Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 65


__ADS_3

Terdengar bunyi pesan masuk pada ponsel Joelene, David mengirimkan lokasi tempat mereka bertemu, Joelene segera bergegas menuju lokasi tersebut.


Tak memakan waktu lama, Joelene sudah tiba ditempat yang sudah ditentukan David, sebuah restauran yang berada tidak jauh dari lokasi kantor Joelene.


“Hai.. udah lama nunggu ?” Sapa Joelene yang baru tiba


“Hai Joan, belum kok baru juga lima menit, padahal kalau tadi aku jeput kamu dikantor kan kamu gak perlu naik taksi, tujuan kita sama kok”


“Siapa bilang aku naik taksi, aku naik ojol kok,, hehehe...”


“Wah... apa gak takut item panas - panasan di tengah hari bolong begini ?” Goda David


“ah... udah biasa kok, ohya... mau ngomongin apa sih, kok kayanya serius banget ?” Tanya Joelene


“Bentar dulu, kita pesan - pesan dulu aja ya, sambil nunggu pesanan datang baru kita omongin” ucap David sambil melambaikan tangan kearah pelayan.


Usai mereka memilih menu, David pun mulai Berbicara


“Gini Jo, soal kerjasama proyek pembangunan resort Itu, kemarin sempat ada masalah sedikit, ada beberapa masyarakat yang belum mau melepaskan lahannya ke kita, tapi sudah bisa diatasi, namun untuk menghindari masalah dibelakang hari, jadi dari kedua belah pihak harus ada saksinya dan mereka minta saksi dari kita itu pemiliknya langsung, begitu permintaan mereka, jadi kemarin aku udah hubungi nomor Kevin tapi tidak bisa, Adrian juga katanya lagi cuti keluar negeri, jadi satu - satu yang bisa mewakili itu kamu, kamu bisa kan jadi saksi penanda tanganan perjanjian dengan masyarakat setempat ?”


“Memangnya harus aku ya ?” Tanya Joelene


“Sebenarnya sih, aku aja juga sudah bisa mewakili karena kan aku kuasa hukum dari pihak kita sebagai pemberi ganti rugi, namun mereka gak mau terima, mereka tetap ingin perwakilan dari pihak kita, jadi harus ada yang ikut kesana langsung”


Joelene masih diam belum memberi jawaban, karena dia sebenarnya sedang ada misi mencari keluarga ibu kandungnya.


“gimana Joan, kamu bisa menggantikan mereka ?” Tanya David balik


“Memangnya aku bisa jadi saksi ya ? Aku kan gak punya hubungan darah dengan mereka ?”


“Memang kamu gak punya hubungan darah, tapi secara hukum kamu itu istri sah dari salah satu pemilik perusahaan yang juga menjabat sebagai direkturnya dan ini harus segera ditanda tangani karena disangsikan mereka bisa saja berubah fikiran dan mengurungkan niatnya untuk menjual lahan mereka, masyarakatnya masih sangat kolot”


“Kamu sudah menghubungi mama Suci, mama lebih berhak daripada aku”


“Memang ibu Suci lebih berhak, tapi kan kamu tau sendiri Ibu Suci kan sudah tidak muda lagi dan daerah yang akan kita kunjungi itu cukup jauh, harus menyeberang laut dan menempuh jalan darat beberapa kilometer”

__ADS_1


Joelene berfikir sejenak, Ada benarnya juga ucapan David dan akhirnya Joelene pun menyetujuinya


“Baiklah, kapan akan berangkat dan berapa lama ?”


“Besok sore, kamu bisa kan ?”


“Coba aku ajukan cuti, besok pagi aku kabari ya” ucap Joelene setuju


Hidangan tang mereka pesan pun datang, mereka pun menikmati hidangan makan siang mereka.


David mencoba mencari tahu keberadaan Kevin, dengan menanyakannya pada Joelene walaupun dia tahu pernikahan mereka sedang tidak baik, dimana David bertemu dengan Kevin di sebuah hotel berbintang bersama dengan wanita.


“Joan, memangnya Kevin kemana, kok ponselnya gak bisa dihubungi sih ?” David coba bertanya


Joelene agak lama menjawab pertanyaan David, untuk mengulur waktu ia meneguk minumannya, kemudian menjawab


“Dia sedang ada urusan dengan klien diluar kota, mungkin dia sedang meeting jadi ponselnya dimatikan” jawab Joelene beralasan, yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan Kevin.


