Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 69


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Joelene semakin terasing Dirumah mertuanya, ingin rasanya pergi dari rumah itu, namun pastinya akan membuat posisinya semakin jelek dimata ibu mertuanya.


Joelene pun berniat untuk mencari dimana keberadaan orang tua kandungnya, Kevin sudah tak diperdulikannya lagi karena Joelene pernah membaca status wa Jullian Asisten Kevin.


“Selamat bersenang - senang bos, kau pantas mendapatkannya”


Begitulah status Jullian, Joelene mencoba menghubungi Jullian namun Jullian tidak menjawab, sejak saat itu Joelene berhenti berharap dan melupakan perasaannya, saat ini dia hanya ingin fokus menemukan Mommy nya.


\*\*\*\*\*


Usai mengurus dokumen ganti rugi pembangunan resort oleh PT. Laksana Corp, David bertolak ke inggris untuk menemui mamanya Yang kini menetap di London.


David sulung dari tiga bersaudara, kedua adiknya perempuan, si bungsu masih menempuh pendidikan di London dan adik nomor duanya sudah berkeluarga dan menetap dibelanda mengikuti suaminya yang berkebangsaan Belanda.


Semenjak Ayahnya meninggal dunia, Mamanya menetap di London menemani adik bungsunya.


Perawat yang membawa David baru saja mendarat di London Heathrow Airport, David berjalan keluar dari pintu kedatangan, namun matanya menangkap sosok yang dikenalnya.


Berulang kali kepalanya menoleh kearah sosok yang dikenalnya itu, sambil berjalan dia tetap menatap kearah sosok tersebut, hingga dipintu utama bandara, sosok tersebut berdiri seperti sedang menunggu seseorang.


David terus mengawasi sosok tersebut, hingga muncul seorang wanita cantik modis dan elegan mendekati sosok pria tersebut, kemudian dengan manjanya wanita tersebut memeluk pria tersebut kemudian mengecup bibir pria itu.


David terbelalak, wajahnya memerah, emosi merasuki jiwanya, dengan berjalan santai namun posisi tangan dikepal, David mendekat pada pasangan tersebut.


Tanpa basa - basi, David langsung menarik kerah kemeja pria itu dan menghadiahi pria tersebut dengan bogem mentah dari kepalan tangannya.


Seketika pria itu oleng dan terhuyung, namun masih bisa menjaga keseimbangan hingga dia tidak jatuh kelantai.


Sambil memegangi sudut bibirnya Yang sudah mengeluarkan darah segar, dia mencoba menatap wajah pria yang memberikan dia pukulan itu.


Namun lagi - lagi David tidak memberi poin, dia langsung memberi bogeman selanjutnya dannkali ini membuat sosok pria tersebut jatuh tersungkur.


“Hei..!! What’s wrong?!” Ucap Kevin

__ADS_1


“Shut your fu** mouth!!” Ucap David


Saat David hendak menghadiahi bogeman yang ke tiga, wanita yang bersama pria tersebut menghalangi David dan dilerai oleh pihak keamanan bandara.


Setelah berhasil dilerai, pria Yang mendapat hadiahnya bogeman dari David itu kemudian menatap kearah David.


“David...!! Ada apa ini ?!” Ucap nya


“Lo memang pria paling brengsek Yang gua kenal!!” Ucap David masih dengan nada emosi


“Kamu kenapa ? Kita bicarakan baik - baik dulu,, sebenarnya ada apa kamu tiba - tiba nyerang aku kaya gini?”


“Banyak omong lo!! Pria pengecut kaya lo emang pantes dapat bogem mentah dari gua, itu juga belum seberapa!”


“Hei... tunggu dulu,, sebenarnya kamu ada masalah apa ? Bukannya kerja sama perusahaan sudah tidak ada masalah, terus sekarang apa masalah nya hingga kamu emosi kaya gini?”


“Laki - laki kaya lo itu tidak pantas dipertahankan, jangan khawatir gua akan tetap profesional dalam bekerja, tapi setelah ini jangan harap lo bisa bertemu dengan istri lo lagi, yakinlah setelah ini lo bakal menyesal seumur hidup lo karena udah menyia-nyiakan perempuan secantik dan sebaik dia dan jangan menyesal karena setelah ini gua akan merebut dia dari pria bre***** kaya lo!” Ucap David sambil berlalu meninggalkan Kevin.


“Honey... dia siapa ? Terus kenapa dia bilang istri, istri siapa honey ?” Tanya Leona masih sambil menggandeng lengan Kevin.


