
Kevin tak menjawab, dia mengusap tengkuknya, mendengar ucapan mama yang to the point sekali menurutnya.
“Kenapa diam ? Ya jelas saja belum, kamu dan Joelene saja tidur berbeda kamar, sebenarnya kalian ini merasa suami istri gak sih ?”
“Maaf ma... sebenarnya kenapa Jojo tidur dikamar tamu itu, karena Jojo yang masih belum terbiasa sekamar dengan orang lain, terlebih seorang pria, Jojo belum terbiasa, Maaf kan Jojo ya ma” Ucap Jojo mendekat pada Suci.
Kevin dengan wajah tanpa ekspresi, melirik kearah Joelene yang berusaha meyakinkan mamanya bahwa sebenarnya Jojo lah yang belum nyaman tinggal sekamar dengan Kevin, walaupun pada kenyataan sebaliknya.
“Apa kamu merasa tidak nyaman tinggal dirumah ini, karena ada mama, Adrian dan istrinya?” Tanya Suci pada Jojo
“Bukan begitu ma, Jojo hanya belum siap aja ada seorang pria yang berada dalam satu ruangan dengan Jojo ma, tidak ada maksud lain”
“Kevin,,, sebaiknya kalian pergi berbulan madu, supaya kalian lebih dekat lagi dan saling mengenal satu sama lain, mama juga minta maaf terlalu memaksa kalian untuk cepat menikah, hingga kalian merasa asing begini, ya sudah pergi lah, semenjak menikah kalian tidak punya waktu berlibur berdua, Vin,, ajak Joelene honeymoon nak, mungkin bisa membuat kalian lebih dekat lagi dan saling mengenal Satu sama lain” Ucap Suci
“Ya sudah,, Kevin akan atur jadwal dan kami akan berangkat honeymoon, udah mama tenanglah..” Ucap Kevin
Lalu mereka melanjutkan sarapan mereka, di balik pintu pembatas antara ruang keluarga dan ruang makan, Mona berdiri mendengarkan pembicaraan mereka, lalu wajahnya tersenyum dengan seringai licik seperti sedang merencanakan sesuatu.
Seperti biasa, pagi itu Kevin tetap mengantar Joelene kekantor.
“Besok kita berangkat, ajukan cuti satu minggu” Ucap Kevin
“Hah..? Selama itu ? Mana mungkin disetujui kalau ngajukannya dadakan begini” Ucap Jojo tidak yakin akan permisi an cutinya diterima.
“Kalau tidak disetujui, resign..” dengan wajah datar, dingin tanpa ekspresi
seketika mata Jojo membola menatap kearah Kevin, namun Kevin tak terusik, dia tetap fokus menyetir.
“Kenapa seenaknya sekali dia berbicara begitu?” Gumam hati Jojo
“Nanti aku kabari pesawatnya besok berangkat jam berapa”
Jojo tak memberikan jawaban, karena dia pesimis permohonan cutinya tidak akan disetujui karena secara tiba - tiba.
Dikantor, Joelene terlihat ragu menghadap keruangan Angkasa untuk pengajuan cutinya, akhirnya dia mencoba memberanikan diri menghadap keruangan Angkasa.
Tok..tok...
“Masuk..” Ucap suara dari dalam ruangan
__ADS_1
Joelene pun membuka pintu dan memasuki ruang kerja Angkasa.
“Joelene,, silahkan duduk, ada perlu apa Jo, tumben kamu langsung menghadap saya seperti ini ?” Tanya Angkasa
“Mohon maaf sebelumnya pak,, maksud kedatangan saya langsung kesini itu mau mengajukan cuti mulai besok hingga seminggu kedepan, saya mau keluar kota karena ada keperluan” Ucap Jojo sedikit ragu
“Seminggu ya ? Emm... ok gak masalah,, tapi saya minta kamu beresin beberapa pekerjaan yang urgent yang harus kamu handle, nanti akan saya email ya, ok Jo,, gak ada masalah”
Joelene tak menyangka kalau pengajuan cuti dadakannya bisa langsung disetujui oleh Angkasa, karena selama ini seluruh karyawan tau kalau Angkasa paling susah memberi izin jika mengajukan cuti secara mendadak, kecuali ada keluarga yang sakit dan kemalangan.
Joelene pun beranjak keluar dari ruangan Angkasa sedikit tidak percaya, dia pun menuju ruangannya mengerjakan pekerjaan.
Sore hari saat jam pulang kerja, Jojo masih diruangannya sedang membereskan barang - barangnya bersiap akan pulang.
Suara telpon dimeja kerja Jojo pun berbunyi, panggilan dari security yang mengatakan ada seseorang yang menunggu Jojo didepan.
Jojo pun segera turun menuju lantai satu, saat dia berada diluar, dilihatnya mobil Kevin sudah terparkir, Jojo pun berjalan menuju mobil Kevin lalu kemudian masuk.
Jojo kaget karena Kevin menjemputnya tiba - tiba tanpa memberi kabar akan menjemputnya dikantor.
“Kita berangkat malam ini” Ucap Kevin tiba - tiba
“Hah..! Ta..tapi.. aku belum packing barang - barang aku juga barang - barang kamu”
“Sebenarnya kita mau kemana, kenapa harus bawa passport?” Tanya Jojo ingin tau
“Siapkan saja, nanti juga kamu akan tau” Ucap Kevin sambil fokus menyetir.
Joelene pun tak mau bertanya lebih banyak lagi karena percuma saja Kevin tidak akan berucap banyak.