Usai menikmati santap siang, David menawarkan untuk mengantarkan Joelene kembali ke kantornya, awalnya ia menolak, namun akhirnya Joelene bersedia menerima tawaran David karena merasa tidak enak sudah beberapa kali menolak tawaran David untuk mengantarnya.


Malam hari saat santap malam di kediaman Ibu Suci, Joelene hanya seorang diri duduk dimeja makan


“Oh... Ibu sedang keluar Kota mba, kerumah sahabat lamanya, mungkin lusa pulangnya” terang Ratna


Joelene pun mengangguk paham, setelah santap malamnya selesai, Joelene mencoba menghubungi nomor Kevin, namun masih tidak bisa


“Sepertinya dia memang menonaktifkan nomornya, mungkin dia tidak mau diganggu dengan perempuan itu, Ok baiklah,, ini terakhir kalinya aku menghubungi nomor mu, setelah ini, aku tidak akan menghubungimu lagi, apapun yang terjadi” gumam hati Joelene.


Setelah santap malam, Joelene pun bergegas masuk kekamar untuk


beristirahat.


Keesokan harinya dikantor Joelene, pagi sekali Joelene sesudah mengajukan cuti dan juga sudah disetujui oleh atasannya.


Segera dia membereskan pekerjaannya, agar bisa pulang lebih awal untuk mempersiapkan barang - barang yang akan dibawanya.

__ADS_1


Ponsel Joelene berdering, panggilan dari David, Joelene pun segera mengangkat nya.


“Ya Hallo... kenapa Dave ?”


“Joana, gimana izin cuti kamu udah bereskan, gak ada masalah?” Tanya David


“Oh... sudah beres kok, gak tau kenapa pengajuan cuti ku langsung disetujui, emang kamu kasi jampi - jampi apa sih, kok setiap urusan dengan kamu itu lancar bebas hambatan ?”


“Itu namanya rezeki anak soleh, yang baik hati dan tidak sombong, jadi Tuhan mempermudah segala urusannya” ucap David sedikit narsis


Joelene yang mendengarnya langsung geleng - geleng kepala


“Iya deh.... yang anak soleh, rajin menabung dan tidak sombong,, hahahaha....” goda Joelene dan mereka pun tertawa.


Kemudian David mengakhiri panggilannya dan langsung meraih kunci mobilnya untuk bersiap - siap pulang ke apartemennya.


Wajahnya sumringah, senyum tak henti terpancar dibibirnya, entah apa yang membuat dia sebahagia ini, dia pun bernyanyi mengikuti lantunan lagu yang sedang mengalun didalam mobilnya.


“Aku ingin dirimu, yang menjadi milikku, bersamamu mulai hari ini, hilang ruang untuk cinta yang lain, huuooo,,,,”


Dia terus bernyanyi mengikuti lagu yang sedang diputarnya dan tanpa terasa dia sudah tiba di lobby utama sebuah apartemen yang sangat mewah.


Setelah selesai berkemas - kemas, David pun menghubungi ponsel Joelene


“Joana, kamu dimana ? Udah selesai ?”


“Aku udah siap kok, terus kita ketemu dimana ?” Tanya Joelene


“Aku jemput kamu Dirumah ya, aku on the way ini” ucap David mengakhiri panggilannya.


Tak sampai tiga puluh menit, David sudah tiba Didepan gerbang rumah mertua Joelene.


Sebelum berangkat, Joelene sudah mengirim pesan ke mama mertuanya, namun tidak ada jawaban, Joelene menganggap mungkin mama mertuanya itu sedang sibuk ngobrol dengan sahabat - sahabatnya, setidaknya dia sudah memberi tahu, pikirnya.


Sebelum keluar rumah, Joelene berpamitan pada Ibu Ratna asisten pribadi mama Suci

__ADS_1


“Bu Ratna, Jo pamit ya, nanti kalau mama pulang bilang aja Joelene mau urus proyek resort itu bareng David pengacaranya om Ed, tadi juga Joelene udah kirim pesan kok, ya udah Jo berangkat ya bu” pamit Joelene


“Baik nona, hati - hati non” jawab Ratna yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Joelene.


__ADS_2