\*\*\*\*\*


Joelene mengajukan cuti selama satu hari, rencananya dia akan pergi mengunjungi rumah keluarga Mommynya di Bogor, alamatnya diperoleh Joelene dari Om Joko.


Kebiasaan dirumah Kevin, sesibuk- sibuknya para penghuni rumah itu, namun saat sarapan pagi mereka wajib bersama - sama, saling bercerita.


Pagi itu Joelene sudah berpakaian rapi namun tidak mnegenakan pakaian kantor, Joelene pun duduk hendak menikmati sarapan.


Suci yang sudah lebih dulu berada diruang makan bersama Mona, mereka menatap Joelene dari ujung rambur hingga ujung kaki.


“Joelene,, kamu mau kemana... tidak bekerja hari ini ?” Tanya Suci, Mona diam memperhatikan


“Joelene cuti ma, ada urusan mau keluar kota” jawabnya singkat

__ADS_1


“Urusan apa, urusan pekerjaan kamu apa perusahaan?” Tanya Suci


“Bukan keduanya ma, ada urusan pribadi”


“Urusan pribadi ? Sama pengacara itu ?” Selidik Suci


“Nggak ma, Joelene sendiri” Ucap Joelene singkat


“Mama tidak pernah menanyakan ini sama kamu dan mama tidak pernah ikut campur masalah rumah tangga anak - anak mama, tapi kali ini mama mau bertanya, sebenarnya Kevin berada dimana ?”


“Ma... sudah berapa kali Joelene katakan kalau putra mama itu pergi tidak memberi tahu Joelene, mama juga kan tau sendiri nomor ponsel Kevin juga tidak bisa dihubungi sejak dia pergi meninggalkan rumah, berarti dia memang sedang tidak ingin diganggu atau dia sedang ada urusan yang urgent”


“Berarti kalian sedang ada masalah, kalian bertengkar ?”


“Kami tidak bertengkar ma, mama kan tau sendiri Kevin sangat irit bicara, terus apa yang harus kami ributkan ? Sebaiknya mama tanya langsung aja ke Kevin, karena sejak awal dia memang tidak bersedia menikah dengan Joelene, pernikahan ini kan kemauan mama, jadi Joelene harus apa ?”


“Jadi kamu menyalahkan mama ? Lancang sekali!!” Suci sedikit meninggikan suaranya


“Joelene bukan menyalahkan mama, Jo sendiri pun masih gak ngerti apa yang membuat Kevin tiba - tiba menghilang seperti ini”


“Kamu memang tidak benar - benar mencintai Kevin hingga dia memilih pergi dari kamu!”


“Mama pernah gak tanya ke Kevin, apakah dia benar - benar mencintai Joelene ? apakah dia memang benar - benar menginginkan Joelene ? Kenapa kesannya seperti mama menyalahkan Joelene”


“Mama bukan menyalahkan, mama sangat berterima kasih karena kamu bersedia menikah dengan Kevin yang belum pernah kamu kenal sama sekali.. yang tidak bisa mama terima kenapa kamu diam saja Kevin pergi, juga kamu gak tau dia perginya kemana, kamu sebagai istri tidak perduli dengan suami!” Tuduh Suci pada menantunya


Darah Joelene berdesir mendengar ucapan mama mertuanya, tak pernah dia mendapat kata sekasar itu, hatinya hancur, sekuat tenaga dia menutupi semua kelakuan Kevin, namun dia tidak berniat sedikitpun mengutarakan pada mama mertuanya itu. Dia memilih diam menyimpan semuanya, namun kali ini dia tidak terima atas tuduhan mertuanya yang mengatakan dia istri yang tidak perduli dengan suami sendiri, padahal yang dirasakannya adalah sebaliknya, Kevin yang tidak perduli akan perasaannya.


Joelene diam tak menanggapi ucapan mertuanya itu, dia memilih pergi menghindari semuanya, rasanya sudah cukup dia berada Dirumah itu, sambil meneteskan air mata, Joelene pun berpamitan


“Joe pergi dulu ma” pamitnya, tak perduli apa jawaban Suci, dia langsung meninggalkan ruang makan.


Sementara Mona tersenyum licik bahagia dengan apa yang baru saja terjadi antara mertua dan menantu kesayangannya itu.

__ADS_1


“Ok Mona... selangkah lagi, tujuanmu akan tercapai, ya... menghancurkan hubungan menantu dan mertua itu” gumam hati Mona.


__ADS_2