Sampai dirumah, mereka berdua langsung bersiap - Siap karena pesawat yang akan membawa mereka berangkat tepat pukul 7 malam.
“Ma..kami berangkat dulu ya, mama hati - hati dirumah, jaga kesehatan dan jangan lupa vitaminnya diminum” pamit Kevin pada mamanya
“Iya nak,, kalian baik - baik disana ya, nikmati honeymoon kalian dan mama mau dapat kabar bahagia secepatnya”
Kevin tak menjawab, hanya tersenyum tipis lalu memeluk mamanya erat sambil berbisik ditelinga mamanya
“Hati - hati sama singa betina itu ya ma, apapun yang dikatakan ataupun dilakukannya mama jangan percaya” pesan Kevin ditelinga mamanya.
__ADS_1
“Hemm... kamu bicara apa sih?! Dia itu istri kakak kamu nak, gak baik begitu”
“Ma,,, kami berangkat dulu ya, mama hati - hati dirumah” pamit Joelene sambil mencium pipi ibu mertuanya
“Iya nak,, kalian hati - hati ya, nikmati honeymoon nya dan berkonsentrasi lah, supaya mama cepat dapat cucu yang lucu” pesan Suci pada Joelene sambil tersenyum.
Jojo tak menjawab, hanya memberikan senyuman pada Ibu mertuanya.
Mereka pun berangkat diantar kan supir menuju bandara.
Tak menunggu lama setelah mereka tiba dibandara, seseorang menuntun mereka masuk ke pintu kaca ruang tunggu VVIP, lalu Kevin meminta Passport Jojo
“Kemarin kan passportnya ?” Pinta Kevin
Kepala Joelene masih di penuhi dengan tanda tanya sebenarnya Kevin akan membawanya kemana, namun tak terucap dari bibirnya, dia hanya menuruti saja perintah suami dinginnya itu.
Kevin pun menyerahkan passport mereka berdua pada seseorang yang tadi menyambut mereka di pintu ruang tunggu tersebut.
Tak lama, pria itu kembali membawa passport mereka dan menyerahkannya pada Kevin, kemudian pria itu mengarahkan jalur untuk menaiki pesawat khusus.
Kevin dan Joelene sudah berada didalam jet pribadi milik Kevin, penumpangnya hanya ada mereka berdua dan satu orang awak yang akan membantu menyediakan keperluan mereka selama dalam perjalanan.
Didalam pesawat, Jojo berdecak kagum menatapi sekelilingnya, jet pribadi yang cukup mewah, Jojo duduk tepat berhadapan dengan Kevin, Kevin terlihat asyik memainkan gadgetnya, sementara Joelene masih terpukau dengan kemewahan jet pribadi tersebut.
Pesawat pun segera lepas Landas meninggalkan bandara. Jojo ditawari beberapa minuman ringan dan makanan, Jojo hanya mengambil beberapa camilan dan minuman ringan, lalu dia kembali memandang keluar jendela.
“Sebenarnya kemana lelaki minim bicara, berwajah dingin yang kini menjadi suami ku ini akan membawa ku? Apa dia akan membawa ku ke sebuah tempat yang romantis ? Selayaknya pengantin baru yang berbulan madu ? Ahhh.. tidak - tidak, Joelene jangan berkhayal hal - hal manis itu, karena jika yang terjadi sebenarnya tidak sesuai khayalanmu, pastinya akan terasa sakit, baiklah aku akan berhenti berkhayal tentang keindahan, lebih baik aku ikuti saja kemana aku akan dibawa” gumam hati Joelene.
Hingga tak terasa Joelene pun terlelap, karena lelah bekerja seharian, menyelesaikan tugas - tugas yang diberikan Angkasa sebelum Jojo cuti.
Kevin melirik kearah Joelene yang terlelap tepat didepannya, lalu Kevin beranjak dari tempat duduknya dan mengatur tempat duduk Joelene pada posisi yang lebih nyaman untuk beristirahat, merebahkan sandaran kursinya lalu Kevin meraih selimut yang ada dibawah kursi dan menyelimuti Joelene.
Hari semakin malam, suhu dalam pesawat terasa dingin, Kevin pun mulai merebahkan sandaran kursinya dan meraih selimut kemudian terlelap.
Perjalanan cukup lama, Jojo terbangun, namun dilihatnya pesawat masih berada di langit gelap, hanya ada bintang yang berkerlap - kerlip diluar jendela, dilihatnya posisi sandaran kursinya sudah berubah dan mengenakan selimut, diliriknya kearah Kevin yang sedang terlelap.
“Huuhh.... lagi merem aja ganteng, apalagi sedang melek, melted hati ku tuh!! Tapi kalau lagi tiduran begini lebih hangat dilihat, coba kalau lagi melek,,, hiii.... jadi Iceman deh,, bisa buat gigi beradu sakin dinginnya” gumam hati Joelene sambil memandangi wajah Kevin yang tertidur pulas, sampai akhirnya Jojo pun terlelap kembali.
Tiba - tiba terdengar suara membangunkan Jojo, suara awak pesawat, Jojo pun membuka matanya dan mengedarkan pandangannya kesekeliling dan melihat keluar jendela.
__ADS_1
“Kita sudah sampai” Ucap Kevin pada Joelene
Joelene belum menyadari mereka sedang berada dimana, hingga pesawat berhenti dan mereka beranjak turun dari pesawat, saat Jojo keluar di pintu pesawat terlihat tulisan AMSTERDAM SCHIPOL AIRPORT.