
Hampir tiga bulan berlalu Joelene bekerja ditempat baru, dia begitu semangat bekerja, menabung untuk biaya mencari Mommy dan Daddynya.
Sesekali dia mengunjungi Ibu Angkatnya, rumah keluarga Winata terlihat sangat sepi karena hanya tinggal Ibu sendiri, Janet dan Jennifer sudah memiliki rumah dan mereka hanya sesekali menginap dirumah Ibu.
Kondisi Ibu juga sedang kurang sehat, saat Joelene berkunjung, kedua kakaknya juga sedang berada disana.
“Gimana keadaan Ibu mba ?” Tanya Joelene pada Janet yang kebetulan juga seorang dokter.
“Tadi Ibu sudah diperiksa Mas Adam, katanya ada masalah dilambung Ibu, Ibu makannya sering telat, bahkan sehari cuma makan sekali, asam lambung Ibu meningkat, nafsu makan Ibu berkurang jadi ya Ibu lemas gak bertenaga” terang Janet
“Ibu kenapa gitu mba, apa Ibu ada masalah, ada yang sedang Ibu fikirkan ya mba ?”
“Mungkin karena Ibu sendirian dirumah, jadi Ibu gak ada yang ingatin makan, kamu sendiri gimana dek, Kevin apa kabar, pasti dia sibuk banget ya sampai gak sempat ikut kesini” Ucap Janet
“Emm...Iya mba, akhir - akhir ini dia memang sibuk banget, sedang ada proyek pembangunan resort” Jawab Joelene berbohong
“Kamu yang sabar ya dek, ohya... nanti kamu nginap disini ?” Tanya Jennifer
“Gak bisa mba, besok Joelene harus berangkat pagi - pagi banget, nanti weekend Jo usahain nginap sini”
“Ok deh... hati - hati ya dek, kamu gak dijeput Kevin ?” Tanya Jennifer
“Gak mba, Jo naik taksi aja, dia lagi keluar kota” Jawab Joelene sekenanya
“Ati - ati lo! Suami jangan keseringan dibiarin keluar kota, ntar kecantol cewek - cewek diluar sana lagi, jaman sekarang itu cewek - cewek lebih tertarik sama yang udah beristri, lebih menantang, apalagi Kevin orangnya ganteng, pengusaha kaya, cewek mana yang gak kepincut, dia itu paket lengkap Jo, kamu juga harus bisa mengimbangi, harus dandan yang cantik, jangan polos begini kaya anak Sekolahan aja, kapan - kapan kamu main ke salon mba ya, biar mba ajarin dandan yang simple tapi tetap terlihat cuantik” oceh Jennifer karena merasa risih melihat Joelene yang seorang istri pengusaha namun hanya berdandan seadanya.
“Iya ntar kapan - kapan Jo main ke salon mba deh”
“Ibu, Jo balik ya, Ibu cepat sehat, kalau ada apa - apa kasi tau Jo” pamit Joelene sambil mencium kening dan punggung tangannya.
“Kamu gak nginap Jo ? Kamu pulang dijemput Suami kamu ?” Tanya Ibu
“Gak Bu, Kevin sedang keluar kota ada urusan bisnis, ohya... dia titip Salam ke Ibu, katanya Ibu cepat sembuh” Ucap Joelene menyenangkan hati Ibu.
“Iya... Salam balik sama nak Kevin, bilang ke Kevin jangan terlalu capek kerja, jaga kesehatan juga”
“Iya bu, nanti Jo sampein ya, Jo balik ya bu” Ucap Joelene.
Ibu dan kakaknya Janet dan Jennifer tidak ada yang tahu kalau Joelene sudah pindah kerja dan sudah tidak tinggal dirumah keluarga Kevin lagi.
Dia menyembunyikan nya dari keluarganya, agar tidak menjadi fikiran mereka, apalagi Ibu juga sedang sakit.
\*\*\*\*\*
__ADS_1
Joelene begitu bersemangat bekerja, semua yang di kerja kan Joelene sempurna dan sesuai harapan perusahaan.
Hingga suatu saat pihak perusahaan memberikan reward pada karyawan yang berprestasi dan bekerja sesuai target yang diharapkan.
Pagi itu Joelene diminta menghadap keruangan pimpinan untuk Menerima reward tersebut.
Joelene mengetuk pintu ruangan direktur SDM, dari dalam terdengar suara untuk mempersilahkan masuk, Joelene segera meraih handle pintu lalu membukanya.
“Permisi pak, bapak panggil saya ?”
“Oh..Iya Ibu Joelene.. silahkan duduk”
“Terima kasih pak”
“Gimana Ibu Joelene, pekerjaannya lancar ? Atau ada kendala ?”
“Sejauh ini lancar pak, Kendala ada tapi masih bisa diatasi, mudah - mudahan pekerjaan saya sesuai yang diharapkan oleh perusahaan” Ucap Joelene
“Wah.. saya senang dengan semangat Ibu Joelene ini, masih muda, berprestasi dan sangat disiplin, perusahaan sangat mengapresiasi kinerja Ibu sehingga pihak perusahaan memberi reward pada Ibu untuk berkunjung ke kantor pusat kita yang berada di Amsterdam, pastinya tidak hanya berkunjung kekantor pusat saja, nanti Ibu dan beberapa karyawan yang lain juga akan dibawa berjalan - jalan ke tempat wisata yang ada disana”
Wajah Joelene tersenyum bahagia, ini tak pernah dibayangkannya sama sekali, dia akan kembali menginjakkan kaki di negara kincir angin raksasa itu.
