kapan - kapan Jo mau minta diajari masak sama Ibu”
“Nak joelene suka dengan masakan Ibu ? Ya udah kapan - kapan kita atur waktu biar kita bisa masak bareng ya, duuhh jadi gak sabar” Ucap Bu Suci sumringah
Perlahan mobil Kevin bergerak meninggalkan halaman rumah Bu Suci menuju jalan raya.
Selama diperjalanan mereka banyak diam, tak satu pun memulai pembicaraan, Kevin orangnya yang memang sangat irit bicara, hanya bicara seperlunya saja dan hanya orang - orang tertentu yang sering mendengar suaranya, yaitu Ibu nya dan asistennya.
“Dunia ini ternyata sempit ya, kita pernah beberapa kali bertemu dan ternyata kamu anaknya Bu Suci” Ucap Jojo membuka pembicaraan untuk memecah keheningan.
Hanya ditanggapi dengan senyuman tipis dan tidak mengalihkan pandangannya, tetap fokus kearah depan.
Melihat tanggapan Kevin yang seadanya itu membuat Jojo salah tingkah dan malu, situasi pun kembali hening, hingga akhirnya mereka tiba didepan pintu gerbang rumah Jojo
“Makasi ya, kamu gak mau singgah dulu ?” Jojo mencoba berbasa basi
“Lain kali saja” jawabnya
“oh... oke.. mari...” Ucap Jojo sambil membuka handle pintu lalu keluar mobil dan menutupnya kembali.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Kevin, dia pun langsung melajukan kembali mobilnya menjauh.
“Ternyata pria yang selama ini membuat ku terpana kini sudah sangat dekat denganku, pria dengan rambut setengah sisir, dengan tatapan dingin, yang bersikap sangat santun dan irit bicara itu terlihat sangat berbeda karakternya ketika berhadapan dengan Ibu nya, seketika berubah dengan sekejap”
“Darimana nak ?” Suara Ayah memecah lamunan Jojo
“Eh.. Ayah,,, dari rumah teman Yah, Ibu mana ?”
“Ibu lagi kesalon Jeje, biasalah, Ibu bakal jadi kelinci percobaan kakakmu itu”
“Iss,,, Ayah jahat banget deh! Jo bersih - bersih dulu ya, abis itu kita makan bareng” Ucap Jojo sambil berlalu masuk kekamarnya.
Saat makan malam, hanya mereka berdua saja, Ibu nya masih belum kembali dari rumah Jeje
“Jo, tadi Ayah liat kamu pulang diantar naik mobil, mobilnya bagus lagi, Ayah baru lihat mobil itu mengantarkan kamu, teman baru ya ? Apa pacar baru ?”
“Ihh... Ayah kepo banget deh,, ada deh!! Mau tau aja urusan anak muda”
“Kalau untuk urusan pasangan kamu Ayah kudu ikut campur Jo, biar kamu gak salah pilih nantinya, orang mana, anak siapa ? Kerjanya dimana ? Masih single kan ?” Rentetan pertanyaan Ayah membuat Jojo kesel
“Aduhhh Ayaah.... Satu - satu dong nanya nya, Jojo jadi bingung nih mana yang harus dijawab,, ckk...!”
“Oh...Iya... ok..ok... jadi dia orang mana dan siapa orang tuanya?”
“Tapi Ayah janji jangan minta Jojo bawa dia untuk ketemu Ayah ya, ini baru juga dikenalin yah”
“Baiklah... jadi dia orang mana dan siapa orang tuanya ?”
“Dia tuh lahirnya disini, Cuma sejak SMU dia udah sekolah diluar negeri, baru aja dia balik ke indo sebulan yang lalu”
“Terus siapa nama orang tuanya ? Dia balik ke indo ada urusan kerjaan atau Cuma liburan ? Ayah gak mau lo nanti kamu di PHP in dia, gitu kamu udah mulai suka sama dia, Eh... dia nya kabur balik keluar negeri, jadi Ayah harus tau siapa orang tuanya dan dimana rumah orang tuanya, siapa tau Ayah kenal, biar sekalian Ayah labrak aja kalau dia macem- macem sama kamu”
“Yaelaa... si Ayah, di ghosting ? baru juga beberapa jam kenalan, Ayah udah ngomongnya gitu, ngomong yang baik - baik ngapa, di do’a in kek,, ini malah dibilang begitu, omongan adalah do’a Yah, jadi biar jadi do’a harus ngomong yang baik - baik aja”
Setelah selesai makan malam, Jojo pun masuk kekamarnya untuk beristirahat, merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
“Ternyata pria yang beberapa kali secara tidak sengaja kutemui dan beberapa kali membuatku kagum, pria berwajah dingin namun sangat peduli itu sekarang berada sangat dekat denganku,, apakah ini pertanda aku memang berjodoh dengannya ?” Gumam hati Jojo membayangakan apa yang terjadi sambil tersenyum seperti orang yang sedang kasmaran hingga Akhirnya Jojo terlelap.