“Baik lah Ibu Joelene, ini catatan keperluan yang harus dipersiapkan, apakah Ibu pernah ke Belanda ?”
“Oh... ok... Selamat atas reward yang Ibu terima, semoga ini bisa menambah semangat Ibu untuk bekerja lebih baik lagi diperusahaan ini” Ucap Direktur SDM sambil mengulurkan tanganya memberi Selamat.
\*\*\*\*\*
Dua hari lagi Joelene akan bertolak ke Belanda bersama beberapa staff perusahaan yang juga mendapat reward atas kinerja mereka.
Sebelum berangkat Joelene berkunjung kerumah Ibu untuk berpamitan, sekaligus melihat kondisi Ibu.
“Gimana kondisi Ibu, udah enakan ?” Tanya Joelene sambil meletakkan kue kesukaan Ibu diatas meja makan.
“Alhamdulillah sudah, tapi masih belum selera makan, mulut Ibu gak enak” Ucap Ibu yang juga duduk di hadapan Joelene.
“Jangan sampai gak makan Bu, nanti lambungnya kambuh lagi, ohya.. ini Jo bawain kue kesukaan Ibu, bentar Jo ambil piring dulu ya”
“Kamu sama siapa kesini?” Tanya Jennifer kakaknya yang kebetulan juga sedang berada dirumah Ibu
“Jo dari kantor langsung kesini mba, Jo juga sekalian mau pamit, Lusa Jo mau berangkat ke Belanda, ada reward dari kantor”
“Wah...enak banget jalan - jalan, bawain mba oleh - oleh ya, kok mba lagi pengen banget matryoska” Pinta Jennifer
__ADS_1
“Yaela...mba Jeje Sayang... Jo kan ke Belanda, bukan Rusia”
“Yaelaaa.... Jojo sayang.... dicari lah,pasti ada di Belanda, mereka kan tetanggaan, pasti ada.. ok adik manis, cantik, baik hati, tidak sombong, Nyonya Kevin pengusahawan” goda Jennifer
“Is.. ga ada urusan sama Kevin mba, Iya deh... nanti Jo cari ya, Eh... tapi kok tumben permintaan mba sedikit aneh, apa jangan - jangan mba lagi hamil ?” Jolene menerka
“Eh.. tapi emang mba belum datang bulan sih.. eh... sekarang tanggal berapa ya ?”
“Tanggal 15 mba,, hayo lo... hamil deh.. yes..!”
“Eh... udah telat nyaris dua minggu ini, gawat!!”
“Kok gawat sih... syukur dong kalau beneran hamil, pernikahan kamu udah dua tahun lebih lo Je, coba di tes dulu” Ucap Ibu
“Dek... temenin ke apotik yok?! Ohya... kamu kan mau jalan - jalan keluar negeri, sini biar mba make over biar kamu terlihat beda dari biasanya, mba yang liat kamu jarang - jarang aja bosan tau, penampilannya begitu - begitu aja, gak ada perubahan sama sekali, udah... ayo ikut mba! Sekalian temanin ke apotik” Jennifer langsung menarik tangan Joelene dan membawanya pergi.
Ibu yang melihat tingkah kedua putrinya itu hanya tersenyum sambil geleng - geleng kepala, dia pun bersyukur karena Jennifer dan Joelene terlihat akur.
Setibanya mereka di salon milik Jennifer, dia pun mulai menginstruksikan karyawannya untuk mencuci rambut Joelene, sementara dia mempersiapkan alat - alat nya.
Dua jam lebih Jennifer memperbaiki penampilan Joelene, dia ingin merubah penampilan Joelene yang terlihat biasa menjadi luar biasa.
Memotong sedikit rambut Joelene dengan model yang sedang hits saat ini, namun terlihat sangat cocok untuk bentuk wajah Joelene yang oval.
“Mba... coba dites dulu, mba hamil beneran gak ?” Ucap Joelene penasaran
“Udah ah.. itu mah gampang, besok pagi aja dites, biar bangun pagi buat surprise mas Frans, kamu sendiri udah coba di tes belum, nih mba kasi satu, biar kamu tes besok pagi, terus pas bangun pagi kamu kasi kejutan ke Kevin” ucap Jennifer sambil menyerahkan satu tespack yang mereka beli tadi di apotik.
Joelene tak membantah, karena dia paham betul karakter Jennifer yang sedikit memaksa, dia pun menerimanya lalu menyimpannya didalam tas.
“Mba... Jo pulang dulu ya.. udah malam” pamit Joelene pada Jennifer
“Loh...! Kamu gak dijemput Kevin ?”
“Nggak mba, Jo pulang naik taksi aja”
“Kalian baik - baik aja kan ? Apa lagi berantem ? Kok Kevin gak pernah jeput kamu sih ?” Jennifer mulai curiga
“Gak ada apa - apa mba Kevin cuma agak sibuk aja belakangan ini, kami baik - baik aja kok, Jo balik ya mba” Joelene segera beranjak menghindari pertanyaan Jennifer
“Eh... hati - hati Jo.. Salam sama Kevin ya” Joelene tak menjawab, hanya memberi isyarat dengan mengacungkan jempolnya.
Sebisa mungkin Joelene merahasiakan masalah pernikahannya pada Ibu dan kedua kakaknya itu.
__ADS_1